Anda di halaman 1dari 21

ANALISA STRATEGI PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAAN TENTANG
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA
NEGARA BERBANGSA,
BERNEGARA, PEMERINTAH DAN
WILAYAH DALAM MENERAPKAN
ILMU KEDOKTERAN GIGI DENGAN
STUDI KASUS DI KABUPATEN
TELUK WONDAMA
AGUNG ARIESTA DHEONA

1112012002

LATAR BELAKANG
Salah satu kota yang
akan saya bahas
dalam materi ini
adalah Kabupaten
Teluk Wondama,
sebuah kota kecil
yang terletak di
Irian Jaya.

Profil Wilayah

LETAK DAN LUAS


Wilayah Kabupaten Teluk Wondama sebagian berada di
dataran besar Pulau Irian, sebagian merupakan
pulau-pulau dan sebagian lainnya perairan (Teluk
Cenderawasih).
Luas kabupaten secara keseluruhan sekitar 4.996
Km2.
Secara geografis wilayah kabupaten terletak antara
13235 - 13445 BT dan 015 - 325 LS.

LETAK DAN LUAS

Sebelah Utara

Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari dan Teluk


Cenderawasih

Sebelah Timur

Teluk Cenderawasih dan Distrik Yaur Kabupaten Nabire

Sebelah Selatan :

Distrik Yaur Kabupaten Nabire

Sebelah Barat

Distrik Yuri dan Idoor Kabupaten Teluk Bintuni

SUKU
Suku besar yang mendiami wilayah Kabupaten
Teluk Wondama adalah suku Wamesa. Selain itu
terdapat suku asli lainnya, yaitu suku Sough.
Adapun suku pendatang di wilayah ini berasal
baik dari Papua mupun luar Papua, antara lain
dari Biak, Sorong, Merauke, Serui, Key, Bugis
Makassar, Manado, dan Jawa.
Jumlah suku pendatang sekitar sembilan persen
dari jumlah keseluruhan penduduk.

PEMANFAATAN SUMBERDAYA ALAM


Pada masyarakat adat Wamesa di wilayah pesisir, sebagaimana
ditunjukkan oleh hasil studi pt. Yalhimo (2004),
pemanfaatan sumberdaya alam sekitar adalah sebagai berikut:
Mangrove, bagian yang dimanfaatkan meliputi batang, dahan,
ranting, serta kulit. Batang/dahan mangrove dimanfaatkan
sebagai bahan pembuatan rumah, untuk membuat tiang belo,
dan untuk kayu bakar. Kulitmanggrove dipakai sebagai bahan
obat tradisional untuk pengobatan penyakit kulit (kudis).
Pohon Nipah, bagian yang dimanfaatkan adalah daun yang
digunakan untuk membuat atap rumah. Penyaringan sari nipah
juga sering dilakukan untuk diminum karena mengandung
alkohol.

PEMANFAATAN SUMBERDAYA
ALAM
Pohon Sagu, bagian yang dimanfaatkan adalah batang,
pelepah dan daunnya. Batang sagu diproses untuk diambil
patinya. Pati sagu ini menjadi bahan makanan pokok bagi
masyarakat. Adapun pelepahnya digunakan untuk bahan
dinding rumah dan daunnya untuk bahan atap rumah. Pohon
sagu yang ditebang umumnya yangtelah berbunga karena
pohon sagu yang demikian mengandung banyak pati.
Masyarakat juga memanfaatkan tumbuhan tali sebagai
bahan obat penyakit dalam (direbus), kayu lawang untuk
membuat minyak lawang, mengambil kayu buah (macaranga)
atau kayu jenis lain yang berdiameter kecil untuk
tiang-tiang rumah, rotan untuk pengikat tiang rumah,
serta mengambil masoi dan gaharu untuk dijual.

AKSESIBILITAS
Kabupaten Teluk Wondama saat ini hanya dapat dijangkau melalui
udara dan laut. Gerbang utama kabupaten ini adalah Wasior.
Jarak dari ibukota Propinsi (Manokwari) ke Kota Wasior sekitar
110 mil laut.
Layanan penerbangan dari Manokwari ke Bandara Wasior tersedia
seminggu sekali dengan pesawat Twin-Otter berkapasitas
penumpang 18 orang dengan waktu tempuh sekitar 50 menit.
Adapun transportasi laut dengan menggunakan kapal tersedia
setiap hari dari Manokwari ke Dermaga Wasior dan ke Dermaga
Windesi. Waktu tempuh dari Manokwari ke Dermaga Wasior
bervariasi menurut jenis kapal, yaitu dari 7 jam hingga 14
jam.
Lebih jauh mengenai jenis dan kondisi prasarana transportasi
(bandara, dermaga dan jalan darat) dapat dilihat pada halaman
transportasi.

UPACARA ADAT
Wamendereow
Wamendereow, atau ada juga yang menyebutnya
Parwabuk, adalah upacara adat pernikahan. Dalam
upacara ini biasanya seluruh warga kampung
berkumpul berkumpul dan menghampar tikar di
kediaman pengantin pria.
Kiuturu Nandauw
Kiuturu Nandauw, atau biasa juga disebut
Kakarukrorbun, adalah upacara adat potong
rambut pertama kali pada anak berusia 5 tahun.

KESENIAN
Tumbu Tanah
Tumbu tanah atau Tarian Ular biasanya dilakukan
oleh penduduk dari etnis sough. Tumbu tanah ini
dilakukan untuk perayaan-perayaan tertentu. Bagian
kepala ular dipimpin oleh satu orang sambil
memegang sebuah parang.
Ris
Ris atau Sifieris berarti dansa adat. Dansa adat
ini digelar sebagai bagian dari upacara adat dan
dilakukan dengan iringan nyanyian disertai alat
musik tifa (pondatu) dan gong (mawon). Tifa terbuat
dari kulit ular. Syair nyayian disesuaikan dengan
makna upacara yang dilakukan.

KESENIAN
Suling Bambu
Suling bambu dimainkan dalam kelompok yang sedikitnya
terdiri dari 6 orang. Empat orang memainkan suling
bambu, masing-masing dengan ukuran yang berbeda,
menghasilkan suara sopran, alto, tenor, dan bass. Dua
orang lainnya menabuh tifa/tambur dengan diameter yang
berbeda satu sama lain. Tambur biasanya terbuat dari
kulit rusa. Suling bambu dimainkan pada acara-acara
penyambutan tamu, kegiatan gereja/keagamaan,
mengantar/menguburkan jenasah. Untuk acara duka biasanya
tidak diiringi dengan tambur.
Balengan
Balengan adalah tarian pergaulan yang biasanya dibawakan
oleh pemuda-pemudi atau anak-anak remaja di kampung
secara berpasangan. Tarian ini tidak berbeda jauh dengan
yosim pancar yang biasa kita kenal.

MAKANAN TRADISIONAL
Tau
Tau, atau ada juga yang menyebutnya Aries, adalah
makanan tradisional suku Wamesa. Makanan ini terbuat
dari sagu dan kelapa parut yang dibungkus dengan daun
sagu dan kemudian dibakar di atas bara api. Tau
merupakan makanan sehari-hari yang juga disajikan
sebagai pelengkap pada setiap acara adat.

JUMLAH DAN KEPADATAN PENDUDUK


Jumlah penduduk Kabupaten Teluk Wondama pada tahun 2004
tercatat 19.946 jiwa terdiri dari 4.393 Kepala Keluarga
(KK). Kepadatan penduduk rata-rata 3,99 jiwa/Km2 dengan
laju pertumbuhan 2,24 % per tahun.

JUMLAH DAN KEPADATAN


PENDUDUK
Jumlah Jiwa
No.

Distrik

1.

Wasior

2.

Wasior Utara

3.

Wasior Selatan

Luas (Km2)
1.158
1.037
1.042

Jumlah KK

Jumlah

1.140

2.827

2.459

5.286

537

1.300

849

1.973

1.281
1.772

365
4.

Wasior Barat

254

5.

Windesi

594

579

6.

Wamesa

392

299

7.

Rumberpon

408

735

Jumlah

4.996

4.393

537 552
1.280

1.059

954 794

2.581
3.745
1.
089

Kepadatan
(jiwa/Km2)
4,56
2,49
3,59
2,98

2.339

3,94

1.7
48

4,46

1.631

1.527

3.158

7,74

10.502

9.444

19.94
6

3,99

Sumber: Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2004.

JUMLAH DAN KEPADATAN


PENDUDUK
Sebagian besar penduduk Kabupaten Teluk Wondama
termasuk dalam kelompok berusia muda.
Distribusi kelompok usia selengkapnya dapat
dilihat pada chart di bawah ini:

Sumber: Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2004.

KESEHATAN
Fasilitas kesehatan yang terdapat di Kabupaten Teluk Wondama
terdiri dari Puskesmas 4 unit, Puskesmas Pembantu 16 unit,
Puskesmas Keliling 4 unit, dan Posyandu 45 unit.
Tabel. Fasilitas Kesehatan Di Kabupaten Teluk Wondama Tahun 2004.
Fasilitas Kesehatan (unit)
No.

Distrik

Rumah
Sakit

Rumah
Poliklini
Puskesmas
Puskesmas
Bersalin
k
Pembantu

Puskesma
s
Posyandu
Keliling

1.

Wasior

10

2.

Wasior Utara

10

3.

Wasior Selatan

4.

Wasior Barat

5.

Windesi

6.

Wamesa

7.

Rumberpon

Jumlah

16

45

KESEHATAN
Tabel. Tenaga Kesehatan Tahun 2004
Paramedis
No.

Distrik

Dokter

Perawat

Nonperawat

Non Medis

Jumlah

1.

Wasior

16

20

2.

Wasior Utara

3.

Wasior Selatan

4.

Wasior Barat

5.

Windesi

10

11

6.

Wamesa

7.

Rumberpon

Jumlah

49

58

PENDIDIKAN
Tabel. Distribusi Sekolah Di Kabupaten Teluk Wondama Tahun
2004.

No.

Distrik

TK

SD

SLTP

SMU

1.

Wasior

2.

Wasior Utara

3.

Wasior Selatan

4.

Wasior Barat

5.

Windesi

6,

Wamesa

7.

Rumberpon

Jumlah

42

Sumber: Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2004.

AGAMA
Tabel. Struktur Penduduk Kabupaten Teluk Wondama menurut
A g a m a
Agama.
No.

Distrik

Kristen
Protestan

Katolik

Islam

Hindu

Budha

Jumlah

1.

Wasior

3.291

136

42

1.474

2.

Wasior Utara

1.879

18

1.897

3.

Wasior Selatan

2.023

27

2.050

4.

Wasior Barat

1.461

13

1.474

5.

Windesi

1.562

39

1.606

6.

Wamesa

1.238

1.238

7.

Rumberpon

75
4

754

Jumlah

12.208

141

12.488

139

Sumber: Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2004.

TERIMA KASIH