Anda di halaman 1dari 61

WORKSHOP PENETAPAN

INDIKTOR KINERJA INDIVIDU


Poltekkes Kemenkes Bandung
Kayu Ambon 5 Nov 2016

Out put workshop


Kompatibel dg Logbook

Alur Penetapan IKI

Siklus Pencapaian Kontrak


Kerja

Lingk
ara
n
Penila
ia n
Kiner
ja
Indivi
du

Mekanisme Workshop
Indikator
Sesi
Target/sasaran
How
III
to (Panel)
achieve
Kinerja
kinerja
?Unit
(outcome
bawahan
Unit to out put to activity)

Mekanisme Workshop
Indikator
Kontrak
How
Sesi
Rencana
VI
to (Penutup)
evaluate
Kinerja
Tindak
KinerjaIndividu
Lanjut
(instrumen
Individu
& metode)

Kerangka Lingkaran Integrasi Tugas


STAF(JFT/JFU)

Kontrak Kinerja KPI Sebagai Acuan


Penetapan Target Kinerja Individu
KPI

KPI Direktur
(Pimpinan BLU/KPA/KPB)
KPI Direktur
KPI (A)
Kasubbag (C1)

KPI (C1)
Kasubbag
KaurJFT
JFU
(D1)
(D2)
(C1)

KPI C2
KPI JFT

KPI C3
KPI Sekjur
Koord Umum
(C3) (D3)

KPI C4
KPI Ka Prodi (C4)

KPI C5
KPI JFT

Kinerja (Performance)
KINERJA adalah gambaran mengenai
tingkat pencapaian pelaksanaan
suatu kegiatan/ program/ kebijakan
dalam mewujudkan sasaran, tujuan,
misi dan visi organisasi yang tertuang
dalam strategic planning suatu
organisasi (Renstra).

Hirarki Kinerja Berdasarkan Renstra


Misi
Visi
Tujuan
(Goal)
Sasaran
(Outcome)
Keluaran (Output)

Kinerja
Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau
kelompok invidu tersebut mempunyai
kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.
Kriteria keberhasilan ini berupa tujuantujuan atau target-target tertentu yang
hendak dicapai.
Tanpa ada tujuan atau target, kinerja
seseorang atau organisasi tidak mungkin
dapat diketahui karena tidak ada tolok
ukurnya.

Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja(performance
measurement)adalah suatu proses penilaian
kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan
sasaran yang telah ditentukan sebelumnya
Termasuk informasi atas: efisiensi
penggunaan sumber daya dalam
menghasilkan barang dan jasa; kualitas
barang dan jasa (seberapa baik barang dan
jasa diserahkan kepada pelanggan dan sampai
seberapa jauh pelanggan terpuaskan)

Pengukuran Kinerja
Jadi pengukuran kinerja adalah
suatu metode atau alat yang
digunakan untuk mencatat dan
menilai pencapaian pelaksanaan
kegiatan berdasarkan tujuan,
sasaran, dan strategi sehingga dapat
diketahui kemajuan organisasi serta
meningkatkan kualitas pengambilan
keputusan dan akuntabilitas.

Elemen Pengukuran Kinerja


1. Menetapkan tujuan, sasaran, dan
strategi organisasi (kegiatan).
2.Merumuskan indikator dan ukuran
kinerja.
3.Mengukur tingkat ketercapaian
tujuan dan sasaran-sasaran
organisasi.
4.Evaluasi kinerja (feedback,
penilaian kemajuan organisasi,
meningkatkan kualitas pengambilan

Siklus Pengukuran Kinerja

Tujuan-Sasaran-Strategi
(Kegiatan)
Tujuan adalah pernyataan secara umum
(belum secara eksplisit) tentang apa yang
ingin dicapai organisasi.
Sasaran merupakan tujuan organisasi
yang sudah dinyatakan secara eksplisit
dengan disertai batasan waktu yang jelas.
Strategi adalah cara atau teknik yang
digunakan organisasi untuk mencapai
tujuan dan sasaran (Program/Kegiatan)

Indikator-Ukuran Kinerja
Indikator kinerja mengacu pada
penilaian kinerja secara tidak langsung
yaitu hal-hal yang sifatnya hanya
merupakan indikasi-indikasi kinerja.
contoh : PBM berkualitas
Ukuran kinerja mengacu pada
penilaian kinerja secara langsung.
contoh : kehadiran tepat waktu

Indikator Kinerja
Definisi indikator kinerja adalah ukuran
kuantitatif dan/atau kualitatif yang
menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran
atau tujuan yang telah ditetapkan.
Indikator kinerja mengacu pada penilaian kinerja
secara tidak langsung yaitu hal-hal yang
sifatnya hanya merupakan indikasi-indikasi kinerja,
sehingga bentuknya cenderung kualitatif.
Sedangkan ukuran kinerja adalah kriteria
kinerja yang mengacu pada penilaian kinerja
secara langsung, sehingga bentuknya lebih
bersifat kuantitatif

Indikator Kinerja
Indikator kinerja dapat berbentuk :
faktor-faktor keberhasilan utama(critical
success factors)dan
In dikator kinerja kunci(key
performance indicator).

Faktor keberhasilan utama adalah


suatu area yang mengindikasikan
kesuksesan kinerja unit kerja
organisasi.

Indikator Kinerja Kunci


(Key Performance Indicator/KPI)
Indikator kinerja kunci merupakan
sekumpulan indikator yang dapat dianggap
sebagai ukuran kinerja kunci baik yang bersifat
finansial maupun non finansial untuk
melaksanakan operasi dan kinerja unit bisnis.
Indikator ini dapat digunakan oleh manajer
untuk mendeteksi dan memonitor capain kinerja.
Mengukur tingkat ketercapaian tujuan,
sasaran dan strategi adalah membandingkan
hasil aktual dengan indikator dan ukuran
kinerja yang telah ditetapkan.

Analisis Capaian Kinerja


Analisis antara hasil aktual dengan indikator dan
ukuran kinerja ini menghasilkan penyimpangan
positif, penyimpangan negatif, atau
penyimpangan nol.
Penyimpangan positif berartipelaksanaan kegiatan
sudah berhasil mencapai serta melampaui
indikator dan ukuran kinerja yang ditetapkan.
Penyimpangan negatif berarti pelaksanaan
kegiatan belum berhasil mencapai indikator dan
ukuran kinerja yang ditetapkan.
Penyimpangan nol berartipelaksanaan kegiatan
sudah berhasil mencapai atau sama dengan
indikator dan ukuran kinerja yang ditetapkan.

Evaluasi Kinerja
Evaluasi kinerja akan memberikan
gambaran kepada penerima informasi
mengenai nilai kinerja yang berhasil dicapai
organisasi.
Capaian kinerja organisasi dapat dinilai
dengan skala pengukuran tertentu.
Informasi capaian kinerja dapat dijadikan :
feedback dan reward-punishment,
penilaian kemajuan organisasi dan dasar
peningkatan kualitas pengambilan keputusan dan
akuntabilitas.

Kategori Pengukuran Kinerja


Perilaku

Ukuran Kinerja Finansial


Ukuran Biaya
a. Belanja pegawai
b. Belanja barang
c. Belanja modal
Ukuran Pendapatan
a. Pendapatan Jasa pendidikan
b. Pendapatan Jasa penggunaan aset
c. Pendapatan Jasa manajemen
Ukuran Tingkat Pengembalian dan Surplus

Ukuran Produktivitas
Jumlah output yang bisa dihasilkan untuk setiap pegawai
atau setiap jam kerja efektif.
Jumlah output yang bisa dihasilkan untuk setiap unit
bahan mentah (input).
Tingkat pengurangan atau penurunan produk rusak atau
cacat.
Jumlah waktu yang dibutuhkan organisasi secara
keseluruhan untuk menghasilkan setiap unit produk atau
layanan.
Proporsi nilai tambah (value-added) dari total jam kerja
efektif.
Proporsi waktu menganggur (idle time) dari total jam
kerja efektif.

Kategori Pengukuran Kinerja


Ukuran Kualitas
Persentase produk tidak sempurna(defective
products)misalnya produk rusak, cacat, kembali,
dan / atau layanan yang tidak memenuhi standar
pelayanan minimum (SPM).
Jumlah biaya yang digunakan untuk
mengganti(warranty costs)atau membayar
kembali(reimbursements)atas produk atau
pelayanan yang tidak memadai.
Jumlah biaya-biaya kualitas yang dikeluarkan dalam
penerapan sistem manajemen mutu terpadu(total
quality management system).
Penilaian pelanggan (masyarakat sebagaidirect
users) atas kualitas layanan atau produk.

Kategori Pengukuran Kinerja


Ukuran Pelayanan
Kepuasan pelanggan (masyarakat sebagaidirect users)
atas kualitas layanan atau produk yang disediakan.
Penilaian pihak ketiga (misalnya LSM, YLKI, atau auditor
independen) atas tingkat kepuasan pelanggan.
Prosentase produk atau layanan yang disediakan secara
tepat waktu.
Jumlah keluhan atau komplain pelanggan (masyarakat
sebagaidirect users) setiap periode tertentu misalnya
hari, minggu atau bulan.
Kemampuan untuk memenuhi produk atau layanan
yang dibutuhkan pelanggan (masyarakat).

Kategori Pengukuran Kinerja


Ukuran Inovasi
Jumlah produk atau jenis layanan baru yang berhasil
disediakan setiap periode.
Prosentase penyediaan produk atau layanan yang
digunakan untuk pengembangan pasar baru.
Waktu yang diperlukan untuk mengenalkan produk/layanan
baru kepada masyarakat.
Pembandingan dengan organisasi sejenis lain yang
memiliki kinerja terbaik(benchmarking).

Ukuran Personalia
Tingkat perputaran pegawai(turnover)
Jumlah pegawai yang membolos (absen) setiap bulan.
Tingkat kepuasan pegawai
Jumlah pelatihan dan pengembangan pegawai

Syarat Indikator Kinerja


1.Spesifik dan jelas, tidak ada kemungkinan
kesalahan interpretasi.
2.Dapat diukur secara obyektif baik yang
bersifat kuantitatif maupun kualitaitf.
3.Relevan, indikator kinerja harus
menangani aspek-aspek obyektif yang
relevan.
4.Dapat dicapai
5.Harus cukup flesibel dan sensitive
terhadap perubahan
6.Efektif.

Key Performance Indicators


KPI adalah sekumpulan indikator yang dapat
dianggap sebagai ukuran kinerja kunci baik
yang bersifat finansial maupun nonfinansial
untuk melaksanakan operasi dan kinerja unit
bisnis.
Indikator ini dapat digunakan oleh manajer
untuk mendeteksi dan memonitor capain
kinerja.
Berikut ini contoh CSF Sebagai Masukan dalam
Penetapan Indikator Kinerja Perguruan Tinggi

CSF (Critical Success Factors)


N
o
1

CSF
Layanan
berkualitas dan
tepat waktu

Tujuan
Strategik

Memantau
secara terus
menerus untuk
memastikan
bahwa
pelayanan
berkualitas dan
tepat waktu
Pegawai yang
Memantau
bermutu tinggi dan proses
terlatih
recruitmentdan
seleksi pegawai
untuk
menghasilkan
pegawai
bermutu tinggi

Indikator
Kinerja

Ukuran
Kinerja

Pelayanan
yang tepat
waktu dan
berkualitas

1. 100% KP
reguler
2. 100 %
bahan
praktek
on time

Rekrutment
dan seleksi
penerimaan
pegawai
yang
berkualitas

1. 100%
rekrutme
n terbuka
2. 100%
seleksi
transpara
n&
akuntabe
l

CSF (Critical Success Factors)


N
o

CSF

Tujuan Strategik

Indikator
Kinerja
1.Kehadiran
2.Keterlambat
an
3.Publikasian
4.Penelitian

Dosen yang
berkualitas

Memastikan bahwa
para dosen telah
melaksanakan
aktivitas sesuai
dengan tujuan
untuk menciptakan
lulusan berkualitas

Sistem
pengajaran
yang efektif
dan efisien.

Menciptakan sistem 1.Efektifitas


pengajaran yang
metode
efektif dan efisien.
pengajaran
2.Kurikulum
sesuai
dengan
kebutuhan
pasar kerja

Ukuran
Kinerja
1.100%
2.10%
3. 50%
jurnal
terakreditasi
4.100%
selesai
1.100%
sesuai
silabus
2. 100%
praktek

CSF (Critical Success Factors)


N
o
5

CSF
Kelengkapan
sarana dan
prasarana

Tujuan
Strategik
Memastikan
bahwa PT
mempunyai
fasilitas
pendukung
yang memadai

Indikator
Kinerja
Kesesuaian
fasilitas
pendukung
perguruan
tinggi
dengan
standar
yang
ditetapkan
Dikti.

Ukuran
Kinerja
1. 80%
sesuai
standar
sarana
2. 90%
sesuai
standar
prasaran
a

Konsep KPI

Pengembangan Indikator Performance

Menyepakati tujuan yang ingin dicapai


Merinci output activities inputs
Memilih indikator paling penting
Merumuskan target performance yang
realistik
Menentukan proses dan format untuk
laporan kinerja
Menetapkan proses dan mekanisme
perbaikan

KPI Direktur
No

IKU

Lulusan Tepat
Waktu

2.

IPK lulusan

3.

Penyerapan
lulusan

Tujuan
Menciptakan
sistem
pengajaran
yang efektif
dan efisien

sda

sda

Indikator
Kinerja

Ukuran
Kinerja

1. Mahasisw 1. 100%
a lulus D
III lulus 6
semester.
2. Mahasisw 2. 100%
a D IV
lulus 8
semester
1. Rata rata
IPK
2. IPK 3,25

1. 3,00

1. Penyerap
an di
dunia
kerja
2. Penyerap
an
lulusan
sesuai

1. 65% total
2. 80%
minimal
kontrak 1
tahun

2. 95%

KPI Direktur
No
4

IKU
Penelitian dosen

5.

Pengabdian
masyarakat

6.

Penyerapan
anggaran

Tujuan

Indikator
Kinerja

Memastikan
bahwa para
dosen telah
melaksanakan
aktivitas sesuai
dengan tujuan
untuk
menciptakan
lulusan
berkualitas

1. Rasio
dosen:
penelitia
n
2. Publikasi
penelitia
n

sda

Pengelolaan
manajemen

Ukuran
Kinerja
1. 80%
2. 50%

1. Rasio
1. 80%
dosen:
pengabm 2. 50%
as
2. Publikasi
pengabm
as
1. Penyerap
an

1. 85%
2. 100%

KPI Direktur
No

IKU

Kelengkapan
sarana layanan
pendidikan

8.

Kelengkapan
prasarana
pendidikan

9.

Manajemen BMN

Tujuan

Indikator
Kinerja

Ukuran
Kinerja

Menyediakan
sarana layanan
pendidikan
yang memadai

1. Rasio
terhadap
standar

1. 80%

sda

1. Rasio
terhadap
standar

1. 80%

Pengelolaan
1. Penghap
manajemen
usan
BMN efektif dan 2. Pencatat
efisien
an simak
BMN

1. 25%
2. 100%

KPI Direktur
No
10

11.

12.

IKU

Tujuan

Manajemen SDM
yang berkualitas

Memfasilitasi
pengembang
an karir
pegawai

Manajemen
pengadaan
barjas

Manajemen
pengadaan
barjas yang
sesuai
ketentuan

Indikator
Kinerja

Ukuran
Kinerja

1. Rasio
pelatihan
2. KP tepat
waktu
3. KGB tepat
waktu

1. 80%

1. Realisasi
pengadaan
barjas
2. Metode
pengadaan
barjas
secara
lelang

1. 100%

Pemeliharaan/per Mempertahan 1.
baikan gedung
kan
fungsi
dan alat
gedung dan 2.
peralatan

Pemelihara
an gedung
Pemelihara
an alat

2. 100%
3. 100%

2. 40%

1. 75%
2. 25%

Hirarki
IKU

Mekanisme breakdown Indikator


Kinerja

Mekanisme set-up indikator kinerja

IMPACT

OUTCOM
E

PROSES/
URAIAN
TUGAS

OUTPU
T

INPU
T

Pengorganisasian
Kasubba
g

Kepala
Urusan

JFU

Pengorganisasian
Kaju
r

Kajur

Sekj
ur

Kapro
di

Koord

JFU

Kajur

Sub
Unit

JFU

Format Indikator
N
o
1

IKU
(Goal)
Penelitian
:
1.
Publikasi
jurnal
terkaredit
asi

Lulusan
tepat
waktu

Outcome
Kualitas
dosen
dalam
darma
penelitian
(rasio
1:10)

Output

Proses

Input

1. Laporan 1. Pengumu
peneliti
man
an
2. Seleksi
2. Publikas
proposal
i jurnal
3. Pelaksana
an
4. Monev

1. Pedoma
n
2. Dosen
3. Dana
4. Sarana
5. Prasaran
a

Layanan
pendidikan

1. Persiapan
2. Pelaksana
an
3. Monitoring
4. Evaluasi

1.
2.
3.
4.
5.

1. Persiapan
2. Pelaksana
an
3. Monitoring
4. Evaluasi

1. Pedoma
n
2. Dosen
3. Sarana
4. Prasaran

Kualitas
mahasiswa
dalam
darma
pendidikan Layanan
(<1% IPK
PA
kurang dari
2,00)

Silabus
RPP
Dosen
Sarana
Prasaran
a