Anda di halaman 1dari 27

Accounting Theory

Chapter 3
APPLYING THEORY TO
ACCOUNTING REGULATION
OLEH:

REGINA DWI ARAMITHA 1310531050


KORI NOFIANTI
1310531063
RESHA DWI ARISA 1310531068

A. TEORI-TEORI DARI
PERATURAN YANG RELEVAN
UNTUK AKUNTANSI DAN AUDIT

Manager diberikan insentif yang cukup agar


secara sukarela menyediakan informasi
akuntansi kepada pihak ekternal.
Didukung dengan teori berikut :
1. Teori efisiensi pasar
2. Teori Keagenan
3. Teori - teori terkait peraturan (public
interest, regulatory capture, and private
interest)

1.Teori Efisiensi Pasar

Ekonom pasar bebas


Permintaan dan penawaran pasar akan efiensi
maksimum tanpa adanya campur tangan pemerintah.
Para kritikus berpendapat :
Pendekatan pasar bebas tidak realitis, dengan
alasan :
1. Informasi akuntansi tidak dapat disamakan dengan
produk lain
2. Perusahaan memiliki kemampuan untuk memonopoli
3. intervensi pemerintah tetap dibutuhkan


2.Teori Keagenan

Permintaan atas informasi keuangan,


untuk :
1. kepentingan pengurus atau pengelolaan
2. kepentingan pengambilan keputusan
.Teori agensi memberikan kerangka kerja
dalam mempelajari kontrak antara pemilik
modal
dengan
agen
manajer
dan
memprediksi konsekuensi ekonomi.

(Cont)
Lebih jauh, advokat berpendapat laporan yang
disyaratkan
cenderung
menciptakan
produksi
berlebihan terhadap informasi. Karena:
1. Biaya produksi atas informasi tidak dikeluarkan
oleh pengguna, pengguna akan terus melakukan
permintaan atas informasi
2. Pihak yang berkewenangan seperti IASB mungkin
akan salah mengarahkan karena permintaan
berlebihan ini dan akhirnya memberikan aturan
untuk memberikan disclosure informasi lebih dari
yang dibutuhkan. Hal ini menciptakan adanya
standar overload yang dikeluhkan oleh perusahaan
dan akuntan.

3.Teori Regulasi

Ada tiga teori regulasi:


Teori kepentingan umum
Teori Capture Regulatory/Pembuat
Peraturan
Teori kepentingan individu/swasta

Teori Kepentingan Umum

Awal kemunculan intervensi pemerintah dalam


berbagai operasi pasar dalam public interest ialah
kegagalan pasar.
Potensi kegagalan pasar terjadi ketika ada
kegagalan dari salah satu kondisi yang diperlukan
untuk mencapai kondisi terbaik dari pasar yang
kompetitif.
Peraturan
pemerintah
diperlukan
dalam
'kepentingan umum' setiap kali ada kegagalan
pasar (inefisiensi) karena:
Kurangnya kompetisi
Hambatan masuk

(Cont)
Teori public interest didasarkan pada
asumsi bahwa ekonomi pasar tunduk
pada serangkaian ketidaksempurnaan
pasar.Tiga asumsi yaitu :
1.Kepentingan konsumen
2.Adanya agen ( politisi entrepreneurial
dan kelompok kepentingan umum)
3.Pemerintah
tidak
memiliki
peran
independen untuk berkecimpung dalam
pengembangan regulasi.

Teori Pembuat Peraturan

Teori ini menyatakan


tujuan
sebenarnya atau asal usul regulasi
pemerintah ialah untuk melindungi
kepentingan umum, akan tetapi
tujuan ini tidak tercapai karena
dalam proses regulasi, objek yang
ingin di atur (regulate) malah
berbalik
mengontrol
atau
mendominasi si pembuat aturan

(Cont)
Capture dikatakan dapat terjadi dalam salah satu
dari empat situasi, yaitu, jika entitas yang diatur:
1. Mengontrol regulasi dan badan regulasi
2. Berhasil dalam mengkoordinasikan kegiatan dari
badan regulasi dengan kegiatan mereka, sehingga
kepentingan pribadi mereka bisa dipuaskan.
3. Menetralisir atau memastikan kinerja badan
regulasi tidak ada atau biasa-biasa saja.
4. Dalam proses interaksi dengan regulator, berhasil
membuat regulator ke dalam perspektif berbagi
yang
saling
menguntungkan,
sehingga
memberikan regulasi yang mereka cari.

Teori Kepentingan Individu

Asumsi dari teori ini bahwa regulasi ada sebagai hasil


dari respon pemerintah terhadap tuntutan publik
untuk memperbaiki praktek yang tidak efisien atau
tidak adil oleh individu dan organisasi, yang dengan
keras ditentang pada tahun 1971 oleh George Stigler.
Teori ini memprediksi bahwa regulator akan
menggunakan kekuasaan mereka untuk mentransfer
pendapatan dari mereka yang memiliki kekuatan
politik yang lemah kepada mereka yang memiliki
kekuatan politik lebih besar.

B. PENERAPAN TEORI-TEORI
PERATURAN PADA PRAKTEK
AKUNTANSI DAN AUDITING
1.Penerapan Teori Kepentingan Umum
Undang-Undang
Sarbanes-Oxley
di
Amerika Serikat tahun 2002
Accounting Standards Review Board
(ASRB) di Australia tahun 1984
Teori kepentingan umum menunjukkan
intervensi pemerintah dalam proses
penyusunan standar akuntansi yaitu untuk
memperbaiki kegagalan di pasar untuk
12
informasi akuntansi.

2.Penerapan Teori Pembuat


Keputusan

Profesi akuntansi dapat berjalan


dengan kedua hal ini yaitu :
pengesahan standar akuntansi dan
menjaga kepentingan ekonomisnya.
Campur tangan dalam penetapan
susunan standar akuntansi didesain
sama
dengan
kerangka
teori
kepentingan umum.
13

3.Penerapan Teori Kepentingan


Individu
Teori kepentingan individu memberikan
pendekatan lain untuk memahami perilaku
suatu
pihak
dengan
insentif
untuk
mempengaruhi regulasi pelaporan keuangan.
Keterbatasan teori regulasi ini adalah bahwa
mereka tidak saling eksklusif, yaitu, peristiwa
yang dijelaskan oleh satu teori dapat
dijelaskan sama baiknya oleh teori lain.

14

4.Penyusunan standar sebagai


proses politik
Penyusunan standar dipandang sebagai
proses politik karena secara signifikan
mempengaruhi kesejahteraan berbagai
kelompok kepentingan.
Penyusunan standar 'karena proses' harus
memungkinkan
para
pemangku
kepentingan untuk berkontribusi terhadap
penetapan standar, tetapi juga mencegah
satu pihak, seperti profesi akuntansi,yang
15
mendominasi proses.

Financial instruments
Pada awal tahun 2002 Eropa akan
mengadopsi IAS
Mereka mensyaratkan penggunaan IAS untuk
laporan keuangan konsolidasi
Pada area instrument keuangan terjadi
potensi perubahan dramatis yang potensial
Pada IAS 39 diatur bahwa perusahaan harus
memasukan keuntungan yang belum
direalisasi dan kerugian pada instrument
keuangan tertentu dalam pendataan ketika
16
terjadi

Intangible assets
IAS 38 : Intangible Asset
Pada saat Australia mengadopsi IAS,
standar yang di IAS berbeda dengan
standar yang diadopsi oleh perusahaan
perusahaan di Australia
Pemerintah mencoba meminta
keringanan dari standard ini namun
ditolak oleh IAS.
17

C. KERANGKA KERJA REGULASI


UNTUK PELAPORAN KEUANGAN
Elemen yang mempengaruhi proses
pelaporan keuangan:
Persyaratan Undang-Undang
Tata Kelola Perusahaan
Auditor dan Pengawasan

Badan
Penegak
Hukum
Independen
18

yang

Persyaratan Wajib/UU
Di
berbagai
negara,
UU
perusahaan
mensyaratkan
bagi
para
manajer
untuk
menyediakan laporan keuangan yang telah
diaudit
Di beberapa negara lain terutama di Amerika,
persyaratan tersebut lebih banyak digunakan
dalam UU pasar modal dibanding UU perusahaan

Persyaratan
tambahan
dalam
pelaporan
keuangan, berasal dari standar akuntansi tertentu
UU perpajakan juga menjadi salah satu hal yang
mempengaruhi akuntansi keuangan di beberapa
19
negara

Tata Kelola Perusahaan


'Struktur, proses dan lembaga-lembaga
di dalam dan di sekitar organisasi yang
mengalokasikan
kekuasaan
dan
pengawasan sumber daya di antara
participant, Davis
Sistem
tata
kelola
perusahaan
diturunkan
dari
hukum
yang
mengharuskan direksi untuk melakukan
hal tertentu dalam hal manajemen
perusahaan
20

Auditor dan Pengawasan


(Cont)
Auditor merupakan salah satu profesi yang
memiliki fungsi cukup vital dalam memberikan
keyakinan atas kualitas informasi dalam laporan
keuangan perusahaan. Oleh karena itu, baik
auditor dan pengauditan biasanya diatur oleh
peraturan tertentu:

Statutory regulation
Self-regulation

Badan Penegak Independen


(Cont)
Badan Penegak Hukum yang Independen
Sebagai bagian dari sistem penegakan yang menyeluruh atas
persyaratan pelaporan keuangan. Peran badan ini dalam
peraturan pelaporan keuangan adalah untuk meningkatkan
kepatuhan terhadap peraturan yang mengatur pembuatan
laporan keuangan, yang terdapat dalam hukum, dan standar
akuntansi.
Contoh: EU
Regulator pasar modal
Merupakan bentuk paling umum badan penegakan independen.
Contoh: AMF di Perancis, Consob di Italia, Autoriteit Financiele
Markten (atau AFM, Otoritas Pasar Keuangan) di Belanda, SEC di
Amerika Serikat dan ASIC di Australia.

D.STRUKTUR KELEMBAGAAN UNTUK


MENETAPKAN STANDAR AKUNTANSI DAN AUDIT

Berdirinya
International
Accounting
Standard
Committee (IASC) pada tahun 1973 di London.
Tujuan dari dibentuknya komite ini adalah untuk
membangun sebuah standar akuntansi untuk sektor
swasta yang dapat digunakan secara global.
IASC tidak independent dan mengalami restrukturisasi
pada tahun 2001 menjadi IASB.
Kedudukan IASB menjadi semakin penting seiring
dengan
keputusan
Komisi
Eropa
(European
Commission) pada tahun 2002 untuk menerapkan
standar IASB pada tahun 2005.
Australia mengadopsi IFRS pada tanggal 1 Januari
2005.

Program Konvergensi IASB dan


FASB

Pada tahun 2002 dilakukan program konvergensi


IASB dan FASB yang dikenal dengan nama Norwalk
Agreement.
Konvergensi ini menuntut IASB dan FASB untuk
mengidentifikasi perbedaan antara standar yang
mereka miliki, untuk meninjau kembali solusi yang
tersedia, dan untuk memilih langkah yang lebih
baik.
Program Konvergensi merupakan proses yang
sangat rumit.

Standar Akuntansi untuk Sektor


Publik
Setiap negara harus memutuskan sejauh
mana standar IASB akan diikuti oleh
entitas sektor publik.
Australia dan New Zealand berusaha
menyusun sebuah standar yang dapat
diterapkan baik di sektor swasta maupun
publik. Standar tersebut dikenal dengan
istilah standar sektor netral (sector neutral
standards).

Standar Audit Internasional

Secara historis, auditing merupakan


bidang ilmu yang bersifat self-regulated.
ISA (International Standards on Auditing)
dikembangkan oleh IAASB(International
Auditing and Assurance Standards Board)
yang bekerja dengan bantuan dari IFAC.

Terimakasih