Anda di halaman 1dari 32

GLUKOSA

DARAH
OLEH Kelompok
III

DEFINISI

Materi
yang
dibahas

KADAR
METABOLISME
PEMERIKSAAN
METODE
PENGUKURAN
PENYAKIT

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Glukosa
darah
atau
disebut juga gula darah
merupakan salah satu
monosakarida dan salah
satu
sumber
karbon
terpenting
yang
digunakan
sebagai
Glukosa juga merupakan
sumber energi.
prekusor
pokok
bagi
senyawa non karbohidrat.
Glukosa
dapat
diubah
menjadi lemak termasuk
asam lemak, kolestrol, dan
hormone steroid, asam
amino, dan asam nukleat

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Kadar
glukosa
darah
Kadar
Kadar
glukosa
glukosa
darah
darah pada
dalam
keadaan
keadaan
Kadar
puasa
glukosa kenyang
darah
setelah
makan

Glikogenolisis
Glikolisis
Glukoneogenesis

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

(1) Glikolisis
Glikolisis merupakan proses
pengubahan molekul
glukosa sumber energi
(2) Glikogenesis
Glikogenesis merupakan
karbohidrat simpanan utama
pada hewan, setara dengan pat
atau kanji pada tumbuhan.
(3) Glukoneogenesis
Glukoneogenesis ialah
sintesis glukosa dari
senyawa yang buksn
karbohidrat, misalnya

Gula darah
Glukosapuasa
postprandi
(fasting
Pemeriks al
blood
aan
sugar)
glukosa Tes
Glukosa
sewaktudarahtoleransi
(random/ca glukosa/TT
G
sual)

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Gula darah
puasa
(fasting
blood
sugar)
Tidak
mengonsumsi kalori
untuk paling sedikit 8 jam
Dewasa (serum, plasma) :
70-110 mg/dl
Dewasa (darah lengkap):
60-100mg/dl.
Lansia : 70-120mg/dl

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Glukosapostprandia
l
Mengukur respons pasien
terhadap asupan tinggi
karbohidrat 2 jam setelah
makan.
Dianjurkan jika kadar gula
darah puasa normal tinggi
atau sedikit meningkat.
Dewasa : serum tau

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Glukosa
sewaktu
(random/ca
sual)

Pemeriksaan glukosa
darah tanpa persiapan
bertujuan untuk melihat
kadar glukosa darah
sesaat tanpa puasa dan
tanpa pertimbangan
waktu setelah makan.
Tes ini dilakukan untuk
penjajakan awal pada

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Tes
toleransi
glukosa/TT
G

Kapan TTG
dilakukan ?

Dilakukan pada seseorang yang


memiliki kadar gula darah dalam batas
normal-tinggi atau sedikit meningkat,
dan disarankan pula untuk :
Pasien dengan riwayat keluarga
diabetes
Pasien yang nyata obesitas
Pasien dengan riwayat infeksi
berulang
Pasien dengan penyembuhan
tertunda luka (terutama pada kaki

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Tes
toleransi
glukosa/TT
G

Uji tidak boleh dilakukan jika


kadar gula darah puasa
>200mg/dl.
Uji toleransi glukosa dibedakan
atas 2 yakni secara Oral dan
secara IV (intravena).
Uji toleransi glukosa intravena
dianggap lebih sensitif

Metode
pemeriks
aan
Metode
kimia

Reduksi
tembaga

Otoluidin

Metode
enzimatik
Metode
heksokin
ase

Metode
glukosa
oksidase

Metode
glukosa
dehidrog
enase

Glukomet
er

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

0-Toluidin
Prinsip
:
pengukuran
absorban yang menyatakan
sebanding
dengan
konsentrasi glukosa yang
ada.
Glukosa
yang
kiranya
terdapat
didarah
ketika
dberikan
o-toluidin
akan
membentuk
kompleks
berwarna biru-hijau
Alat : spektrofotometer
Prinsip
:
karena
ada
kemampuan glukosa untuk
mereduksi ion tembaga
Ketika diidentifikasi ada
glukosa
maka
akan
terbentuk
kompleks
molybdenum warna biru

Reduksi
Tembaga

METODE HEKSOKINASE

Prinsip : menggunakan enzim


oksidase
Alat : spektrofotometer
maks
: 425-475 nm

METODE GLUKOSA OKSIDASE

Prinsip : menggunakan enzim


heksokinase
Alat : spektrofotometer
maks
: 340 nm

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Prinsip
: GLUKOSA
menggunakan
METODE
enzimDEHIDROGAENASE
dehidgrohenase
Alat : spektrofotometer
maks : 340 nm
Enzim
glukosa
dehidrogenase
mengkatalisis
oksidasi
glukosa
menjadi
glukonolakton
dengan
adanya nad+. Jumlah mol
nadh
yang
dihasilkan
ekivalen dengan jumlah mol
glukosa yang teroksidasi

Glucometer
adalah
alat
GLUKOMETER
melakukan
pengukuran
glukosa darah

untuk
kadar

Alat ini menggunakan prinsip kerja


ultrasound, menggunakan kapasitas
panas dan menghantar panas sebagai
sensor pengukur gula.
Beberapa
penelitian
menilai
keakuratan
pemeriksaan
kadar
glukosa darah dengan glucometer
pemeriksaan ini ternyata cukup baik
dengan
sensitivitas
70
%Gluko
dan
meter
spesivitas 90%.

Lancing
device

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

HbA1C

Hba1c adalah derivate adult


hemoglobin
dengan
penambahan monosakarida
yang merupakan substan
utama fraksi terpenting dan
terbanyak yaitu sekitar 45% dari total hemoglobin
yang ada.

HbA1C

Metode pemeriksaan
Metode
periksaan HbA1c
berdasarka
n
perbedaan
muatan

Metode
pemeriksaan
berdasarkan
reaktivitas
kimia
Hydrometh
ylfurfural/
thiobarbitur
ic acid
colorimetri

Cation exchange
chromatography
(disposable
microcolumns,
high performance
liquid
chromatography)
Elektrophoresis
Metode
(agarpemeriksaan
gel,
berdasarkan
isolectric
perbedaan
focusing)
structural
Affinity
chromatogr
aphy

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Kelebihan HbA1C
Terstandardisasi
sesuai
dcct/ukpds;
sedangkan
pengukuran glukosa kurang
terstandar
Memiliki
indeks
paparan
glukosa ke seluruhan yang
lebih baik dan dapat menilai
komplikasi jangka panjang
Memiliki variabilitas biologis
yang rendah (<2% dari hari
kehari
untuk
hba1c
dibandingkan dengan glukosa

DEFINISI
KADAR
METABO
LISME
PEMERIK
SAAN
METODE
PENGUK
URAN
PENYAKI
T

Kelebihan HbA1C
Dapat
digunakan
untuk
petunjuk
terapi
dan
penyesuaian terapi
Tidak dipengaruhi oleh variasi
akibat
pembebanan
jumlah
glukosa
yang
sama
pada
individu dengan ukuran tubuh
yang berbeda seperti pada ttgo
Dapat dilakukan kapan saja dan
tidak membutuhkan puasa atau
tes khusus
Memiliki vaariasi diurnal yang

PENYAKIT TERKAIT GLUKOSA


DARAH

HIPOGLIKE
MIA

DIABETES HIPERGLIK
MELLITUS
EMIA

Adalah menurunnya kadar glukosa


darah
yang
menyebabkan
kebutuhan
metabolik
yang
diperlukan oleh sistem saraf tidak
cukup sehingga timbul berbagai
keluhan dan gejala klinik.
Klasifikasi
hipoglikemia
:
hipoglikemia ringan, hipoglikemia
sedang, hipoglikemia berat.
Penyebab hipoglikemik yaitu dosis
pemberian insulin yang kurang
tepat,
kurangnya HIPOGLI
asupan
KEMIAatau
karbohidrat karena menunda

Tanda
dan
gejala
hipoglikemia antara lain:
Adrenergik seperti: pucat, keringat
dingin, takikardi, gemetar, lapar,
cemas, gelisah, sakit kepala,
mengantuk.
Neuroglikopenia seperti bingung,
bicara tidak jelas, perubahan sikap
perilaku,
lemah,
disorientasi,
penurunan
kesadaran,
kejang,
penurunan
terhadap
stimulus
bahaya.
Hipoglikemia

yang

HIPOGLI
KEMIA
berlangsung

Hiperglikemia merupakan keadaan


peningkatan glukosa darah rentang
kadar puasa normal 80 90 mg / dl
darah, atau rentang non puasa
sekitar 140 160 mg /100 ml darah.
Penyebab tidak diketahui dengan
pasti tapi umumnya diketahui
kekurangan
insulin
adalah
penyebab
utama
dan
faktor
herediter yang memegang peranan
penting.
Yang
lain
akibat
pengangkatan
pancreas,
pengrusakan secara kimiawi sel
HIPERGL
beta pulau langerhans.
IKEMIA
IKEMIA

Diabetes militus adalah suatau


gangguan kronis yang bercirikan
hiperglikemia
(glukosa
darah
meningkat)
dan
khususnya
menyangkut metabolisme glukosa
didalam tubuh
Adapun penyebab diabetes militus
antara lain adalah :
Kekurangan hormone insulin
yang
berfungsi
memungkinkan glukosa masuk
kedalam
sel
untuk
DIAB
dimetabolisme
dan
ETES
dimanfaatkan sebagai sumber
MELLI
energy.
TUS

Pada DM Tipe I
Klasifikasi
Gejala awaldan
yanggejala
paling muncul
umum
yaitu
(dipiro,poliuria,
2015) :
adalah
polidipsia,
polifagia,
penurunan
berat
badan, dan kelesuan disertai
dengan hiperglikemia. Individu
sering tipis dan rentan untuk
mengembangkan
ketoasidosis
diabetes jika insulin adalah
dipotong atau di bawah kondisi
stres berat. Antara 20% dan 40%
dari pasien datang dengan
ketoasidosis diabetikum setelah
beberapa hari poliuria, polidipsia,
polifagia, dan penurunan DIAB
berat
badan.
ETES
MELLI
TUS

Klasifikasi dan gejala muncul


Pada DM Tipe 2
yaitu (dipiro, 2015) :
Pasien sering tanpa gejala dan
dapat
didiagnosis
sekunder
darah
yang
tidak
terkait
pengujian.
Letargi,
poliuria,
nokturia, dan polidipsia dapat
hadir. Penurunan berat badan
yang signifikan adalah kurang
umum; lebih sering, pasien
kelebihan berat badan atau
obesitas.
DIAB
ETES
MELLI
TUS

Kriteria untuk diagnosis DM


termasuk salah satu dari berikut :
HbA1c 6,5% atau lebih
Puasa (tidak ada asupan kalori
setidaknya 8 jam) glukosa plasma
dari 126 mg / dl (7,0 mmol / L)
atau lebih
Dua jam glukosa plasma dari 200
mg / dl (11,1 mmol / L) atau lebih
selama lisan glukosa tes toleransi
(OGTT) menggunakan beban
glukosa berisi setara 75 g glukosa
anhidrat dilarutkan dalam air
DIAB
konsentrasi glukosa
ETES
Plasma sembarang dari 200
MELLI
mg /
TUS
dL (11,1 mmol / L) atau lebih

Beberapa komplikasi yang


sering terjadi dan harus
diwaspadai :
Hipoglikemia
Hiperglikemia
Komplikasi
Makrovaskular
Komplikasi Mikrovaskular
DIAB
ETES
MELLI
TUS

Terima Kasih
n jaga selalu kesehatan A