Anda di halaman 1dari 50

STUDI KASUS

ASMA PADA PASIEN BAYI DISERTAI GIZI KURANG DENGAN


MASALAH POLA MAKAN MELALUI PENDEKATAN
KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN JOHAR BARU
DISUSUN OLEH :
Annisa Fadhilah
1102011033
Kelompok 10
Pembimbing:
Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK

IDENTITAS PASIEN

Nama
Jenis Kelamin
Umur
Agama
Alamat
Suku Bangsa
Tempat berobat
Tanggal berobat

: An. A
: Laki - Laki
: 10 Bulan
: Islam
: Kampung Rawa, RT 04 RW 02
: Jawa
: Puskesmas Kecamatan Johar Baru- Jakarta Pusat
: 1 November 2016

ANAMNESA

Riwayat penyakit sekarang

Riwayat penyakit sekarang

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran

: Compos mentis

Tanda Vital

Respirasi

: 48

Nadi

: 115 x/menit

Suhu

: 36,8 C

x/menit

STATUS GIZI
1. Panjang badan
: 74 cm
2. Berat badan : 7 kg
3. Status gizi
PB/U
BB/U
BB/PB

: -2 SD s.d -3 SD (Perawakan Kurang)


: -2 SD s.d -3 SD (Gizi Kurang)
: -2 SD s.d -3 SD (Gizi Kurang)

PB/U :-2 SD s.d -3 SD (Perawakan Kurang)

BB/U :-2 SD s.d -3 SD (Gizi Kurang)

BB/PB :-2 SD s.d -3 SD (Gizi Kurang)

STATUS GENERALIS
Kepala

: Normochepale

Rambut

: Hitam, tidak mudah di cabut

Mata

: Edema Palpebra (-/-), refleks cahaya (+/+) Konjungtiva pucat (-/-), Sklera
tidak
ikterik (-/-)

Hidung

: Pernapasan cuping hidung (-/-), sekret (+/+) cair tidak berwarna

Telinga

: Serumen (-/-), Keluar sekret dari telinga (-/-)

Mulut

: Mukosa mulut basah, bibir tidak sianosis

Leher

: Tidak terdapat pembesaran KGB, Deviasi trakea (-)

Paru-Paru
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Jantung
Inspeksi :
Palpasi :
Perkusi :
Auskultasi
Abdomen
Ekstremitas

: Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri


: Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri
: Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-paru (+)
:Vesikuler +/+, bronkial (+/+), ronki (-/-), wheezing (+/+)
Iktus kordis terlihat
Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikularis sinistra
Batas jantung normal
:
Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-),gallop (-)
: nyeri tekan (-), Bising usus (+).
: Akral hangat, edema (-/-)

BERKAS KELUARGA
Identitas

Kepala
Keluarga

Identitas
Pasangan

Kakak
Pasien

Pasien

Struktur Komposi
Keluarga

Tn.A

Ny.D

An. D

An. A

Jenis Kelamin

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki

Laki-laki

KELUAGRA INTI
(NUCLEAR FAMILY)

Umur

23 tahun

22 tahun

3 tahun

10 bulan

Anak Ke

2 dari 2
saudara

2 dari 3
saudara

1 dari 2
saudara

2 dari 2 saudara

Nama

Alamat

Jl. Kampung Rawa Tinggi RW 004 RW 02

Pendidikan

SMK

SMK

Agama

Islam

Islam

Islam

Islam

Suku

Jawa

Jawa

Jawa

Jawa

Penjaga Toko
Pakaian

Ibu Rumah
Tangga

Pekerjaan

Anggota Keluarga yang tinggal serumah


No

Nama

Tn. A

Status
keluarga
Kepala
Keluarga

Gender

Umur

23 thn

Pendidika
n

SMK

Pekerjaan

Penjaga
Toko
Ibu

Ny. D

Istri

22 thn

SMK

rumah
tangga

An.D

Anak

3 thn

An.A

Anak

10 bln

Keterangan
Tambahan
Ayah Pasien
Pencari nafkah
utama
Ibu pasien.
pengasuh
Saudara Kandung
Pasien
Pasien

Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


Lingkungan tempat tinggal
Status kepemilikan rumah: kontrak
Daerah perumahan: padat
Karakteristik Rumah dan Lingkungan
Luas rumah: 4 x 3 m2

Kesimpulan

Jumlah penghuni dalam satu rumah: 4 orang


Luas halaman rumah: tidak ada

Keluarga An.A tinggal di sebuah kontrakan

Rumah tidak bertingkat

dimana daerah perumahan yang padat dan

Lantai rumah terbuat dari: keramik

kurang bersih. Rumah hanya terdiri dari

Dinding rumah terbuat dari: tembok

satu

Jamban keluarga: tidak ada

penataan perabotan kurang teratur dan

Tempat bermain: tidak ada

ventilasi atau jendela dirumah An.A hanya

Penerangan listrik: 1200 watt

sedikit. Rumah An.A tidak

Ketersediaan air bersih: tidak ada

jamban, dan tidak tersedianya air bersih.

Tempat pembuangan sampah: ada

ruangan.

Didalam

rumah

pasien

memiliki

Kepemilikan barang-barang berharga:


(Kendaraan, elektronik, peralatan RT)

Satu buah televisi 21 inch


Satu buah kipas angin
Satu buah setrikaan
Satu buah penanak nasi
Dua buah handphone
1 buah Dispenser air

DENAH RUMAH

Kesan : berdasarkan lingkungan tempat tinggal, kepemilikan barang-barang berharga, dan


denah rumah yang dimiliki keluarga pasien menunjukkan bahwa pasien tergolong keluarga
menengah kebawah.

PENILAIAN PERILAKU KESEHATAN KELUARGA


Perilaku Terhadap Sehat
dan Penyakit
Perilaku terhadap
pelayanan kesehatan

Bila sakit, keluarga memilih meminum obat warung terlebih dahulu, namun jika
keluhan masih tetap dirasakan baru pergi ke Puskesmas.
Tempat berobat: puskesmas terdekat (harga terjangkau, tempatnya tidak jauh
dari rumah sehingga dapat ditempuh hanya menggunakan motor atau
kendaraan umum saja)
Asuransi Kesehatan: BPJS

Perilaku terhadap Makanan

Belum menerapkan pola makan sesuai dengan pedoman gizi yang baiK
Ibu pasien tidak menyediakan variasi menu makanan

Perilaku terhadap Lingkungan Tinggal di lingkungan padat penduduk


Rumah tidak ada kamar mandi (jamban) dan dapur
Ventilasi dan pencahayaan rumah kurang
Sulit mendapatkan akses air bersih

Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


Faktor

Keterangan

Kesimpulan

Cara mencapai pusat

Pasien datang ke

pelayanan kesehatan

puskesmas dengan Pasien dan keluarga biasa berobat Puskesmas


kendaraan umum

Kecamatan Johar Baru. Jarak yang ditempuh sekitar

(angkot)

2 km dari tempat tinggal dengan angkot. Tarif


pelayanan gratis, sementara untuk pemeriksaan dan

Murah
Tarif pelayanan

kesehatan

merasa cukup puas dengan pelayanan kesehatan yang


diberikan oleh Puskesmas Kecamatan Johar Baru.

kesehatan

Kualitas pelayanan

obat pasien di tanggung oleh KJS (gratis). Pasien juga

Cukup
Memuaskan

POLA KONSUMSI MAKANAN KELUARGA

Waktu

FOOD RECALL
30 OKTOBER 2016
Total kalori = 772 Kal/hari
Total Karbohidrat 107 gr, Protein 33,4 gr, dan
Lemak 23,5 gr

Nama
Makanan

URT

Karbohidra
Protein Lemak
t

Kalori

Bubur ayam
Pagi

- Bubur beras

1 gelas

20 g

2, g

87,5 kal

- Ayam

1 ptg sdg

7g

2g

50 kal

Susu Sapi

1 gelas

10 g

7g

6g

125kal

Selingan

ASI

1/2 gelas

6,8 g

5g

4,5 g

67 kal

Siang

Bubur beras

1 gelas

20 g

2g

87,5 kal

-Bayam

1 gelas

5g

1g

25 kal

- Minyak
kelapa

1 sdt

5g

50 kal

Biskuit

3 bh

24 g

2,4 g

105 kal

Pisang

1 bh

12 g

50 kal

Susu Sapi

1 gelas

10 g

7g

6g

125 kal

107. g

33,4

23,5 g

772 kal

Sayur bayam

Selingan
Malam

TOTAL

FOOD RECALL
31 Oktober 2016

Nama
Makanan

URT

Karbohidrat

Protein

Lemak

Kalori

Biskuit

3 bh

24 g

2,4 g

105 kal

Pagi

Susu Sapi

1 gelas

10 g

7g

4,5 g

125kal

Selingan

ASI

1/2 gelas

6,8 g

5 gr

Bubur beras

1 gelas

20 g

2g

87,5 kal

wortel

100 gram

5g

1g

25 kal

kol

100 gram

5g

1g

25 kal

buncis

100 gram

5g

1g

25 kal

Minyak kelapa

1 sdt

5g

50 kal

Biskuit

2 bh

16 g

1,2 g

70 kal

Nasi tim

1/2 gls

20 g

2g

175 kal

Telur ayam

1 butir

7g

5g

75 kal

Minyak kelapa

1 sdt

5g

50 kal

111,8 g

29,6 g

24 g

879 kal

Waktu

Siang

Total kalori = 879 Kal


Total Karbohidrat, Protein, dan Lemak =
111,8 gr, 29,6 gr, 24 gr

Selingan
Malam

4,5 gr

67 kal

Sayur sop

TOTAL

FOOD RECALL
1 NOVEMBER 2016

Total kalori = 717 Kal


Total Karbohidrat, Protein, dan Lemak
93,8 gr, 33 gr, 25,5 gr

Waktu

Nama
Makanan

Pagi

Bubur ayam

URT

Karbohidrat

Protein

Lemak

Kalori

- Bubur beras

1 gelas

20 g

2, g

87,5 kal

- Ayam

1 ptg sdg

7g

2g

50 kal

Selingan

Susu Sapi

1 gelas

10 g

7g

6g

125 kal

Siang

Bubur beras
Sayur sop

1 gelas

20 g

2g

87,5 kal

wortel

100 gram

5g

1g

25 kal

kol

100 gram

5g

1g

25 kal

buncis

100 gram

5g

1g

25 kal

Minyak kelapa

1 sdt

5g

50 kal

Selingan

ASI

1/2 gelas

6,8 g

5 gr

4,5 gr

67 kal

Malam

Pisang

1 bh

12 g

50 kal

Susu Sapi

1 gelass

10 g

7g

6g

125 kal

93,8 g

33 g

25,5 g

717 kal

TOTAL

Kesimpulan Food Recall


Tanggal

Karbohidrat

Protein

Lemak

Kalori

30 September 2016

107 g

33,4 g

23,5 g

772 kal

1 Oktober 2016

111.8 g

29,6 g

24 g

879 kal

2 Oktober 2016

93,8 g

33 g

25,5 g

717 kal

104,2 g

32 g

24,3 g

789 kal

Rata-rata

Penentuan status gizi


Rata-rata asupan pasien selama 3 hari, adalah 789 kkal, sedangkan kebutuhan kalori pasien, adalah :
1. Kebutuhan kalori per hari An.A sesuai dengan Berat Badan saat ini : 7 kg x 100 kkal/kgBB/hari
BBI : (umur/bulan : 2) + 4 = (10:2) + 4 = 9 kg
Kebutuhan kalori per hari An.A sesuai dengan Berat Badan Ideal usianya : BBI x konstanta kalori = 9 kg x
(110-120) kkal/kgBB/hari = 990 kkal s.d 1080 kkal
Jumlah kebutuhan kalori An.A = 990 kkal s.d 1080 kkal

2. Kebutuhan Zat Gizi


Protein = (15% x Total Energi Harian: 4 = (15% x 990 kal) : 4 gram = 37,2 gram.
Lemak = (20% x Total Enegi Harian) : 9 = (20% x 990 kal ) : 9 gram = 22 gram.
Karbohidrat = (65% x Total Eenergi Harian) : 4 gram = (65 % x 990 kal) : 4 gram = 160,8 gram.

POLA DUKUNGAN KELUARGA


Faktor Pendukung
Terselesaikannya Masalah
Dalam Keluarga

-Keluarga pasien memiliki hubungan yang baik dan rukun.


-Komunikasi berjalan lancar.
-Keluarga pasien sangat mendukung pasien untuk cepat
sembuh.

-Tempat tinggal pasien berada di lingkungan padat penduduk.

Faktor Penghambat
Terselesaikannya
Masalah Dalam
Keluarga

- Kondisi rumah tidak layak dimana tidak terdapat jamban dan


juga dapur untuk memasak.
-Penghasilan ayah pasien yang pas-pasan untuk memenuhi
asupan gizi seimbang bagi pasien dan keluarga.

Genogram
BENTUK
KELUARGA
Nuclear Family

TAHAPAN
SIKLUS
KELUARGA
Tahap II
Tahap keluarga
dengan anak usia
prasekolah,
keluarga tersebut
telah mempunyai
anak dengan usia
prasekolah (30
bulan sampai 6
tahun)

FAMILY MAP

FUNGSI KELUARGA
FUNGSI BIOLOGIS
Secara umum kedua orangtua dalam keadaan sehat, tidak terdapat gejalagejala terjadinya penyakit menular maupun penyakit lainnya pada keluarga
tersebut. Pasien memiliki riwayat asma berulang.
FUNGSI PSIKOLOGI
Hubungan kekeluargaan di antara anggota keluarga Tn.A terjalin baik. Kedua
orangtua pasien sangat menyayangi pasien. Sehari-hari kakak pasien berkomunikasi
dan bermain dengan pasien.

FUNGSI KELUARGA
FUNGSI EKONOMI
Sumber penghasilan utama keluarga pasien adalah gaji Tn.A yang bekerja
sebagai penjaga toko pakaian dengan gaji sekitar 2.500.000,-/bulan. Uang
tersebut dirasakan cukup untuk memenuhi kebutuhan makan. Namun
sangat pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan sulit
untuk bisa menyisihkan uangnya untuk ditabung

FUNGSI SOSIAL
Lingkungan tempat keluarga tinggal termasuk lingkungan padat
penduduk. Rumah pasien sendiri hanya 1 ruangan, tidak terdapat
kamar mandi maupun dapur. Rumah pasien berdempeta dengan rumahrumah yang lain. Keluarga pasien dikenal sebagai keluarga yang baik
dan sopan terhadap tetangga. Keluarga pasien juga sering
bersosialisasi dan mengikuti kegiatan warga sekitar.

Fungsi Reproduksi
Orangtua pasien masih produktif dan berniat menambah anak lagi. Ibu pasien
belum pernah memakai KB sejak melahirkan anak kedua hingga saat ini.

DINAMIKA KELUARGA
Interaksi antara orangtua pasien, kakak pasien dan pasien sangat harmonis.
Keluarga ini sudah 2 tahun menempati rumah yang mereka tinggali
sekarang. Tn. A bekerja sebagai penjaga toko pakaian, Ia berangkat kerja
pada pagi hari setiap harinya dan pulang saat malam hari. Ny. D tidak
bekerja, hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Semua anggota keluarga
saling menyayangi dan menghormati.

Dinamika Keluarga

Identifikasi Permasalahan Yang Didapat


Dalam Keluarga
Keluarga pasien memiliki pengetahuan yang kurang mengenai gizi seimbang.
Penghasilan ayah pasien yang pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan keluarga
pasien sehingga makanan yang disajikan tidak memenuhi asupan gizi seimbang bagi
pasien dan keluarga.
Kurangnya variasi makanan yang disajikan oleh Ibu pasien membuat pasien bosan
dan sulit makan.
Keluarga pasien tinggal di pemukiman yang padat dimana kondisi rumah tidak
memiliki jamban, tidak memiliki dapur dan sulitnya ketersediaan air bersih.

Diagnostik Holistik ASPEK PERSONAL

Aspek klinik

Aspek risiko internal


Pola makan pasien selama ini tidak teratur dan asupan makanan
yang dikonsumsi sehari-hari tidak sebanding dengan kebutuhan
kalori pasien yang seharusnya.

ASPEK PSIKOSOSIAL
Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit asma, orang tua tidak begitu
mengetahui faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit ini dan bagaimana
cara pencegahannya.
Keluarga pasien menganggap bahwa berat badan pasien tidak naik adalah
hal yang wajar karena anak sulit makan.
Ibu pasien lebih sering membeli makanan di luar daripada memasak sendiri
sehingga makanan yang disajikan tidak memenuhi kebutuhan gizi.

Aspek Fungsional
Aspek fungsional: (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas
sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah, fisik maupun
mental)
Derajat Tingkat Aktivitas pada pasien ini menurut skala ICPC 2
yaitu derajat 1 dimana tidak ada keterbatasan fungsi apapun.

RENCANA PENATALAKSANAAN
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang diharapkan

Aspek Personal

1.

Orang tua Pasien

Saat pasien berobat ke

1. Orang tua pasien memahami mengenai

Menjelaskan kepada orang tua pasien bahwa penyakit


yang pasien alami adalah Asma yang merupakan

Puskesmas dan saat

penyakit yang dialami oleh anaknya

peradangan pada saluran pernafasan, serta faktor-faktor

kunjungan ke rumah

serta bagaimana pencegahan serangan

apa saja yang dapat mencetuskan penyakit

pasien

penyakit.

2. Menjelaskan kepada Orang tua pasien bahwa keluhan

2. Orang tua pasien mengerti hal apa saja

anaknya dapat berangsur pulih namun penyakit ini

yang dapat memicu timbulnya keluhan

sewaktu-waktu dapat kambuh kembali, selama terpapar

tersebut, berusaha sebaik mungkin

oleh penyebab asma.

untuk menghindari.

3. Menjelaskan kepada orang tua pasien tentang keadaan

3. Orang tua pasien mengerti tanda bila

anaknya saat ini dan tanda-tanda apa saja yang dapat

terdapat perburukan/ komplikasi agar

terjadi saat terdapat perburukan

segera dibawa ke fasilitas kesehatan


terdekat (puskesmas)

4. Mengedukasi Orang tua pasien bahwa Asma penyakit yang


dapat diturunkan dari keluarga dengan riwayat Atopi. Salah

4. Orang tua pasien tahu keadaan anaknya

satu pencetusnya adalah alergi debu, makanan serta

dan mengerti hal apa yang perlu

perubahan cuaca.

dihindari agar tidak mengalami


serangan asma.

RENCANA PENATALAKSANAAN
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang diharapkan

Aspek Klinis

A. Terapi

Pasien

Saat pasien

A. Keluhan pasien

- Nebulisasi Ventolin

berobat di

berkurang dan pasien

Puyer

puskesmas dan

sembuh.

1.Gliseril Guiakolat 0,6 mg

kunjungan ke

2. CTM 12,5 mg

rumah
B. Memperbaiki

B.Merencankan perbaikan status

kebutuhan gizi sehingga dengan

gizi yang disesuaikan dengan berat

nutrisi yang cukup, daya tahan

badan ideal dan kebutuhan kalori

tubuh pasien meningkat dan

total.

tidak mudah terserang


penyakit.

RENCANA PENATALAKSANAAN
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang diharapkan

Aspek Risiko

A. Mengedukasi

Keluarga

Saat di

A. Keluarga pasien

Internal

mengenai pola gizi

Pasien

puskesmas

memahami pola gizi

seimbang yaitu porsi

dan

seimbang, jadwal

makanan yang

kunjungan

makan, dan porsi

dibutuhkan pasien dan

rumah

makan yang

keanekaragaman
makanan agar pasien
tidak bosan dengan
variasi makanan yang
dikonsumsi.

dibutuhkan pasien

RENCANA PENATALAKSANAAN
Aspek

Kegiatan

Aspek

1.

Waktu

Hasil yang diharapkan

Mengedukasi orang tua pasien untuk memperhatikan Keluarga Pasien

Saat di puskesmas

1.

Resiko

kebersihan diri dan lingkungan rumah karena debu

dan kunjungan

perorangan dan terciptanya

Eksternal

merupakan salah satu pencetus serangan asma.

rumah

lingkungan rumah yang bersih


serta memiliki pertukaran udara

rumah dan jangan ada yang merokok di dalam

yang baik di dalam rumah.


2.

Orang tua Pasien mengerti

Menjelaskan bahwa pertumbuhan badan pasien

keadaan anaknya dan berusaha

tidak sesuai dengan anak seusianya dimana salah

untuk menjaga pola makan

satu penyebabnya karena asupan makanan yang tidak

anaknya sebaik mungkin.

sesuai.
3.

Terciptanya kebersihan diri

Selain itu perlu diperhatikan mengenai ventilasi


rumah.
2.

Sasaran

3.

Ibu pasien mengetahui menu

Menjelaskan kepada ibu pasien untuk

makan apa saja yang dapat ia

memperhatikan makanan yang dibeli diluar.

berikan kepada anaknya, asupan

Usahakan makanan yang dibeli makanan kebutuhan

makanan yang sesuai kebutuhan.

nutrisi dan kalori pasien. Ibu pasien diberi penjelasan


menu apa saja yang dapat dibeli selama ibu pasien
tidak bisa memasak makanan sendiri

RENCANA PENATALAKSANAAN
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil yang
diharapkan

Aspek

Menyarankan agar

Keluarga

Saat di

Kualitas hidup

Fungsional

pasien mendapat istirahat Pasien

puskesmas pasien dapat

yang cukup selama

dan

meningkat lebih

masih dalam keadaan

kunjungan

baik.

sakit.

rumah

PROGNOSA
Ad Vitam
Ad Sanationam
Ad Functionam

: ad Bonam
: ad Bonam
: ad Bonam

Contoh Tambahan Menu makanan


Kekurangan kalori pasien per harinya ialah 210-290 kkal. Untuk memenuhi tambahan 210- 290
kkal , Ibu bisa menambah jumlah porsi pada makanan yang biasanya disajikan atau memilih variasi
makanan tambahan lain yang mudah didapat serta terjangkau.

Hari 1
Selingan Ubi rebus (175 kkal) + Pepaya 1 potong (110kkal)
Hari 2
Selingan Bubur kacang hijau (117 kkal) + Pisang ambon rebus ( 50 kkal)
Hari 3
Selingan Biskuit 5 buah bsr (175 kkal) + ASI 100 cc (67 kkal)

LAMPIRAN
Contoh menu
990- 1080 kal

Waktu
Pagi

Selingan
Siang

Selingan

Malam

Nama Makanan
Bubur ayam

URT

Karbohidrat

Protein

Lemak

Kalori

- Bubur beras

1 gelas

20 g

2, g

87,5 kal

- Ayam
Susu Sapi
ASI
Pisang

1 ptg sdg
1 gelas
1/2 gelas
1 bh

10 g
6,8 g
12 g

7g
7g
5g
-

Bubur beras

2 gelas

40 g

4g

87,5 kal

Sayur sop
wortel
kol
buncis

100 gram
100 gram
100 gram

5g
5g
5g

1g
1g
1g

25 kal
25 kal
25 kal

Minyak kelapa

1 sdt

5g

50 kal

Susu Sapi

1 gelas

10 g

7g

6g

125kal

Papaya

1 bh

12 g

110 kal

Bubur nasi

1 gelas

20 g

2g

87,5 kal

Tahu

1 potong

7g

5g

3g

75 kal

Sayur bayam
-Bayam

1 gelas

5g

1g

25 kal

- Minyak kelapa

1 sdt

5g

50 kal

177,8 g

43 g

30,5 g

1064kal

TOTAL

2g
6g
4,5 gr
-

50 kal
125kal
67 kal
50 kal

Lampiran Pola Gizi Seimbang


1. Makanlah aneka ragam makanan
2. Makanlah makanan untuk memenuhi kebutuhan energi
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi
5. Gunakan garam beriodium untuk mencegah timbulnya Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
6. Makanlah makanan sumber zat besi untuk mencegah anemia
7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 6 bulan
8. Biasakan makanan pagi (sarapan)
9. Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya
10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur

Lampiran Foto Kunjungan Rumah