Anda di halaman 1dari 31

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS

Oleh: Marsella N. Karauwan


Pembimbing: dr. Ananda Setiabudi, Sp.S
REFERAT
2016

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

PENDAHULUAN
Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang
spesifik dan paling banyak dikonsultasikan pada
dokter umum.
Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah
satu dari sekian banyak Low Back Pain akibat
proses degeneratif yang ditemukan di masyarakat
Laki-laki dan wanita memiliki resiko yang sama
dalam mengalami HNP, dengan awitan paling sering
antara usia 30 dan 50 tahun
HNP lumbalis paling sering (90%) mengenai diskus
intervertebralis L5-S1 dan L4-L5, sedangkan 10%
sisanya terjadi didaerah L3-L4.

DEFINISI
Hernia nukleus pulposus (HNP)
adalah suatu kondisi dimana
nukleus pulposus pada diskus
intervertebralis
mengalami
tekanan di salah satu bagian
posterior atau lateral sehingga
nukleus pulposus pecah dan
luruh
sehingga
terjadi
penonjolan
melalui
anulus
fibrosus ke dalam kanalis
spinalis dan mengakibatkan
penekanan radiks saraf.

ANATOMI
Columna Vertebralis
7 Vertebrae Cervical (C 1-7)
12 Vertebrae Thoracalis (Th 112)
5 Vertebrae Lumbalis (L 1-5)
Os Sacrum (S 1-5)
Os Coccygeus (4 segmen)

Diskus Intervertebralis
Nukleus Pulposus ditengah

suatu gel yang


viskus terdiri dari
proteoglycan
mengandung air
yang tinggi
sifat : higroskopis
fungsi : sebagai
bantalan dan
berperan menahan
tekanan/beban

* Ligamen longitudinalis posterior di


bagian L5-S1 sangat lemah, sehingga
HNP sering terjadi di bagian postero
lateral.

Sifat setengah cair dari nukleus pulposus,


memungkinkannya berubah bentuk dan
vertebrae dapat mengjungkit kedepan dan
kebelakang diatas yang lain, seperti pada
flexi dan ekstensi columna vertebralis.
Dengan bertambahnya usia, kadar air
nukleus pulposus menurun dan diganti
oleh fibrokartilago. Sehingga pada usia
lanjut, diskus ini tipis dan kurang lentur,
dan sukar dibedakan dari anulus

EPIDEMIOLOGI
AMERIKA

ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO


Trauma pada diskus
intervertebralis
Degenerasi diskus
intervertebralis
Predisposisi kongenital
Kelebihan berat badan
Spinal stenosis

Faktor resiko yang tidak dapat dirubah


Umur
Jenis kelamin
Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya.
Faktor resiko yang dapat dirubah
Pekerjaan dan aktivitas
Olahraga yang tidak teratur
Merokok
Berat badan berlebihan, terutama beban ekstra di daerah
perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah.
Batuk lama dan berulang

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI
Macnabs Classification membagi:
Bulging Disc, suatu penonjolan atau konveksitas dari diskus
melewati batas diskus tetapi anulus tetap intak.
Proalapsed Disc, suatu penonjolan dari diskus melalui
annulus fibrosus yang mengalami robekan yang tidak
komplit.
Extruded Disc, suatu penonjolan dari diskus melalui annulus
fibrosus yang mengalami robekan komplit, dan nucleus
pulposus mendesak ligamentum longitudinalis posterior.
Sequesteres Disc, sebagian dari nucleus pulposus keluar
melalui annulus fibrosus yang telah robek, kehilangan
kontinuitas dengan nucleuos pulposus yang berada didalam
diskus dan telah berada dalam kanal

MANIFESTASI KLINIS
Bergantung pada radiks yang terpengaruh:
Daerah servikal
nyeri yang menjalar di area lengan pada
distribusi radiks, diperburuk dengan ekstensi
leher, rotasi ipsilateral, dan fleksi lateral
kelemahan motorik atau hipestesi sesuai
dermatom, penurunan refleks fisiologis
(biseps dan triseps)
Protrusi diskus servikal sentral menyebabkan
mielopati

Daerah lumbar
Nyeri menjalar dari punggung-tungkai bawah. Nyeri
tungkai bawah lebih sakit.
Gerakan punggung terbatas (terutama fleksi
kedepan) akibat nyeri
Nyeri diperberat dengan batuk, bersin, atau
mengejan
Nyeri mereda dengan memfleksi lutut atau paha
Laseques test (+)
Kelemahan motorik diikuti dengan penurunan
refleks fisiologis (patela dan achilles)
Perubahan sensorik (baal, kesemutan, rasa panas,
seperti ditusuk-tusuk
Berat (gangguan otonom, ex: retensi urine)

Daerah thorakalis
Nyeri radikal
Melemahnya anggota tubuh bagian bawah dapat
menyebabkan kejang paraparesis
Serangannya kadang-kadang mendadak dengan
paraplegia.

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis keluhan nyeri:
Kapan mulai timbulnya
Bagaimana mulai timbulnya
Lokasi nyeri
Sifat nyeri dan kualitas nyeri
Apakah nyeri yang diderita diawali kegiatan fisik
Faktor yang memperberat atau memperingan
Ada riwayat trauma sebelumnya dan apakah ada
keluarga penderita penyakit yang sama
Perlu juga ditanyakan keluhan yang mengarah pada lesi
saraf seperti adanya nyeri radikuler, riwayat gangguan
miksi, lemah tungkai dan adanya saddle anestesi.

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi di mulai saat penderita jalan masuk ke
ruang pemeriksaan. Cara berjalan (tungkai
sedikit di fleksikan dan kaki pada sisi sakit di
jinjit), duduk (pada sisi yang sehat).
Palpasi untuk mencari spasme otot, nyeri tekan,
adanya skoliosis, gibus dan deformitas yang lain.
PEMERIKSAAN NEUROLOGI
Pemeriksaan sensorik.
Pemeriksaan motorik dicari apakah ada
kelemahan, atrofi atau fasikulasi otot.
Pemeriksaan tendon.

1. Straight leg raise /


Lasgue test:
N. ischiadicus (L4-S2)
(+)
nyeri saat
tungkai diangkat < 70
2. Femoral stretch test:
femoral nerve (L2-L4)
(+)
nyeri di daerah
tungkai atas anterior,
tungkai medial

3. Patricks sign:
Lutut flexi 90 dan ankle diletakkan
diatas lutut yang lain. Tekan lutut yang
di-fleksi-kan tadi bersamaan dengan
tangan pemeriksa yang lain menekan
pelvis keduanya mengarah ke bawah
mengakibatkan eksorotasi tungkai
padasendi panggul.
(+) -> nyeri
4. Contra-Patricks sign:
Lutut flexi 90, adduksi, tekan lutut
yang di-fleksi-kan tadi. Akan terjadi
endorotasi tungkai pada sendi panggul.
(+) -> nyeri pada sendi sacroilliaca
(digluteal & sacral saja atau bisa
menjalarsepanjang tungkai

5. Gaenslens test:
Menekan kedua sendi
sacroilliaca. Sendi panggul
fleksi maksimal pada 1 sisi
dan sendi panggul
kontralateral ekstensi
maksimal. Sering dilakukan
dengan pasien berbaring, 1
tungkai ditekuk hingga
menempel ke dada, dan
tungkai yang lain dibiarkan
menggantung dipinggir
ranjang periksa

6. Bowstring test:
Lutut flexi 90 dan
tungkai diletakkan di
bahu pemeriksa.
Letakkan jari pada
fossa poplitea (di
belakanglutut) & tekan.
(+) -> ada rasa
tingling-burning pada
pinggang (hip) dan
pantat

PEMERIKSAAN PENUNJANG
MRI
Pemeriksaan yang paling sering dilakukan, tidak nyeri,
dan sangat akurat.
X-ray:
Pemeriksaan pencitraan dengan x-ray tidak dapat
menunjukkan diskus yang mengalami herniasi tapi dapat
menunjukkan sobekan yang terjadi dan diskus yang
mengalami kalsifikasi.
CT Mielo
EMG (Electromyography)
Tes untuk mengukur respon otot terhadap stimulasi saraf.

PENATALAKSANAAN
Terapi Konservatif
1.

2.
.

Tirah baring
Tujuan tirah baring untuk mengurangi nyeri mekanik dan tekanan intradiskal,
lama yang dianjurkan adalah 2-4 hari.
Medikamentosa
Analgetik dan NSAID
Obat-obatan ini dberikan dengan tujuan untuk mengurangi nyeri dan
inflamasi sehingga mempercepat kesembuhan. Contoh analgetik: Aspirin,
Tramadol. Contoh NSAID: ibuprofen, natrium diklofenak, etodolak, selekoksib
Pelemas otot (muscle relaxant)
Digunakan untuk mengatasi spasme otot. Seringkali dikombinasi dengan
NSAID. Sekitar 30% memberi efek mengantuk. Contoh: Tinazidin, Esperidone,
dan Carisoprodol
Opioid
Obat ini tidak lebih efektif dari analgetik biasa. Pemakaian jangka panjang
dapat menyebabkan ketergantungan
Kortikosteroid oral
Pemakaian masih menjadi kontroversi namun dapat dipertimbangkan pada
kasus HNP berat untuk mengurangi inflamasi.
Suntikan pada titik picu
Obat yang dipakai antara lain lidokain, lignokain, deksametason,

3.Terapi fisik
Ultra Sound Wave (USW) Diatermi/kompres
panas/dingin
Korset Lumbal
Latihan dan modifikasi gaya hidup
Proper body mechanics

Terapi bedah