Anda di halaman 1dari 25

Ameloblastoma

Anggota Kelompok :
1. Allyssa Shifa Fahira (1613101010063)
2. Talitha nabila (1513101010063)
3. Cornelia Alhusni (1613101010058)
4. Devi Saputri (1613101010061)
5. Meutia Komala Putri (1513101010062)
6. Niska Darlianti (1513101010064)
7. Trisna Imani (1613101010055)
8. Arie Mauliza Putri (1613101010060)
9. Dinda Trizayanti (1613101010059)
10.Fatma Suci Srikandi (1613101010056)
11.Poeja Asdini (1613101010062)

Sel
BaganSel

Struktur Sel
1.
2.
a.
b.
c.
d.
3.
4.

Membran Plasma
Inti sel (nukleus)
Nukleoplasma
(Plasma Inti)
Nukleolus (Anak
Inti)
Selaput
(Membran Inti)
Benang-benang
Kromatin
Sitoplasma
Mitokondria

5. Retikulum
Endoplasam
a. Retikulum
EndoplasmaKasar
b. Retikulum
EndoplasmaHalus
6. KompleksGolgi
7. Ribosom
8. Lisosomdan
perikisom

Definisi Sel
Struktur sel. (Sumardjo,Damin.2009.Pengantar Kimia
Kedokteran.Jakarta:EGC )

Unit Kehidupan struktural dan


fungsional terkecil dari tubuh

Siklus Sel
Pengertian siklus sel
Sel yang mampu membelah diri,
mengalami suatu siklus yang terdiri
dari suatu kondisi interfase dan
tahap mitose. Yang terdiri di dalam
sel yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis
terjadi pada sel somatik sedangkan
meiosis terjadi pada sel gamet.

Siklus sel terdiri dari dua fase , yaitu


:
a.interfase : saat sel menggandakan
DNA nya
b. Mitosis : saat sel membelah
menjadi dua

A. Interfase
Dikatakan tahap interfase karena
sel tidak aktif membelah. Interfase
terdiri dari:
1. Fase G1 (gap 1)
sel secara metabolik sangat
aktif, semua komponen di sintesis
dan sel tumbuh dengan cepat. Sel
yang tidak membelah umumnya
tetap berada dalam fase G1
disepanjang
rentang

2. Fase s ( sintesis)
selama periode s , DNA nukleus
berupa dua. Protein yang terkait
dengan kromosom terbentuk, dan
tingkat aktivitas metabolik sel
menurun.sintesis protein berlanjut
dan DNA serta protein kromosom
di replikasi

3. Fase G2 (gap 2)
Dilakukan pengorganisasian materi untuk
struktur terspesialisasi, yang diperlukan bagi
pergerakan kromosom dan replikasi sel.
Kromosom belum menebal dan masih dalam
bentuk benang panjang, sentriol membelah dan
spindel
mitosis
dihasilkan
dari
serat
mikrotubulus sel mulai terbentuk untuk
persiapan pembelahan selanjutnya.
Setelah G2 selesai , sel memulai proses aktif
pembelahan dan dilanjutkan oleh mitosis yang
sebenarnya

Prophase :
Terjadi perubahan kromatin menjadi
kromosom dan kemudian menggandakan
diri menjadi 2 kromatin.
Nukleus hilang, karyotecha hilang.
Sentriol bergerak ke kutub berseberangan
membentuk bintang kutub.
Terbentuk sentromer dan masih bersatu.
Menggunakan energi dan waktu yang
lama. :
Metaphase

p
a
h
a
T
i
s
o
i
M
s

Kromatid tersebut berpasangan.


Terjadi
proses
pindah
silang
(crossing over).
Fase yang terbaik untuk melihat
karakter kromosom.
Menggunakan energi yang paling
sedikit.

Anaphase :
Kromatid-kromatid
merenggang menjauhi bidang
pembelahan.
Sentromer membelah.
Menggunakan
waktu
tersingkat.

Telophase :

Kromatin kembar berubah menjadi


kromatin.
Terbentuk nukleus karyotecha dan
nucleolus.
Terjadi pembagian sitoplasma.
Terbentuk sentriol.
Terbentuk 2 sel anak baru.

Jaringan Epitel
Menurut Jumlah
Lapisan Sel

Menurut
Bentuk
Sel

Epitel
Selapis Ep.
Pipih
(Epithelium Simplex) Selapis
(Epithelium
Squamosum
Simplex)

Distribusi

Fungsi

proses
osmosis,
pembuluh
darah, selaput difusi, sekresi, dan
pembungkus
filtrasi.
jantung,
pembuluh
limfa,glomerul
us

Ep. Kubus Selapis permukaan ovarium,


(Epithelium
lensa mata, nefron
Cuboideum Simplex) pada ginjal, dan
kelenjar tiroid

alat
sekresi,
absorbsi,
dan
pelindung.

Ep.
Silindris Usus
halus,
Selapis (Epithelium lambung, kantong
Columnare
empedu, rahim
Simplex)

penyerap
sari-sari
makanan di usus,
pelindung,
pelicin,
dan sekresi.

Epitel Berlapis
(Epithelium
Stratificatum)

Ep. Pipih Berlapis tanpa


penandukan
(Epithelium
Squamosum
Stratificatum
Non-Cornificatum)
Ep. Pipih Berlapis penandukan
(Epithelium
Squamosum
Stratificatum Cornificatum)

Esophagus,vagina,
rongga mulut, anus

Telapak tangan dan Proteksi dari gesekan


telapak kaki

Ep.
Kubus
(Epithelium
Stratificatum)

Berlapis Kelenjar
keringat, Mencegah penguasapn
Cuboideum kelenjar
minyak, berlebihan,
proteksi,
permukaan ovarium, sekresi
testis

Ep.
Silindris
(Epithelium
Stratificatum)

Berlapis rongga
Columnare saluran
kelenjar
dinding
oviduk

Ep.
Transisional Kantung
(Epithelium Transisionale) ureter
Epitel Berlapis Semu

sebagai pelindung dari


gesekan luar.

hidung,
trakea,
ludah,
saluran

Pelindung,
menghasilkan
mukus
(lendir)
untuk
menangkap benda asing
yang
masuk.
dan
sekresi.

kemih, Proteksi

Trakea,bronkus,vas
deferens, lumen

Proteksi, pengeluaran

Respon Imun
Respon yang ditimbulkan tubuh terhadap antigen dan bertujuan
mengeliminasi antigen tersebut.
Komponen Respon Imun:
1.Antigen: Zat yang menyebabkan respon imun
2.Antibodi: {Protein yang dihasiilkan oleh sistem imun sebagai respon
terhadap antigen
. Fungsi respon imun:
1.Kekebalan,perlindungan terhadap benda asing
2.Menghilangkan sel atau jaringan baru
3.Mengenali sel atau jaringan abnormal
. Jenis-jenis respon imun:
1.Repon Imun Alamiah/Non-Spesifik: Merupakan pertahanan tubuh
terdepan yang melawan berbagai antigen di saat pertama kali antigen
datang
ke
tubuh.
Contoh: Darah,kulit,sel fagosit,selaput mukosa
2.Non-Spesifik
a.Fisik/Mekanik: Kulit,mukosa,silia,batuk/bersin
b.Humoral (cair): HCl,saliva,lisozim,laktoferin,komplemen,sitokin
c. Seluler:
Sel-sel
fagosit,sel-sel
mediator,sel
NK

3. Respon Imun Dapatan/Spesifik: Respon Imun terhadap


antigen yang sebelumnya pernah didapat atau masuk
ke tubuh. Respon ini mempunyai kemampuan untuk
mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya.
Contoh: Limfosit (Sel T,Sel B),APC (antigen presenting
cell)
Spesifik
Humoral: Sel B
Seluler: Sel T,APC
Leukosit (sel darah putih) terbagi menjadi lima jenis:
a) Neutrofil,adalah sel fagosit pada respon imun nonspesifik
b) Eusonofil,banyak
berfungsi
pada
kasus
yang
disebabkan oleh parasit
c) Basofil,berfungsi sebagai mediator inflamasi
d) Limfosit (Limfosit T dan Limfosit B)
e) Monosit/makrofag,sel fagosit pada respon imun spesifik

Ameloblastoma
Definisi ameloblastoma (amel,yang berarti enamel dan
blastos,yang berarti kuman)adalah tumor. Lebih sering
muncul di rahang bawah dari pada rahang atas. Ini diakui
pada tahun 1827 oleh Cusack. Tumor ini jarang ganas atau
metastasis (yaitu,mereka jarang menyebar kebagian lain
dari tubuh),dan kemajuan perlahan,lesi yang di hasilkan
dapat menyebabkan kelainan yang parah dari wajah dan
rahang. Jadi, ameloblastoma adalah suatu tumor berasal
dari sel-sel embrional dan terbentuk dari sel-sel
berpotensial bagi pembentukan enamel. Tumor ini
biasanya tumbuh dengan lambat, secara histologis jinak
tetapi secara klinis neoplasma malignan, terjadi lebih
sering pada badan atau ramus mandibula disbanding
maksila.

Otot

Tipe-Tipe Ameloblastoma
1. Tipe Solid/Multikistik
. Tumor ini menyerang pasien pada seluru lapisan umur
. Terjadi pembengkakan/ ekspansi rahang yang tidak terasa
sakit
. Tumor ini memiliki kecenderungan yang rendah untuk
bermetastatis
2. Tipe Unikistik
. Sering terjadi pada pasien muda
. Ameloblastoma unikistik ditemukan pada mandibula pada
regio posterior dan anterior maksila
3. Tipe Perifal/Ekstraosseus
. Terjadi pada gingiva/mukosa alveolar
. Biasanya tidak sakit, kaku, dan pertumbuhan eksofitik yang
biasanya halus

Apoptosis
Definisi
Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram yang
terjadi ketika sebuah sel mati dengan mengaktifkan
program bunuh diri-internal yang diatur dengan ketat.
Fungsi apoptosis adalah untuk menghilangkan secara
selektif sel yang tidak dikehendaki, dengan seminimal
mungkin mengganggu sel disekitar dan tubuh hospes.
Membrane plasm sel tubuh tetap utuh, tetapi strukturnya
berubah sehingga sel yang mengalami apoptosis
tersebut menjadi sasaran fagositosis. Sel yang mati itu
dengan cepat dibersihkan sebelum isinya merambas
keluar, sehingga kematian sel lewat lintasan ini tidak
akan memicu reaksi inflamasi dalam tubuh hospes.

Penyebab Terjadinya
Apoptosis
Secara Fisologik
1. Dekstruksi sel yang terprogram selama embriogenesis
2. Penghapusan sel dalam populasi sel yang mengadakan
proliferasi ( misalnya epitel kripta intestine) untuk
mempertahankan jumlah sel yang tetap
3. Kematian sel yang sudah melaksanakan tugasnya
(misalnya, sel netrofil sesudah respon insflamasi akut)
4. Penghapusan sel notrofil swareaktif yang berpotensi
berbahaya
5. Kematian sel-sel yang timbul oleh sel-sel T sitotoksik
(untuk menghilangkan sel yang terinfeksi virus atau sel
neoplasma)

Secara Patologik
1. Kematian sel yang ditimbulkan oleh berbagai
rangsangan yang menyebabkan jejas. Jika
mekanisme
perbaikan
DNA
tidak
dapat
mengatasi
kerusakan
yang
ditimbulkan
misalnya. Oleh radiasi atau obat sitoktosik.
Membunuh dirinya sendiri melalui apoptosis
melakukan mutasi atau translokasi yang dapat
mengakibatkan nekrosis. Peningkatan MPT
karena sebab apapun akan menimbulkan
apoposis. Stres pada retikulum endoplasma yang
ditimbulkan oleh akumulasi protein yang tidak
dapat terlipat juga akan memicu apoptosis.
2. Kematian pada beberapa ineksi virus tertentu
(misalnya, hepatitis)
3. Kematian sel pada tumor

DNA-RNA
Pembeda

DNA

RNA

Letak

Nukleus, Mitokondria,
Plastida

Nukleus, Ribosom,
Sitoplasma

Bentuk

Double Helix dan


Panjang

Single Helix dan


Pendek

Fungsi

Penurunan Sifat dan


Sintesis Protein

Sintesis Protein

Kadar

Tidak dipengaruhi
sintesis protein

Dipengaruhi sintesis
protein

Basa N
Purin
Pirimidin

Adenin-Guanin
Timin-Sitosin

Adenin-Guanin
Urasil-Sitosin

Gula Pentosa

Deoksiribosa

Ribosa

Replikasi DNA
Proses replikasi DNA merupakan suatu masalah
yang kompleks, dan melibatkan rangkaian protein
dan enzim yang secara kolektif merakit nukleotida
dalam urutan yang telah ditentukan. Dalam
menanggapi isyarat molekul yang diterima selama
pembelahan sel, molekul-molekul ini melakukan
replikasi DNA, dan mensintesis dua untai baru
menggunakan helai yang ada sebagai template atau
cetakan.
Masing-masing
menghasilkan
dua,
molekul DNA yang identik terdiri dari satu untai baru
dan salah satu DNA lama. Oleh karena itu proses
replikasi DNA disebut sebagai semi-konservatif.

Transkripsi DNA
Definisi
Transkripsi
dinyatakan
sebagai
sintesis RNA dari template DNA.
Transkripsi DNA adalah proses di
mana informasi genetik ditranskripsi
dari DNA ke RNA. Transkrip DNA atau
RNA yang ditranskripsi digunakan
untuk memproduksi protein.

Terima Kasih