Anda di halaman 1dari 16

AKHLAK

BERNEGARA
Oleh:
Ady Arif Fauzan
Halva Adityawan
Nur Apriliani
Widiya Pangestika O.

Latar Belakang
Modernisasi zaman yang semakin berkembang dari waktu ke

waktu menutut manusia untuk memahami akhlak secara


essensial , dalam arti bahwa manusia memahami akhlak
bukan hanya sebagai sikap / perilaku saja . Melainkan ,
akhlak tersebut di implementasikan dalam kehidupan sehari
hari .
Dalam bahasan kami kali ini adalah akhlak bernegara ,
akhlak ini perlu untuk disadari oleh kita agar kita dapat
menjadi semakin sensitif terhadap persoalan yang terjadi
pada bangsa dan negara kita. Bukan hanya itu, hal ini
didorong dengan kekhawatiran akan bobroknya generasi kita
, apabila tidak dibekali dengan pengetahuan tentang akhlak
yang cukup, akan sulit untuk menjalani kehidupan
kedepannya.

Akhlak Bernegara
Menegakkan dan melaksanakan Syura/

Musyawarah
Menegakkan Keadilan
Menegakkan Amar Maruf Nahi Munkar
Hubungan antara Pemimpin dan yang
dipimpin.

Dalam akhlak bernegara, sikap seseorang terhadap


bangsa dan negaranya menunjukkan jati diri dari
orang tersebut.
Contohnya, sikap dan perilaku seseorang mengenai
akhlak bernegara akan terlihat pada saat dia
mengikuti musyawarah.
Tentunya dalam menyelesaikan suatu masalah
akan diperlukan musyawarah untuk mufakat , yakni
suatu sistem yang telah digunakan oleh Nabi
Muhammad SAW sejak dahulu untuk
menyelesaikan persoalan, dalam pembahasan ini
kami akan memperlihatkan cara cara
bermusyawarah yang baik dan benar menurut
tuntunan Al-Quran dan Hadist .

Menegakan dan melaksanakan


Syura/ Musyawarah
Definisi musyawarah:
Musyawarah menurut bahasa berasal dari kata Syawara yang
berasal dari Bahasa Arab yang berarti berunding, urun rembuk
atau mengatakan dan mengajukan sesuatu. Sedang menurut
istilah; musyawarah adalah perundingan antara dua orang atau
lebih untuk memutuskan masalah secara bersama-sama sesuai
dengan yang diperintahkan Allah.
Istilah-istilah lain dalam tata Negara Indonesia dan kehidupan
modern tentang musyawarah dikenal dengan sebutan syuro,
rembug desa, kerapatan nagari bahkan demokrasi.
Kewajiban musyawarah hanya untuk urusan keduniawian. Jadi
musyawarah adalah merupakan suatu upaya untuk memecahkan
persoalan (mencari jalan keluar) guna mengambil keputusan
bersama dalam penyelesaian atau pemecahan masalah yang
menyangkut urusan keduniawian.

TATA CARA MUSYAWARAH NABI MUHAMMAD SAW


1. Dengan mendengar dan mempertimbangkan

pendapat dari para sahabat. Ex: pendapat Salman al


Farisi mengenai penggalian parit dlm perang khandaq
2. Dengan bermusyawarah hanya sebatas dengan 2 atau
3 sahabat saja.
3. Dengan seluruh massa melalui perwakilan. Ex: perihal
pembagian harta rampasan perang Hunain.
SIKAP DALAM BERMUSYAWARAH
BERSIKAP LEMAH LEMBUT
PEMAAF
MOHON AMPUN KEPADA ALLAH
SELALU DIDASARI NIAT YANG BAIK

Menegakkan Keadilan
Keadilan memiliki banyak pengertian
1. Memberi dengan sama atau seimbang.
2. Memberi hak seimbang sesuai dengan
kewajiban dan kebutuhannya.
Makna Adil dalm KBBI :
1. Tidak berat sebelah
2. Berpihak kepada yang benar
3. Tidak sewenang-wenang.

Islam adalah agama yang sangat


menjunjung tinggi hukum dan keadilan. Hal
itu ditegaskan dalam al-Quran;
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka
kehendaki, dan (hukum) siapakah yang
lebih baik daripada (hukum) Allah bagi
orang-orang yang yakin ? (QS. Al-Maidah,
5:50) .
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman;
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu)
Berlaku adil dan berbuat kebajikan,
memberi kepada kaum kerabat, dan Allah
melarang dari perbuatan keji,
kemungkaran dan permusuhan. Dia
memberi pengajaran kepadamu agar kamu

Dalam ayat lain ditegaskan agar keadilan tetap ditegakkan


dengan melawan segala kecenderungan menyimpang
yang disebabkan oleh kebencian atau sebab-sebab
lainnya.
Allah SWT berfirman, Hai orang-orang yang beriman
hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan
(kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan
janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,
mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah,
karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah
kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa
yang
kamu
kerjakan.
(al-Maidah
5:8)
Jadi dalam bernegara, baik kita sebagai pemimpin maupun
yang di pimpin, kita harus tetap berperilaku adil terhadap
semua orang. Karena masa depan negara berada di
tangan kita.

Menegakkan Amar Maruf Nahi


Munkar
Amar

ma'ruf
nahi
munkar,
(al`amru
bil-ma'ruf
wannahyu'anil-mun'kar) adalah sebuah frase dalam bahasa
Arab yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak
atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah halhal yang buruk bagi masyarakat.
Definisi Amar maruf nahi munkar menurut beberapa tokoh:
Menurut M. Abduh : apa-apa yang dikenal oleh akal sehat
dan hati nurani.
Menurut Muh. Ali as Shabuni : Apa-apa yang diperintahkan
syara dan dinilai baik oleh akal sehat.

TAHAPAN DALAM BERAMAR MARUF NAHI

MUNKAR.
Beberapa tahapan dalam melaksanakan amar maruf
nahi munkar yakni :
A. Dengan cara mencegah.
B. Dengan Ucapan dan nasihat.
C. Tindakan Konkret.
D. Pilihlah kalimat yang syarat dengan penyelesaian
dengan mengggunakan logika yang kuat, ucapan dan
perbuatan serta keteladanan.
PRINSIP AMAR MARUF NAHI MUNKAR

1.Prinsip dalam melaksanakan amar makruf nahi


munkar yakni TIDAK MEMBAWA MAFSADAH BARU .

2.Yang dimaksud Mafsadah disini yakni dharar


(membahayakan atau merugikan) maka diperlukan
pertimbangan yang matang bahwa dalam
melaksanakan hal ini adalah untuk kepentingan
Islam maka keputusan dalam menegakkannya harus
tidak membahayakan Islam wabilkhusus citra Islam
dan umatnya di mata dunia.
3.Prinsip yang kedua yakni harus selalu
memperhatikan konteksnya. Seperti untuk apa
melakukan hal ini dan apa urgensinya.
4.Allakullihal, amar makruf nahi munkar merupakan
sebuah tindakan yang sangat mulia dan lebih mulia
dibandingkan dengan jiwa,harta dan badan.
Waalahualam bishawab.

Hubungan antara Pemimpin


dan yang dipimpin
Analogi dengan pemerintahan, harus ada batasan yang jelas
antara pemimpin dan yang dipimpinnya. Akad antara pemimpin
dan yang dipimpinnya akan memperjelas kedudukan, hak serta
kewajibannya.
Shalat selalu mengajarkan kita untuk mengikuti semua gerakan
imam. Disamping mengikuti, kita juga diwajibkan untuk tidak
mendahului ataupun tertinggal jauh dari gerakan imam. Ketika
kita sedang membaca bacaan yang panjang, maka kita harus
menghentikannya segera ketika imam sudah memulai gerakan
yang lain. Bahkan, ketika imam sudah salam, kita wajib langsung
salam walaupun bacaan tahiat kita belum selesai ataupun doa
kita belum selesai. Mengikuti gerakan imam bukan berarti
mengikuti gerakan semuanya, melainkan hanya gerakan yang
benar dan bukan gerakan-gerakan tambahan.

Analogi dengan etika mengikuti pemimpin, kita


dilarang untuk mendahului pemimpin baik dalam
gerakan maupun perkataan. Pemimpin adalah
yang menentukan apa yang harus kita lakukan
dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Kita pun
jangan mengikuti dengan lebih lama, kita harus
sigap dalam mengikuti pemimpin. Dalam
mengikuti pemimpin juga harus punya etika
dalam mengikutinya, bukan hanya mengikuti
tanpa ilmu. Kita harus mengikutinya selama yang
pemimpin kita lakukan adalah benar. Kita tidak
boleh mengikuti pemimpin ketika dia salah tetapi
tetap menjadikannya sebagai pemimpin kita dan
tidak menjadikannya musuh atau menjatuhkan
martabatnya.

Kriteria pemimpin dalam Islam:


1. Beriman kepada Allah SWT, seorang pemimpin
harus memiliki keimanan . Tanpa Keimanan
kepada Allah dan Rasul-Nya bagaimana mungkin
pemimpin dapat diharapkan memimpin umat
menempuh jalan Allah diatas permukaan bumi ini .
2. Mendirikan shalat, seorang pemimpin yang
mendirikan shalat diharapkan memiliki hubungan
yang baik dengan Allah SWT.
3. Membayar zakat, seorang pemimpin yang
berzakat diharapkan selalu berusaha mensucikan
hati dan hartanya. Dia tidak mencari dan
menikmati harta dengan cara yang tidak halal (mis
: Korupsi , Kolusi , dan Nepotisme ). Dan lebih dari
pada itu dia memiliki kepedulian sosial yang tinggi
terhadap kaum dhuafa dan mustadhafin. Dia
akan menjadi pembela orang orang yang lemah.

Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, Kepemimpinan merupakan sesuatu

yang sangat penting dan sangat esensial dalam sikap yang


ditunjukkan dalam Akhlak Bernegara ini . Adapun kriteria
pemimpin yang sangat dibutuhkan disini adalah pemimpin yang
ideal, seperti yang telah disebutkan dipembahasan sebelumnya.
Seorang Pemimpin yang baik dan mempunyai Akhlak adalah

Pemimpin
yang
suka
bermusyawarah,
perbuatan
dan
tindakannya Maruf Nahi Mungkar, senantiasa menegakkan
keadilan, dan tentunya mempunyai hubungan yang baik dengan
bawahannya. Komponen-komponen inilah yang mendasari
kokohnya Akhlak seorang Negarawan, yang tentunya apabila
diterapkan dengan sungguh sungguh akan menjadi Rahmatan
Lil Alamin