Anda di halaman 1dari 33

Universal precautions

Kewaspadaan medis
Kuliah kamar bedah

Resiko penularan ke petugas


Kontak langsung dengan mukosa atau
kulit yang tak utuh
Kecelakaan tusukan benda tajam (Jarum,
pisau bedah dll)
Hepatitis B : 3 %
HIV
: 0,3%

Yang menularkan :

CSF
Darah
Sperma
Sekret vagina
ASI

Cairan sinovial
Cairan pleura
Cairan pericard
Cairan amnion
Ludah

Tanggung jawab medis :


Terhadap dirinya agar tak tertular
Tak menularkan kpd orang lain

CARA :
1.mengikuti prosedur
2.immunisasi
Biaya sakit > drpd menjaga waspada

Terlaksananya kewaspadaan
Sikap , perilaku petugas medis :
Berubah bila sadar dan mengerti akibat &
bahayanya untuk dirinya, keluarganya &
lingkungannya
Perlu waktu pemahaman
Perlu sarana/alat medik
Perlu diingatkan terus

Sarana kewaspadaan

Cuci tangan
Sarung tangan
Apron / gaun plastik
Kaca mata pelindung / gogle
Masker
Immunisasi ?

Kewaspadaan Medis (1) :


Cuci tangan dengan sabun & air mengalir
sebelum & sesudah melakukan tindakan
atau perawatan pada tiap pasien.
Penggunaan alat pelindung
Pengelolaan & pembuangan alat tajam
dengan hati-hati

Kewaspadaan Medis (2) :


Pengelolaan limbah yang tercemar darah
atau cairan tubuh dengan aman
Pengelolaan alat bekas pakai dengan
dekontaminasi, desinfeksi & sterilisasi
yang benar
Pengelolaan linen yang tercemar

Kewaspadaan di Kamar 0p :

Memakai baju op yang tak tembus cairan


Sarung tangan double
Kaca mata pelindung
Serah terima alat dari instrumentor ke
operator diletakkan diatas baki
(menghindari tertusuk benda tajam)

.
Linnen & Baju bekas op dimusnahkan / di
bakar.
Alat disposable & Sampah medis dibakar
Alat op diresteril
Petugas OK terlibat mandi & keramas
sebelum bekerja lagi/ pindah tempat
OK pembersihan total

Pengelolaan & Pembuangan


Alat Tajam
Menutup jarum dengan satu tangan /
pelindung
Masukkan dalam tempat tahan tusukan
Kirim untuk dibakar (incineratory) / dikubur
dalam

Pengelolaan Alat Kesehatan


Dekontaminasi
Resiko rendahcuci
dengan air &
detergen
Resiko sedang
Desinfeksi dengan
merebus kimiawi /
sterilisasi
Resiko tinggi
sterilisasi/disposible

Sterilisasi
(membunuh
HIV)Otoklaf, Oven
Desinfeksi
(menginaktifasi
HIV)perebusan 20
menit, desinfeksi
kimiawi

Pembuangan Limbah
Limbah padat:
Masukkan dalam kantong kedap air &
tidak bocor
Dibakar/dikubur (sedalam 2 meter), jarak
10 meter dari sumber air
Limbah cair:
Masukkan ke pengolahan limbah
cair/kakus

Bagaimana HIV menular?


HIV terdapat dalam :
Darah
Sperma
Cairan vagina
ASI

HIV tidak menular melalui

Bersalaman / berpelukan
Batuk / bersin
Gigitan nyamuk
Bekerja, bersekolah, berkendaraan
bersama
Tidak menular melalui udara, virus mati
jika berada di luar tubuh

Kewaspadaan Medis Universal


Merupakan upaya umum untuk
pencegahan infeksi nosokomial
Aspek medikolegal
Good Clinical Governance, diperlukan
manajemen resiko klinik yang baik dan
pengendalian INOS merupakan
komponen penting di dalamnya

Alasan Penerapan Kewas.Md


HIV / AIDS sudah menjadi ancaman global
Angka pengidap HIV / AIDS terus meningkat
Hepatitis B, C dan penyakit infeksi lain yang
potensial untuk menular melalui tindakan
kesehatan (Bedah, inj)
Sarana kesehatan merupakan tempat
pemeliharaan kesehatan, pasien
mempercayakan dirinya kepada petugas
kesehatan

Peran Petugas Kesehatan


Bertanggung jawab melaksanakan dan menjaga
keselamatan kerja di lingkungannya
Menerapkan prosedur kerja pencegahan infeksi
Tenaga kes yang menderita penyakit dan
kemungkinan dapat meningkatkan resiko
penularan sebaiknya tidak berhubungan
langsung dengan pasien
Nakes dg HIV (+) mempunyai kewajiban moral
untuk memberi tahu atasannya

Peran Pimpinan
Untuk dapat bekerja secara maksimal, tenaga
kes harus selalu mendapat perlindungan dari
resiko penularan
Pimpinan bertanggung jawab atas
penganggaran dan tersedianya sarana untuk
penunjang kelancaran pelaksanaan
Kewaspadaan medis Universal
Jaminan/bantuan/dukungan terhadap tenaga
kes yang terpapar sehubungan dengan
pekerjaannya

Kewaspadaan Khusus
Airborne/ penularan udara : tempatkan pasien
pada ruang dengan sistem pembuangan udara
langsung keluar, masker, sarung tangan
Droplet / penularan ludah : R. isolasi, buat
pemisah dengan pasien lain jarak 1 meter,
masker N 95, sarung tangan
Kontak: R. isolasi / di bangsal umum dengan
pasien infeksi sejenis, sarung tangan, celemek,
alkes khusus

Kewaspadaan medis Universal


dengan Sarana Terbatas
Bila sarana terbatas, maka dianjurkan
memperbaiki sarana yang sudah ada, cuci
tangan dengan air mengalir setelah
memeriksa 1 pasien , lap kertas sekali
pakai/lap kain kecil-kecil sekali pakai
untuk kemudian dicuci ulang

Menciptakan Lingkungan Kerja


yang Nyaman & Aman
Pemahaman pimpinan
Pendidikan nakes tentang resiko kerja, cara
pencegahan, tata cara pelaporan pejanan
Penyediaan alat pelindung
Penyediaan wadah tahan tusukan
Jumlah tenaga memadai
Menjamin bahwa Kewaspadaan Medis Unv
diterapkan, dipantau, dievaluasi
Konseling pasca pejanan/paparan
Upaya mengurangi stres bekerja
Sterilisasi alkes secara benar

Pasca terkena Paparan/Pejanan


Tusukan jarum: tekan cuci dengan sabun
antiseptik, bilas air mengalir
Mata: irigasi dengan air garam fisiologis
Mulut: ludahkan, kumur berulang
Lubang hidung: hembuskan keluar dan
bersihkan dengan air
Lapor pimpinan: Ketua K3, Ketua
Pengendalian INOS

Informasi pada Orang Terpapar


Resiko terkena HIV setelah terpajan jarum
bekas HIV(+) adalah 0,3%
Resiko transmisi sesuai dengan jenis
kecelakaan
Hindari hub sex yang tidak terlindung sampai
konfirmasi 3 bulan
Bila hasil pemantauan ternyata harus diberikan
profilaksis tetapi menolak maka harus
menandatangani form penolakan

Pelaksanaan Post Terpejan HIV


Sumber pejanan dievaluasi dengan status
HIV (+)
Tes HIV & evaluasi klinis hanya dapat
dilakukan setelah ada konseling pra tes &
kerahasiaan terjaga
Tidak menghakimi orang yang terpejan

Pengelolaan Jenazah
Perlengkapan:

Gogle / kaca mata OK


Gaun panjang pelapis badan
Sepatu lars/boot
Masker
Kaos tangan panjang sebatas siku

Pencatatan dan Pelaporan


Setiap pasien HIV+ / AIDS harus
dilaporkan
Tidak boleh mencantumkan nama, hanya
inisial saja

HBs Ag
Hepatitis B surface Antigen
Orang Indonesia banyak yang (+)

Apakah Anti HBs itu ?


Merupakan zat yang memberikan
kekebalan terhdp infeksi virus Hepatitis B
Kadar dalam darah menunjukkan tingkat
kekebalannya, dikatakan kebal bila
memiliki sedikitnya 10 mlU / ml

Semakin tinggi kadar Anti HBs, semakin


kebal.
Kadar Anti HBs akan menurun dan hilang
dengan berjalannya waktu
Perlu periksa berkala

Kapan periksa Anti HBs ?


1. Sebelum vaccinasi
2. Satu bulan setelah vacc
3. Pemeriksaan berkala (1 th sekali)
Dengan mengetahui kadar Anti HBs, dapat
ditentukan kapan vaccinasi ulang

Kadar (mlU/ml)
< 10

Anjuran
Vaksinasi kembali

11 - 100

Vaksinasi kembali setelah 3 6


bulan

101 1000

Pemeriksaan kadar Anti-HBs


sampai 1 tahun kemudian

1001 10.000

Pemeriksaan Kadar Anti-HBs 1


sampai 3 tahun kemudian

> 10.000

Pemeriksaan kadar Anti-HBs 3


sampai 6 tahun kemudian

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai