Anda di halaman 1dari 17

TERAPI CAIRAN

Sudarman
K1A2 10 030
PEMBIMBING:
Dr. Hj. Andi Hasnah Suaib,
Sp.An

PENDAHULUAN
Tubuh manusia terdiri atas kurang lebih 60% cairan
termasuk darah dari berat badan tubuh.
Dalam cairan tubuh terlarut zat-zat makanan
dan ion-ion yang diperlukan sel untuk hidup,
berkembang, dan menjalankan fungsinya.
Salah satu cairan yang sangat berperan penting
dalam fisiologis tubuh manusia adalah air.

Dehidrasi adalah suatu keadaan penurunan total air di dalam tubuh


Karena hilangnya cairan secara patologis, asupan air tidak adekuat
Kombinasi keduanya

DEFINISI
Terapi cairan

Terapi cairan ialah tindakan untuk memelihara


ataupun mengganti cairan tubuh
dengan pemberian cairan infus kristaloid (elektrolit)
atau koloid (plasma ekspander) secara intravena
untuk mengatasi berbagai masalah
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

Komposisi Cairan
Tubuh

CIS

CISt

CIV
Dekstrose 5%

40%
5%

15%

Asering, RL
NaCl 0,9 %
Koloid
Protein plasma
Darah

Distribusi Cairan Tubuh


Cairan intraseluler40%

Cairan tubuh 60%

Membran sel
Cairan Intravaskular 5%
Cairan ekstraseluler 20%
Cairan Interstisial 15%

Jumlah dan Jenis Elektrolit Tubuh

Gangguan Keseimbangan
Cairan

Defisit volume cairan (FVD)


a. Dehidrasi
- Dehidrasi hipotonik
- Dehidrasi isotonic
- Dehidrasi hipertonik
b. Hipovolemia
Volume cairan berlebih (FVE)
a. Edema

Tanda Klinis Dehidrasi

Derajat Dehidrasi

Tujuan Terapi Cairan

Mengganti cairan yang hilang


Mengganti kehilangan cairan yang sedang
berlangsung
Mencukupi kebutuhan per hari
Untuk mengatasi syok.
Mengoreksi dehidrasi
Untuk mengatasi kelainan yang ditimbulkan
karena terapi yang diberikan.

PEMBERIAN TERAPI
CAIRAN
Rumus Holiday Segar:
4 ml/kg/jam untuk 10 kg pertama
2 ml/kg/jam untuk 10 kg kedua
1 ml/kg/jam tambahan untuk sisa berat badan

Faktor Tetes Mikro : 60 tetes


Faktor Tetes Makro : 20 tetes (tergantung merek)

TERAPI CAIRAN

RESUSITASI

KRISTALOID

RUMATAN

KOLOID
ELEKTROLIT

ASERING
Ringer laktat
Normal Saline

Dextran-40

KA-EN 3B
KA-EN 3A
KA-EN 1B
KA-EN 4A Paed
KA-EN 4B Paed

Menggantikan kehilangan akut


cairan tubuh (syok,dehidrasi,hipovolemik)

NUTRISI
AMIPAREN
AMINOVEL-600
PAN-AMIN G
KA-EN MG 3
MARTOS 10
TRIPAREN

Memelihara keseimbangan
Cairan tubuh dan nutris

Penyebab Dehidrasi
A. Hilangnya cairan melalui sal. cerna
- muntah
- Peritonitis
- diare
- Fistula
- obstruksi usus
B. Hilangnya cairan melalui ginjal
- Insufisiensi adrenal - Diabetes insipidus
- Diuresis osmotik
- Diuresis berlebihan
C. Hilangnya cairan melalui kulit dan sal.
Napas
- Keringat berlebihan - Keganasan paru
- Luka bakar

Tatalaksana Dehidrasi

Dehidrasi Derajat Ringan-Sedang

Diberikan cairan dengan kandungan glukosa 2-3 d/dL, natrium 45-90 mEq/L,
basa 30 mEq/L, kalium 20-25 mEq/L dan Osmolalitas 200-310 mOsm/L, jika
muntah berikan berikan terapi NaCl 0,9% 20-30 ml/kgBB selama 1-2 jam

Dehidrasi Derajat Berat

Tahap Pertama

Kristaloid Isotonik, ex : RL, NaCl 0,9% 20 ml/kgBB, dengan kecepatan 60


ml/kgBB

Tahap Kedua

Diberikan kebutuhan cairan berdasarkan berat badan :

BB<10 kg = 100 mL/kgBB


BB>10-20 kg = 1000+50 mL/kgBB untuk tiap kg BB di atas 10 kg
BB>20 kg = 1500+20 mL/kgBB untuk tiap kg BB di atas 20 kg

Tatalaksana Dehidrasi

Dehidrasi Isotonik

Dehidrasi Hipotonik

Defisit natrium secara umum dapat dikoreksi dengan mengganti defisit cairan
ditambahkan dengan cairan pemeliharaan dextrose 5% dalam NaCl 0,45-0,9%.
Kalium (20 mEq/L kalium klorida) bisa ditambahkan ke dalam cairan jika produksi
urin membaik

Awal berikan NaCL 0,9% atau RL 20 mL/kgBB sampai perfusi jaringan tercapai
selanjutnya berikan dextrose 5% dalam NaCl 0,9%, atau koreksi kebutuhan
natrium melalui perhitungan = ( target Na jumlah Na saat ini ) x volume
distribusi x BB (kg)

Dehidrasi Hipertonik

Tahap awal berikan cairan pengganti NaCl 0,9% 20 mL/kgBB atau Rl sampai
perfusi membaik.
Tahap selanjutnya berikan secara perlahan dalam lebih 48 jam cairan dextrose
5% dalam NaCl 0,9% namun tidak melebihi 10 mEq/L

Syukron

assalamualaykum wa Rahmatu