Anda di halaman 1dari 16

Politeknik STMI Jakarta

Plant Design
Pertemuan 6 : Separator

Separator adalah suatu alat pemisah


campuran uap - liquid, dimana liquid dapat
berupa campuran yang tidak saling
bercampur ( immicible ).
Aplikasi dari Separator ini cukup banyak
pada industri - industri terutama pada
bidang perminyakan dan gas ( oil dan gas
plant )

Compressor knock out ( KO ) drum


Inlet separator in gas processing plant
Distillation Column overhead separator
Desalter

Separator vessel ternyata tidak hanya memiliki satu nama, kita atau
beberapa perusahaan justru terkadang memberikan nama yang
berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama dengan separator.
Separator ini, memiliki nama lain sebagai berikut :
Oil/gas separator
Gas/liquid separator
Degasser
Deliqulizer
Scrubber
Trap

Fase yang dipisahkan pada separator ini


dapat berupa campuran dua fase ,two
phase (uap - liquid) maupun campuran tiga
fase, three phase (uap - liquid - liquid), untuk
aplikasi three phase separator , contoh yang
umum adalah pemisahan gas - minyak - air
pada oil dan gas plant.

Untuk Three phase separator, posisi


penempatan secara horizontal lebih disukai
karena lebih efektif bila dibandingkan
dengan posisi vertical, untuk separator dua
fase posisi baik secara vertical maupun
horizontal sering digunakan, sedangkan
untuk KO drum , posisi horizontal lebih
sering digunakan

KO drum digunakan apabila kandungan


liquid kecil pada inlet stream (aliran
masuk), salah satu aplikasinya, dimana
separator dua fase ditempatkan sebelum
inlet kompressor tujuannya adalah untuk
mencegah agar tetesan liquid (liquid
drop ) tidak ikut bersama - sama dengan
gas ke kompressor, sehingga kerusakan
kompressor dapat dimininalisir.

Kelebihan separator
horizontal

Memiliki efisiensi yang lebih baik dibandingkan vertical


separator
Pilihan satu satunya untuk satu inlet dan dua outlet
vapour
Mudah untuk mendesain untuk three phase separator
Lebih cocok untuk menangani liquid dengan volume
yang besar
Residence time cukup lama

Kelemahan separator
horizontal
Memerlukan tempat ( foot print ) yang
lebih besar bila dibandingkan dengan
vertical separator
Pada level liquid yang tinggi , entrainment
akan lebih mudah terjadi

Prinsip kerja separator


horizontal

ketika terjadi aliran, maka flow dari inlet akan menabrak


diverter yang memisahkan sebagian besar gas dari
fluida. Fluida tersebut nantinya akan menetes ke bawah
sedangkan gas yang sifatnya memenuhi ruang,
cenderung untuk di teruskan. Karena gas masih
mengandung sedikit dari uap air, atau istilahnya droplet,
maka fungsi dari mist eliminator akan mengambil
peranan untuk memurnikan gas dan memisahkan liquid
yang masih terkandung di dalam

gas.

Kelebihan separator vertical :

Permukaan luas area liquid tidak berubah seiring


dengan naiknya tinggi liquid (liquid level), sehingga laju
entrainment konstan
Foot print yang lebih kecil
Lebih mudah untuk pemasangan instrument level
(pengukuran tinggi liquid), alarm dan sistem shutdown
Biasanya lebih effisien dibandingkan dengan tipe
horizontal separator untuk rasio uap - liquid yang lebih
tinggi

Kelemahan separator vertical


Kurang cocok untuk pengunaan separator
tiga fase
Kurang cocok utuk rasio liquid - uap yang
tinggi

Prinsip kerja vertical separator

Separator vertical terkadang mengunakan prinsip


centrifugal dalam pemisahannya, gaya centrifugal inilah
yang nantinya mendorong si fludia ke dinding (shell),
sehingga liquid nantinya tertumbuk dan jatuh ke bawah
sementara si gas akan terlewatkan ke bagian ouletnya,
sehingga terpisah Antara udara dan gasnya.
Lewat peran Mist Extractor, maka gas yang keluar dari
separator ini lebih terjamin bebas dari liquid Karena
fungsi dari Mist Extractor adalah untuk menyaring liquid.

Horizontal Separator

Vertical Separator

Mist extraction

alat yang digunakan untuk


memisahkan kabut (mist)
cairan dari gas, biasanya
kabut tersebut akan
mengandung butiran butiran
cair (droplet) yang
menyebabkan gas tidak
benar benar kering.