Anda di halaman 1dari 12

CORE RUTIN

KELOMPOK 2

DISUSUN OLEH :
Mohammad Ahdi Maulidin
Kevin Julico
Ahmad Hanaf
Aditya Rahman
Sulthon Asari
NEXT

PENGERTIAN ANALISA CORE


RUTIN

Analisa inti batuan rutin adalah kegiatan yang dilakukan


untuk mengukur sifat-sifat batuan reservoir terhadap contoh
batuan. Sifat fsik batuan dan fluida reservoir sangat penting
untuk perhitungan cadangan dan perencanaan produksi
sehingga didapatkan efsiensi setinggi mungkin. Analisa core
rutin meliputi pengukuran porositas, pengukuran ruang
kosong
dalam
batuan,
permeabilitas,
perhitungan
perpindahan fluida dalam batuan, dan saturasi fluida.

NEXT

METODE PENGUKURAN CORE RUTIN


POROSITAS
Dilakukan dengan menentukan volume pori-pori dan volume
bulk batuan. Metode yang digunakan dalam menentukan porositas
antara lain: Boyles law porosimeter dan Saturasi metdhod.
Porositas Absolut
didefnisikan sebagai perbandingan antara volume seluruh pori
dengan volume total batuan (bulk volume) atau ditulis :

abs

Vb - Vg

100 %
Vb

abs

Vp
100 %
Vb

Dimana :
Vp = Volume pori-pori batuan, cm3
Vb = Volume total batuan, cm3
Vg = Volume butiran, cm3

NEXT

Porositas Effektif
adalah perbandingan volume pori yang berhubungan
dengan volume total batuan atau ditulis :

eff

Vp yang berhubungan
100 %
Vb

Faktor yang menentukan Besarnya Porositas

Pada resevoir minyak,porositas berkisar antara 5%40% tetapi pada umumnya 10%-20% .faktor yang menentukan
besarnya porositas adalah:
1. Bentuk butir
2.
Keseragaman ukuran butir/sortasi
3. Peroses kompaksi selama dan setelah pengendapan
4.
Derajat sementasi dan kekorosityompakakan batuan
5.
Susunan pengepakan partikel
6.
Rekaan dan growongan
NEXT

Tabel
(Skala
porositas
di
lapangan)

Gambar porometer
untuk mengukur nilai
porositas

Skala porositas (%)

Keterangan

05

Dapat diabaikan

5 - 10

Buruk

10 - 15

Cukup

15 - 20

Baik

20 - 25

Sangat baik

> 25

Istemewa

Gambar timbangan
untuk menimbang core
sebelum dimasukan ke
alat porometer

NEXT

PERMEABILLITAS
Permeabilitas adalah kemampuan batuan untuk mengalirkan fluida melalui pori
pori yang saling berhubungan tanpa menyebabkan perubahan susunan partikel
pembentuknya. Dasar yang digunakan dalam penentuan permebilitas adalah dari
percobaan yang dilakukan Darcy. Defnisi permeabilitas dapat dinyatakan sebagai
berikut :

. Q . L
A.P

dimana :
K = Permeabilitas, darcy
= Viscositas fluida, cp
Q = Kecepatan aliran fluida, cc/sec
A = Luas penampang media berpori, cm22
P = Tekanan, psia
Di dalam reservoir, fluida yang mengalir lebih dari satu macam, sehingga permeabilitas
dibagi menjadi :
*Permeabilitas absolut
Adalah permeabilitas apabila fluida yang mengalir dalam media berpori terdiri hanya
satu macam
fluida, rumus yang digunakan menurut Darcy :
dimana :
q = Volume flux, cc/sec
k
= Permeabilitas, darcy
A
= Luas penampang
melintang batuan, cm3

= Viscositas fluida, cp
dp/dx
= Gradient tekanan, atm/cm

kA dp
q

dx

NEXT

macam fluida, rumus yang


digunakan untuk permeabilitas efektif adalah :
Dimana :
qw, qo = masing masing debit air dan
k ss/sec
.A dp
minyak,
qw w
w, o = viscositas air dan viscositas
w
dx
minyak, cp
k .A dp
kw = permeabilitas untuk air, darcy
qo o
o dx
ko = permeabilitas untuk minyak, darcy
* Permeabilitas Relatif
Adalah perbandingan antara permeabilitas efektif dengan permeabilitas absolut,
rumus untuk
permeabilitas
relatif adalah :
Kw
K rw
dimana :
K
Krw = permeabilitas relatif terhadap air
Ko
Kw = permeabilitas air
K ro
K
Kro = permeabilitas relatif terhadap minyak
Ko
= permeabilitas minyak
K
= permeabilitas absolut
Oleh Klinkenberg, dinyatakan suatu persamaan untuk mengkoreksi permeabilitas
b

absolut
K a Ksehingga
1 didapat permeabilitas sebenarnya.
dimana :

Ka
= Permeabilitas terukur pada tekanan rata rata
K
= Permeabilitas sebenarnya dari batuan
p
B
= Konstanta yang tergantung
P atm pada ukuran
2
pori yang
mempengaruhi harga
permeabilitas
p
=Tekanan rata rata

NEXT

Faktor yang mempengaruhi permeabilitas antara


lain ukuran butir bentuk butir, sortasi atau distribusi
ukuran butir, penepakan butiran, derajat kekompakkan
dan sermentasi, juga tipe clay yang hadir khusus pada
fres weter. Mineral clay semactite (bontonite) dan
montmorillonit akan mengembang (swelling) pada
freshwater dan menurut pori batuan.

Tabel
Skala Permeabilitas di Lapangan
Skala Permeabilitas (mD)

Keterangan

<5

Ketat

5 10

Cukup

10 100

Baik

100 1000

Baik sekali

NEXT

GAMBAR ALAT
Liquid Permeameter

Gas Permeameter

NEXT

SATURASI

Saturasi adalah volume fluida reservoir yang


mengisi volume pori dalam perbandingan relatif
terhadap volume pori. Di dalam reservoir umumnya
terdapat lebih dari satu macam fluida, maka perlu
diketahui jumlah masing masing fluida tersebut.
Analisa core pada tahap ini untuk menentukan
saturasi fluida dalam batuan reservoir yang terdiri dari
saturasi minyak (So), saturasi air (Sw) dan saturasi gas
(Sg) dengan metode destilasi.
*Saturasi air adalah perbandingan antara volume pori
yang diisi oleh air Volume
dengan
volume
pori yang
diisi airpori total.
Sw
Volume pori total

NEXT

* Saturasi minyak adalah perbandingan antara volume pori


yang diisi oleh minyak dengan volume
pori total.
Volume pori yang diisi minyak
So

Volume pori total

*Saturasi gas adalah perbandingan antara volume pori yang


diisi oleh gas dengan volume pori total.
Volume pori yang diisi gas
Sg

Gambar Stark and


Deak Destilation
Aparatus

Volume pori total

Alat oven untuk


mengeringkan core
sebelum dijenuhi fluida

NEXT

THANKS YOU

BACK