Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS KRIM

Oleh
Kelompok 1

Krim

Krim adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental


mengandung tidak kurang dari 60% air, dimaksudkan untuk
pemakaian luar. Krim disebut juga salep yang banyak
mengandung air, sehingga memberikan perasaan sejuk bila
dioleskan pada kulit.
Jenis-Jenis Krim adalah sebagai berikut:
1. Krim pendingin (cold cream)
Pelembab yang kandungan airnya menguap secara lambat
sehingga menimbulkan rasa dingin pada kulit.
2. Krim vitamin (vitamin cream)
Mengandung vitamin B compleks, asam pantotenat, vitamin E,
vitamin A, C, D. Pemberian vitamin secara topikal ini kurang
efisien digunakan dibanding pemberian vitamin secara oral
karena permeabilitas kulit yang rendah.

3. Krim urut (massage cream)

Ditujukan untuk memperbaiki kulit yang rusak dan


meninggalkan minyak dipermukaan kulit dalam
waktu yang agak lama.
4. Krim tangan atau badan (hand and body cream)
Dipakai untuk melembutkan dan menghaluskan kulit
tangan dan badan.
5. Krim mengandung zat makanan (nourishing cream
or skin food cream)
Ditujukan untuk mengurangi hilangnya kelembaban
kulit dan tidak menghilangkan kerut secara
permanent.

Manfaat Krim :
Pada kulit kering dalam keadaan
kelembaban
udara
sangat
rendah,
penguapan air dari kulit sangat tinggi,
kulit orang tua, atau kelainan kulit
tertentu yang menyebabkan kulit menjadi
kering dan kasar, krim dapat mengurangi
kekeringan
kulit
dan
mengurangi
penguapan
kulit
dengan
cara
menutupinya (Wasitaatmadja, 1997).

Krim Pemutih

Pemutih kulit merupakan suatu bahan yang digunakan


untuk mencerahkan atau merubah warna kulit yang
tidak diinginkan (Rieger, 2000).
Beberapa krim pemutih mengandung pigmen putih
untuk menutupi kulit dan para konsumen merasa
kulitnya menjadi lebih putih, namun sebenarnya kulit
mereka hanya terlihat lebih putih saja akibat efek
pelapisan pigmen putih pada lapisan terluar kulit dan
tidak ada pengurangan pada kadar pigmen kulit yang
sebenarnya. Krim pemutih yang mengandung bahan
yang dapat mengganggu produksi pigmen merupakan
krim yang dianggap paling efektif (Scott et al, 1985).

Berdasarkan cara penggunaanya produk pemutih


kulit dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Skin Bleaching
Adalah produk whitening yang mengandung
bahan aktif yang kuat, yang berfungsi
memudarkan noda-noda hitam pada kulit. Cara
penggunaan produk tersebut adalah dengan
mengoleskan tipis-tipis pada daerah kulit dengan
noda hitam, tidak digunakan secara merata pada
kulit dan tidak digunakan pada siang hari.
2. Skin Lightening
Adalah produk perawatan kulit yang digunakan
dengan tujuan agar kulit pemakai tampak lebih

Logam Merkuri

Logam merkuri atau air raksa mempunyai nama


kimia hydrogyrum yang berarti perak cair.
Secara umum logam merkuri memiliki sifat-sifat
sebagai berikut:
Berat jenis
Titik didihnya 357,33 oC
Logam yang berkilap seperti perak
Titik cair sangat rendah 38,850C sehingga pada suhu
kamar fasenya cair
Merupakan logam yang paling mudah menguap jika
dibandingkan dengan logam-logam lainnya
Pengantar panas dan arus listrik yang baik sekali
Merupakan unsur yang sangat beracun bagi semua

Sumber merkuri terbagi atas 2 yaitu sebagai


berikut:
1. Di alam
Sebagai hasil tambang, merkuri dijumpai
dalam betuk mineral HgS. Terdapat sebagai
batuan dan lapisan yang terhampar di
spanyol, itali dan bagian amerika, serta
banya ddidistribusikan sebagai batuan, abu
dan larutan.
2. Hasil aktivitas manusia
Dalam hal ini dapat dicontohkan dari
hasil
penambangan
emas,
dimana
penambangan tersebut menganddung bahan

Penggunaan merkuri sebagai logam


dalam industri sangat luas dan banyak
digunakan, yaitu :
1. Sebagai logam merkuri
2. Sebagai senyawa organik merkuri
3. Sebagai seyawa anorganik merkuri
Merkuri banyak digunakan dalam industri
karena harganya murah, mudah didapat dan
mudah
penggunaannya.
Sayangnya
penggunaan merkuri ini tidak diimbangi
dengan pengetahuan akan bahaya merkuri.

Mekanisme kerja merkuri pada manusia adalah


jika terhirup oleh manusia, merkuri akan masuk
kedalam tubuh melalui paru-paru dan diteruskan
kedalam darah, melalui darah merkuri ini akan
diteruskan kebagian-bagian tubuh lainya termasuk
otak. Kemudiann setelah singgah dihati dan ginjal
lalu di ekskresikan melalui empedu dan urin.
Semua senyawa merkuri beracun. Keracunan
merkuri adalah logam pertama yang pernah
dilaporkan dari pada logam lainnya dan
merupakan kasus pertama penyakit keracunan
yang masuk dalam daftar undang-undang
kesehatan industri.

Keracunan akut yang ditimbulkan oleh logam


merkuri dapat diketahui dengan mengamati gejalagejala berupa :
1. Gejala reaksi yang timbul pada alat pencernaan
seperti sembelit, muntah-muntah serta perasaan
mual pada lambung.
2. Gejala yang timbul pada jaringan saraf seperti
tremor, tidak konsentrasi dalam berpikir, gugup
dan sering lelah.
3. Gejala yang timbul pada kulit seperti pada kulit
yang tidak ditutupi seperti muka, lengan, kaki
menjadi peka terhadap matahari, menimbulkan
gelembung-gelembung di kulit yang mudah pecah

Tindakan Pertolongan Pertama Akibat Terkena Merkuri


Bila terhirup, penggunaan masker sangat diperlukan
agar aman memasuki lokasi kejadian dan pindahkan
penderita dari tempat tersebut ke tempat yang berudara
segar. Gunakan masker berkatup atau perlengkapan
sejenis untuk melakukan pernafasan buatan.
Bila kontak dengan kulit, segera lepaskan pakaian,
perhiasan, sepatu, yang terkontaminasi. Cuci kulit
dengan sabun atau detergen lunak dan siram dengan air
yang banyak sampai tidak ada sisa bahan kimia.
Bila kontak dengan mata, segera cuci mata dengan air
yang banyak sambil mata dikedip-kedipkan sampai tidak
ada bahan kimia yang tersisa. Disamping itu segera
konsultasikan dengan dokter.
Dan bila tertelan, hubungi pusat informasi keracunan
atau segera bawa ke dokter. Penderita yang tidak sadar

Beberapa dampak yang terjadi akibat pemakaian


kosmetika yang dikenakan pada kulit dapat berupa:
Dermatitis kontak alergik atau iritan, akibat kontak
kulit dengan bahan kosmetika yang bersifat alergik
atau iritan, misal: natrium lauril sulfat pada sabun,
hidrokuinon pada pemutih kulit.
Akne kosmetika, akibat kontak kulit dengan bahan
kosmetika yang bersifat aknegenik, misalnya lanolin
pada bedak padat, alkohol laurat pada pelembab.
Fotosensitivitas, akibat adanya zat yang bersifat
fototoksik atau fotoalergik dalam kosmetika, misal
sinamat pada tabir surya.
Pigmented cosmetic dermatitis, merupakan kelainan
dengan gejala gatal-gatal. Misalnya: ter batubara

Analisis Merkuri Pada Sediaan Krim

1. Analisis krim pemutih A dan B yang tidak terdaftar (BPOM

RI) yang dibeli melalui media internet.


Preparasi sampel menggunakan metode destruksi basah dan
analisis kandungan merkuri dalam sampel digunakan alat ICPS
Fisons ARL 3410+.
Pertama-tama dilakukan pengujian karakteristik fisikokimia
sediaan krim pemutih A dan B. Pengujian karakteristik ini
meliputi organoleptis, pengukuran pH dan penentuan tipe
emulsi. Hasil pemeriksaan organoleptis sediaan krim pemutih A
dan B adalah kedua sediaan krim pemutih A dan B memiliki
warna, bau dan bentuk yang berbeda. Pada sediaan krim
pemutih A memiliki pH 5,0 dan sediaan krim pemutih B
mempunyai pH 7,0. pH sediaan krim pemutih A sesuai dengan
pH kulit yaitu 4,5-6,5 yang bersifat asam lemah.
Sedangkan ditinjau dari pemeriksaan tipe emulsi didapatkan

Selanjutnya adalah preparasi sampel dengan


menggunakan metode dektruksi basah. Dalam
metode destruksi basah ini, digunakan campuran
H2O:HCl:HNO3 dengan perbandingan 4:3:1.
Pereaksi campuran tersebut akan mengoksidasi
komponen organik dalam sampel menjadi CO2,
air dan senyawa lain yang mudah menguap,
dimana hasil komponen organik ini akan
disingkirkan dan menyisakan garam atau asam
dari
komponen
inorganik
untuk
diamati
intensitasnya dengan menggunakan ICPS. Metode
destruksi basah atau digesti ini biasanya
memerlukan waktu 30 menit sampai 1 jam.
Setelah proses destruksi basah selesai, sampel
disaring, diperoleh filtrat dan endapan. Filtrat

2. Analisis Kandungan Merkuri Pada Krim Pemutih

Yang Beredar Di Kota Manado


Sampel krim pemutih yang diteliti berjumlah 10
sampel. Identifikasi merkuri dengan uji warna dan
metode Spektrofotometri Serapan Atom Uap
Pendingin (CVAAS). Analisis kualitatif (uji warna)
yaitu Sejumlah 1 ml larutan uji ditambahkan 1-2
tetes larutan KI 0,5 N, lalu diperhatikan dengan
seksama. Hasil menunjukkan positif jika terjadi
endapan merah orange.
Berdasarkan data hasil analisis kualitatif terhadap
hasil destruksi pereaksi KI 0,5 N keberadaan
merkuri pada seluruh sampel terdapat 5 sampel
yang terdeteksi merkuri sedangkan 5 sampel tidak
terdeteksi.

Hasilnya pada sampel D mempunyai


kadar merkuri yang paling tinggi yaitu
0,06 ppm dan sampel C mempunyai
kadar merkuri paling rendah yaitu 0,03
ppm. Berdasarkan PERMENKES RI
No.445/MENKES/PER/1998
tentang
daftar bahan, zat warna, substratum,
zat pengawet dan tabir surya pada
kosmetik, menyatakan bahwa raksa dan
senyawanya dilarang digunakan dalam

3. Analisis kandungan merkuri dalam kosmetik krim

racikan dokter
Untuk mengetahui adanya senyawa merkuri
dalam sediaan krim kosmetik racikan dokter
dilakukan analisis penetapan kadar merkuri dengan
menggunakan alat mercury analyzer. Digunakan
alat ini karena lebih spesifik, canggih dan cepat.
Hasil pengukuran yang telah dilakukan, 3
sampel racikan dokter yang diperiksa mengandung
kadar merkuri yang cukup tinggi. Sampel A
mengandung kadar merkuri 0,1833 %, sampel B
mengandung 0,1708 % dan sampel C
mengandung 0,1324 %.
Menurut
PP
no.445/MenKes/Per/V/1998
tentang bahan, zat warna, substrat, zat pengawet

THANK YOU SO MUCH


FOR YOUR ATTENTION
CREATED BY:
Ainun Jariah
Anggraini S. Nur
Ariyati Arisandy
Ayu Wardhani Djafar
Nurshinta Tahaku
Puspita Rasyid
Ririn K. Tohopa
Vivi S. Halud
Yuyun S. Gailea