Anda di halaman 1dari 11

SWAMEDIKASI

KURAP TUBUH (TINEA CORPORIS)


YOGI MANDALA
1641012346
KELAS A

Kasus
Pasien datang dengan
keluhan gatal pada
bagian leher, dada
hingga bahu.
Gatal paling dirasakan
saat berkeringat.
Bercak merah pada
bagian dada hingga
bahu yang awalnya
kecil kemudian semakin
menyebar dan
membesar.

Tinea corporis
Tinea korporis adalah dermatofitosis pada kulit
yang tidak berambut (glabrous skin) kecuali
telapak tangan, telapak kaki, dan lipat paha.
Dermatofitosis adalah infeksi jamur yang
disebabkan oleh jamur dermatofita yaitu
Epidermophyton, Mycrosporum dan
Trycophyton. Terdapat lebih dari 40 spesies
dermatofita yang berbeda, yang menginfeksi
kulit dan salah satu penyakit yang disebabkan
jamur golongan dermatofita adalah tinea
korporis.

Patogenesis
Infeksi Dermatofita diawali dengan perlekatan jamur
atau elemen jamur yang dapat tumbuh dan
berkembang pada stratum korneum.
Masuknya dermatofita ke epidermis menyebabkan
respon imun pejamu baik respon imun nonspesifik
maupun respon imun spesifik.
Respons radang merupakan mekanisme pertahanan
nonspesifik terpenting yang dirangsang oleh
penetrasi elemen jamur.
Imunitas spesifik membentuk lini kedua pertahanan
melawan jamur setelah jamur mengalahkan
pertahanan nonspesifik.

Patogenesis (lanjutan)
Limfosit T dan limfosit B merupakan sel yang
berperan penting pada pertahanan tubuh spesifik.
Sel-sel ini mempunyai mekanisme termasuk
pengenalan dan mengingat organism asing,
sehingga terjadi amplifikasi dari kerja dan
kemampuannya untuk merespons secara cepat
terhadap adanya presentasi dengan memproduksi
antibodi, sedangkan limfosit T berperan dalam
respons seluler terhadap infeksi.
Imunitas seluler sangat penting pada infeksi jamur.
Kedua mekanisme ini dicetuskan oleh adanya
kontak antara limfosit dengan antigen.

Gambaran klinis
lesi bulat atau lonjong dengan tepi
yang aktif dengan perkembangan
kearah luar, bercak-bercak bisa
melebar dan akhirnya memberi
gambaran yang polisiklik, arsinar,
dan sirsinar.
Gejala subyektif yaitu gatal, dan
terutama jika berkeringat dan
kadang-kadang terlihat erosi dan
krusta akibat garukan.

Pengobatan

Non farmakologi
Gunakan handuk tersendiri untuk
mengeringkan bagian yang terkena
infeksi atau bagian yang terinfeksi
dikeringkan terakhir untuk
mencegah penyebaran infeksi ke
bagian tubuh lainnya.
Jangan mengunakan handuk, baju,
atau benda lainnya secara
bergantian dengan orang yang
terinfeksi.
Cuci handuk dan baju yang
terkontaminasi jamur dengan air
panas untuk mencegah penyebaran
jamur tersebut.
Bersihkan kulit setiap hari
menggunakan sabun dan air untuk
menghilangkan sisa-sisa kotoran
agar jamur tidak mudah tumbuh.

Jika memungkinkan hindari


penggunaan baju dan sepatu
yang dapat menyebabkan kulit
selalu basah seperti bahan wool
dan bahan sintetis yang dapat
menghambat sirkulasi udara.
Sebelum menggunakan sepatu,
sebaiknya dilap terlebih dahulu
dan bersihkan debu-debu yang
menempel pada sepatu.
Hindari kontak langsung dengan
orang yang mengalami infeksi
jamur. Gunakan sandal yang
terbuat dari bahan kayu dan
karet

Farmakologi
Pada tinea korporis dengan lesi terbatas,cukup
diberikan obat topikal.
Lama pengobatan bervariasi antara 1-4 minggu
bergantung jenis obat.
Obat oral atau kombinasi obat oral dan topikal
diperlukan pada lesi yang luas atau kronik
rekurens.
Pada keadaan inflamasi menonjol dan rasa gatal
berat, kombinasi antijamur dengan kortikosteroid
jangka pendek akan mempercepat perbaikan
klinis dan mengurangi keluhan pasien

Topikal
Pilihan utama
Obat-obat yang bisa digunakan:
Econazole: sekali sehari
Haloprogen: sehari dua kali
Ketokonazol krim: sekali sehari
Miconazole: sehari dua kali
Terbinafine: sehari dua kali

Pemberian obat dianjurkan selama 3-4 minggu atau


sampai hasil kultur negative.
Selanjutnya dianjurkan juga untuk meneruskan
pengobatan selama 7-10 hari setelah penyembuhan
klinis dan mikologis dengan maksud mengurangi
kekambuhan

Sistemik
Pilihan obat:
Griseofulvin
Pilihan pertama. Dosis untuk anak-anak 15-20
mg/kgBB/hari, sedangkan dewasa 500
mg/hari.

Terbinafine oral
250 mg/hari selama 2 minggu.

Ketokonazol oral
Untuk yang resisten griseofulvin. 200 mg/hari
selama 3 minggu.