Anda di halaman 1dari 68

1

Jambi

Selamat Datang

TUNTAS

Undangan dan Peserta


Sosialisasi Rancangan Awal RPJMD
Provinsi Jambi 2016-2021

Tertib

Unggul

2016 - 2021

Nyaman
Tangguh
Adil

Jambi

Sejahtera

Bisa Lembih Baik


Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi 2016 - 2021

TAHAPAN PENYUSUNAN RPJMD


PROVINSI JAMBI 2016-2021
Pasal 12
Masukan Rancangan Renstra
SKPD
Februari 2016

RANCANGAN AWAL RPJMD


Minggu ke 2 Maret 2016

Musrenbang RPJMD
April 2016

Pasal 11

2
1

Pasal 13

3
4

Pasal 14
Perumusan Rancangan
Akhir RPJMD hasil
Musrenbang RPJMD
April 2016

Rancangan RPJMD
Visi, Misi,
Program
Gubernur
Februari 2016

5
Mengacu kepada RPJM
Nasional

PENYUSUNAN RANCANGAN
TEKNOKRATIK

A.Kajian Pendahuluan
(Background study)
B.Pelaksanaan Evaluasi
RPJMN berjalan

Hearing Pansus
DPRD (Mei 2016)
Study Banding
DPRD (Mei 2016)
Pandangan akhir
DPRD

RPJPD
2005-2025

Permendagri no 54

Evaluasi di Kemendagri
Mei 2016

Pasal 15
RPJMD ditetapkan
menjadi perda (Juni
2016)

Pasal 16
Gubernur,
Walikota/
Bupati
menyebarluaska
n Perda tentang
RPJMD

SISTEMATIKA PENYUSUNAN RPJMD PROVINSI JAMBI


(PERMENDAGRI 54/2011 DISESUAIKAN UU 23/2014)
Bab 1

Pendahuluan

Bab 2

Gambaran umum kondisi daerah

Bab 3

Gambaran Pengelolaan Keuangan daerah & Kerangka


Pendanaan

Bab 4

Analisa isuisu strategis

Bab 5

Visi, misi, tujuan, & sasaran

Bab 6

Strategi & arah kebijakan

Bab 7

Kebijakan Umum & Program Pembangunan Daerah

Bab 8
Bab 9

Indikasi Rencana Program Prioritas & Pendanaan


Penetapan Indikator kinerja daerah
Kaidah Pelaksanan

Bab 10 Penutup
Bab 11

LANDASAN HUKUM
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom di Propinsi Sumatera
Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25),sebagaimana telah diubah
dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Sarolangun
Bangko dan Daerah Tingkat II Tanjung Jabung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965
Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2755);
2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko,
Bungo, Tebo, Batanghari, Tanjung Jabung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor
50, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2755).
3. Undang-undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pembentukan Sarolangun, Tebo, Muaro Jambi dan
Provinsi Jambi.
Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undagan,
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4389);
Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan, dan Pertanggung
Jawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomo 66, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4410);
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4421);

LANDASAN HUKUM
1. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional Tahun 2005 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
4. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
5. Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5587) sebagaimana telah diubah dua kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun
2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578); ]

LANDASAN HUKUM
1. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4594);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Pemerintahan Daerah /Kota
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4737);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah, sebagaiamana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

BAB II
GAMBARAN UMUM
DAERAH

PENDUDUK:
JUMLAH PENDUDUK PROVINSI JAMBI TAHUN 1971 - 2013
3500

Usia Muda
Usia Lanjut

Usia Produktif
3031.9

3000

2500
2061.7
2000

1500

1000

500

937.4
899.1

Jumlah Lansia Meningkat hampir 3 kali lipat


391.9
108.5

0
2005

2010

2015

2020

2025

2030

2035

2040

9
8

PERTUMBUHAN EKONOMI
PROVINSI JAMBI DAN NASIONAL
2009- 2015
7.35

8.54

7.44

7.88

7.93

6.39
7
6

6.22

6.49

6.23

4.79

5.78
5.02

4.63
4

4.21

3
2
1
0

2009

Pertumbuhan Ekonomi Jambi


2010

2011

Pertumbuhan Ekonomi Nasional


2012

2013

2014

2015

Perlambatan Ekonomi Provinsi Jambi disebabkan oleh kemarau panjang yang


menyebabkan kebakaran lahan dan hutan yang berdampak terhentinya aktivitas
ekonomi selama 5 bulan di tahun 2015

ANGKA KEMISKINAN PROVINSI JAMBI DAN NASIONAL


TAHUN 2009-2015
16.00
14.15
14.00

13.33

14.17
12.49

12.36

11.96

12.00

11.66

11.36

11.47

8.07

8.41

10.96

11.22

8.39

8.40

11.13

10.00
8.00
8.77
6.00

8.34

8.65

7.90

8.42

8.28

4.00
2.00
0.00

Provinsi Jambi

Indonesia

7.92

9.12

6.00

TINGKAT PENGANGGURAN
PROVINSI JAMBI DAN NASIONAL
TAHUN 2009- 2015
5.54

5.60

5.39

5.20

4.84

5.00

4.45
4.00

3.85

4.02
3.65
3.22

3.00

2.90

2.70
2.30

2.00

1.00

0.00

ANGKATAN KERJA PROVINSI JAMBI


BERDASARKAN PENDIDIKAN

16

TINGKAT PENDIDIKAN PENGANGGUR PROVINSI


JAMBI 2012-2014

17

HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI):


JAMBI PROVINCE AND INDONESIA 2007-2014
75

74.35
73.78

74

73.3

73

72.45
71.99

72

73.61

72.74

73.29
72.77

71.46

72.27
71.76

71

70

71.17
70.59

HDI of Jambi Province

69

HDI of Indonesia

68

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

G PROVISNSI JAMBI TAHUN 2010-201


64.6
64.45
64.4
64.2
63.95

64
63.8
63.6
63.4

63.32

63.2
63
62.8
62.6

2010

2011

2012

KOMPONEN IPG 2010-2012


72.00
71.00
71.14
70.00

99
71.14

71.29

69.00
68.00
67.18

65.00
2010

67.18

67.32

72.76

60

98.16

95
94.31

94.35

94.37

94
93

Angka Harapan Hidup(Tahun) L

2011

Angka Melek Huruf(Persen) L


Angka Melek Huruf(Persen) P

Angka Harapan Hidup(Tahun) P


2012

92
2010

2011

72.62

72.38

8.5

8.29
8

50

8.42

40

27.34

30
20
10

0
2010

2012

80
70

98.15

96

67.00
66.00

98
98.13
97

27.38

27.62

7.5

7.66

8.55

7.80

7.38
7

Sumbangan pendapatan (%) L


Sumbangan pendapatan (%) P
2011

Rata - Rata Lama Sekolah(Tahun) L

2012

6.5
2010

Rata - Rata Lama Sekolah(Tahun) P


2011

2012

INDEK PEMBERDAYAAN GENDER


(IDG) PROVINSI JAMBI TAHUN 20102012
62

61

60

59

58

57

56

57.91

2010

58.89

2011

61.52

2012

KONSUMSI PENDUDUK DIBAWAH 1400 KKAL DAN 2000 KKAL


KABUPATEN/KOTA di PROVINSI JAMBI

Konsumsi Penduduk Dibaw ah 1400 kkal

Axis Title

Konsumsi Penduduk Dibaw ah 2000 kkal

STATUS GIZI BALITA NASIONAL DAN PROVINSI


JAMBI TAHUN 2007-2013
40

36.8

36.4

35.4

37.2

37.9

19.6

19.7

35

30.2
30

25

18.4
20

18.9

18

19.6
20

19.2
15

13.7

10

13.3

Berdasarkan BB/ U (Gizi Buruk + Gizi Kurang = Gizi Kurang) (%)


Berdasarkan TB/ U (Sangat Pendek + Pendek = Pendek)
Berdasarkan BB/ TB (Sangat Kurus + Kurus = Kurus)

12.1

13.5

ANGKA KEMATIAN BAYI, BALITA DAN


NEONATAL PROVINSI JAMBI 2007 DAN
2012
50
45

47
44
39

40
35

40
36

34

32
34

30
23

25
20

19

19
16

15
10
5
0

Angka Kematian Bayi (AKB) / 1.000 Kelahiran Hidup


Angka Kematian Neonatal (AKN) / 1.000 Kelahiran Hidup

Angka Kematian Balita (AKABA) / 1.000 Kelahiran Hidup

SASARAN PEMBANGUNAN RPJMN 2015-2019


UNTUK PROVINSI JAMBI
10

Pertumbuhan Ekonomi

Kemiskinan

Angka Pengangguran
8.9

8.39
7.93

8.1
7.4
7

6.5
5.9

5.4
5

5.03

5
4.6
4.2

2.9

2.8

2.7

2.6

0
Kondisi Saat ini (2014) Target 2015

Target 2016

Target 2017

Target 2018

26

Target 2019

BAB III
GAMBARAN KEUANGAN
DAERAH

PERKEMBANGAN PENDAPATAN
PROVINSI JAMBI

PERKEMBANGAN BELANJA DAERAH

PERKEMBANGAN SILPA (RP)


URAIAN
PEMBIAYAAN
DAERAH

2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
Realisasi
Realisasi
Realisasi
Realisasi
Realisasi
Realisasi
Prediksi
201,204,876,814.52 303,260,384,8 586,149,620,0 640,202,989,53 514,103,467,11 474,526,424,64 300,060,345,24
96.35
20.12
6.83
1.39
0.93
8.00

PENERIMAAN
PEMBIAYAAN
DAERAH

201,204,876,814.52 353,260,384,8 632,401,128,1 690,767,077,09 514,103,467,11 474,526,424,64 300,060,345,24


96.35
02.12
6.83
1.39
0.93
8.00

SiLPA Tahun
Anggaran
Sebelumnya

201,204,876,814.52 353,260,384,8 631,825,442,5 690,767,077,09 514,103,467,11 474,526,424,64 300,060,345,24


96.35
26.85
6.83
1.39
0.93
8.00

Penerimaan Kembali
Pemberian Pinjaman

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00 50,000,000,00 46,251,508,08 50,564,087,560


0.00
2.00
.00

0.00

0.00

0.00

Penyertaan Modal
(Investasi) Pemda

0.00 50,000,000,00 40,000,000,00 50,130,000,000


0.00
0.00
.00

0.00

0.00

0.00

Pembayaran Pokok
Utang

0.00

0.00

0.00

0.00

PENGELUARAN
PEMBIAYAAN
DAERAH

PEMBIAYAAN NETTO

0.00

0.00 575,685,575.2
7

0.00 6,251,508,082. 434,087,560.00


00

201,204,876,814.52 303,260,384,8 586,149,620,0 640,202,989,53 514,103,467,11 474,526,424,64 300,060,345,24


96.35
20.12
6.83
1.39
0.93
8.00

BAB IV
ANALISA ISUISU
STRATEGIS

ISU STRATEGIS

DINAMIKA GLOBAL, NASIONAL DAN REGIONAL DAN PROVINSI


1.
2.
3.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

ISU
STRATE
GIS
GLOBAL
:

Asean Economic Community 2015


AFCTA, IMT-GT, IMS-GT
SDGs

ISU
STRATE
GIS
NASION
AL

Pembangunan Dan Perdagangan Nasional Serta Regional


Kedaulatan Pangan Dan Energi
Membangun Dari Desa
Poros Maritim Dunia
Kemiskinan
Revolusi Mental

ISU STRATEGIS REGIONAL:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Penyelesaian batas Provinsi Jambi dengan Prov. Riau, Bengkulu, Kepri, Sumsel dan Sumbar
Pencegahan dan Penanganan Kasus Kebakaran Lahan.
Pemberdayaan KAT-SAD lintas Provinsi
Pemberdayaan masyarakat penyangga, TNB, TNBT dan TNKS.
Pelayanan pendidikan dan kesehatan lintas provinsi
Potensi konflik Perambahan lahan Masyarakat
Gangguan keamanan disepanjang lintas timur.

1. Kebutuhan Dasar Manusia


2. Infrastruktur Daerah

ISU
STRATE
GIS
REGION
AL

ISU
STRATE
GIS
PROVIN
SI

3. Pertanian dan Lingkungan Hidup


4. Perekonomian Daerah
5. Tata Pemerintahan
32

BAB V
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN

VISI DAN MISI JAMBI TUNTAS 20121


VISI

URAIAN VISI

PROVINSI Terwujudnya tatakelola


JAMBI YANG Pemerintahan yang
TERTIB
Bersih, Transparan,
Akuntabel dan harmonis
.
Terwujudnya Sumber
PROVINSI
Daya Manusia (SDM)
JAMBI YANG yang berkualitas untuk
UNGGUL
menciptakan ekonomi
Jambi yang berdaya
saing.
Terwujdunya kehidupan
PROVINSI
masyarakat Aman,
JAMBI YANG Tentram, dan Damai
NYAMAN untuk mendorong iklim
investasi dan berusaha
yang kondusif

IDIKATOR
VISI

MISI

IGI

1 Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan daerah


yang bersih, transparan,akuntabel dan
partisipatif yang berorientasi pada pelayanan
publik.

IPM

2 Meningkatkan kualitas sumber daya manusia


yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis, dan
berkesetaraan gender.

IDI

3 Menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi


antar umat Beragama dan kesadaran hukum
masyarakat.

Pertumbuhan
Terwujudnya
Ekonomi
PROVINSI
kemandirian ekonomi
JAMBI YANG
masyarakat yang
TANGGUH
berkelanjutan dan

mampu bersaing dalam


Persentase
globalisasi.
peningkatan sektor

skunder dan tersier


Terwujudnya
Indeks Williamson
PROVINSI pembangunan yang adil
Gini Rasio
JAMBI YANG dan merata tanpa ada
ADIL
deskriminasi perbedaan

individu, golongan
maupun wilayah

4 Meningkatkan daya saing daerah melalui


optimalisasi pembangunan ekonomi
kerakyatan yang didukung oleh penerapan Ilmu
pengetahuan , teknologi, dan inovasi (IPTEKIN)
berwawasan lingkungan

5 Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas


infrastruktur umum, Pengelolaan energi dan
sumber daya alam yang berkeadilan dan
berkelanjutan
34

RPJPD

PROVINSI
JAMBI TAHUN 2005-2025
6 Misi Pembangunan Provinsi Jambi :

1. Mewujudkan daerah yang memiliki keunggulan


kompetitif
2. Mewujudkan Masyarakat beriman, bertaqwa dan
JAMBI YANG
Berbudaya
MAJU, MANDIRI,
3. Mewujudkan masyarakat demokratis dan berbudaya
hukum
ADIL DAN
4. Mewujudkan kondisi yang aman, tentram dan tertib
SEJAHTERA
5. Mewujudkan pembangunan yang merata dan
berkeadilan.
6. Mewujudkan
pembangunan
TAHAPAN RENCANA PEMBANGUNAN
JANGKA
PANJANG yang berkelanjutan

VISI

PROVINSI JAMBI

RPJMD TAHAP 1
(2005-2010)
peningkatan
1. daya saing ekonomi,
2. kemampuan dan
pemerataan
pembangunan,
3. kesejahteraan dan
kehidupan
masyarakat yang
berkualitas dan
4. pembangunan hukum
dan tata
pemerintahan yang
baik

RPJMD TAHAP 4
(2021-2025)
RPJMD TAHAP 2
(2011-2015)
1. kualitas pelayanan
dasar,
2. pertumbuhan
ekonomi serta
3. peningkatan
kualitas
pengelolaan
sumberdaya alam
dan lingkungan
hidup

RPJMD TAHAP 3
(2016-2020)

1.Terbangunnya struktur
kehidupan sosial
budaya dan ekonomi
masyarakat Jambi yang
kokoh berlandaskan
keunggulan kompetitif
di berbagai wilayah.
2.Peningkatan kualitas
kelembagaan
pemerintah
3.Penguatan sektor
industri
4..dst

1. Pencapaian daya
saing wilayah dan
ekonomi rakyat ;
2. Terwujudnya
infrastruktur
wilayah yang
berkualitas, serta
3. perkembangan
penerapan IPTEK.

RPJMD 2010-2015 ditetapkan melalui PERDA Nomor 1


Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah 2010-2015

35
35

TRISAKTI DAN NAWACITA


VISI: TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKERIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG
7
Keamanan nasional
yg mampu menjaga
kedaulatan wilayah,
menopang
kemandirian
ekonomi dengan
mengamankan SD
maritim, dan
mencerminkan
kepribadian
Indonesia sebagai
negara kepulauan.

Masyarakat maju,
berkeimbangan
dan demokratis
berlandaskan
negara hukum.

Politik LN bebas
aktif dan
memperkuat jati
diri sebagai negara
maritim

M I S I

Kualitas hidup
manusian
Indonesia yang
tinggi, maju dan
sejahtera

Bangsa
berdayasaing

Indonesia menjadi
negara maritim
yang mandiri,
maju, kuat dan
berbasiskan
kepentingan
nasional

Masyarakat yang
berkepribadian
dalam kebudayaan.

NAWACITA 9 AGENDA PRIORITAS


Akan menghadirkan
kembali negara
untuk melindungi
segenap bangsa
dan memberi rasa
aman pada seluruh
WN

Akan membuat
Pemerintah tidak
absen dengan
membangun tata
kelola Pemerintah
yang bersih,
efektif, demokratis
dan terpercaya

Akan
membangun
Indonesia
dari
pinggiran
dengan
memperkua
t daerahdaerah dan
desa dalam
kerangka
Negara
Kesatuan

BERDAULAT DALAM BIDANG POLITIK


(12 program aksi-115 Prioritas Utama)
1.Membangun wibawa politik
LN dan mereposisi peran
Indonesia dalam isu-isu
global (4)
2.Menguatkan sistem
pertahanan negara (4)
3.Membangun politik
keamanan dan ketertiban
masyarakat (8)
4.Mewujudkan profesionalitas
intelijen negara (7)

5. Membangun
keterbukaan
informasi dan
komunikasi
publik (7)
6.Mereformasi
sistem dan
kelembagaan
demokrasi (6)
7.Memperkuat
politik
desentralisasi
dan otda (11)
8.Mendedikasik
an diri untuk

9.

Melindungi dan
memajukan
hak-hak
masyarakat
adat (6)
10. Pemberda-yaan
Perempuan
dalam politik
dan
pembangunan
(7)
11. Mewujudkan
sistem dan
penegakan
hukum yang

Akan menolak
Negara lemah
dengan
melalukan
reformasi
sistem
penegakan
hukum yang
bebas korupsi,
bermartabat
dan
terpercaya.

Akan
meningkatka
n kualitas
hidup
manusia
Indonesia
melalui:
Indonesia
Pintar,
Indonesia
Sehat,
Indonesia
Kerja dan
Indonesia
Sejahtera

Akan
meningkatkan
produktivitas
rakyat dan
dayasaing di
pasar
internasional

BERDIKARI DALAM BIDANG EKONOMI


(16 Program Aksi)
1.Dedikasikan
pembangunan kualitas
SDM
2.Membangun kedaulatan pangan
berbasis agribisnis
kerakyatan
3.Mendedikasikan
program u/ membangun daulat energi
berbasis kepentingan
nas.
4.Untuk pengua-saan
SDA melalui 7 langkah
& mem-bangun

5.Membangun
pemberdaya
an buruh
6.Membangun
sektor
keuangan
berbasis
nasional
7.Penguatan
investasi
domestik
8.Membangun
penguatan
kapasitas
fiskal negara

11. Penguatan
sektor
kehutanan
12. Membangun
tata ruang
dan
lingkungan
berkelanjutan
13. Membangun
perimbangan
pembanguna
n kawasan
14. Membangun
karakter dan
potensi wisata

Akan
mewujudka
n
kemandiria
n ekonomi
dengan
menggerak
kan sektorsektor
strategis
ekonomi
domestik

Akan
melakuk
an
revolusi
karakter
bangsa

Akan
memperte
guh
Kebhineka
an dan
memperku
at
restorasi
sosial.

BERKEPRIBADIAN DALAM
BIDANG KEBUDAYAAN
(3 Program Aksi)
1.Berkomitme
n
mewujudkan
pendidikan
sbg
pembentuk
karakter
bangsa

2.Akan
memperteg
uh
kebhinekaan
Indonesia
dan
memperkuat
restorasi
sosial

3.Akan
memban
gun jiwa
bangsa
melalui
pemberd
ayaan
pemuda
dan olah
raga

KETERKAITAN TRISAKTI DENGAN RENCANA MISI PROVINSI JAMBI


TRISAKTI
Trisakti 1:
Berdaulat Dalam Bidang Politik
(12 program aksi-115 Prioritas
Utama)

RENCANA MISI PROVINSI JAMBI


MISI 1:
Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan daerah dan desa yang bersih, transparan,akuntabel dan
partisipatif serta berorientasi pelayanan publik
Misi 3
Menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat Beragama dan jaminan kepastian
hukum.
Misi 4:
Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis
agribisnis dan agroindustri

Trisakti 2
Berdikari Dalam Bidang
Ekonomi
(16 Program Aksi)

MISI 5
Meningkatkan kualitas dan ketersediaaan infrastruktur umum, Pengelolaan energy dan sumber daya
alam yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan.
MISI 6
Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja dan penguatan
modal

Trisakti 3
Berkepribadian Dalam Bidang
Kebudayaan
(3 Program Aksi)

MISI 2:
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis, dan
berkesetaraan gender.

37

KETERKAITAN AGENDA NAWACITA DENGAN PROGRAM PRIORITAS


AGENDA NAWACITA
Agenda 1
Akan menghadirkan
kembali negara untuk
melindungi segenap
bangsa dan memberi
rasa aman pada seluruh
WN

PROGRAM PRIORITAS
1.
2.
3.
4.

Fasilitasi penyelesaian konflik masyarakat antar daerah kabupaten/kota


Memfasilitasi pembinaan keamanan dan ketertiban; (koordinasi keamanan wilayah di Forkompimda)
Pembinaan kerukunan dan toleransi anatar suku dan anatar umat beragama
Pemberian kepastianj hokum terhadap haka adat dan hak ulayat masyarakat local dan komunitas adat
terpencil serta masyarakat transmigrasi
5. Pemberian bantuan hokum dan pendampingan masyarakat kurang mampu guna melindungi hak-haknya
sebagai warga negaras
6. Pembinaan dan pelatihan keterampilan terhadap eks penyandang penyakit masyarakat
7. Peningkatan kualitas hokum daerah

Agenda 2:
Akan membuat
Pemerintah tidak absen
dengan membangun tata
kelola Pemerintah yang
bersih, efektif,
demokratis dan
terpercaya

1. Peningkatan manajemen pelayanan, dan integrasi pelayanan melalui pengembangan sistem e-government
yang terintegrasi dengan kabupaten/kota.
2. Peningkatan jangkauan pelayanan dan kualitas pelayanan publik melalui pelayanan satu pintu, PATEN
(Kecamatan) dan PATEK (Kelurahan).
3. Peningkatan partisipasi masyarakat melalui keterbukaan informasi publik dan pengawasan pembangunan,
pengelolaan dan Pengembangan Aset Daerah.
4. Peningkatan kualitas perencanaan dan pengendalian pembangunan.
5. Peningkatan proporsi belanja publik lebih besar dari belanja aparatur, berserta peningkatan kualitas
pengawasan.
6. Peningkatan kualitas dan etos kerja melalui perbaikan sistem rekrutmen, promosi, mutasi, dan rasionalisasi.
7. Peningkatan Tunjangan Kinerja Daerah
8. Peningkatan quota perempuan dalam jabatan pemerintahan dan kedudukan strategis lainnya
9. Peningkatan peran dan fungsi legislatif

Agenda 3:
Akan membangun
Indonesia dari pinggiran
dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa
dalam kerangka Negara
Kesatuan

1. Alokasi bantuan infrastruktur desa sebesar 200.000.000 per desa (jumlah desa 1389 desa)
2. Peningkatan kapasitas aparatur desa melalui peningkatan kualitas SDM Pemerintah Daerah/Desa.
3. Fasilitasi kerjasama antar desa antar kabupaten/kota, antar lembaga, dan kualitas kelembagaan dan
ketatalaksanaan.
4. Tambahan penghasilan bagi aparatur desa sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta) pertahun;

38

KETERKAITAN AGENDA NAWACITA DENGAN PROGRAM PRIORITAS


AGENDA NAWACITA

PROGRAM PRIORITAS

Agenda 5 :
Akan meningkatkan
kualitas hidup manusia
Indonesia melalui:
Indonesia Pintar,
Indonesia Sehat,
Indonesia Kerja dan
Indonesia Sejahtera

1. Peningkatan penyelenggaraan pelayanan kesehatan ( Rumah sakit Provinsi dan Rumah


Sakit Muaro Bungo dari kelas B ke Kelas A sebagai Rumah sakit rujukan Regional.
2. Pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Provinsi Jambi.
3. Pemberian Jaminana Kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu non Badan
Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).
4. Pemberian tambahan penghasilan non guru sertifikasi dan tenaga medis daerah terpencil.
5. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan melalui status puskesmas
rawat jalan menjadi rawat inap, rawat inap menjadi rawat inap plus serta pemerataan
dokter spesialis dan tenaga medis lainnya.
6. Penyelenggaraan dan peningkatan kesehatan keluarga dan pemberdayaan masyarakat
dan keluarga sejahtera.
7. Peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta kewaspadaan rawan gizi dan
pangan.
8. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan dan penanganan penyakit menular dan tidak
menular.
9. Peningkatan pelayanan masyarakat Veteriner dan kesahatan hewan.
10. Peningkatan kualitas penyelenggaraan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah baik jalur sekolah dan luar sekolah.
11. Peningkatan peran serta masyarakat/swasta dalam penyelenggaraan pendidikan.
12. Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
13. Peningkatan APM dan APK pada jenjang pendidikan menengah melalui pendidikan gratis.
14. Kuliah gratis untuk 15.000 orang anak kurang mampu untuk tingkat sarjana di perguruan
tinggi negeri/swasta.
15. Pembangunan sekolah kejuruan (SMK, politeknik), Sciens part dan techno part sesuai
potensi daerah.
16. Peningkatan kualitas ketenagakerjaan melalui optimalisasi balai pelatihan kerja,
penyediaan fasilitas peralatan, kerja dan instruktur yang berkompeten.
17. Perlindungan ketenagakerjaan
18. Penguatan informasi dan pengetahuan masyarakat tentang kesetaraan gender

39

KETERKAITAN AGENDA NAWACITA DENGAN PROGRAM PRIORITAS


AGENDA NAWACITA

PROGRAM PRIORITAS

Agenda 6:
Akan
meningkatkan
produktivitas
rakyat dan daya
saing di pasar
internasional

1. Peningkaatn produktivitas sektor pertanian untuk peningakatn kesejahteraan petani dan mendukung
kedaulatan pangan;(peningkatan kapasitas penyuluh, bantuan Alsintan dan sarana produksi)
2. Peningkatan nilai tukar petani; (peningkaatan kualitas produksi, fasilitasi akses pasar, peningkatan
pembangunan jalan produuksi, peningakatan keterampilan dan penegtahuan petani) Peningakatn
infestasi industry pengolahan dan pemberdayaan petani dalam penguasaan tekhnologi tepat guna;
(pemanfaatan hasil inovasi tekhnologi daerah)

Agenda 7:
Akan
mewujudkan
kemandirian
ekonomi dengan
menggerakkan
sektor- sektor
strategis
ekonomi
domestik

1. Peningkatan produktivitas UMKM dan koperasi melalui pemberdayaan dan pendampingan serta
akses permodalan
2. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan dan sentra produksi ekonomi masyarakat
sesuai RTRW Provinsi, Kabupaten /Kota
3. Pengembanagn dan provmosi industry ekonomi kreatif berbasis komunitas dan komoditas daearh
(Kebijakan/regulasi, pembangunan sentra ekonomi kreatif, penyiapan saran dan prasarana serta
peningkatan kapasitas SDM pelaku ekonomi kreatif)
4. Peningkatan produktifitas usaha koperasi dan UKM
5. Pengembangan dan penataan pasar rakyat
6. Pengembanagn usaha industry rumah tangga, kecil dan menegah
7. Pengembangan usaha perdagangan dan jasa
8. Peningakatn daya saing investasi
9. Pengembangan agribisnis perkotaan
10. Penyiapan kawasan niaga dan industry yang ramah lingkunagn
11. Peningkatan pendapatan daerah
12. Peningkatan manajemen pengolaan keuanagn daerah

Agenda 8:

1. Peningkatan peran lembaga adat dalam pelestarian buidaya daerah


2. Peningakatn fasilitas penunjang pelestarian seni dan budaya daerah
3. Peningkatan pembinaan generasi muda dan seni budaya melalui menumbuhkembangkan seni dan
budaya daerah
4. Peningkatan fasilitas dan pembinaan olahraga di sekolah menengah di desa/kelurahan
5. Pemberdayaan organisasi kepemudaan dan karang taruna
6. Pemberian tunjangan kesejahteraan, tunjangan kependidikan dan penghargaan bagi olahragawan
daerah yang berprestasi

Akan melakukan
revolusi karakter
bangsa

40

JANJI POLITIK
BESAR
VOLUME
DANA
1 Tambahan penghasilan bagi aparatur desa sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus 100,000,000
1,398
juta) pertahun;
3 Peningkatan Tunjangan Kinerja Daerah (12 bulan)
6,000,000
6,350
4 Pemberian Jaminan Kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu non Badan
300,000
53,722
Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).
5 Pemberian tambahan penghasilan non guru sertifikasi dan tenaga medis daerah
terpencil.
6 Peningkatan kualitas penyelenggaraan anak usia dini, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah baik jalur sekolah dan luar sekolah.
7 Peningkatan APM dan APK pada jenjang pendidikan menengah melalui pendidikan
gratis.
8 Kuliah gratis untuk 15.000 orang anak kurang mampu untuk tingkat sarjana di 10,000,000
15,000
perguruan tinggi negeri/swasta.
9 Alokasi bantuan infrastruktur desa sebesar 200.000.000 per desa (jumlah desa 200,000,000
1,398
1389 desa)
10 Pengembangan pembangkit listrik mikro hidro di daerah pedesaan yang potensial
11 Penyediaan eksavator disetiap kecamatan sebagai fasilitas cepat tanggapan untuk 1,500,000,000
138
penataan drainase, normalisasi sungai dan permbaikan sarana pertanian
masyarakat lainnya (didaerah sungai dan rawa)
12 Pelatihan keterampilan kerja , pemberian bantuan kredit mikro bagi masyarakat
miskin dan pengangguran
13
Pemberian bantuan sertifikasi tanah bagi masyarakat miskin/kurang mampu
JANJI POLIKTIK BELANJA TIDAK LANGSUNG

Jumlah

JUMLAH DANA
139,800,000,000
38,100,000,000
16,116,600,000

150,000,000,000
279,600,000,000

207,000,000,000

830,616,600,000
41

TERIMA KASIH

STRATEGI &
ARAH KEBIJAKAN

MISI 1 : Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan daerah yang bersih, transparan,akuntabel dan partisipatif
yang berorientasi pada pelayanan publik
Tujuan

Meningkatk
an tata
kelola
pemerintah
an daerah
yang
bersih,
transparan,
akuntabel
dan
partisipatif

Sasaran

Strategi

Meningkatnya Peningkatan
transparansi dan transparansi
akuntabilitas
dan
kinerja dan
akuntabilitas
pengelolaan
Kinerja daerah
keuangan
daerah
Peningkatan
transparansi
dan
akuntabilitas
pengelolaan
keuangan
daerah

Arah Kebijakan

Meningkatkan
Akuntabilitas
Kinerja Provinsi
dan
Kabupaten/Kota

Indikator
Kinerja
(outcome)
Nilai SAKIP

Capaian Kinerja
Kondisi
Kondisi
Akhir
Awal 2015
2021
cc

persentase
Kabupaten/ko
ta nilai sakip
Baik

22%

persentase
Kabupaten/ko
ta nilai sakip
Baik
Hasil audit
BPK terhadap
laporan
keuangan

22%

WTP

persentase
Kabupaten/ko
ta mendapat
WTP

Peningkatan
Persentase
Penyelenggaraan LHP yang
Sistem
ditindaklanjuti
Pengendalian
Intern Pemerintah
(SPIP)

Program
Pembangunan
Daerah

peningkatan kinerja Biro


daerah
organisasi,
Bappeda,
Inspektorat
Biro
organisasi,
Bappeda,
Inspektorat
Biro
organisasi,
Bappeda,
Inspektorat
BPKAD,
Program
peningkatan dan Bappeda
pengembangan
pengelolaan
keuangan daerah
Program
pembinaan dan
fasilitasi
pengelolaan
keuangan
kabupaten/kota

65%

Bidang
Urusan /SKPD
Penanggung
Jawab

BPKAD,
Bappeda

Program
Inspektorat
peningkatan sistem
pengawasan
internal dan
pengendalian
pelaksanaan
kebijakan KDH

MISI 2 : Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya,
agamis, dan berkesetaraan gender.
Capaian Kinerja
Tujuan

Meningkatka
n kualitas
sumberdaya
manusia
melalui
peningkatan
kualitas
kesehatan

Sasaran Strategi

Meningkatn
ya akses
layanan
kesehatan
masyarakat
yang
terjangkau
dan merata

Menurunny
a Angka
Kesakitan

Arah
Kebijakan

Indikator Kinerja
Program Pembangunan Daerah
Kondisi Kondisi
(outcome)
Awal
Akhir
2015
2021
Peningkatan Indek
0,6907
Program pengadaan, peningkatan
peanyelengga Pembangunan
sarana dan prasarana rumah sakit/
ran pelayanan Kesehatan
rumah sakit jiwa/ rumah sakit parukesehatan
Masyarakat (IPKM)
paru/ rumah sakit mata
Persentase
NA
Program pengadaan, peningkatan
Kecamatan yang
dan perbaikan sarana dan prasarana
mempunyai
puskesmas/ puskemas pembantu
Puskersmas yang
dan jaringannya
terakreditasi
Persentase
32,30%
Pemberian Jaminana Kesehatanbagi
peningkatan
masyarakat tidak mampu
jumlah peserta
BPJS kesehatan
Persentase
83,25%
Program peningkatan keselamatan
persalinan yang
ibu melahirkan dan anak
dibantu tenaga
kesehatan
Angka gizi buruk
19,70%
Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Angka Kesakitan

Program Pencegahan dan


Penanggulangan Penyakit Menular
(Swadana)
Program Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat
(Swadana)
Program Standarisasi Pelayanan
Kesehatan

Bidang
Urusan
/SKPD
Penanggun
g Jawab
Dinkes,
RSU, RSJ,
Bapelkes
Dinkes

Dinkes,
RSU, RSJ,
Bapelkes
Dinkes,
RSU, RSJ,
Bapelkes
Dinkes,
RSU, RSJ,
Bapelkes
Dinkes,
RSU, RSJ,
Bapelkes
Dinkes

Dinkes,
RSU, RSJ,
Bapelkes

MISI 3: Menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat Beragama dan kesadaran
hukum masyarakat
Tujuan

Sasaran

Strategi

Arah Kebijakan

Mewujudk Meningkatnya
an
keamanan
keamanan dan ketertiban
dan
melalui
ketertiban kerukunan
daerah
antar suku
dan antar
umat
beragama
Menurunnya
konflik
keagamaan

Mengembangkan fungsi dan


peran forum
kerukunan umat
beragama
(FKUB)

Revitalisasi FKUB
sehingga dapat
menjadi lembaga
yang optimal bagi
para tokoh agama,
masyarakat dan
pemerintah

Indikator
Kinerja
(outcome)

Capaian Kinerja
Kondisi Kondisi
Awal 2015 Akhir
2021

Indeks
Kebebasan
deskriminasi

96,70

Indeks
Kebebasan
berkeyakinan

76,67

Optimalisasi lembaga
sosial keagamaan
yang ada dan
berkembang di
masyarakat
Meningkatkan
pengendalian
terhadap
konflik
masyarakat

Pemberian kepastianj persentase


hukum terhadap haka penyelesaian
adat dan hak ulayat konflik
masyarakat local dan
komunitas adat
terpencil serta
masyarakat
transmigrasi

25%

Bidang
Urusan
/SKPD
Penanggu
ng Jawab
Program peningkatan Kesramas,
keamanan dan
Kesbangpol
kenyamanan
lingkungan
Program peningkatan
koordinasi
Forkompinda dan
pemerintah
kabupaten/kota
Program pembinaan Kesramas,
dan fasilitasi
Kesbangpol
kesejahteraan sosial
di bidang kehidupan
umat beragama
Program
Pembangunan
Daerah

Program pembinaan
dan fasilitasi
kesejahteraan sosial
di bidang sosial
masyarakat

Kesramas,
Kesbangpol

Program
pemberdayaan
masyarakat untuk
menjaga ketertiban
dan keamanan

Kesramas,
Kesbangpol

MISI 4 : Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh
penerapan Ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan lingkungan
Tujuan

Sasaran

Meningkatkan
Meningkatnya
daya saing
jumlah dan
daerah melalui kualitas SDM
ekonomi
penopang
kerakyatan yang ekonomi
berbasis iptekin kerakyatan
dan
berbasis IPTEKIN
entrepreneurship dan
entrepreneurship

Strategi

Arah Kebijakan

Mengembangka Meningkatkan jumlah


n
SDM SDM yang menguasai
berkemampuan dan terampil di bidang
IPTEKIN
dan IPTEKIN dan
Entrepreneur
entrepreneur

Capaian Kinerja
Indikator Kinerja Kondisi Kondisi
Awal 2015 Akhir
(outcome)
2021
Persentase SDM
penopang
ekonomi
kerakyatan
berbasis IPTEKIN
dan
enterpreneurship
yang terlatih pada
diklat - diklat
berstandar

Program
Pembangunan
Daerah

Bidang
Urusan
/SKPD
Penanggun
g Jawab

Program
Pengembangan
Kewirausahaan dan
Keunggulan
Kompetitif Usaha
Kecil Menengah

1,2,3,4,5,6,7
,8,9,10,11,12
,13,14,15,16
,17,24,
28,30,32,33,
46

Program
Peningkatan
Kualitas dan
Produktivitas
Tenaga Kerja
Program
peningkatan
upaya
penumbuhan
kewirausahaan
dan kecakapan
hidup pemuda

6,7,8,10,11,1
2,13,14,15,1
6,17,24,25,2
8,30,32,33,4
6
1,2,4,5,6,7,8
,10,11,12,13,
32

meningkatkan jumlah Persentase


dan kemampuan sdm peningkatan SDM
perekayasa inovasi
perekayasa
inovasi
Meningkatkan sdm
pengajar dan pelatih
penerapan
ketrampilan iptekin
dan entrepreneuship

Persentase SDM
pengajar dan
pelatih penerapan
keterampilan
IPTEKIN dan
enterpreneurship

1,14,28,30

Program
Peningkatan
kapasitas
Sumberdaya
Aparatur

Seluruh
SKPD

MISI 4 : Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang
didukung oleh penerapan Ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan lingkungan

Tujuan

Sasaran

Strategi

Meningkatkan
pengembangan
usaha yang
produktif dan
menguntungkan
BUMD

Peningkatan daya
serap tenaga kerja
Meningkatkan
pada sektor
kegiatan
ekonomi produktif
ekonomi
guna mencipatakan
produktif padat
lapangan kerja dan
karya
menurunkan
pengangguran

Arah Kebijakan

- Meningatkan
kompetensi pengelola
bisnis BUMD
- Mengembangkan
usaha BUMD yang
perspektif dan
menguntungkan

Kondisi
Indikator Kinerja Kondisi
Awal
2015
Akhir
2021
(outcome)

Persentase
pengelola BUMD
yang kompeten
Persentase
peningkatan
keuntungan BUMD

-Mengembangkan Persentase
peningkatan
kerjasama antar
BUMD yang saling kerjasama BUMD
dg bisnis lainnya.
menguntungkan
Persentase
penyerapan
tenaga kerja pada
sektor agroindustri
Mengembangkan
agroindustri berbasis
padat karya

Persentase
peningkatan
pemuda yang ikut
ekonomi kreatif
Meningkatkan
Persentase
peningkatan SMK
kompetensi
Menumbuhkembangka
Teknologi dan
tenaga kerja agar
n SMK Teknologi dan
siap kerja dan
Politeknik
Politeknik Agroindustri
dapat
Agroindustri
berwirausaha
Mengembangkan
ekonomi kreatif bagi
pemuda

Bidang
Program
Urusan
Pembangunan
/SKPD
Daerah
Penanggung
Jawab

MISI 4 : Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan
yang didukung oleh penerapan Ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan
lingkungan

Tujuan

Meningkatkan
fundamental
ekonomi yang
kuat melalui
perubahan
struktur ekonomi
yang mampu
memberikan nilai
tambah dengan
memanfaatkan
IPTEK

Sasaran

Stabilitas Makro
Ekonomi yang
terjaga untuk
mencapai
perubahan struktur
ekonomi yang kuat
dan seimbang yang
pada gilirannya
mendorong
peningkatan
pendapatan daerah

Peningkatan nilai
tambah produk
pertanian melalui
penerapan TTG
untuk mendorong
peningkatan
pendapatan dan
kesejahteraan
petani/nelayan.

Strategi

Arah Kebijakan

Bidang
Program
Urusan
Kondisi
Indikator Kinerja Kondisi
/SKPD
Awal
2015
Akhir
2021 Pembangunan
(outcome)
Daerah
Penanggun
g Jawab

Mendorong
Merancang regulasi Persentase
hilirisasi melalui yang mendorong
peningkatan
pemanfaatan
tumbuh kembangnya sektor Skunder
IPTEKIN sehingga pemanfaatan
mampu merubah IPTEKIN dalam
struktur ekonomi pengelolaan
dari primer ke
sumberdaya alam
skunder dan
dan pengolahan
tersier yang pada komoditi unggulan
gilirannya
Jambi.
tercapainya
kondisi makro
ekonomi yang
stabil dengan
peningkatan
sektor ekonomi
secara merata
Mengalokasikan
Persentase
anggaran yang dapat belanja yang
mendorong program mendorong
ekonomi kerakyatan ekonomi
yang berbasis pada kerakyatan
IPTEKIN
Mendorong
Merancang teknologi persentase
pengolahan
tepat guna (TTG)
peningkatan
produk pertanian yang sesuai dengan pemanfaatan TTG
dengan
karateristik dan skala
menerapkan
ekonomi petani
teknologi tepat
Jambi
guna

11%

Program
Disperindag
peningkatan dan
pengembangan
ekspor

NA

Program
Penguatan
Kapasitas
Kelembagaan
Ekspor dan
Importir Daerah
Program
peningkatan
penerapan
teknologi
pertanian/perkeb
unan

NA

Disperindag

Distan,
disnak,
Disbun,
Disklakan

MISI 4 : Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan
yang didukung oleh penerapan Ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan
lingkungan

Tujuan

Sasaran

Strategi

Memfasilitasi
stakeholder
pertanian yang
menerapkan TTG

Arah Kebijakan

Bidang
Program
Urusan
Kondisi
Indikator Kinerja Kondisi
/SKPD
Awal 2015 Akhir 2021 Pembangunan
(outcome)
Daerah
Penanggun
g Jawab

Melaksanakan Bintek persentase UPTD


stakeholder
pertanian yang
pertanian yang
melaksanakan
menerapkan TTG
Bintek

persentase UPTD
pertanian yang
telah menerapkan
TTG pada petani
Percepatan industri Memberikan
Persentase
pengolahan komoditi kemudahan bagi Mendorong industri kesiapan kawasan
karet dan sawit
investor industri hilir dan kelapa sawit industri di Provinsi
hilir pengolahan masuk ke Kawasan jambi
komoditi karet dan Industri
kelapa sawit.
Membangun
Persentase
infrastruktur dasar di kesiapan
Kawasan industri
infrastruktur dasar
untuk produk jadi
karet dan kelapa
sawit yang diolah
di Provinsi jambi
Memberikan
Membangun
persentase
kemudahan bagi infrastruktur
kesiapan
UMKM untuk
pendukung di sentra infrastruktur
masuk ke Industri pengembangan
pendukung di
Hilir
UMKM yang
sentra
mengolah komoditi pengembangan
sawit dan karet
UMKM

Program
Distan,
pemberdayaan BPTP,
penyuluh
Bakorluh
pertanian/perkeb
unan lapangan

NA

NA

NA

Program
Perkebunan ,
peningkatan
Disperindag
penerapan
teknologi
pertanian/perkeb
unan
Program
Perkebunan ,
Peningkatan
Disperindag
Kemampuan
Teknologi Industri

MISI 4 : Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan
yang didukung oleh penerapan Ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan
lingkungan

Tujuan

Meningkatkan
pertumbuhan
ekonomi yang
berkualitas
melalui
peningkatan
investasi daerah
baik pemerintah,
swasta maupun
BUMD, dan
pemanfaatan
IPTEKIN untuk
mendorong daya
serap tenaga
kerja

Sasaran

Peningkatan
investasi daerah
melalui iklim
investasi yang
kondusif dan
penyediaan
infrastruktur yang
berdaya saing

Strategi

Arah Kebijakan

Menciptakan Penyederhanaan
Iklim investasi prosedur, perijinan yang
yang sehat
menghambat kelancaran
dengan
investasi, arus barang dan
reformasi
jasa perdagangan .
kelembagaan Menyiapkan SDM yang
birokrasi di
profesional dan kompeten
berbagai
dibidang pelayanan
tingkatan yang investasi sehingga sejalan
mampu
dengan reformasi
mengurangi kelembagaan untuk
praktek
mengurangi praktek
ekonomi biaya ekonomi biaya tinggi.
tinggi
Meningkatkan Promosi
investasi daerah
Menyiapkan
kawasan
ekonomi
khusus (KEK)
untuk
investasi
agribisnis dan
agroindustri

Indikator Kinerja
(outcome)

Kondisi
Awal 2015

Rata-rata Lama hari


perizinan

NA

Persentase tingkat
realisasi investasi

Persentase
peningkatan nilai
investasi
Persentase
perkembangan KEK

Menetapkan kawasan
ekonomi khusus (KEK)
investasi agribisnis dan
agroindustri
Membantu menyiapkan
Ketersedaian
master plan pendukung
dokumen
pengembangan Kawasan perencanaan
Ekonomi Khusus yang
pengembangan
terintegrasi meliputi
kawasan ekonomi
infrastruktur jalan dan
khusus
jembatan menuju kawasan

Belum ada
masterplan
kawasan
ekonomi
khusus
(KEK) dan
infratsruktur
pendukung

Bidang
Program
Urusan
Kondisi
/SKPD
Akhir Pembanguna
n
Daerah
Penanggun
2021
g Jawab
Peningkatan
Pelayanan
Penanaman
Modal

BKPMD

Program
Peningkatan
Promosi dan
Kerjasama
Investasi

BKPMD

MISI 5 : Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur umum, Pengelolaan energi dan sumber daya alam yang
berkeadilan dan berkelanjutan
Tujuan

Sasaran

Mempercepat Penuntassan perbaikan


pembangunan dan pembangunan jalan
infrastruktur Provinsi terutama yang
yang merata akses ke sentra produksi
dan
Percepatan penyelesaian
menyentuh
pembangunan jembatan
terhadap
untuk kepentingan
akses dan
mobilitas perekonomian
sentra
masyarakat
perekonomian Percepatan perluasan
jangkauan aliran listrik dan
air bersih secara merata
dan berkeadilan

Percepatan
pengembangan Kawasan
Pelabuhan Muara Sabak
sebagai simpul akselarasi
ekonomi

Strategi

Arah
Kebijakan

Indikator Kinerja Capaian Kinerja


Bidang
Program
(outcome)
Urusan /SKPD
Kondisi
Kondisi
Pembangunan
Penanggung
Awal 2015 Akhir 2021
Daerah
Jawab
Persentase jalan
NA
Program
PU
provinsi menuju
Peningkatan
sentra produksi
Jalan &
kondisi mantap
Jembatan
Persentase
Program
PU
jembatan
pembangunan
provinsi dalam
jalan dan
kondisi baik
jembatan
Rasio Elektrifikasi

8 1,50

Program
Pengembangan
Energi

Akses Terhadap
Air Minum Yang
Layak

61,56

Program
PU
pengembangan
kinerja
pengelolaan air
minum dan air
limbah
PU,
Program
pembangunan Perhubungan,
Disperindag
sarana dan
prasarana
perhubungan
Sungai dan
laut
PU,
Pogram
Perhubungan,
Disperindag
peningkatan
pelayanan
angkutan

Persentase
peningkatan
volume ekspor
dari pelabuhan
Muara Sabak

Persentase
peningkatan nilai
ekspor dari
pelabuhan Muara
Sabak

ESDM

MISI 5 : Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur umum, Pengelolaan energi dan sumber daya alam yang
berkeadilan dan berkelanjutan
Tujuan

Sasaran
Percepatan pembangunan
Kawasan Ujung Jabung
Secara bertahap

Meningkatkan Lancarnya arus


kualitas dan pergerakan orang, barang
ketersediaan dan jasa melalui darat
infrastruktur
umum

Strategi

Arah
Kebijakan

Indikator Kinerja Capaian Kinerja


Bidang
Program
(outcome)
Urusan /SKPD
Kondisi
Kondisi
Pembangunan Penanggung
Awal 2015 Akhir 2021
Daerah
Jawab
persentase
PU,
Program
pembangunan
Peningkatan
jalan menuju
Jalan
ujung jabung
Persentase
PU,
penyelesaian
Perhubungan,
Program
penyediaan
Disperindag
Pembangunan
infrastruktur
Jalan
pendukung
pelabuhan
Persentase
penyelesaian
pelabuhan Ujung
Jabung
Jalan dalam
kondisi mantap

Laju Harian ratarata (LHR) Jalan


Provinsi

Lancarnya arus
pergerakan orang, barang
dan jasa melalui sungai
dan laut

persentase
ekspor melalui
pelabuhan jambi

32%

Pembangunan
Pelabuhan
Ujung Jabung

Perhubungan,

Program
pemeliharaan
jalan dan
jembatan

PU,

Perhubungan,
Program
Pembangunan
Prasarana dan
Fasilitas
Perhubungan
Perhubungan,d
isperindag

MISI 6 : Terwujudnya masyarakat jambi yang mampu memenuhi hak dasarnya baik
ekonomi, sosial, politik, budaya
Tujuan

Sasaran

Strategi

Menurunkan
Terciptanya
angka kemiskinan lapangan
dan
pekerjaan dan
pengangguran
akses permodalan
Mendorong
perusahaan
mengalokasikan
dana CSR

Meningkatnya
kualitas
keterampilan
tenaga kerja

Mendorong
semua
perusahaan yang
investasi di
Provinsi Jambi
untuk
menyediakan
kuota yang lebih
besar untuk
tenaga kerja asala
jambi

Arah Kebijakan

Indikator
Kinerja
(outcome)
persentase
tenaga kerja
yang
ditempatkan
Persentase
peningkatan
dana CSR

Capaian Kinerja

Bidang
Program
Urusan /SKPD
Pembangunan
Kondisi
Kondisi
Penanggung
Daerah
Awal 2015 Akhir 2021
Jawab
70
Program
Sosnakertran,
Peningkatan
Diskop,
Kesempatan Kerja disperindag,
BPMPP
NA
Program
Biro Kerjasama
kerjasama
pembangunan,
pembangunan
Bappeda

persentase
peningkatan
dana bergulir
masyarakat
miskin

NA

Penurunan
persentase
Rumah tangga
sangat miskin
Persentase
Penganggur
Terdidik

14%

28,63%

Persentase
NA
desa tanggap
bencana di
daerah rawan
bencana

Program bantuan Sosnakertrans,


kredit micro
BPMPP, Biro
masyarakat miskin Ekonomi
dan pengangguran

Pelatihan
Sosnakertran,
keterampilan kerja Diskop,
pemberian
disperindag,
bantuan kredit
BPMPP
mikro bagi
masyarakat miskin

Program mitigasi
bencana

BPMPP, Warsi,
ZSL, Walhi,
BPBD

ALTERNATIF PEMBIAYAAN
PROGRAM PRIORITAS
/JANJI POLITIK

Program Pembangunan Desa :


Mendukung Sasaran RPJMN 2015-2019
1. Desa Tertinggal: IPD <= 50
1.Terentasnya Kemiskinan dan Terciptanya Lapangan Kerja.
2.Terpenuhinya Standar Pelayanan Minimum (SPM) Desa.
3.Meningkatnya tata kelola perdesaan yang optimal
4.Terwujudnya desa yang berkelanjutan.

2. Desa Berkembang:
50 < IPD <= 75
3. Desa Mandiri: IPD > 75

5.Terwujudnya keterkaitan desa-kota.

Indikator

Nasional
2019

Target
Provinsi
Jambi
2021

Penurunan
Desa
Tertinggal

Sampai
5,000 desa

191 desa

Peningkatan
Desa Mandiri

Sedikitnya
2,000 desa

50 desa

Kndisi Desa di Provinsi Jambi


Tahun 2015 :
Desa Tertinggal Jambi : 191
desa
Desa Berkembang 1076
Desa Mandiri Jambi : 31
desa

BPMPP, PU, Diknas, Dinkes,


Bappeda, Sosnakertrans

56

Program Bantuan Beasiswa kepada


15000 orang
1. Jumlah bantuan masih akan
diatur
2. Setiap tahun 3000 orang
3. Sasaran KK Miskin dengan
kriteria Jurusan yang di
butuhkan daerah, Tenaga
Medis dan Guru

PROGRAM PENANGAN KEBAKARAN


LAHAN DAN HUTAN
Luas Kebakaran Tahun 2015 :
1. Dalam Kawasan Hutan Berdasarkan Jenis Lahan:
Lahan Gambut 74 %, Mineral 26 %
2. Luar Kawasan Hutan Berdasarkan Jenis Lahan:
Lahan Gambut 81 %, Mineral 19 %
Penanganan
Desa Gambut (237 Desa Gambut)

Kesiapsiagaan dalam
Penanganan Bencanan

1. Pembuatan Kanal Blocking di kanalkanal sekunder


2. Pelatihan dan pendampingan tentang:
pengetahuan lahan gambut, Budidaya
perkebunan, tanaman pangan,
hortikultura di lahan gambut,
pengembangan ternak berkelanjutan,
Teknis Pembuatan Pupuk Organik Cair
dan Padat untuk mengurangi
pemulihan lahan kritis gambut

Tanggap darurat seluruh


stakeholder

Penanggung jawab:
Polda, Korem, LSM, BPBD, SKPD
Lingkup Pertanian, BAPPEDA,
Biro SDA LH, Kehutanan,
BLHD

58

PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH


Pengembangan Kawasan
Ekonomi Khusus
Konsep dasar KEK adalah penyiapan
kawasan
yang
lokasinya
mempunyai
aksesibilitas ke pasar global (akses ke
pelabuhan laut dan atau
udara).
Areal
tersebut diberikan insentif tertentu untuk
menarik minat investor karena KEK akan
bersaing
secara global.
KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang
memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan
berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor,
impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai
ekonomi tinggi dan daya saing internasional.(Pasal 2 UU
39/2009)

KEK PROVINSI JAMBI :


1. KEK MUARA SABAK
2. KEK KUALA TUNGKAL
59

PROGRAM PENGEMBANGAN INOVASI DAERAH


PEMBANGUNAN TECHNO PARK DAN SCIENCE PARK

Pembangunan Science Park diarahkan berfungsi sebagai:

penyedia pengetahuan terkini oleh dosen universitas setempat, peneliti dari lembaga
litbang pemerintah, dan pakar teknologi yang siap diterapkan untuk kegiatan ekonomi;

penyedia solusi-solusi teknologi yang tidak terselesaikan di Techno Park;

sebagai pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut bagi perekonomian lokal.


ARAH KEBIJAKAN :
Pembangunan Tecno Park diarahkan berfungsi sebagai:

pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan


pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji oleh lembaga penelitian, swasta,
perguruan tinggi untuk diterapkan dalam skala ekonomi;

tempat pelatihan, pemagangan, pusat disseminasi teknologi, dan pusat advokasi


bisnis ke masyarakat luas

60

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

RENCANA AKSI PROGRAM 100 HARI GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR


Februari
Maret
April
Rencana Aksi
M3
M4 M1 M2 M3 M4 M1 M2 M3 M4 M1
Koordinasi dengan (FORKOMPINDA)
Koordinasi dengan Bupati dan Walikota (UU 23
tahun 2014)
Koordinasi dengan PTN dan PTS se Provinsi
Jambi
Koordinasi dengan seluruh pejabat eselon II
(SKPD)
Koordinasi dengan Insan Pers
Koordinasi dengan perwakilan Mahasiswa se
Provinsi Jambi
Koordinasi dengan perwakilan dengan ORMAS,
OKP dan LSM se Provinsi Jambi
Wagub atas izin gubernur melakukan Sidak ke
kantor-kantor pelayanan umum
Wagub atas izin gubernur melakukan Sidak ke
fasilitas infrastruktur yang telah dibangun
Analisis jabatan dan beban kerja SKPD
Analisis penilaian kinerja oleh Tim yang dibentuk
Gubernur
Analisis beban kerja dan kinerja
Penataan tenaga honorer sesuai dengan
kebutuhan
Identifikasi LP2B sesuai dengan potensi pada
kab/kota
Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan UU No
23 Tahun 2014
Identifikasi dan Verifikasi bidang-bidang
pembangunan yang membutuhkan sumberdaya
manusia yang relevan
Pemetaan wilayah Rawan kebakaran hutan dan
lahan (KARHUTLA)
Koordinasi dengan Perusahaan dan SKPD
terkait KARHUTLA
Pembentukan lembaga masyarakat peduli
KARHUTLA
Patroli bersama masyarakat, SKPD +TNI dan
POLRI terkait dengan KARHUTLA
Pemberdayaan masyarakat di desa rawan
KARHUTLA

Mei
M2 M3

M4

Juni
M1 M2

RENCANA AKSI PROGRAM 100 HARI GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR


NO
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37

Rencana Aksi
Merintis kerjasama dengan PTN/PTS untuk
pemberian beasiswa
Percepatan inventarisasi Personil,
Pendanaan, Sarana dan prasarana serta
dokumen (P3D)
Penanganan DBD dan antisipasi virus Zika
dan penyakit menular lainnya (fogging
serentak)
Penanganan BPJS kesehatan
Pencanangan Gerakan Budaya Kerja
Tenaga Medis dalam pemberian pelayanan
kesehatan
Penanganan eks Gafatar
Mendorong kab/kota untuk menggalakkan
kembali Gerakan Sistem Keamanan
Lingkungan
Pencanangan Gerakan Integrasi multiusaha
berbasis pangan di tingkat rumahtangga
Identifikasi lokasi Kegiatan penanaman
Padi, Jagung, Kedele, dan Ternak (Pajalete)
Bantuan benih tanaman pangan untuk
wilayah yang rawan bencana
Validasi database pertanian
Identifikasi daerah sumber bibit dan
dukungan terhadap Sentra Peternakan
rakyat (SPR)
Revitalisasi pembibitan ternak Sungai
Gelam
Pencanangan Gerakan 1 petani tanaman
pangan 1 ternak di daerah rawan bencana
Evaluasi pelaksanaan Integrasi Sapi Sawit
Penerapan teknologi hasil pertanian
terhadap produk karet dan sawit
Mendorong petani dan perusahaan sawit
mendapatkan sertifikasi ISPO dan RSPO
untuk mendapatkan jaminan harga

Februari
M3
M4

M1

Maret
M2 M3

M4

M1

April
M2 M3

M4

M1

Mei
M2 M3

M4

Juni
M1 M2

Terimakasih

63

NO

MISI

PROGRAM 100
HARI

1 Meningkatkan Tata Analisis kesesuaian


Kelola
pendidikan,
Pemerintahan
pengalaman, dan
daerah yang
kepangkatan
bersih,
dengan bidang
transparan,akunta penugasan
bel dan partisipatif
yang berorientasi
pada pelayanan
Evaluasi Kinerja
publik.
pejabat eselon II, III
dan IV

Penyusunan
Ranperda LP2B

AKSI

Koordinasi dengan seluruh


pejabat eselon II
Pemetaan Permasalahan dan
beban kerja SKPD

INDIKATOR
KEBERHASILAN

KEBUTUHAN / SKPD/INSTANSI
SUMBER
PENANGGUNG
DANA
JAWAB

SOP dan kriteria penilaian

Biro Organisasi, Biro Organisasi,


BKD
BKD

Pemetaan Pejabat

Biro Organisasi, Biro Organisasi,


BKD
BKD

Analisis penilaian kinerja oleh


Tim yang dibentuk Gubernur

Biro Organisasi, Biro Organisasi,


BKD
BKD

Analisis beban kerja dan kinerja

Biro Organisasi, Biro Organisasi,


BKD
BKD

Penataan tenaga honorer


sesuai dengan kebutuhan

Pemetaan Honorer

Identifikasi sesuai dengan


potensi pada kab/kota

Kesepakatan Gubernur
Jambi dengan
bupati/walikota terkait
percepatan penyusunan
PERDA LP2B
Persentase kab/kota yang
akan menyusun Perda
LP2B

Bappeda,
Distan

Bappeda, Distan

Bappeda,
Distan

Bappeda, Distan

Terbentuknya UPT di
kab/kota

Biro Organisasi, Biro Organisasi,


Biro
Biro Pemerintahan
Pemerintahan

Koordinasi dan
Koordinasi dan sinkronisasi
sinkronisasi dengan pelaksanaan UU No 23 Tahun
pemerintah kab/kota 2014

Biro Organisasi, Biro Organisasi,


BKD
BKD

NO

MISI

3 Meningkatkan
kualitas sumber
daya manusia
yang sehat,
terdidik,
berbudaya,
agamis, dan
berkesetaraan
gender.

PROGRAM 100
HARI

Reformulasi
Percepatan inventarisasi
alokasi
Personil, Pendanaan,
anggaran
Sarana dan prasarana
pendidikan
serta dokumen (P3D)
Pencegahan dan Penanganan DBD dan
penanggulangan antisipasi virus Zika dan
penyakit
penyakit menular lainnya
menular
(fogging)
Penanganan BPJS
kesehatan
Upaya
penanganan
kesehatan
perorangan

3 Menjaga situasi
daerah yang
kondusif, toleransi
antar umat
Beragama dan
kesadaran hukum Peningkatan
masyarakat.
Kewaspadaan
gangguan
keamanan

4 Meningkatkan
daya saing
daerah melalui

AKSI

Peningkatan
pemenuhan
kebutuhan

Pencanangan Gerakan
Budaya Kerja Tenaga
Medis dalam pemberian
pelayanan kesehatan

INDIKATOR
KEBERHASILAN

PERMASA KEBUTUHA SKPD/INSTANSI


LAHAN N /SUMBER PENANGGUNG
DANA
JAWAB

Persentase
penyelesaian
inventarisasi P3D

Biro Pem,
Diknas

Biro Pem,
Diknas

frekuensi dan lokasi


yang telah dilaksanakan
kegiatan fogging

Dinas
Kesehatan

Dinas Kesehatan

MoU dengan BPJS


kesehatan

Persentase kepuasan
pasien terhadap
pelayanan tenaga
medis (angket)

Penanganan eks Gafatar Jumlah eks gafatar


yang dipulangkan dan
ditempatkan

Mendorong kab/kota untuk Pencanangan


Siskamling
menggalakkan kembali
Gerakan Sistem
Keamanan Lingkungan
Pencanangan Gerakan
pelaksanaan
Integrasi multiusaha
pencanangan di seluruh
berbasis pangan di tingkat kab/ kota

Belum
Dinas
Dinas Kesehatan
teranggarka Kesehatan
n untuk
tahun 2016
Keluhan
Dinas
Dinas
masyarakat kesehatan, kesehatan, RSU,
terhadap RSU, RSJ RSJ
pelayan
RSU
Biaya
BPKAD,
BPKAD, Badan
Pemulanga Badan
Kesbangpol,
n eks
Kesbangpol, Dissosnakertran
Gafatar
Dissosnakert s
asal Jambi rans
dan
penempata
n serta
pembinaan
(85 orang)
Badan
Kesbangpol
Kesbangpol

Biro
Biro Administrasi
Administrasi Perekonomian
Perekonomia dan SDA, Dinas

NO

MISI

PROGRAM 100
HARI

1 Meningkatkan Analisis
Tata Kelola
kesesuaian
Pemerintahan pendidikan,
daerah yang pengalaman,
bersih,
dan
transparan,aku kepangkatan
ntabel dan
dengan bidang
partisipatif yang penugasan
berorientasi
pada
pelayanan
Evaluasi Kinerja
publik.
pejabat eselon
II, III dan IV

AKSI

Koordinasi dengan seluruh


pejabat eselon II
Pemetaan Permasalahan
dan beban kerja SKPD

INDIKATOR
KEBERHASILAN

SOP dan kriteria penilaian


Pemetaan Pejabat

Analisis penilaian kinerja


oleh Tim yang dibentuk
Gubernur
Analisis beban kerja dan
kinerja
Penataan tenaga honorer
sesuai dengan kebutuhan

Penyusunan
Identifikasi sesuai dengan
Ranperda LP2B potensi pada kab/kota

Pemetaan Honorer

Kesepakatan Gubernur
Jambi dengan
bupati/walikota terkait
percepatan penyusunan
PERDA LP2B
Persentase kab/kota
yang akan menyusun
Perda LP2B
Koordinasi dan Koordinasi dan sinkronisasi Terbentuknya UPT di
sinkronisasi
pelaksanaan UU No 23
kab/kota
dengan
Tahun 2014
pemerintah
kab/kota
2 Meningkatkan Pemetaan
Identifikasi dan Verifikasi
Rekomendasi bidangkualitas sumber distribusi
bidang-bidang pembangunan bidang pembangunan
daya manusia pemberian
yang membutuhkan
yang membutuhkan
yang sehat,
beasiswa
sumberdaya manusia yang SDM yang relevan
terdidik,
relevan

PERMASA KEBUTUHA SKPD/INSTANSI


LAHAN N /SUMBER PENANGGUNG
DANA
JAWAB
Biro
Organisasi,
BKD
Biro
Organisasi,
BKD
Biro
Organisasi,
BKD

Biro Organisasi,
BKD

Biro
Organisasi,
BKD
Biro
Organisasi,
BKD
Bappeda,
Distan

Biro Organisasi,
BKD

Bappeda,
Distan

Bappeda, Distan

Biro
Organisasi,
Biro
Pemerintaha
n
Diknas

Biro Organisasi,
Biro
Pemerintahan

Biro Organisasi,
BKD
Biro Organisasi,
BKD

Biro Organisasi,
BKD
Bappeda, Distan

Diknas

Terimakasih

67

MISI 6 : Terwujudnya masyarakat jambi yang mampu memenuhi hak dasarnya baik ekonomi, sosial, politik, budaya
Capaian Kinerja
Bidang
Indikator
Program
Urusan /SKPD
Tujuan
Sasaran
Strategi
Arah Kebijakan
Kinerja
Pembangunan
Kondisi
Kondisi
Penanggung
(outcome) Awal 2015 Akhir 2021
Daerah
Jawab
Menurunkan
Terciptanya
persentase
70
Program
Sosnakertran,
angka kemiskinan lapangan
tenaga kerja
Peningkatan
Diskop,
dan
pekerjaan dan
yang
Kesempatan Kerja disperindag,
pengangguran
akses permodalan
ditempatkan
BPMPP
Mendorong
Persentase
NA
Program
Biro Kerjasama
perusahaan
peningkatan
kerjasama
pembangunan,
mengalokasikan
dana CSR
pembangunan
Bappeda
dana CSR
persentase
NA
Program bantuan Sosnakertrans,
peningkatan
kredit micro
BPMPP, Biro
dana bergulir
masyarakat miskin Ekonomi
masyarakat
dan pengangguran
miskin
Penurunan
14%
persentase
Rumah tangga
sangat miskin
Meningkatnya
Mendorong
Persentase
28,63%
Pelatihan
Sosnakertran,
kualitas
semua
Penganggur
keterampilan kerja Diskop,
keterampilan
perusahaan yang
Terdidik
pemberian
disperindag,
tenaga kerja
investasi di
bantuan kredit
BPMPP
Provinsi Jambi
mikro bagi
untuk
masyarakat miskin
menyediakan
kuota yang lebih
besar untuk
tenaga kerja asala
jambi
Persentasi
Angkatan
kerja

3,11%

Optimalisasi balai Sosnakertrans


pelatihan kerja,