Anda di halaman 1dari 39

PENYAKIT MENULAR

SEKSUAL

Penyakit menular
seksual

Sifilis
Gonore
Infeksi klamidia
Limfogranuloma Venereum
Virus Herpes Simpleks
AIDS
Human Papiloma Virus
Chancroid
Infeksi Trikomonas

SIFILIS

Manifestasi Klinis:
-Sifilis primer inkubasi 10-90 hari.
-Selama kehamilan lesi genital primer,
lesi multipel berukuran kecil atau
terletak sedemikian rupa shg tak sadari.
-Chancre primer: ulkus padat tak nyeri,
tepi meninggi dasar jaringan
bergranulasi. Menetap 2-6mgg sembuh
spontan,KGB membesar di inguinal
tanpa nyeri

Manifestasi klinis:

4-10 mgg post chancre sembuhsifilis


skunder (ruam kulit bervariasi)
15% wnt sifilis skunder masih ada
chancre.
Kondiloma lata
Sifilis skunder menyebabkan alopesia.
Bayi Lahir mati atau lahir hidup dg sifilis
kongenital

Infeksi pada janin dan


neonatus

Spiroseta dapat melewati plasenta dan dapat


menyebabkan infeksi kongenital.
U kehamilan <18 mgg tdk perlihatkan
manifestasi klinis karena inkompetensi imun
relatif.
Insiden tertinggi: neonatus lahir pd ibu sifilis awal
(primer atau skunder).
Insiden terendah: penyakit laten lanjut durasi
<1 tahun.
Setaip stadium sifilis dapat sebabkan infeksi
pada janin

patologis

Sifilis suatu infeksi kronis perubahan


interstitial paru, hati, limpa dan pankreas.
Sebabkan osteokondritis tulang panjang.
Placenta membesar. Vilus kehilangan
percabangan (arborisasi), lebih tebal.
Penurunan jumlah pembuluh darah pd
tahap lanjut hampir seluruh hilang akibat
endarteritis dan proliferasi sel stroma
Peningkatan resistensi vaskuler di A Uterina
dan umbilikalis.
Funisitis nekrotikan lesi patologis tersering.

Diagnosis serologis

Pemeriksaan VDRL slide tes atau uji rapid


plasma reagin(RPR) dilakukan pd kunjungan
pranatal pertama. Positif pd lesi sifilis primer
dan sifilis skunder. Positif pd 4-6 mgg
infeksi.
FTA-ABS (fluorescent treponemal antibody
absorption) atau MHA-TP
(microhemagglutination assay for antibodies
to treponema pallidum) digunakan untuk
memastikan hasil yg positif.

Terapi

Sifilis awal : Penicillin G benzatin 2,4jt IU I.M


single dose. Dosis kedua pada 1 mgg
kemudian.
Sifilis dg durasi > 1th : Penicillin G benzatin
2,4 jt IU I.M setiap minggu selama 3 minggu.
Neurosifilis : Penicillin G kristal aqueos 3-4 jt
IU I.V setiap 4 jam slm 10-14 hari atau
Penicillin prokain aqueos 2,4 jt IU I.M setiap
hari, plus probenesid 500mg P.O 4xsehari
selama 10-14 hr

Follow up

Kontak seksual dalam 3 bulan


terakhir harus dievaluasi dan
terapi secara presumtif.
Titer serologis ibu diukur setiap
bulan dan saat melahirkan.

GONORE

Efek pada kehamilan:


-Efek buruk pada semua trimester
-Abortus septik, partus
prematurus, ketuban pecah dini,
korioamnionitis dan infeksi pasca
partum.

Terapi

Seftriaxon 125 mg I.M single dose atau


Sefiksim 400 mg P.O single dose atau
Spektinomisin 2 gr I.M
Infeksi GO diseminata (Klinis akibat bateremia GO :
petekia, pustula kulit, artralgia, artritis septik atau
tenositis) : Seftriaxon 1000mg I.M atau I.V setiap 24
jam.atau sefotaxim 1000 mg atau seftizoksim 1000
mg I.V setiap 8 jam. Spektinomisin 2 gr setiap 12 jam.
Dilanjutkan selama 24-48 jam.

Endokarditis : terapi dilanjutkan sampai 4


mgg. Untuk meningitis 10-14 hari.
Neonatus : seftriaxon 25-50 mg/kgbb I.V
atau I.M

KLAMIDIA

Chlamidia trachomatis : bakteri intrasel


obligat,miliki beberapa serotipe. Strain
tersering pada epitel kolumnar atau
transisional infeksi serviks.
DFA (direct fluorescent antibody)
sensitifitas 90%, spesifisitas 98%.
PCR (polimerase chain reaction)
sensitifitas 97%, spesifisitas 100%

Infeksi simtomatik

Ibu : Sindroma uretra akut


Bartolinitis
Servisitis mukopurulen
Salfingitis
Perihepatitis
Konjungtivitis
Artritis reaktif
Neonatus : Konjungtivitis
Pneumonitis

Infeksi asimtomatik
dan hasil kehamilan

Masih menjadi perdebatan.


Servisitis meningkatkan resiko partus
prematurus, ketuban pecah dini, mortalitas
periniatal(Alger1988, Claman 1955)
Wanita terinfeksi klamidia dg pemeriksaan
IgM (+) berisiko mengalami penyulit (Berman
dkk,1987;Sweet dkk,1987)

Skrining prenatal

Dianjurkan pada wanita usia <25


th atau wanita yang memiliki
pasangan baru atau banyak.
Reaksi polimerase berantai dan
berbagai probe (pelacak) DNA
(ACOG 1994)

Terapi klamidia selama


kehamilan

Pilihan I : Eritromisin basa 500mg P.O 4x1


selama 7 hari atau
Amoksicilin 500mg P.O 3x1
selama 7 hari
Alternatif : Eritromisin etilsuksinat 800mg
P.O 4x1 selama 7 hari
Eritromisin Basa 250mg 4x1 selama
14 hari.
Eritromisin etilsuksinat 400mg P.O
4x1 selama 14 hari
Azitromisin 1gr P.O single dose

LIMFOGRANULOMA
VENEREUM

Serovar C trachomatis kausa LGV.


Infeksi genital primer transien
jarang disadariadenitis
inguinalKGB dan jaringan
perirektum, sklerosis,
fibrosiselefantiasis vulva
Terapi: eritromisin 500mg 4x1
selama 21 hari.

VIRUS HERPES
SIMPLEK

HSV tipe 1 penyebab infeksi herpes


nongenital
HSV tipe2 ditemukan di saluran genital
Gejala: infeksi primer (anti HSV belum ada)
Episode pertama nonprimer (anti HSV-1
baru terjangkit bereaksi silang)
Infeksi recurens (reaktivasi infeksi HSV-2
pada pasien yang sudah memiliki antibodi
thd HSV-2

Diagnosis

Pemeriksaan sitologis dg fiksasi


alkohol dan pewarnaan
papanicolaou Tzanck smear dg
sensitivitas 70%.
Apusan serviks (+) palsu
disebabkan infeksi citomegalivirus.
PCR untuk deteksi DNA herpes
genitalia

Terapi

Valasiklovir hasilkan kadar asiklovir lebih


tinggi pada kehamilan lanjut (kimberlin
1998).
Valasiklovir dan asiklovir aman untuk ibu
hamil.
700 bayi yang terpapar asiklovir pada
trimester pertama tak alami kelainan
Pemberian asiklovir secara supresif dapat
menekan terjadinya infeksi rekurens

Penatalaksanaan
antepartum

Seksio sesarea diindikasikan pada


wanita dengan lesi genital aktif atau
dg gejala prodormal khas.
SC hanya pada lesi primer atau
rekurens saat inpartu atau ketuban
pecah dini.
Perawatan neonatus : bayi tak perlu
dipisahkan , ibu cuci tangan setiap
menangani bayi. Byi tetap disusui

AIDS

Causa : retrovirus DNA


Retrovirus miliki genom yang
mengkode reverse
transkripsiRNA ditranskripsi
menjadi DNA. Shg virus dapat
membuat salinan DNA

Patogenesis
Limposit T pada CD4 berfungsi
reseptor virus.Setelah melekat
virus mengalami internalisasi dan
menggunakan reverse trankriptase
untuk mentranskripsikan RNA
genomiknya menjadi DNADNA
virus dapat diintergrasikan ke
dalam DNA sel seumur hidup sel.

Manifestasi klinis

Masa tunas sejak terpapar sampai timbul


gejala klinis: beberapa hari-minggu.
Gejala umum:demam,keringat malam, rasa
lelah, ruam, nyeri kepala, limfadenopati,
faringitis, mialgia, artralgia, mual, muntah
dan diaremereda tjd viremia
kronikAIDS:limfadenopati generalisata,oral
hairy leukoplakia,ulkus aftosa

Infeksi Ibu - janin

Penularan secara transplasental.


Sebagian besar terjadi pada saat
lahir
Resiko relatif :
Intra partum (preterm)
3,7
Ketuban pecah dini
14-25
Menyusui
10-20

Penatalaksanaan slm
kehamilan

Kombinasi analog nukleosida


(zidorubin, zalsitabin atau
lamivudin) yang diberikan
bersama inhibitor protease
(indinavir, ritonavir, sakuinavir)
sangat efektif menekan RNA
virus.

Regimen terapi
Waktu
antiretrovirus
-Antepartum terapi kombinasi
Inhibitor reverse transcriptase
+ analog non nukleosida:
Zidovudin 100 mg 5x1, dimulai
Mgg ke 14-34 dilanjutkan selama
hamil
-Intrapartum
1.Telah mendapat regimen diatas
2.Belum pernah diterapi

-Pasca partum(blm ada terapi slm


hamil atau intrapartum

Regimen
Analog nukleosida
Zidovudin,Zalsitabin,Didanosi
n, Stavudin,Lamivudin
Analog non nukleosida
Nevirapin,Delavirdin,Etavirens
Inhibitor protease
Indinavir,Ritonavir,Sakuinavir,
Amprenavir
Zidovudin 2mg/kg I.V selama
1 jam diikuti 1mg/kg
sampai partus.
Nevirapin, dosis tunggal dan
dosis bberikutnya untuk
bayi pd 48jam
Zidovudin saat persalinan
Bayi:Zidovudin 6 mgg
Ibu: evaluasi untuk terapi
kombinasi

Strategi terapi (U.S Public Health Services


Perinatal,2003) :
1.Jika kadar HIV RNA maternal> 1000
copies/mlantiretrovirus kombinasi
2.HIV RNA <1000 copies/mlZidovudin monoterapi
3.Intrapartum, profilaksis dengan zidovudin atau
Zidovudin+Lamivudin atau Zidovudin+Nevivapin atau
Nevivapin
4.Postpartum,profilaksis neonatus selama 6 minggu
dengan Zidovudin atau kombinasi antiretroviral

Mencegah penularan

Pencegahan :
Semua petugas harus gunakan pelindung untuk cegah
kontak kulit dan selaput lendir. Tidak blh menggunakan
alat peghisap dg mulut
Universal precaution, mencegah kontak dg bahanbahan:
1. Darah
2. Semua cairan, sekret dan ekskresi (kecuali keringat)
tubuh tanpa memandang cairan itu ada darah atau
tidak
3. Kulit dan selaput lendir yang tidak utuh
(Garner,1996;West dan Cohen,1997)

Pencegahan penularan
vertikal

Dua pendekatan untuk pencegahan adalah


terapi antiretrovirus dan Seksio secarea
SC dapat mengurangi resiko 50% penularan
vertikal (European Collaborative Study
Group,1994)
Pemberian terapi antiretrovirus dan SC
dikerjakan bersama dpt menurunkan 87%
(International Perinatal HIV Group,1999)

Human Papilomavirus

Menyebabkan Kondiloma akuminata oleh


HPV tipe 6 dan 11
HPV tipe 16,18,45 dan 56Resiko tinggi
terjadi neoplasia intraepitelial cervix dan
carcinoma.
HPV tipe 31,33,35,39,51 dan 66 resiko
sedang terjadi neoplasia intraepitelial

Sering meningkat jumlah dan


ukuran selama kehamilan,
menyebabkan penyulit
pervaginam
Karena vaskularitas meningkat,
kelembaban dan imunosupresi
pada saat hamil

Terapi

Selama kehamilan :
Pencucian genitalia eksterna + pembersihan
vagina dengan douche lembut diikuti dengen
mengeringkan genitalia eksterna 3x1hambat
proliferasi kulit.
As trikloroasetat sminggu sekali:80-90%
berhasil
Cryoterapi sering digunakan pada kehamilan
(Bergman,1984,ferenczy,1984)
Resin podofilin,krim 5-fluorourasil,krim
imikuimod dan interferon Tdk u Bumil
Lesi Sangat besar pada saat inpartuSC

Infeksi pada Neonatus

Infeksi dapat menyebabkan Papilomatosis


laring.
Biasanya disebabkan HPV tipe 6 dan tipe
11
92% dari 57 kasus.
Lesi bersifat rekuren, menetap dan
timbulkan kecacatan

CHANCROID

Etiologi : Haemophilus ducreyi


Sebabkan ulkus genital nyeri tanpa
indurasi disertai limfadenopati inguinal
nyeri.
Diagnosis ditegakkan dengan adanya
ulkus nyeri dengan pemeriksaan
lapangan gelap dan uji virus herpes (-)

Terapi

Eritromisin basa : 500 mg P.O 4x1 selama


7 hari, atau
Ceftriakson 250 mg I.M single dose, atau
Azitromisin 1 gr P.O single dose.
(Center for disease control and
prevention,1998)

TRIKOMONIASIS

Etiologi : Trichomoniasis vaginalis


Dapat ditemukan pada sediaan basah
sekresi vagina sebagai organisme ovoid
berflagel bergerak, > besar dari lekosit.
Klinis : fluor purulen, eritema
vulvovagina, kolpitis makularis (serviks
stroberi)

Terapi :
Metronidazol 250 mg 3x1 selama
7 hari atau 2 gr single
doseangka kesembuhan 92-97%