Anda di halaman 1dari 29

DAILY OR INTERMITTENT BUDESONIDE

IN PRESCHOOL CHILDREN WITH


RECURRENT WHEEZING
EVIDENCE BASED MEDICINE
OLEH :
KELOMPOK 10
ANNISA FADHILAH
1102011033

SKENARIO
Pasien bayi laki-laki berusia 10 bulan datang bersama Ibunya
ke Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dengan keluhan
sesak nafas sejak 1 hari lalu. Menurut ibu pasien, keluhan sesak
nafas dirasakan semakin lama semakin memberat sejak semalam.
Keluhan sesak nafas dirasakan pasien terutama bila cuaca dingin dan
apabila banyak debu. Pasien pernah mengalami keluhan sesak nafas
sejak berusia 5 bulan sebanyak 3 kali sebelumnya.
Selain keluhan sesak nafas, pasien juga mengalami batuk sejak
2 hari yang lalu. Batuk yang dialami oleh pasien terutama pada
malam hari, membuat pasien mengalami kesulitan untuk tidur.
Keluhan pilek dirasakan sejak 2 hari yang lalu disertai bersin-bersin.
Keluhan demam disangkal oleh ibu pasien. Keluhan mual, muntah,
mencret atau diare juga disangkal oleh ibu pasien.

SKENARIO
Sejak lahir ibu pasien mengatakan pasien tidak pernah sakit berat dan harus dirawat
di rumah sakit. Semenjak mengalami keluhan tersebut, pasien menjadi sangat rewel dan
semakin malas untuk makan. Ibu pasien meminta agar anaknya segera diperiksa dan
diberikan pengobatan karena ibu takut jika tidak segara diobati akan menyebabkan
keadaan anaknya menjadi lebih parah. Berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien,
riwayat alergi dan asma pada keluarga, serta pemeriksaan fisik, dokter mendiagnosis
pasien sebagai asma disertai gizi kurang. Dokter memberikan pengobatan dengan
nebulisasi salbutamol untuk mengurangi keluhan sesak nafas. Ibu pasien khawatir
mengenai kekambuhan asma dan menanyakan obat apa yang perlu diberikan untuk
mencegah kekambuhan asma. Dokter berencana ingin memberikan terapi kortiksteroid.
Orang tua menanyakan apakah perlu pemberian obat korsteroid tersebut setiap harinya.

Pertanyaan (foreground question)


Bagaimanakah keefektifan pemberian terapi budesonid setiap hari
dibandingkan pemberian budesonid secara berkala?

PICO
Patient/problem

: Bayi laki-laki , 10 bulan dengan diagnosis


asma disertai gizi kurang

Indicator

: pemakaian Budesonid secara berkala

Comparison

: pemakaian Budesonid setiap hari

Outcome

: Pemakaian budesonid secara berkala lebih


efektif

PENCARIAN BUKTI ILMIAH


Pencarian Bukti Ilmiah
Alamat website
: http://www.nejm.org/
Kata kunci
: corticosteroids AND inhaled AND
asthma
AND preschool
Limitasi
: Free full text available, Publication date
from 2011-2016
Hasil Pencarian
: 2 artikel

Dipilih artikel berjudul


:
Daily or Intermittent Budesonide in
Preschool Children with Recurrent Wheezing

REVIEW JURNAL
Latar Belakang
Daily inhaled glucocorticoids are recommended for young
children at risk for asthma exacerbations, as indicated by a
positive value on the modified asthma predictive index (API)
and an exacerbation in the preceding year, but concern remains
about daily adherence and effects on growth. We compared
daily therapy with intermittent therapy.

REVIEW JURNAL
Metode
We studied 278 children between the ages of 12 and 53 months
who had positive values on the modified API, recurrent wheezing
episodes, and at least one exacerbation in the previous year but
a low degree of impairment. Children were randomly assigned to
receive a budesonide inhalation suspension for 1 year as either
an intermittent high-dose regimen (1 mg twice daily for 7 days,
starting early during a predefined respiratory tract illness) or a
daily low-dose regimen (0.5 mg nightly) with corresponding
placebos.

The

primary

outcome

was

the

frequency

exacerbations requiring oral glucocorticoid therapy.

of

REVIEW JURNAL
HASIL
The daily regimen of budesonide did not differ significantly from the
intermittent regimen with respect to the frequency of exacerbations,
with a rate per patient-year for the daily regimen of 0.97 (95%
confidence interval [CI], 0.76 to 1.22) versus a rate of 0.95 (95% CI,
0.75 to 1.20) for the intermittent regimen (relative rate in the
intermittent- regimen group, 0.99; 95% CI, 0.71 to 1.35; P = 0.60).
There were also no significant between-group differences in several
other measures of asthma severity, including the time to the first
exacerbation, or adverse events. The mean exposure to budesonide
was 104 mg less with the intermittent regimen than with the daily
regimen.

REVIEW JURNAL
Kesimpulan

A daily low-dose regimen of budesonide was not


superior to an intermittent highdose regimen in
reducing asthma exacerbations. Daily administration
led to greater exposure to the drug at 1 year.

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY
1.

Apakah

terdapat

randomisasi dalam kelompok


percobaan

dan

apakah

teknik yang digunakan ?


ya,

terdapat

randomisasi

dalam

kelompok

percobaan

yang

dilakukan

yang

dalam
yaitu

metode.
pemilihan

mendapat
diujikan

disebutkan
Randomisasi
subyek

perlakuan
dan

subyek

mendapat
pembanding
kelompok).

yang
yang
yang

perlakuan
(terdiri

dari

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY
2. Apakah ada pertimbangan dan penyertaan semua
pasien dalam pembuatan kesimpulan
2.a Mengidentifikasi lengkap tidaknya follow up ?
Dijelaskan di bagian hasil (result) bahwa dari 139 yang
mendapat terapi budesonid setiap hari hanya 100 yang
berhasil mengikuti percobaan sampai akhir. Begitu juga
dengan kelompok yang menerima budesonid secara berkala
dari 139 orang, hanya 113 yang mengikuti sampai akhir. Serta
dijelaskan di tabel dibawah ini, alasan mereka keluar dari
percobaan.

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY
2.b

Mengidentifikasi

tidaknya

analisis

ada

pasien

pada

kelompok randomisasi semula ?


Dijelaskan
(result)

bahwa

di

bagian

terdapat

hasil

analisis

pasien pada kelompok randomisasi


semula

dimana

278

pasien

yang

memenuhi kriteria , ditunjuk secara


random

untuk

dimasukan

kelompok

pemberian

budesonid

setiap

ke

terapi

harinya

dan

pemberian budesonid secara berkala

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY
3.

Apakah

blinding

ada

tidaknya

pada

pasien,

klinisi dan peneliti ?


Ya disebutkan dalam metode
bahwa percobaan ini adalah
dengan double-blind trial yang
berarti

ada

pasien

dan

sama

blinding
peneliti,

tidak

pada
sama-

mengetahui

alokasi terapi yang diberikan


kepada pasien.

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY
4. Apakah ada persamaan pada kedua kelompok di
awal penelitian ? Ya
Dijelaskan pada pada bagian hasil (result) dimana
terdapat Asthma characteristic
Membandingkan
dirandomisasi
mempengaruhi

dua

berdasarkan
outcome

kelompok

yang

variabel-variabel
atau

hasil

telah
yang

contohnya

pengelompokan umur, riwayat alergi atau asma dan lain-lain.

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY
5.

Apakah

ada

persamaan

perlakuan

pada

kedua kelompok selain perlakukan eksperimen ?


Dilihat dalam di dalam metode dimana kelompok
terapi budesonid antara pemakaian setiap hari

dan

berkala sama-sama mendapatkan tambahan placebo


dan terapi albuterol jika diperlukan.

JOURNAL APPRAISAL
VALIDITY

IMPORTANCE
6. Berapakah besar efek terapi
(CER,EER,ARR,ARI,NNT) ?
Efek Samping
Ada
Tidak ada
1(a)
138 (b)

139 (a+b)

Pemberian Budesonid
setiap hari

6 (c)

133(d)

139(c+d)

Total

271

278

Pemberian Budesonid
secara berkala

Total

IMPORTANCE
1. Experimental event rate (EER) = a/ (a+b) = 1/139 = 0,007
Efek samping pada kelompok pemberian Budesonid secara berkala
2. Control event rate (CER) = c/ (c+d) =6 /139= 0,043
Efek samping pada kelompok pemberian Budesonid setiap hari

3. Relative Risk (RR) = EER / CER = 0,16


Relative Risk menerangkan berapa kali kejadian pada kelompok
eksperimen dibandingkan kelompok control. RR< 1 terapi pemberian
budesonid berkala menurunkan resiko munculnya efek samping

IMPORTANCE
4. Relative risk reduction (RRR) = or 1-RR = 84 %
Menunjukkan berapa persen obat dari kelompok eksperimental dapat
menurunkan kejadian yang tidak diinginkan (Efek samping)

5. Absolute risk reduction (ARR) = CEREER = 0,043- 0,007= 0,036= 3,6 %


Menunjukkan perbedaan kegagalan aktual antara obat ekperimental dan obat
control

6. Number needed to treat (NNT) = 27


Menunjukkan berapa orang yang diperlukan untuk diberi obat eksperimental
selama 52 minggu , untuk dapat menghindarkan 1 orang dari efek samping.

IMPORTANCE
7. Berapakah presisi estimasi efek terapi ?

P value = 0,6 dimana hasil dari jurnal ini tidak bermakna

APPLICABILITY
8. Apakah ada kemungkinan
penerapan

pada

pasien

(spektrum

pasien

dan

setting)
Penerapan tidak bisa dilakukan
pada pasien karena kriteria yang
disebutkan
pasien

di

12-53

mengalami
serangan

metode,

yaitu

bulan,

sudah

minimal
asma

atau

serangan

asma

pemakaian

obat

lebih dari 3 bulan.

4
3

kali
kali

dengan
pengendali

APPLICABILITY
9. Apa potensi keuntungan dan kerugian bagi pasien?

a)

Disebutkan di dalam jurnal bahwa pemakaian budesonid baik secara

berkala maupun pemakaian setiap harinya tidak memiliki perbedaan yang


signifikan. Namun pemakaian budesonid setiap hari menimbulkan efek
samping yang lebih serius dibandingkan pemakaian budesonid secara
berkala.
b)Kerugian dari pemakaian budesonid setiap hari, angka kejadian
kekambuhan lebih sering terjadi. Selain itu mengalami efek samping
berupa infeksi pada saluran pernafasan. Namun perbedaan antara keduanya
tidak jauh berbeda.

GAMBAR A

GAMBAR B

POTENSI KEUNTUNGAN DAN


KERUGIAN BAGI PASIEN
P value dari jurnal ini adalah sebesar 0,6 dimana
Menunjukkan bahwa tidak bermakna, sehingga
tidak bisa diterapkan pada pasien saya.
Di jurnal juga dijelaskan bahwa tidak ada
perbedaan signifikan antara pemberian budesonid
setiap hari maupun pemberian secara berkala.

POTENSI KEUNTUNGAN DAN


KERUGIAN BAGI PASIEN
Selain itu pada jurnal ini, pasien yang mengikuti
penelitian berusia 12 bulan keatas serta 4 kali
Mengalami serangan asma. Sedangkan pasien
berusia 10 bulan dan baru mengalami 3x serangan
Asma.
Untuk biaya yang di keluarkan untuk membeli obat
Golongan budesonid, harga obat tersebut termasuk
mahal sehingga membebani pasien yang dari
kalangan ekonomi menengah kebawah.