Anda di halaman 1dari 22

RESPON TUBUH

TERHADAP CEDERA

OLEH
dr. Aditiya Pramudya Wardono, M.M.R.

Definisi

Bila sel-sel atau jaringan tubuh


mengalami cedera atau mati, selama
hospes tetap hidup, ada respon yang
mencolok
pada
jaringan
hidup
disekitarnya, respon tersebut itulah yang
dinamakan dengan peradangan.

RADANG
ADALAH RESPON
VASCULER DAN
SELULER DARI
JARINGAN HIDUP
TERHADAP CEDERA

Respon Radang

Respon Vasculer
Cedera
aktivasi media inflamasi
vasodilatasi kapiler
-------------------------------------------------------------Respon Seluler
Aktivasi Leucosit
fagositosis

Gambaran Mikroskopis
Peradangan Akut
Peradangan akut adalah respon langsung
dari tubuh terhadap cedera atau kematian
sel.
1.KA-lor(panas)
2.DO-lor(nyeri)
3.RU-bor(kemerahan)
4.TU-mor(pembengkakan)
5.F-unctiolesa
(perubahan/gangguanfungsi)

Tumor / edema /
bengkak

Aspek Cairan pada Peradangan


peristiwa penting dari peradangan akut
adalah
perubahan permeabilitas pembuluhpembuluh yang sangat kecil
yang menyebabkan kebocoran protein
dan diikuti pergeseran keseimbangan
osmotik dan air keluar bersama protein,
sehingga menimbulkan pembengkakan
jaringan.

Aspek Seluler pada


Peradangan
1.MarginaldanEmigrasi
2.Kemotaksis
3. Mediatorperadangan
Aminavasoaktif
Faktor-faktorplasma
Metabolitasamarakhidonat

Jenis dan Fungsi Leukosit

a. Granulosit
Netrofil

mampu bergerak aktif seperti


amoeba dan mampu menelan berbagai zat
(fagositosis).
Eosinofil memberikan respon terhadap
rangsangan kemotaktik khas tertentu pada
reaksi alergi dan mengandung zat-zat yang
toksik terhadap parasit-parasit tertentu dan
zat-zat yang memperantarai peradangan.

Basofil darah dan sel mast jaringan


dirangsang
untuk
melepaskan
kandungan granulanya ke dalam
lingkungan sekitarnya pada berbagai
keadaan cedera, baik rekasi imunologis
maupun reaksi nonspesifik.

b. Monosit
Sel

yang sama, yang terdapat dalam


pembuluh darah disebut juga dengan monosit,
dan jika terdapat dalam eksudat, disebut
dengan makrofag.
Makrofag mempunyai fungsi yang sama
dengan fungsi netrofil polimorfonuklear,
dimana makrofag adalah sel yang bergerak
aktif yang memberi respon terhadap rangsang
kemotaksis, fagosit aktif dan mampu
mematikan serta mencerna berbagai agen.

c.Limfosit
Leukosit yang telah dimobilisasi tidak hanya

menangkap mikroba yang menyerbu, tetapi


juga menghancurkan sisa jaringan hingga
proses perbaikan dapat dimulai.

Bentuk Peradangan

Eksudat : cairan radang ekstravaskular dengan


kadar protein yang tinggi dan debris seluler;
berat jenisnya di atas 1,020.
1. Eksudatnonseluler
Eksudat serosa
Jenis eksudat nonseluler yang paling sederhana
adalah eksudat serosa, yang pada dasarnya
terdiri dari protein yang bocor dari pembuluhpembuluh darah saat radang. Contoh eksudat
serosa adalah cairan luka melepuh/luka bakar.

Eksudat fibrinosa
Terbentuk jika protein yang dikeluarkan
dari pembuluh dan terkumpul pada
daerah peradangan yang mengandung
banyak

Eksudat misinosa
Jenis eksudat ini hanya dapat terbentuk
diatas membrane mukosa, dimana
terdapat sel-sel yang dapat mensekresi
musin. Eksudat ini merupakan sekresi
sel, bukan dari bahan yang keluar dari
pembuluh darah. Contoh eksudat ini
adalah pilek yang disertai berbagai
infeksi pernapasan bagian atas.

2.Eksudatseluler
Eksudat netrofilik
Disebut juga dengan purulen yang
terbentuk akibat infeksi bakteri.

Eksudat campuran
Campuran
eksudat
seluler
dan
nonseluler, dinamakan sesuai dengan
campurannya.
Misalnya,
eksudat
fibrinopurulen terdiri dari fibrin dan
netrofil polimorfonuklear.

3. Peradangangranulamatosa
Jenis radang ini ditandai dengan
pengumpulan makrofag dalam jumlah
besar dan pengelompokannya menjadi
gumpalan
nodular
yang
disebut
granuloma.

Faktor yang Mempengaruhi Peradangan dan Penyembuhan

Seluruh proses peradangan bergantung


pada sirkulasi yang utuh ke daerah yang
terkena. Jadi, jika ada defisiensi suplai
darah ke daerah yang terkena, maka
proses peradangannya sangat lambat,
infeksi yang menetap dan penyembuhan
yang jelek.

Pada pasien-pasien yang sangat


kekurangan gizi, penyembuhan luka
tidak optimal. Penyembuhan luka juga
diganggu oleh adanya benda asing atau
jaringan nekrotik di dalam luka, adanya
infeksi pada luka.

Aspek Sistemik dari


Peradangan

Demam
Kenaikan
jumlah
suatu
leukosit
(leukositosis)
Gejala:
Malaise,
anoreksia
dan
ketidakmampuan melakukan sesuatu
yang beratnya berbeda-beda, bahkan
sampai tidak berdaya melakukan
apapun.

SEKIAN & TERIMA KASIH