Anda di halaman 1dari 50

GLAUKOMA

Glaukoma adalah penyakit yang


ditandai oleh pencekungan diskus
optikus dan kehilangan lapang
pandang, biasanya disertai dengan
tekanan intraokular yang meningkat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indera


Penglihatan tahun 1993-1996 yang
dilakukan oleh Dep.Kes.RI glaukoma
merupakan penyebab kebutaan nomer
2 sesudah katarak (prevalensi 0,16%).

Produksi
sebagai cairan yang mengisi
bilik mata depan dan menjaga tekanan
intraokuler,memberi nutrisi ke kornea dan
memberi bentuk ke bola mata anterior
Pengaliran
sebagai pembawa zat
makanan dan oksigen untuk organ di dalam
mata yang tidak berpembuluh darah yaitu
lensa dan kornea
Eksresi
mengangkut zat buang hasil
metabolisme lensa dan kornea

Humor aquos
Suatu cairan jernih yang mengisi BMD dan BMB
Di bentuk di jaringan kapiler proccesus siliaris
Tekanan osmotiknya sedikit lebih tinggi dari pada
plasma
Komposisinya serupa dengan plasma kecuali bahwa
cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat, dan
laktat yang lebih tinggi; dan protein, urea dan glukosa
yang lebih rendah.
Unsur pokok dari humor akueus normal adalah air
(99,9%), protein (0,04%) dan lainnya dalam milimol/kg
adalah Na+ (144), K+ (4,5), Cl- (110), glukosa (6,0),
asam laktat (7,4), asam amino (0,5) dan inositol (0,1).
Normal produksi rata-rata adalah 2,3 l/menit.2,8

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tekanan intraokuler yang tinggi


Umur
Riwayat glaukoma dalam keluarga
Obat-obatan
Riwayat trauma pada mata
Riwayat penyakit lain ; DM , HT

Sugar mengklasifikasikan glaukoma menjadi :


1. Glaukoma Primer
a.Dewasa
- Glaukoma simpleks ( glaukoma sudut
terbuka, glaukoma kronis )
- Glaukoma akut ( Sudut ter tutup )
b.Kongenintal
2.Glaukoma Sekunder
a Sudut tertutup
b Sudut terbuka

Klasifikasi berdasarkan etiologi :


Glaukoma sudut tertutup ( Akut )
- Primer
- Sekunder
Glaukoma sudut terbuka ( Kronis )
- Primer
- Sekunder

AKUT
Terjadi
apabila iris bombans shg
menyebabkan sumbatan sudut kamera
anterior oleh iris perifer.aliran humor
aquos tersumbat dan TIO meningkat.
Serangan akut biasanya terjadi pada
pasien usia tua dg pembesaran lensa
kristalina.

Kekaburan penglihatan mendadak dengan daerah


Halo ( gambaran pelangi ) sekitar lampu
Nyeri hebat dan mata merah
Mual disertai muntah
Hiperemi konjungtiva dan perikornea
TIO meningkat secara mendadak
BMD dangkal
Kornea berkabut
Pupil terfiksasi dan dilatasi sedang

Pemerikasaan fisik :
1. Visus menurun
2. Konjungtiva ; CVI (+),PCVI (+)
3. Kornea : edema
4. BMD : dangkal
5. Pupil : Midriasis,bentuknya
lonjong,refleks pupil menurun
6. TIO:tinggi sekali ( 60-80mmHg)

1.Visus
a.Snellen chart
b.Fringer counting
c.Lambaian tangan
d.Light perception
2.TIO
a.Palpasi
b.Tonometri schiotz

3.Gonioskopi
Terdapat 5 area spesifik yang dievalusi di semua
kuadran yg menjadi penanda anatomi dari sudut bilik
mata depan:
1.Iris perifer, khususnya insersinya ke badan siliar.
2.Pita badan siliar, biasanya tampak abu-abu atau
coklat.
3. Taji sklera, biasanya tampak sebagai garis putih
prominen di alas pita badan shier.
4.Trabekulum meshwork
5.Garis Schwalbe, suatu tepi putih tipis tepat di tepi
trabekula Meshwork. Pembuluh darah umumnya
terlihat pada sudut normal terutama pada biru.

4.Pemeriksaan lapang pandang


a.Tes kongfrontasi: membandingkan lap pandang
pemeriksa dg pasien.mata kanan pemeriksa ditutup
dan mata kiri pasien di tutup.pemiriksa menggerakan
tangan ke arah temporal dg jarak sama dg mata
pasien kearah sentral.bila pemeriksa melihat benda di
lap pandang maka bila lap panang pasien normal
maka akan melihat juga.bila lap pandang menciut
maka akan melihat benda lebih di tengah.

b.Perimeter : merupakan uji lap pandang


dg memakai bid parabola yg terletak 30
cm di depan pasien
c.Tangen screen

5.Pemeriksaan gaung pupil dengan oftalmoskop


C/D ratio <=0,3 ( N )

Diskus optikus
normal. Lihat batas tegas dari
diskus optikus, demarkasi yang
jelas dari cup, dan warna pink
cerah dari sisi neuroretinal

Prinsipnya turunkan TIOnya dahulu:


1.Gliserin dg konsentrasi 50 % 1-1,5gr/kg yg di
berikan oral
2.Karbonik anhidraseinhibitor ( ACE ) untuk
mengurangi produksi humor akuos.
Ex:asetozolamid 250mg.(Efek samping diuresis
maka + kalium)
3.Timolol 0.5% di berikan 2x karena waktu
paruhnya 12 jam
4.Pilocarpone ( parasimpatometik) untuk
membuka sudut
5.Simtomatis

Sub Akut
Terjadi peningkatan TIO yang
berlangsung singkat dan rekuren.
Episode penutupan sudut membaik
secara spontan tetapi terjadi akumulasi
kerusakan pada sudut kamera anterior
berupa sinekia anterior perifer

Riwayat serangan nyeri unilateral


berulang
Kekaburan penglihatan disertai daerah
halo di sekitar cahaya
Pada kasus yang lebih lanjut akan
terdapat sinekia anterior perifer
berbecak dan TIO meningkat.

Glaukoma ini terjadi dimana terdapat


diskus nervus optik yang glaukomatus
dengan TIO yang normal.
Patogenesis nya adalah kepekaan
abnormal terhadap TIO karena kelainan
vaskuler atau mekanis di kepala saraf
optikus.

Peningkatan TIO terjadi perlahan akibat


hambatan pembuangan Trabekular
meswork

Pemeriksaan:
1. Awalnya visus bisa baik,stadium lanjut
tunnel vison
2. Segmen anterior: dbn
3. Funduskopi : gaung pupil ( + ),C/D ratio >
0,3-1,0
4. Tonometri : TIO > 21 mmHg
5. Lapang pandang terbatas

Gejala :
1. Menahun
2. Injeksi siliar umumnya tdk terlihat
3. Refleks pupil agak lambat
4. TIO meninggi
5. Lapang pandangan mengecil atau
menyempit

a. Parasimpatomimetik: pilokarpin 2-4%, 1


tetes, 3-6 kali sehari atau eserin 0,25-0,5%, 1
tetes, 3-6 kali sehari
b. Agonis-: epinefrin 0,5-2%, 1 tetes, 2 kali
sehari
c. beta-blocker: timolol maleat 0,25-0,5%, 1
tetes, 1-2 kali sehari
d. Inhibitor karbonik anhidrase: asetazolamid
250 mg, 1 tablet, 4 kali sehari

Etiologii dari penyakit intraokuler lainnya


1. Faktor lensa
Dilokasi lensa antrior
pupil tertutup
lensa
blok pupil
pengaliran HA
terganggu
iris bombans
TIO
meningkat
Glaukoma
Glaukoma fakomorfik
Glaukoma fakolitik
Glaukoma fakotoksik/fakoanafilaktik

2.Uveitis
a.Sudut terbuka
Adanya bahan-bahan radang ( fler,hipopion)
penumpukan bahan radang pada sal
pembuangan sehingga TIO meningkat
b.Sudut tertutup
Adanya sinekia sehingga terjadi blok pupil
Glaukoma

Terapi :
1. Terapi glaukoma standart
2. Kalau penyebabnya katarak lakukan
ekstraksi katarak
3. Sebab uveitis obati dengan terapi
uveitis

3.Trauma
Hifema pada BMD
glaukoma sudut terbuka
Terapi : MRS tirah baring dan kompres dingin
4.Glaukoma neovaskuler
Adanya neovaskularisasi pada permukaan iris
dan jaringan trabekula
5 Glaukoma kongenintal
Kelainan pembentukan dan pertumbuhan sudut
BMD dan saluran pembuangan

Menifestasi sejak lahir


Epifora,fotofobi,blefarospasme akibat
peregangan kornea sehingga kornea keruh dan
edema
Kornea membesar ( megalokornea) uk 12mm
akibat peregangan kornea yang terus berlanjut
Buphthalmos yaitu peregangan kornea disertai
peregangan bola mata
BMD lebih dalam,TIO meningkat
Terapi ; op trabekulektomi

Stadium akhir glaukoma dimana TIO tidak


terkontrol dan visus menjadi 0 (LP - )
Terapi : bila nyeri
a.Inj alkohol 70% retrobulbar untuk
mengurangi nyeri
b.cryoterapi ; menurunkan produksi akuos
humor
c.enukleasi

Pembedahan di tujukan untuk


memperlancar aliran keluar cairan
humor aquos
Pembedahan ini dapat menurunkan TIO
jika dengan medikementosa tidak
berhasil.

trabekula yang terganggu diangkat kemudian


dibentuk bleb dari konjungtiva sehingga
terbentuk jalur drainase yang baru. Lubang
ini akan meningkatkan aliran keluar cairan
aquos sehingga dapat menurunkan tekanan
intraokuler.

Pada tindakan ini dibuat celah kecil


pada kornea bagian perifer dengan
insisi di daerah limbus. iris dipegang
dengan pinset dan ditarik keluar. Iris
yang keluar digunting sehingga akan
didapatkan celah untuk mengalirnya
cairan aquos secara langsung tanpa
harus melalui pupil dari bilik mata
belakang ke bilik mata depan.

Pada operasi ini dilakukan pembuatan


flep konjungtiva di limbus atas (arah
jam 12) dan dibuat insisi korneoskleral
ke dalam bilik mata depan. Untuk
mempertahankan insisi ini tetap
terbuka, dilakukan kauterisasi di tepi
luka insisi. Kemudian flep konjungtiva
ini ditutup

terlebih dahulu menginjeksikan obat


anestesi dibawah permukaan retrobulbar
dan injeksi 2% Xylocain, melingkar dan
mencembung dari retina (cryoprobe)
dengan diameter 4 mm, dilakukan
langsung pada permukaan konjungtiva
utuh, pusat ujung menjadi 4 mm dari
limbus, selama 1 menit pada suhu sekitar60 sampai -65 , secara langsung di atas
tubuh ciliary.

a). Laser Iridektomy


Teknik ini biasa digunakan sebagai terapi
pencegahan yang aman dan efektif
untuk glaukoma sudut tertutup. Dilakukan
dengan membuat celah kecil di iris perifer
dan mengangkat sebagian iris yang
menyebabkan sempitnya sudut bilik mata
depan.

b). Laser Peripheral Iridotomy (LPI)


Dilakukan

pada glaukoma sudut tertutup. Pada


teknik ini dibuat lubang kecil di iris perifer
sehingga iris terdorong ke belakang lalu sudut
bilik mata depan akan terbuka.

c). Laser Trabeculoplasty


Dilakukan

pada glaukoma sudut terbuka. Sinar


laser (biasanya argon) ditembakkan ke
anyaman
trabekula
sehingga
sebagian
anyaman mengkerut. Kerutan ini dapat
mempermudah aliran keluar cairan aquos.

d). Neodymium : YAG laser


cyclophotocoagulation (YAG CP)
Teknik ini digunakan pada glaukoma sudut
tertutup. Caranya dengan merusak sebagian
corpus siliar sehingga produksi cairan aquos
berkurang.

A. Sinekia anterior perifer


Iris perifer melekat pada jalinan trabekel dan
menghambat aliran mata keluar.
B. Katarak
Lensa kadang-kadang melekat membengkak, dan bisa
terjadi katarak. Lensa yang membengkak mendorong iris
lebih jauh kedepan yang akan menambah hambatan
pupil dan pada gilirannya akan menambah derajat
hambatan sudut.
C. Atrofi retina dan saraf optik
Daya tahan unsur-unsur saraf mata terhadap tekanan
intraokular yang tinggi adalah buruk. Terjadi gaung
glaukoma pada pupil optik dan atrofi retina, terutama
pada lapisan sel-sel ganglion.

LAPSUS

Identitas
Nama : Tn S
Umur : 60th
Jenis kelamin : laki-laki
Suku : jawa
Bangsa ; Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : tidak bekerja
Alamat : Sidoarjo
Tanggal pemeriksaan : 5 maret 2013

Keluhan utama :
Pandagan mata kanan kabur sejak 3
minggu yang lalu,pasien juga merasa
terkadang nyeri pada mata kanan dan
juga merasa seperti melihat lingkaran
bila melihat bola lampu.mata merah
tidak pernah sebelumnya,silau,gatal
dan berair

Riwayat pengobatan : Riwayat penyakit dahulu : HT ( - ).DM


(-)
Riwayat penyakit keluarga :

Status generalis:
TD : 140/90 mmHg
N : 80x / menit

MATA KANAN
Visus

3/60

TIO

3/10

Proyeksi cahay

MATA KIRI
4/60
4/5,5
-

Palpebra
superior

dbn

dbn

Palpepbra
Inverior

dbn

dbn

Konjungtiva

dbn

dbn

MATA KANAN

MATA KIRI

BMD

Dbn

Dbn

IRIS

Dbn

Dbn

LENSA

Keruh

Dbn

FUNDUS REFLEKS

GAUNG PUPIL

Sde

REFLEKS PUPIL

Iris shadow +

Iris shadow +

Diagnosa : OD glaukoma kronis


OD katarak imatur
Penatalaksanaan:
a planning diagnosa
- Tes provokasi
- gonioskopi

Terapi:
Timolol 0,5% ed 2 dd ggt 1 OD
Glaucon 250 mg 2 dd 1
KSR 1x1
Edukasi :
Menjelaskan kepada pasien tentang
penyakitnya
Menjelaskan kepada pasiden untuk kontrol
secara teratur

Tanpa
pengobatan,
glaukoma
dapat
mengakibatkan kebutaan total. Apabila obat
tetes anti glaukoma dapat mengontrol
tekanan intraokular pada mata yang belum
mengalami kerusakan glaukomatosa luas,
prognosis akan baik. Apabila proses penyakit
terdeteksi dini sebagian besar pasien
glaukoma dapat ditangani dengan baik

TERIMAKSAIH