Anda di halaman 1dari 22

PSIKOPATOLOGI

Pembimbing:
Dr. ERLINA SUTJIADI, Sp.KJ (K)

Dalam psikiatri perlu pengenalan dan definisi tanda dan


Gejala perilaku emosional
Tanda (Sign) adalah temuan objektif yang diobservasi
oleh Dokter (sebagai contohnya afek yang terbatas dan
retardasi psikomotor)

Gejala (symptom) adalah pengalaman subjektif yang


digambarkan oleh pasien (sebagai contohnya mood yang
tertekan dan berkurangnya tenaga)

Suatu sindroma adalah kelompok tanda & gejala yang


terjadi bersama-sama sebagai suatu kondisi yang
dapat dikenali yang mungin kurang sfesifik
dibandingkan gangguan atau penyakit yang jelas

Psikopatologi
Psycho : psikis
Phatos : penyakit
Logos : ilmu
Psikopatologi adalah ilmu yang mempelajari kelainan
atau gangguan dibidang kejiwaan. Ditinjau dari
pengertian tersebut diatas batasannya sangat luas.
Kelainan/ gangguan dibidang kejiwaan pada dasarnya
merupakan gangguan dari bebagai aspek kepribadian,
misalnya: aspek kesadaran, aspek tingkah laku atau
perbuatan, kehidupan afektif, proses pikir dsb.
Memahami psikopatologi dari bebagai aspek tsb adalah
penting untuk memahami keadaan gangguan jiwa.

Tanda dan Gejala Penyakit


Psikiatri
i. Kesadaran : Keadaan Siaga
Gangguan Kesadaran :
. Apersepsi : Persepsi yang dimodifikasi
oleh emosi dan pikiran diri seseorang
. Sensorium : Keadaan fungsi kognitif
tentang perasaan khusus (seringkali
digunakan sebagai sinonim kesadaran)
. Gangguan kesadaran paling sering
berhubungan dengan asal patologis

A. Gangguan Kesadaran
1. Disorientasi : gangguan orientasi waktu, tempat, atau
orang
2.

Pengaburan kesadaran : kejernihan ingatan yang tidak


lengkap dengan gangguan persepsi dan sikap

Stupor : hilangnya reaksi dan ketidaksadaran


terhadap lingkungan sekeliling

Delirium : Kebingungan, gelisah, konfusa, reaksi


disorientasi yang disertai dengan rasa takut dan halusinasi

5.

Koma : derajat ketidak sadaran yang berat

A. Gangguan Kesadaran
6. Koma Vigil : koma dimana pasien tampak
tertidur tetapi segera dapat dibangunkan
( juga dikenal sebagai mutisme akinetik )
7. Keadaan temaram (twilight state) :
gangguan kesadaran dengan halusinasi
8. Keadaan seperti mimpi ( dreamlike state ):
seringkali digunakan secara sinonim dengan
kejang parsial kompleks atau epilepsi psikomotor
9. Somnolensi : mengantuk yang abnormal yang
paling sering ditemukan pada proses organik.

A. Gangguan Kesadaran
10. Kebingungan : Gangguan kesadaran berupa reaksi
yang tidak tepat terhadap rangsang lingkungan;
bermanifestasi sebagai gangguan orientasi terhadap
waktu, tempat, orang.
11. Mengantuk : keadaan siaga yang terganggu,
disebabkan oleh hasrat atau kecenderungan untuk tidur.
12. Sundowning : sindrom pada lansia yang biasanya
terjadi pada malam hari, ditandai dengan rasa mengantuk,
kebingungan, ataksia, dan terjatuh akibat mengalami
sedasi berlebihan oleh obat yang disebut sundowners
syndr

B. GANGGUAN ATENSI
(perhatian)
Atensi adalah jumlah usaha yang
dilakukan untuk memusatkan pada
bagian tertentu dari pengalaman,
kemampuan
untuk
mempertahankan perhatian pada
satu aktivitas, kemampuan untuk
berkonsentrasi

B. Gangguan Atensi
1. Distraktibilitas ( Perhatian Mudah Teralih) :
ketidakmampuan untuk memusatkan atensi
2. Inatensi selektif ( Gangguan Perhatian Selektif ):
hanya mengabakan hal yang menimbulkan ansietas
3. Hipervigilensi : atensi & fokus yang berlebihan pada
semua stimuli internal dan eksternal, biasanya sekunder
dari keadaan waham atau paranoid, mirip hiperpagia :
berpikir dan melakukan aktivitas mental yang berlebihan
4. Keadaan tak sadarkan diri (trance) : atensi yang
terpusat dan kesadaran yang berubah, biasanya
ditemukan pada hipnosis , gangguan disodiasif dan
pengalaman keagamaan yang menimbulkan kenikmatan.
5. Disinhibisi : penghilangan efek inhibisi sehingga
memungkinkan seseorang menjadi lepas kendali
terhadap impuls seperti yang terjadi pada intoksikasi
alkohol.

C. GANGGUAN
SUGESTIBILITAS
Respons sesuai pertanyaan dan tidak
kritis
terhadap suatu ide atau pengaruh
1. Folie a deux ( atau folie a
trois ): penyakit emosional yang
berhubungan antara dua (atau tiga)
orang
2. Hipnosis : modifikasi kesadaran
yang diinduksi secara buatan yang
ditandai dengan peningkatan

II. EMOSI
Keadaan perasaan kompleks
dengan komponen Psikis, somatik,
dan perilaku yang berhubungan
dengan Afek dan mood

A. AFEK
Ekspresi emosi yang terlihat, mungkin tidak konsisten
dengan emosi yang dikatakan pasien
1.
2.

3.

Afek yang sesuai ( appropriate affect ) : kondisi


dimana irama emosional adalah harmonis dengan
gagasan, pikiran, atau pembicaraan yang menyertai.
Afek yang tidak sesuai (inappropriate affect) :
ketidakharmonisan antara irama perasaan emosional
dengan gagasan, pikiran, atau pembicaraan yang
menyertainya
Afek yang tumpul (blunted affect) : gangguan pada
afek yang di manifestasikan oleh penurunan berat pada
intensitas irama perasaan yang diungkapkan keluar

A. AFEK
4. Afek yang terbatas (restricted or
constricted affect) : penurunan intensitas
irama perasaan yang kurang parah dari pada
afek yang tumpul tetapi jelas menurun
5. Afek yang datar (flat affect) : tidak adanya
atau hampir tidak adanya tanda ekspresi afek,
suara yang monoton, wajah yang tidak
bergerak
6. Afek yang labil (labile affect) : perubahan
irama perasaan yang cepat dan tiba-tiba, yang
tidak berhubungan dengan stimuli eksternal

b. MOOD
Suatu emosi yang meresap dan dipertahankan, yang
dialami secara subjektif dan dilaporkan oleh pasien dan
Terlihat oleh orang lain, contohnya adalah depresi, elasi,
Kemarahan
1. Mood disforik : mood yang tidak menyenangkan
2. Mood eutimik : mood dalam rentang normal
menyatakan tidak adanya mood yang tertekan atau
melambung
3. Mood yang meluap-luap (expansive mood) :
ekspresi perasaan seseorang tanpa pembatasan,
seringkali dengan penilaian yang berlebihan terhadap
kepentingan atau makna seseorang
4. Mood yang iritabel (irritable mood): dengan
mudah diganggu atau dibuat marah

b. MOOD
5. Pergeseran mood (mood yang
labil) : osulasi antara euforia dan
depresi atau kecemasan
6. Mood yang meninggi (elevated
mood) : suasana keyakinan dan
kesenangan, suatu mood yang lebih
ceria dari biasanya
7. Euforia: elasi yang kuat dengan
perasaan kebesaran
8. Kegembiraan yang luar biasa
(ectasy) : perasaan kegairahan
yang kuat

b. MOOD
9. Depresi : perasaan kesedihan yang psikopatologis
10.Anhedonia : hilangnya minat dan menarik diri dari semua aktifitas rutin dan
menyenangkan, seringkali disertai dengan depresi
11.Duka cita atau berkabung : kesedihan yang sesuai dengan kehilangan yang nyata
12.Aleksitimia : ketidakmampuan atau kesulitan dalam menggambarkan atau
menyadari emosi atau mood seseorang
13.Ide bunuh diri :pikiran atau tindakan mengakhiri hidupnya sendiri
14.Elasi : perasaan gembira, euforia , kemenangan, kepuasan diri yang intens,atau
optimisme
15.Hipomania : abnormalitas mood yang ditandai ciri kualitiatif mania namun kurang
intens
16.Mania : keadaan mood yang ditandai dengan elasi, agitasi, hiperaktivitas
,hiperseksualitas, kecepatan berpikir dan berbicara.
17.Melankolia : keadaan depresiberat, digunakan dalam istilah melankolia involusional
baik secara deskriptif maupun untuk merujuk ke suatu entitas diagnosis tersendiri
18.La belle Indiferrence : sikap kalem yang tidak tepat atau kurang perhatian
terhadap ketidakmampuan seseorang .

c. Emosi Lain
1. Kecemasan ( Ansietas ) : perasaan ketakutan
yang disebabkan oleh dugaan bahaya, yang
mungkin berasal dari dalam atau luar
2. Kecemasan yang mengambang bebas (free
floating anxiety) : rasa takut yang meresap
dan tidak terpusatkan yang tidak berhubungan
dengan suatu gagasan
3. Kketakutan : ansietas yang disebabkan oleh
bahaya yang dikenali secara sadar dan realistik
4. Agitasi : kecemasan berat yang disertai
dengan kegelisahan motorik

b. Emosi lain
5. Ketegangan (tension) :
peningkatan aktivitas motorik dan
psikologis yang tidak
menyenangkan
6. Panik : serangan kecemasan yang
akut, eposodik, dan kuat yang
disertai dengan perasaan ketakutan
yang melanda dan pelepasan
otonomik
7. Apati : irama emosi yang tumpul

c. Emosi lain
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Ambivalensi : terdapatnya secara bersama-sama dua impuls


yang berlawanan terhadap hal yang sama pada satu orang yang
sama pada waktu yang sama
Abreaksional : pelepasan atau pelimpahan emosional setelah
mengingat pengalaman yang menakutkan
Rasa malu : kegagalan membangun pengharapan diri
Rasa bersalah : emosi sekunder karena melakukan sesuatu
yang dianggap salah
Pengendalian impuls : kemampua untuk menahan impuls,
dorongan , atau godaan untuk melakukan suatu tindakan
Inefanilitas : keadaan ekstasi yang tidak dapat dijelaskan ,
tidak dapat diungkapkan, mustahil disampaikan kepada orang
lain.
Akatesis : kurangnya perasaan terhhadap suatu subyek yang
biasanya menimbulkan emosi pada kateksis perasaannya
terhubung
Dekateksis : terlepasmya emosi dari ide pikiran atau orang

d. Gangguan Psikologis yang


berhubungan dengan mood
Tanda disfungsi somatik (biasanya
otonomik) pada seseorang, paling
sering berhubungan dengan
depresi (juga disebut tanda
vegetatif)
1. Anoreksia : hilangnya atau
menurunnya nafsu makan
2. Hiperpagia : meningkatnya nafsu
makan dan asupan makanan

d. Gangguan Psikologis yang


berhungan dengan mood
3. Insomnia : hilangnya atau
menurunnya kemampuan untuk
tidur
a. Awal : kesulitan jatuh tertidur
b. Pertengahan : kesulitan tidur sepanjang
malam
terbangun dan kesulitan kembali tidur.
c. Terminal : terbangun pada dini hari

4. Hipersomnia : tidur yang


berlebihan

d. Gangguan Psikologi yang


berhubungan dengan mood
5. Variasi diurnal : mood yang secara teratur terburuk pada
pagi hari, segera setelah terbangun, dan membaik dengan
semakin siangnya hari
6. Penurunan libido : penurunan minat, dorongan, dan daya
seksual (peningkatan libido sering disertai keadaan manik)
7.Konstipasi : ketidakmampuan atau kesulitan defekasi
8.Kelelahan : rasa letih ,mengantuk, atau iritabilitas yang
timbul setelah suatu periode aktivitas tubuh atau mental
9.Pika: mengidam dan memakan bahan yang bukan makanan
contoh cat atau tanah liat
10.
Pseudosiesis : kondisi yang jarang yaitu pasien dan
menunjukan kegala kehamilan seperti terhentitinya menstruasi
, seperti distensi abdomen , pembesaran payudara
11.
Bulimia : makan yang tak terpuaskan dan makan berlebih
12.
Adinamia : kelemahan dan kelelahan

Anda mungkin juga menyukai