Anda di halaman 1dari 16

ANTELMINTIK

DAN
AMUBISID
Oleh
Indah siti hardiyanti
(821413003)
Kelas A 2013

A.ANTELMINTIK
Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang digunakan
untuk membunuh cacing parasit dalam tubuh. Pada manusia
cacing parasit berada dalam saluran pencernaan atau
mempunyai siklus hidup yang agak kompleks berpindah
diseluruh bagian tubuh. (Farmakologi,2012).
Pembagian antelmintika didasarkan pada jenis cacing
parasit yang dapat dibedakan menjadi 3 diantaranya :
1. Cestoda (Tapeworm dan flatworm) misalnya Taenia saginata,
Taenia solium, hymenolepis nana.
2. Nematoda (rownworm) misalnya Askaris lumbricoides,
Trichuris tricuria, Necator americanus. Semuanya dijumpai
pada intestinal. Sedangkan pada jaringan lunak yaitu filaria.
3. Trematoda (flukes) misalnya Schistoma haematobium,
Schistosomaa mansoni, Schistosoma japonicum.

Jenis cacing parasit apa


yg sering menginfeksi
Manusia ???

Soil-transmitted
helminths
merupakan
kelompok parasit cacing nematoda yang
menyebabkan infeksi pada manusia akibat tertelan
telur atau melalui kontak dengan larva yang
berkembang dengan cepat pada tanah yang hangat
dan basah di negara-negara subtropis dan tropis di
berbagai belahan dunia. Bentuk dewasa soiltransmitted helminths dapat hidup selama
bertahun-tahun di saluran percernaan manusia.

1.Askariasi
s

Siklus hidup Ascaris


lumbricoides. 1)Cacing
dewasa, 2) telur infertil dan
telur fertil, 5) larva yang
telah menetas, 7) larva
matur

adalah penyakit
infeksi yang
disebabkan oleh A.
lumbricoides
(cacing gelang)
yang hidup di usus
halus manusia dan
penularannya
melalui tanah.
Siklus hidup
cacing ini
membutuhkan

Manusia dapat terinfeksi cacing ini karena mengkonsumsi


makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing
yang telah berkembang (telur berembrio). Telur yang telah
berkembang tadi menetas menjadi larva diusus halus.
Selanjutnya larva bergerak menembus pembuluh darah dan
limfe usus mengikuti aliran darah ke hati atau ductus
thoracicus menuju ke jantung.
Kemudian larva dipompa ke paru. Larva di paru
mencapai alveoli dan tinggal disitu selama 10 hari untuk
berkembang lebih lanjut.
Bila larva telah berukuran 1,5 mm, ia mulai bermigrasi ke
saluran nafas, ke epiglotis dan kemudian esofagus, lambung
akhirnya kembali ke usus halus dan menjadi dewasa. Umur
yang normal dari cacing dewasa adalah 12 bulan; paling lama
bisa lebih dari 20 bulan, cacing betina dapat memproduksi
lebih dari 200.000 telur sehari. Dalam kondisi yang
memungkinkan telur dapat tetap bertahan hidup di tanah

2.
Trichuriasis
Trichuriasis adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh T. trichiura (cacing
cambuk) yang hidup di usus besar manusia
khususnya caecum yang penularannya
melalui tanah.

Manusia
mendapat
infeksi karena menelan
telur infektif dari tanah
yang
mengkontaminasi
tangan,
makanan,
dan
sayuran segar. Selanjutnya
larva cacing tumbuh dan
berkembang
menjadi
dewasa dalam waktu 1-3
bulan setelah infeksi. Telur
ditemukan
dalam
tinja
setelah 70-90 hari sejak
terinfeksi

Infeksi
cacing
tamba
ng
Penularan terjadi karena
penetrasi
larva
filariform
melalui
kulit
atau
pada
Ancylostoma duodenale lebih
sering
tertular
karena
tertelan larva filariform dari
pada penetrasi larva tersebut
melalui
kulit.
Selanjutnya
cacing
ini
tumbuh
dan
berkembang menjadi cacing
dewasa, kawin dan mulai
bertelur empat sampai tujuh
minggu
setelah
terinfeksi.
Larva filariform A. duodenale
yang tertelan tumbuh dan
berkembang menjadi cacing

Infeksi cacing tambang pada


manusia disebabkan oleh infeksi
parasit
cacing
nematoda
N.
americanus
dan
Ancylostoma
duodenale
yang
penularannya
melalui kontak dengan tanah yang
terkontaminasi.

Obat-obat yang
digunakan :
1. Obat yang digunaakan terhadap cestoda dan trematoda.
Larva cestoda berkembang di usus
obatnya ditujukan diusus. Sedangkan
trematoda berpindah-pindah
harus mampu mencapai sirkulasi sistemik.
contoh obat : Praziquantel (spektrum luas).

obat ini bereaksi dengan meningkatkan permeabilitas cacing parasit


terhadap ion kalsium sehingga terjadi kontraksi muskulaturtubuh,
paralis dan kematian pada cacing parasit. Merupakan obat pilihan
pertama pada semua spesies Achistosoma dan juga efektif pada
Cysticrcosis.

Dietilkarbamazin merupakan snyawa turunan


piperazin. Aktif terhadap infeksi filaris yang
disebabkan oleh Wuchereria bancrofi dan Loa loa.
Merupakan pilihan pertama untuk filarisasi limfatik.
MK : Dietilkarbamazin mengubah permukaan filaria
sehingga memungkinkan terjadinya fagositosis oleh
sistem imun inang.

Ivermektin merupakan obat pilihan


utama terhadap onchocerciasis
(cutaneous filarisasi)
MK : .obat ini membunuh cacing
parasit dengan cara memblok
transmisi diperantarai GABA pada
reseptor asetilkolin nikotinik yang
menghasilkan paralis motorik pada
cacing parasit.

AMOEBISID
merupakan infeksi Entamoeba
histolytica diakibatkan karena masuknya
kista dari amoeba tersebut dalam saluran
pencernaan manusia.
Dalam usus, kista tersebut
berkembang menjadi tropozoit, kemudian
menempel pada sel epitalium kolon.
Tropozoit tersebut melisis sel inang dan
menginvasi menuju ke lapisan
submukosa, dan menghambat makrofag
yang diaktifasi IFNg sehingga
mengakibatkan disentri.

Berdasarkan tempat kerjanya,


Amubisid dibagi atas 3 golongan :
1.Amubisid jaringan
Yaitu obat yang bekerja pada terutama
dinding usus, hati dan jaringan
intrainstetinal lainnya., Golongan ini
ialah : dehidroemetin, emetin dan
klorokuin.
2. Amibisid luminal
yaitu bekerja dalam rongga usus, dan
disebut juga amubisid kontak. Yang
termasuk golongan ini adalah
diyodroksikuin, yodoklorhdrosikuin,
kiniofon, glikobiarsol, karbarson, emetin
bismu yodida, klefamid, diloksanid
furoat, teklozan etofamid, dan beberapa


Emetin hidrokhlorin temyata efektif bila diberikan
secara parenteral karena jika diberikan per oral
penyerapannya tidak optimal. Bagi penderita sakit
jantung, wanita hamil dan penderita gangguan ginjal
pemberian emetin tidak dianjurkan mengingat
toksisitasnya tinggi.Sebaliknya
dehidroemetin relatif kurang toksik dibandingkan
dengan emetin dan dapat diberikanper oral. Emetin
efektif membunuh E. histolityca secara langsung
dalam bentuk trofozoit dibandingkan dalam bentuk
kista. Dalam urin emetin dapat dijumpai 20-40 menit
setelah penghentian pengobatan, sedangkan
dehidroemetin lebih cepat hilangnya.
Baik emetinmaupun dehidroemetin efektif untuk
pengobatanamebiasis ekstraintestinal (abses hati).

Penderita
amebiasis
akut
dan
ekstraintestinal
sebaiknya diobati dengan metronidazol.
Metronidazol merupakan obat pilihan
karena terbukti efektif membunuh E.
histolytica baik yang berbentuk kista atau
pun trofozoit. Metronidazol memberikan
efek samping yang bersifat ringan seperti
mual, muntah dan pusing.
Pengobatan
dengan
pemberian
metronidazol bersamaan dengan emetin
temyata memberikan
hasil
yang lebih
Penderita
amebiasis
denganbaik
abses hati yang
dengan tidak disertai
ditemukannya
kista/trofozoit
demam yang
berlanjut 72 jam sesudah
terapi dengan
dapat dilakukan
pada
pemeriksaan
tinja metronidazol,
pada
62,5%
aspirasi non-bedah. Selain itu klorokuin dapat
penderita.

ditambahkan
pada
pengobatan
dengan
metronidazol
atau
dehidroemetin
untuk
pengobatan abses hati yang sulit disembuhkan.
Selama
kehamilan
trisemester
pertama,
sebaiknya jangan menggunakan metronidazol,
namun belum ada bukti adanya teratogenisitas
pada manusia.

TERIMAKASI
H