Anda di halaman 1dari 27

PUSKESMAS SUMBERSARI

2016

- Otak manusia canggih


- Masing-masing bagian
mempunyai fungsi khusus
- Bekerja secara terpadu
- Maha komputer

3 Tahap proses mengingat


1. Menyerap Informasi Baru
2. Menyimpan Informasi
3. Mengingat Kembali Informasi

RANGKAIAN MUDAH LUPA WAJAR SAMPAI


DEMENSIA
LUPA WAJAR (FORGETFULLNES)
GANGGUAN FUNGSI KOGNISI RINGAN
DEMENSIA ( PIKUN )

Kemunduran Memori
Fisiologis
Mudah lupa bisa terjadi pada :
Proses otak menua (fisiologis)
Proses penyakit otak a.l.alzheimer (patologis)

Mudah lupa
Banyak pada lansia
Gangguan mengingat informasi, kembali (recall)
Gangguan mengeluarkan apa yang tersimpan
dalam memori (retrieval)
Dapat dibantu dengan memberikan isyarat
(cue)

Mudah Lupa Ringan


Terkait usia tua
Gangguan mengingat

kembali (recall) masih


fisiologis
Lupa nama teman, nama
presiden pertama RI

MUDAH LUPA

WAJAR DIJUMPAI PD USIA LANJUT,


TERUTAMA USIA DIATAS 50 TAHUN
DIDAPATI 30 % DARI USIA LANJUT,
KELUHANNYA DAPAT BERUPA
LUPA MENARUH BENDA
LUPA JANJI
LUPA NAMA ORANG, WAJAH
LUPA NAMA BENDA
LUPA NAMA PERISTIWA, DLL

AKTIVITAS SEHARI-HARI NORMAL, FUNGSI

KOGNISI LAINNYA NORMAL

KRITERIA DIAGNOSIS
1. Pasien melapor sendiri atau orang lain yg

menyaksikan kemunduran memori/kognitif,


dibanding keadaan sebelumnya
2. a. Aktvitas hidup sehari-hari (Activity Daily Living =
ADL) masih baik
b. ADL yg kompleks (Instrumental Activity Daily
Living = IADL) mulai terbatas
3. Mini Mental Status Examination (MMSE) tidak
terganggu, sesuai pendidikan dan umur
4. Adanya gangguan memori atau kognitif lainnya
harus dibuktikan dengan skor yang sudah baku
5. Belum ada gangguan untuk didiagnosis sebagai
demensia

ADL mencakup :
Aktivitas Dasar (basic ADL) :

berpakaian, perawatan diri, makan


minum, toilet, berpakaian, jalan,
mandi, mobilitas, dll
Aktivitas Instrumental (IADL) :
mengurus keuangan pribadi,
memasak, menelepon, berbelanja ke
pasar, bepergian, berobat, dll

Kriterianya : minimal ada 2 dari gejala sebagai


berikut :
1. Tersesat bepergian
2. Kemunduran pekerjaan yg disaksikan teman
3.
4.
5.
6.
7.

sekerja
Kesulitan menyebut nama atau kata,
sedangkan temannya tidak kesulitan
Sedikit materi yg diingat setelah membaca
satu bab buku
Sulit mengingat nama orang yg baru
diperkenalkan
Kehilangan atau salah menaruh barang
berharga
Gangguan konsentrasi yang nyata pada tes
klinis

Definisi Demensia
Suatu kondisi klinis yang ditandai oleh
kemerosotan daya ingat, intelektualitas dan
emosional. Sehingga mengakibatkan
ketidakmampuan melakukan kegiatan seharihari secara normal.

Demensia Alzheimer
Biasanya ada faktor resiko :

riwayat keluarga, alzheimer


umur > 50 thn, penyakit
down`s syndrome ,parkinson
Progresif, sangat chronis

Gejala klinis dibagi 3 stadium:


1 Std Amnesia : yang menonjol : amnesia
diskalkulia, spontanitas , gangguan
memori jangka
pendek,
pertanyaan
berulang-ulang tak
mampu hafal no
telpon, bingung terhadap
masalah,
(memori jangka panjang : baik) std ini
berlangsung 2-4 tahun
2 Std Bingung, kognisi progresif, afasia,
agnosia, apraksia, disorientasi waktu dan
tempat, mengembara, salah mengenal
anak, suami, isteri, kadang- kadang bicara
porno, std ini berlangsung 2-10tahun
3 Std Akhir (setelah 6-12 tahun sakit) akinetik,
membisu
hampir vegetatif, inkontinesia,
lemah, langkahnya
kecil-kecil, mudah
terinfeksi (saluran kemih, nafas).

Tujuan pengobatan
Mempertahankan kualitas

hidup
Memperlambat progresivitas
Mengobati penyakit penyerta
Membantu keluarga, memberi
informasi cara-cara
penanganan yang manfaat

Terapi non farmakologik


bertujuan
Menentukan program

aktivitas harian
Modifikasi perilaku
Informasi pelatihan
kepada keluarga

Demensia Vaskuler
Disebabkan penyakit pembuluh

darah serebral (ump : stroke)


Ditemukan infark multipel di
otak
15-25% dari semua demensia
onset pada usia yang lebih
muda dan lebih mendadak
dibanding Alzheimer

Gejala klinis
Biasanya menyusul penyakit stroke,

muncul demensia, perjalanan penyakit


bisa mendatar atau membaik, kemudian
memburuk lagi dst berfluktuasi
step wise
Konfusi mengembara
Kepribadian masih terpelihara sampai
std lanjut
Terdapat gejala lesi di otak: hemisparese
gangguan esktrapiramidal, disathria, dll
Defisit memori kurang menonjol tapi
kognisi lamban
Disfungsi visuospasial

Gambar : Perbedaan perjalanan klinis


demensia Alzheimer
dengan demensia
Vaskuler

Dikutip dari Brown MM (1993) vascular dementia Alzheimer`s Review 3(2)5762


http://www.alzcot.org/info/vasculardementia.html

Diagnosis
1. Tentukan dulu apa ada demensia
2. Tentukan gangguan fungsi kognitif,

memori, emosional
3. Perjalanan penyakit gradual atau
stepwise
4. Periksa gejala stroke : kelainan
neurogi fokal
5. Cari faktor risiko stroke, hipertensi,
DM, cholesterol , merokok, dll

Pencegahan
Sesuai dengan pencegahan serangan
stroke ulang
Obati hipertensi, DM
Kendalikan hiperlipidemia
Hentikan rokok, alkohol
Diet yang sesuai
Gaya hidup sehat dengan olah raga,
rendah garam, kurangi stress
Penderita dengan resiko tinggi,
berikan obat anti agregasi trombosit.