Anda di halaman 1dari 21

INSTRUMENT ANALISIS FARMASI

SPEKTROFOTOMETER UV/VIS

S1 V B
KELOMPOK III
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Agnes Triyanti Sitanggang


Mutia Rahmi
Nola Juita
Nova Tantri Silalahi
Robiatun Adawiyah
Siti Oknur Fariza
T. Said Sastra
Windi Agustin Parmayanti
Dosen : Mustika Furi, M.Farm., Apt

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU (STIFAR)


TAHUN AJARAN 2016

SPEKTROFOTOMETER
Spektrofotometer terdiri dari spectrometer dan fotometer
Spektrometer adalah alat yang menghasilkan sinar dari
spectrum dengan panjang gelombang tertentu
Fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang
ditransmisikan atau yang diabsorbsi

Spektrofotometer digunakan untuk mengukur transmitansi, reflektansi, dan absorbansi dari


cuplikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.

UV-Vis merupakan gabungan antara Ultra Violet dan Visible

Spektrofotometer UV-Vis merupakan alat yang digunakan untuk mengukur serapan sinar
ultra violet atau sinar tampak oleh suatu materi dalam bentuk larutan.

TRANSMITANSI DAN ABSORBANSI

Transmitansi
T = P dan %T = Tx
100
Po
P = kekuatan (intensitas) sinar diteruskan
Po = kekuatan (intensitas) sinar datang
Pada kenyataannya Po sulit untuk diukur
yang diukur adalah Psolven (intensitas sinar
yg melewati sel berisi pelarut), sehingga:
Psolution
T=
Psolvent
Absorbansi

Psolution

Psolution
A = -log T =
=
=
Psolvent log Psolvent log
-log

1
T

Hukum LAMBERT-BEER
Jika suatu cahaya monokromatis dengan kekuatan Po dilewatkan kepada balok
yang tegak lurus dengan ketebalan b dan mengandung n pertikel pengabsorbsi,
maka kekuatan cahaya menurun menjadi P
Syarat Hukum Lambert-Beer

Konsentrasi harus rendah

Zat yang diukur harus stabil

Cahaya yang dipakai harus monokromatis

Larutan yang diukur harus jernih

Radiasi sinar datang mempunyai intensitas yang tidak terlalu


besar yang menyebabkan efek saturasi

Radiasi sinar melintasi media penyerap dengan panjang yang


sama

CONT

Jumlah radiasi yang diserap proporsional dengan ketebalan sel (b),


konsentrasi analit (c), koefisien absorptivitas molekuler (a) dari suatu
senyawa dengan panjang gelombang.

P1

Po

A = abc

Jika konsentrasi (c) diekspresikan sebagai molaritas (mol/L) dan


ketebalan sel (b) dinyatakan dalam centimeter (cm), koefisien
absorptivitas molekuler (a) disebut koefisien molar () dan dengan
satuan [L/(mol.cm)]
A = bc

Untuk
campuran
Lambert-Beer
A total=
1b1c1 ,+Hk.
1b1c1+
1b1c1. nbncn

Absorbing sample
of concentration c

P1

path length b

CONT

A=abc
Menurut Hk. Lambert-Beer, A berbanding lurus dengan panjang lintasan (b) dan
konsentrasi (C), sehingga :
1. A tidak mempunyai limitasi terkait dengan b.
o Gunakan sel yang tipis untuk sampel dengan konsentrasi tinggi
o Gunakan sel yang tebal untuk sampel dengan konsentrasi rendah.
Contoh : Jika A = 0,410 dalam kuvet (b=1,0)
Sehingga jika b = 2,0, A = 0,820

2. Chemical Deviation
A berbanding lurus dengan konsentrasi (c), kecuali: untuk konsentrasi
yang terlalu tinggi atau jika terjadi reaksi kimia
a. Biasanya, A menjadi nonlinier jika c > 0.10 M
Pada konsentrasi diatas 0.10 M, jarak antar molekul analit menjadi
cukup dekat, yang mempengaruhi distribusi muatan, sehingga mengubah
cara molekul melakukan serapan (mengubah ).
b. A menjadi nonlinier jika terjadi reaksi kimia.
Jika analit mengalami assosiasi, dissosiasi atau bereaksi dengan
pelarut atau komponen lain dalam larutan, penyimpangan Hk. LambertBeer akan terjadi.

3. Instrumental Deviation
a. Efek Radiasi Polikromatik
Idealnya, monokromator akan melewatkan radiasi monokromatis, tetapi
kenyataannya monokromator akan melewatkan radiasi berupa pita.
Bandwidth spektrometer akan mempengaruhi linieritas Hk. Lambert-Beer.
Pengukuran dilakukan pada max untuk memperkecil error.

3. Instrumental Deviation
b. Hamburan cahaya

ANALISIS KUANTITATIF

11

ANALISIS KUANTITATIF

Analisis kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis dibagi


dalam dua cara pelaksanaan :

Analisis kuantitatif zat tunggal

Analisis kuantitatif campuran dua atau lebih zat (Analisis

multi komponen)

Harrizul Rivai

ANALISIS KUANTITATIF CAMPURAN DUA


ATAU LEBIH ZAT (ANALISIS
MULTIKOMPONEN)
Untuk larutan yang mengandung dua komponen yang menyerap,
x dan y, serapan diukur pada dua panjang gelombang. Ketelitian yang
tinggi didapatkan dengan memilih max, karena dengan pergeseran
sedikit pada kurva serapan tidak banyak pengaruhnya terhadap serapan.
Jumlah komponen dalam campuran dapat mencapai 8 komponen
dengan syarat selisih panjang gelombang maksimum antara antar
komponen minimal 5 nm. Jika jumlah komponen dalam sampel lebih
dari 3 maka untuk menghitung kadar digunakan software
multikomponen pada alat spektrofotometer UV-Vis.

Harrizul Rivai

Prinsip Analisis
ltikomponen
Prinsip dasar analisa multikomponen dengan spektrometri
molekular adalah total absorbansi dari larutan adalah jumlah
absorbansi dari tiap-tiap komponen.

Ini berlaku jika komponen-komponen tidak saling berinteraksi

Anggap suatu larutan terdiri dari komponen X dan Y, maka hasil


absorpsi akan tampak seperti di bawah ini.

Pada 1, A1 = ax1Cx +ay1Cy


Pada 2, A2 = ax2Cx +ay2Cy
A1 adalah absorbansi
pada 1
A2
adalah absorbansi
pada 2
ax1 adalah absorptivitas zat x pada 1
Harrizul Rivai
ax2 adalah absorptivitas zat x pada 2
a adalah absorptivitas zat y pada

Jika ax1, ax2, ay1 dan ay2


diketahui, maka dengan
pengukuran A1 dan A2,
dapat dihitung Cx dan Cy

Contoh:
Penentuan kadar campuran Paracetamol (PCM), Propyphenazone (PP)
dan Caffeine (CAF) secara simultan.

Harrizul Rivai

Spektrum serapan PCM

Harrizul Rivai

Spektrum serapan PP
17

Harrizul Rivai

Spektrum serapan CAF


18

Harrizul Rivai

Dengan menggunakan hukum Lambert-Beer, absorbansi campuran


pada masing-masing panjang gelombang didapatkan sebagai berikut:

Absorptivitas ketiga obat itu pada ketiga panjang gelombang ditentukan


dari kurva kalibrasi sehingga persamaan di atas dapat ditulis sebagai
berikut:

Harrizul Rivai

Oleh karena persamaan di atas mempunyai 3 faktor


yang tidak diketahui, maka metode matriks
digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan
dengan tiga faktor tidak diketahui. Ketiga persamaan
di atas digambarkan dalam bentuk matrik dan
kemudian Kaidah Cramer digunakan untuk
menyelesaikan matriks itu. Hasilnya adalah
konsentrasi PCM, PP dan CAF dalam larutan
sampel.

Harrizul Rivai