Anda di halaman 1dari 15

PENGARUH MEKANISME

CORPORATE GOVERNANCE
TERHADAP KINERJA
KEUANGAN PERUSAHAAN
ASURANSI
MUHAMMAD IRHAM KURNIAWAN
LULU DWI RAHMAWATI
HABIB SETYODIPUTRO

EMERGENCE OF STUDY
Berdasarkan penelitian McKinsey Co (2002) dan Credit Lyonnais Securities Asia
(CLSA):
Krisis

ekonomi tahun 1997 akibat corporate governance yang buruk

Indonesia adalah negara yang paling buruk dalam penerapan


corporate governance
Indonesia tengah gencar dalam membangun infrastruktur. Perusahaan dengan
GCG akan dengan mudah memperoleh pembiayaan (Nurhaida/Kepala Pengawas
Eksekutif Pasar Modal OJK, 2016)
Struktur CG dalam suatu perusahaan akan sangat menentukan nilai perusahaan
dan tingkat kesehatan perusahaan (Wardhani, 2007)

PREVIOUS STUDIES

Adams, M., & Jiang, W. (2016). Do outside directors influence the financial performance of risk-trading firms?
Evidence from the United Kingdom (UK) insurance industry. Journal of Banking & Finance, 64, 36-51.
doi:10.1016/j.jbankfin.2015.11.018

Andriyan, O., & Supatmi. (2010, Desember). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja
Keuangan Bank Perkreditan Rakyat. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. 7(2). 187-204

Chen, C., & Yu, C. J. (2012). Managerial ownership, diversification, and firm performance: Evidence from an
emerging market. International Business Review, 21(3), 518-534. doi:10.1016/j.ibusrev.2011.06.002

Cui, H., & Mak, Y. (2002). The relationship between managerial ownership and firm performance in high R&D firms.
Journal of Corporate Finance, 8(4), 313-336. doi:10.1016/s0929-1199(01)00047-5

Lee, C., & Lin, C. (2016). Globalization, political institutions, financial liberalization, and performance of the
insurance industry. The North American Journal of Economics and Finance, 36, 244-266.
doi:10.1016/j.najef.2016.01.007

Muktiyanto, Ali. (2011, Desember). Pengaruh Interdependensi Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kinerja
Perbankan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. 8(2). 197-213

Wardhani, Ratna. (2007, Juni). Mekanisme Corporate Governance Dalam Perusahaan Yang Mengalami Permasalahan
Keuangan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. 4(1). 95-114

RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pengaruh kepemilikan manajerial terhadap kinerja
keuangan perusahaan asuransi?
Bagaimana pengaruh ukuran dewan komisaris terhadap kinerja
keuangan perusahaan asuransi?
Bagaimana pengaruh jumlah dewan direksi terhadap kinerja
keuangan perusahaan asuransi?

TUJUAN PENELITIAN
Mengidentifikasi pengaruh mekanisme corporate governance
terhadap kinerja perusahaan asuransi:
1.

Mengidentifikasi pengaruh kepemilikan manajerial terhadap


kinerja keuangan perusahaan asuransi

2.

Mengidentifikasi pengaruh ukuran dewan komisaris terhadap


kinerja keuangan perusahaan asuransi

3.

Mengidentifikasi pengaruh jumlah dewan direksi terhadap kinerja


keuangan perusahaan asuransi

LANDASAN TEORI
Teori agency cost
Corporate Governance
Kepemilikan Manajerial
Ukuran Dewan Komisaris
Jumlah Direksi

TEORI AGENCY COST


Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikanagency costsebagai
jumlah dari biaya yang dikeluarkan pemilik untuk melakukan
pengawasan terhadap agen.
Biaya keagenan ini muncul akibat perbedaan kepentingan antara
pemilik dan manajemen.

CORPORATE GOVERNANCE
Corporate Governance adalah suatu sistem yang menjamin bahwa
manajemen menyelenggarakan operasi perusahaan untuk mencapai
keinginan dari pemilik perusahaan.

KEPEMILIKAN MANAJERIAL
Kepemilikan manajerial memungkinkan perbedaan kepentingan antara
pemilik dan manajemen berkurang, dikarenakan pemilik yang juga ikut serta
dalam manajerial perusahaan bertindak untuk mencapai tujuan pemilik.
Kepemilikan saham oleh manajemen atau kepemilikan manajerial dapat
digunakan untuk mengatasi masalah keagenan (Jensen dan Meckling 1976).
Demsetz dan Lehn (2000), Crutchley dan Hansen (1989), Bathala et al. (1994)
dalam Muktiyanto (2011) menyimpulkan bahwa level kepemilikan manajerial
yang tinggi dapat digunakan untuk mengurangi masalah keagenan.

UKURAN DEWAN KOMISARIS


Dewan komisaris adalah pihak yang mengawasi operasional perusahaan. Ukuran
dewan komisaris yang efektif dipercaya dapat membuat manajemen bertindak
sesuai dengan keinginan pemilik karena adanya pengawasan yang efektif dari
dewan komisaris. Hal ini dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan
perusahaan.
Ada hubungan positif antara jumlah dewan komisaris dengan kinerja perusahaan
(Dalton et al. 2006 dalam Muktiyanto 2011)
Semakin kecil ukuran dewan semakin naik nilai perusahaan (Yermack, 1996)
Jumlah anggota melebihi 7 atau 8 orang menyebabkan dewan kurang berfungsi
secara efektif (Jensen, 1993)

JUMLAH DIREKSI
Direksi merupakan pihak yang membuat kebijakan strategis perusahaan, sehingga
keselarasan antara keinginan pemilik dan kebijakan yang diterapkan oleh
perusahaan bergantung pada direksi itu sendiri.
BOD merupakan pusat dari pengendalian dalam perusahaan serta merupakan
penanggung jawab utama dalam tingkat kesehatan dan keberhasilan perusahaan
secara jangka panjang (Mizruchi 1983 dalam Wardhani 2007)
Fungsi pengawasan dan pengendalian menjadi salah satu item dalam menilai
kuatnya CG melekat dalam struktur BOD, sehingga dengan jumlah direktur yang
optimal dapat mengendalikan setiap keputusan bisnis perusahaan (Raheja, 2005)
Jumlah BOD berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (Wardhani, 2007)

KINERJA PERUSAHAAN ASURANSI


Kinerja keuangan perusahaan asuransi dapat diukur melalui:

METODOLOGI PENELITIAN
Sampel Perusahaan asuransi yang terdaftar di BEI tahun 2010 2015
Teknik Pengumpulan Data Data sekunder yang diambil dari laporan tahunan dan
laporan keuangan perusahaan
Hipotesis penelitian:
H1 : Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan
perusahaan asuransi
H2: Ukuran dewan komisaris yang efektif berpengaruh positif terhadap kinerja
keuangan perusahaan asuransi
H3: Jumlah direksi berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan asuransi

METODOLOGI PENELITIAN
Operasionalisasi Variabel Penelitian:
Variabel dependen Kinerja keuangan yang diukur dengan
Variabel independen:
Kepemilikan Manajerial; yang dihitung dengan membandingkan jumlah lembar
saham yang dimiliki oleh direksi dengan jumlah saham yang beredar,
perusahaan c pada periode t diberi notasi KM.
Ukuran Dewan Komisaris; yaitu jumlah dewan komisaris perusahaan c pada
periode t, termasuk komisaris independen, diberi notasi UDK.
Jumlah Dewan Direksi; yaitu jumlah direksi perusahaan c pada periode t, diberi
notasi JDD.

METODE ANALISIS
Model regresi ordinary least squares (OLS) sebagai berikut:
Y = 0 + 1KM + 2UDK+ 3JDD
Di mana:
Y = kinerja keuangan perusahaan c tahun t
0 = intercept
KM = kepemilikan manajerial, diukur dengan jumlah lembar saham yang dimiliki
direksi dibagi dengan jumlah saham beredar perusahaan c pada periode t.
UDK = ukuran dewan komisaris, diukur dengan jumlah dewan komisaris perusahaan c
pada periode t.
JDD = jumlah dewan direksi, diukur dengan jumlah dewan direksi perusahaan c pada
periode t.