Anda di halaman 1dari 15

Sejarah Bahasa

Arab di
Indonesia
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Tujuan
Instruksional Umum

BAHASA ARAB sudah dikenal di


Indonesia sejak berabad-abad lalu.
Secara material, bukti keberadaan
bahasa Arab mewujud dengan
adanya tulisan pada nisan makam
Fatimah binti Maimun di Leran,
Gresik, Jawa Timur. Keberadaan
bahasa Arab di Indonesia juga
tampak nyata pada pembentukan
kosakata bahasa Indonesia.

Setelah mempelajari bab ini,


mahasiswa dapat memahami
sejarah masuknya bahasa Arab
di Indonesia. Sejarah yang
diuraikan di sini membawa
pembaca untuk mengetahui
beberapa teori tentang bahasa
Arab yang pertama kali
sampai ke Indonesia. Bab ini
juga menjelaskan interaksi
masyarakat dengan bahasa
Arab, peran dan bentukbentuk pengaruh bahasa Arab
dalam bahasa Indonesia.

Deskripsi
Terdapat empat sub bab yang
masing-masing
membuka
khasanah bahasa Arab di
Indonesia. Sub bab pertama
menjelaskan
tentang
kesejarahan
dan
proses
eksistensi bahasa Arab dalam
bahasa Indonesia. Sub bab
kedua mengurai peran bahasa
Arab
dalam
bahasa
Indonesia. Sub bab ketiga
mengurai bentuk pengaruh
bahasa Arab dalam bahasa
Indonesia. Sub bab keempat
mengajak mahasiswa untuk
mengenal kosakata bahasa
Indonesia yang berasal atau
menyerap dari bahasa Arab.
Keempat sub bab tersebut
memberi pengantar tentang
keberadaan bahasa Arab
dalam bahasa Indonesia,

A. Proses Masuk Bahasa Arab ke Indon


Bahasa Arab datang bersama dengan datangnya
Islam di mana bahasa Arab menjadi bahasa kitab suci
agama Islam, Alquran. Ada beberapa teori yang
mengemuka tentang bagaimana perjalanan bahasa
Arab bisa sampai ke Indonesia. Teori-teori yang telah
ada jelas belum final dan masih banyak kajian-kajian
yang akan memunculkan penafsiran baru di kalangan
sejahrawan terkait penyebaran Islam ke Nusantara.
Namun, setidaknya terdapat tiga teori yang menonjol
berkait dengan penyebaran Islam ke Nusantara
sehingga bahasa Arab dapat masuk dan berpengaruh
Sejarah dalam
Bahasa Arab
di
bahasa
Indonesia.

Teori- Teori Masuknya Islam ke Indonesia


1. Teori ini menyatakan bahwa Islam langsung datang dari
Arab atau tepatnya Hadramaut. (Azra, 2000: 31)
2. Islam di Nusantara datang dari India. Teori ini pertama kali
dikemukakan oleh Pijnapel tahun 1872 (Azra, 2000: 32-33).
3. Islam datang dari Benggali (kini Bangladesh) teori ini
dikembangkan oleh Fatimi . (Azra, 2000: 32-33).

Sejarah Bahasa Arab di

Menurut Dr. Hidayatulloh Zarkasiy bahasa Arab dan penyebaran Islam


di Indonesia merupakan dua bagian yang tidak bisa dipisahkan. Sesuai
dengan kebutuhan tersebut, materi yang diajarkan hanya terbatas pada
doa-doa shalat dan surat-surat pendek Alqur'an yang lazim dikenal
dengan juz amma yakni menekankan pada kemampuan membaca
huruf-huruf Alqur'an (al-huruf al-hija'iyah) yang dimulai dari:
(a)Penyebutan huruf dengan namanya satu persatu dari alif ( )samapai
ya( )sampai murid pun mampu menghapal nama-nama huruf tersebut
secara terpisah atau satu persatu, kemudian
(b)Diajarkan kata-kata yang terdiri dari dua huruf, lalu tiga huruf, dan
begitu seterusnya yang diberikan secara bertahap,
(c)pengajaran harakat, dimulai dengan menyebutkan huruf yang disertai
dengan nama harakatnya.

Sejarah Bahasa Arab di

Seiring dengan berkembangnya waktu, pembelajaran bahasa Arab verbalistik


sebagai mana di atas tidak cukup, karena Alqur'an tidak hanya untuk dibaca
sebagai sarana ibadah, melainkan juga sebagai pedoman hidup yang biasanya
dipahami maknanya dan diamalkan ajaran-ajarannya. Untuk itu, muncullah
pembelajaran bahasa Arab dengan tujuan untuk mendalami ajaran agama Islam.
Pembelajaran bahasa Arab tumbuh dan berkembang di berbagai pondok
pesantren salaf. Eksistensi pesantren tradisional juga menempati posisi penting
dalam penyebaran bahasa Arab di Indonesia yakni melalui forum pengajaran
atau keilmuan Islam.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode gramatika-tarjamah
Meski pembelajaran bahasa Arab dalam lingkungan pondok pesantren salaf atau
tradisional sangat dominan dan diakui kontribusinya dalam memberikan
pemahaman umat Islam Indonesia terhadap ajaran agamanya, namun seiring
perkembangannya, bahasa Arab semakin mengepakkan sayapnya khususnya di
pondok pesantren modern. Perkembangan bahasa Arab bisa dilihat dari ilmu tata
bahasa Arab (nahwu-sharaf) saja berkembang menjadi qira'ah, insya, dan
muhadatsah
.
Sejarah
Bahasa Arab
di

B. Peran Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia


Bahasa Arab memiliki peranan penting dalam pembentukan bahasa
Indonesia. Hal ini dikarenakan bahasa Indonesia yang memang
multibahasa, keragaman bahasa dapat memunculkan adanya alih kode.
Pada umumnya, alih kode tersebut dapat menghasilkan peminjaman
bahasa. Kasus seperti ini dengan mudah kita lihat banyaknya bahasa
asing maupun daerah dalam bahasa Indonesia. Demikian pula dengan
bahasa Arab yang sejak lama berpengaruh melalui para pedagang,
musafir, ataupun mubalig Arab, Persia, dan Gujarat. Bahasa Indonesia
tidak hanya mengadopsi peristilahan Arab saja, tetapi juga aksara atau
alfabet Arab yang pada gilirannya sedikit banyak disesuaikan dengan
pengucapan pengguna lokal. Salah satu bahasa lokal yang banyak
menerima pengaruh bahasa Arab khususnya dalam peristilahan dan
aksara adalah bahasa Melayu yang kemudian diangkat menjadi bahasa
nasional Indonesia.

Sejarah Bahasa Arab di

Menurut Skinner (dalam Azra, 2000), pada tataran leksikal, bahasa


Arab sangat mempengaruhi bahasa Melayu. Dalam kamus al-Hamidi,
susunan Abdul Hamid Ahmad, mendaftar sekitar 2000 kosakata Arab
yang digunakan dalam bahasa Melayu-Indonesia. Sedangkan Guguskata
Arab Melayu, karya Muhammad Said, mencatat sejumlah 1725 kosakata
Arab dalam bahasa Melayu-Indonesia. Lainnya adalah Kamus Istilah
Islamiyah, susunan Muhammad Sanusi ibn Haji Mahmood, mencatat
lebih sedikit dari 2000 kosakata Arab.
Jumlah kosakata Arab yang diberikan ketiga kamus ini lebih banyak
diandingkan kamus-kamus lain baik yang ditulis Barat maupun kamus
Melayu-Indonesia Kontemporer lainnya. Sebagai perbandingan, James
Howison mencatat hanya 150 kosakata Arab dalam lidah Melayu.
Sedangkan Shellabear yang menyusun kamus Melayu-Inggris mendaftar
sebanyak 385 kata. Tetapi angka ini kembali menurun menjadi 219 saja
dalam kamus Swettenham. Selanjutnya, Winstedt dan Linggi dalam
Kitab
Loghat
mencatat sebanyak 1001 kosakata Arab yang
Sejarah
Bahasa
Arab Melayu
di

Bila kita tilik kembali, bahasa Indonesia (BI) menerima berbagai


bahasa asing, yaitu bahasa yang dikuasai oleh pamakaianya melalui
pendidikan formal. Namun demikian, bahasa Indonesia bisa dikatakan
berasal dari bahasa Melayu Riau yang diperkaya oleh berbagai unsur
bahasa asing dan daerah. Saadie (1997/1998: 19) membuat rumusan
unik yang memformulasikan bahasa Indonesia sebagai hasil dari
pengurangan bahasa Melayu dari kebiasaan dalam bahasa Melayu yang
sudah tidak digunakan dalam BI dan pengaruh baik bahasa asing maupun
BI = BM X plus Y
daerah dalam BI. Rumusan
tersebut digambarkan sebagai berikut:

Keterangan:
BI = Bahasa Indonesia
BM = Bahasa Melayu
X = Kebiasaan dalam bahasa Melayu yang sudah tidak digunakan
dalam BI
Y =di
Pengaruh baik bahasa asing maupun bahasa daerah dalam BI
Sejarah Bahasa Arab

Jika kita pahami lebih mendetail terhadap rumusan Saadie di


atas, BI dibentuk oleh bahasa Melayu yang dikurangi kebiasaan
dalam bahasa Melayu yang sudah tidak digunakan dalam BI dan
pengaruh baik bahasa asing maupun bahasa daerah dalam BI.
Rumusan ini memperkuat pernyataan Collins (2011: 38-40)
yang menelisik eksistensi bahasa Melayu sebagai bahasa yang
juga dipengarui oleh bahasa Arab ketika terjadi kekosongan
kekuatan Malaka sekaligus reaksi terhadap doktrin Portugis. Akhir
abad ke-16 inilah bahasa Arab merangsek ke benak masyarakat
Melayu melalui agama Islam hingga serapan dari bahasa Arab
sangat dominan. Fase berikutnya ketika Indonesia merdeka, baru
terpikir untuk memiliki bahasa sendiri yang selanjutnya
memproklamirkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.
Tidak bisa dipungkiri kemudian bahasa Indonesia dapat dikatakan
terbentuk dari bahasa Melayu yang juga merajut dari kata-kata
Arab.
Sejarahbahasa
Bahasa Arab
di

C. Bentuk Pengaruh Bahasa Arab dalam Bahasa Ind


Pada umumnya kata yang dipinjam dalam bahasa Indonesia adalah
kata benda. Menurut Arnold, kata-kata Arab yang dalam bahasa Eropa
pun kebanyakan berupa kata benda. Kata kerja yang masuk dalam
bahasa Indonesia sangat sedikit, yaitu kata-kata: yakni, kutip, nukil,
hafal, batal.
Adapun katabenda yang kita pinjam itu berasal dari berbagai bentu.
Yang dikemukakan di bawah ini hanyalah bentuk frekwensinya:
Bentuk masdar (infinitif): musyawarah, mufakat, itikad, ikrar dll.
Bentuk participum activum: akil, balig, hamil, mukmin, hadir,
mungkin dll.
Bentuk participun passivum: masgul, mashur, makbul, musabab,
makhluk dll.
Kata benda yang pembentukannya bukan karena tasrif; kerabat,
Sejarahamal,
Bahasahal,
Arab
di
martabat,
syak.

SELAIN ITU PERLU DIKETENGAHKAN JUGA BAHWA KATA-KATA PINJAMAN ITU ADA
YANG MENGALAMI PERUBAHAN-PERUBAHAN SEMANTIK (YANG MENYANGKUT ARTI, MAKNA)
ATAU PERUBAHAN FONOLOGIS (YANG MENYANGKUT BUNYI ATAU UCAPAN KATA-KATA).
PEMEBAHASAN TENTANG INI TELAH DISAJIKAN PADA BAB-BAB BERIKUTNYA. SEKADAR
CONTOH YANG MENGALAMI PERUBAHAN SEMANTIK ADALAH:

KATA
INDONESIA

BAHASA ARABBAHASA

LAZIM

HARUS

MASGUL

SIBUK (BAHASA JAWA) KECEWA

AMAL
BAIK
NASIB
KALIMAT
KALIMAT)
KULIAH
TABIB

Sejarah Bahasa Arab di

BIASA

PERBUATAN
UNTUNG

PERBUATAN
UNTUNG BURUK

PERKATAAN KALIMAT (SUSUNAN


FAKULTAS
DOKTER

MATA KULIAH
DUKUN

Kata-kata yang mengalami perubahan fonologis disebabkan beberapa


peristiwa:
Dengan menanggalkan bunyi tekak (hamza) yang terdapat pada akhir kata;
misalnya: bina, rela, ulama, wudu, ambia, dan latin sebagainya.
Disesuaikan dengan daerah artikulasi atau hukum.
Kelompok konsonan kata Indonesia, misalnya:
Arab Indonesia
Mumkin mungkin
Mutalah mentelaah
Minbar mimbar
Jumlah jumblah (sering-sering)
Masyur mashur
Perubahan bunyi karena kekeliruan ucapan sewaktu ditulis dalam bahasa
melayu, misalnya:
Arab Indonesia
Jadwal

jadwal, judul
Taaluk
takluk
Atau karena huruf yang tertinggal, misalnya:
Arab
Indonesia
Khalik
khalayak
Sejarah Bahasa Arab di

Perlu di tambahkan di sini bahwa terdapat kata benda yang


kemudian diberi berfungsi juga sebagai kata penghubung, kata-kata
itu ialah: sebab, berkat, waktu, saat, dan hal. Bahasa Arab
mengenal tiga macam kasus yaitu nominatif, akusatif dan genetif.
Di antara tanda-tanda itu ada yang nampak pada kata pindah
jaman atau ungkapan, misalnya: hadirin (akusatif/genetif), ya rabba
l alamin (rabba= akusatif), amma badu (nominatif) kasus akusatif
terdapat juga pada nama-nama orang misalnya: wardan, hudan,
burdan, jamam, jaldan dan lain sebagainya.
Untuk pembahasan lebih mendalam, bentuk-bentuk pengaruh
bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia telah diuraikan secara
lebih mendetil pada pembahasan bab kata serapan bahasa Arab .
Sejarah Bahasa Arab di

Sekian terimah
kasih