Anda di halaman 1dari 75

UPAYA PENINGKATAN CAKUPAN

ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN


ANDURING WILAYAH KERJA
PUSKESMAS AMBACANG TAHUN
2016
Oleh:
Bayu Rahmadin
0910312025
Hendi Hafizth 1010313059
Virissa Calista Harbaindo
1110312040
Ariadi 1110312069
Resna Marvinza
1110313042
Nazla Putri Sukma
1110313048
Rana Zara Athaya
1110313069
Vadhana Trunakarasu
1110314001
Mahaletchemy Balu 1110314011
Penguji:
dr. Husna Yetti,PhD

BAB 1
Pendahuluan

Pengertian ASI eksklusif


ASI Eksklusif adalah bayi hanya di beri
ASI saja tanpa tambahan cairan lain, dan
tanpa tambahan makanan lain yang
diberikan paada bayi sampai umur 6
bulan.

Keuntungan ASI
1.
2.
3.
4.

Zat Nutrisi essensial bayi


Pertumbuhan sel otak lebih optimal
Menghindarkan bayi dari bahaya infeksi dan alergi
Merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh

ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk


melawan penyakit

Permasalahan
Pemberian ASI Eksklusif semakin menurun.
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) pemberian ASI Eksklusif pada bayi
berumur 2 bulan hanya 64%.
Pemberian ASI Eksklusif berkaitan dengan masalah
kekurangan gizi.

Permasalahan
Kurangnya kesadaran Ibu terhadap pemberian ASI
sebelum berumur 6 bulan.
Pemerintah membuat program-program yang
mendukung penggunaan ASI eksklusif antara lain
melaui pemberian pendidikan kesehatan tentang
pentingnya ASI Eksklusif

Permasalahan
Data masalah terbanyak di kelurahan Anduring
adalah kurangnya pemberian ASI.
Evaluasi belum pernah dilakukan sehinggan
dilaksaanaan upaya peningkatan cakupan
pemberian ASI Eksklusif.

Rumusan Masalah
Tujuan umum
Mengetahui gambaran umum cakupan ASI Eksklusif
di Kelurahan Pasar Ambacang wilayah kerja
Puskesmas Ambacang Kuranji

Rumusan masalah
Tujuan khusus
Mengetahui gambaran umum tentang cakupan ASI
Eksklusif di Kelurahan Anduring wilayah kerja
Puskesmas Ambacang Kuranji
Mengidentifikasi masalah dalam upaya peningkatan
cakupan ASI Eksklusif di Kelurahan Anduring wilayah
kerja Puskesmas Ambacang Kuranji
Menganalisis penyebab belum tercapainya cakupan
ASI Eksklusif di Kelurahan Anduring wilayah kerja
Puskesmas Ambacang Kuranji

Manfaat Penulisan
Bagi Masyarakat
Menambah ilmu pengetahuan tentang pentingnya
memberikan ASI eksklusif.
Bagi Puskesmas
Menambah wawasan mengenai upaya peningkatan
cakupan ASI Eksklusif dan bagaimana
penanggulangannya.

BAB 2
Tinjauan Pustaka

Pengertian
Pengertian Air Susu Ibu
Suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa
dan garam-garam anorganik yang di sekresi oleh
kelenjar mammae ibu.
Perilaku yang hanya diberikan ASI kepada bayi
sampai umur 6 bulan tanpa makanan dan ataupun
minuman lain.

Keunggulan ASI
Keunggulan ASI dan Menyusui
ASI mengandung laktosa yang lebih tinggi
dibandingkan dengan susu buatan.
ASI mengandung zat pelindung yang dapat
melindung bayi selama 5-6 bulan pertama.
ASI juga memebrikan kebaikan bukan hanya untuk
bayi, namun bagu ibu juga.

Produksi ASI
Proses terjadinya pengeluaran air susu ibu dirangsang
dengan isapan mulut bayi pada putting susu ibu.
Berdasarkan waktu produksi, ASI dibagi menjadi 3
pembagian:
1. Colostrum
2. Air Susu Masa Peralihan
3. Air Susu Mature

Volume Produksi ASI


Pada minggu bulan terakhir kehamilan, kelenjar
pembuat ASI mulai menghasilkan ASI.
Pada pertama sejak bayi lahir ASI dalam dihasilkan
50 100 ml dalam sehari dan akan mencapai sekitar
400-450 ml pada waktu bayi mencapai usia minggu
kedua.

Komposisi ASI
Colostrum :
Immunoglobulin A, laktoterin, dan sel darah putih.
Sedikit lemak dan laktosa, banyak vitamin dan
mineral.
Air susu disebut Hand Milk dengan kandungan
lemak 3-4 kali lipat lebih banyak.

Manajemen Laktasi
Manajemen Laktasi
adalah upaya yang dilakukan untuk menunjang
keberhasilan menyusui.
Pelaksanannya : Masa kehamilan, segeran setelah
persalinan, dan pada masa menyusui selanjutnya.

Pemberian ASI
Makanan Bayi Berusia 0-4 Bulan
ASI sebagai makanan tunggal harus diberikan
sampai bayi berusia 4 bulan, dan baru boleh diberi
makanan pendamping ASI.

Faktor-faktor yang
mempengaruhi produksi
ASI
a.
b.
c.
d.

Makanan ibu
Ketentraman jiwa dan pikiran
Pengaruh persalinan dan klinik bersalin
Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung
estrogen dan progesteron
e. Perawatan payudara

BAB 3
Analisis Situasi

Sejarah Puskesmas
Puskesmas Ambacang didirikan pada tanggal 5 Juli 2006.
Puskesmas Ambacang dipimpin oleh Trice Erwiza, S.KM,
M.MKes.
Visi Puskesmas Ambacang adalah menjadikan Kecamatan
sehat yang mandiri dan berkeadilan, antara lain:
menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan;
mendorong kemandirian untuk hidup sehat bagi keluarga
dan masyarakat

3.2 Kondisi Geografis

Peta Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang

Luas wilayah kerja Puskesmas Ambacang adalah


sekitar 12 km2 meliputi empat kelurahan, yaitu:
Kelurahan Pasar Ambacang
Kelurahan Anduring
Kelurahan Ampang
Kelurahan Lubuk Lintah.
Sasaran kegiatan Puskesmas selama tahun 2015
adalah sebanyak 49.966 jiwa

Sarana dan Prasarana


Puskesmas Ambacang telah memiliki sarana dan
prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan di
puskesmas.
terdapat kendaraan operasional puskesmas yang
dapat digunakan untuk menjangkau sarana kesehatan
lain dan tempat-tempat pelaksanaan programprogram puskesmas, seperti posyandu, posbindu,
poskeskel, dan sebagainya.

Sarana dan Prasarana


Sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas
Ambacang antara lain sebagai berikut:
Puskesmas
: 1 buah
Puskesmas Pembantu
: 1 buah
Pusat Kesehatan Kelurahan : 1/ kelurahan (total 4)
Bidan Praktik Mandiri
:9
Dokter Praktik Swasta
:4

Sarana dan Prasarana


Data UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) di
Puskesmas Ambacang:
Posyandu Balita
: 29 Pos
Posyandu Lansia
: 9 Pos
Posbindu
: 8 Pos
Batra
: 72 Batra
Poskestren
: 1 Pos
Toga
: 697 KK
Usaha Kesehatan Kerja
: 95 UKK
Poskeskel
: 4 unit
Pembinaan RT ber-PHBS : 759 RT

Wilayah kerja
jumlah fasilitas pendidikan di wilayah kerja
Puskesmas Ambacang sebanyak 57 sekolah.
Jumlah sekolah dasar terbanyak yaitu 21 sekolah.
Selain itu di wilayah kerja Puskesmas Ambacang
memiliki
9 unit PAUD,
9 unit TK,
5 unit SMP
4 unit SMA.

Data Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia dalam sistem kesehatan
terdiri atas tenaga kesehatan dan non
kesehatan.T
enaga kesehatan merupakan orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan.
Tenaga kesehatan dan non kesehatan dalam
memberikan pelayanan kepada pasien yang
berobat di Puskesmas Ambacang berjumlah 50
orang .

Data Sasaran Yankes Puskeskel Pasar Ambacang


Tahun 2016
Sasaran Puskeskel Pasar Ambacang terdiri dari
ibu hamil : 367 jiwa,
ibu bersalin : 351 orang
ibu nifas : 351 orang
balita : 1.632 anak,
wanita usia subur (WUS) : 4.833 jiwa
pria usia subur (PUS) : 3.436 jiwa.

Data Sasaran Yankes Puskeskel Pasar Ambacang


Tahun 2016

Chart Title

4833

3436

1632

367
Ibu hamil

351
Ibu bersalin

351
Ibu nifas

Balita

WUS

PUS

Puskeskel Pasar Ambacang memiliki Usaha Kesehatan


Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan
secara berkala.
UKBM yang dilaksanakan di Kelurahan Pasar
Ambacang terdiri dari 10 buah posyandu balita, 2
buah posyandu lansia yang dilaksanakan sebulan
sekali, 43 buah usaha kesehatan kerja (UKK), 21 buah
pengobatan tradisional (BATRA), dan 200 buah toga.

Program Promosi Kesehatan


program promosi kesehatan hampir seluruhnya
telah mencapai target kecuali program rumah
tangga (RT) berperilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS).
Program RT ber-PHBS baru mencapai 63,1% dari
target 100%, sehingga masih terdapat
kesenjangan sebesar 36,9%.
Penyuluhan mengenai PHBS telah sering
dilakukan, namun kesadaran masyarakat untuk
menerapkan PHBS masih rendah.

Program Gizi
Pencapaian program gizi di Puskesmas Ambacang
bulan Januari 2015 -Desember 2015
Program gizi tersebut adalah masih tingginya
anemia pada ibu hamil
Didapatkan anemia pada anak SMA pada hasil
screening
Belum tercapainya ASI Eksklusif, masih kurang
partisipasi masyarakat dalam penimbangan masal
dan rendahnya cakupan KADARZI.

Program P2P
Imunisasi
sebagaian besar imunisasi telah tercapai
Tetapi hanya satu program yang belum tercapai
target yaitu imunisasi TT2 yaitu 79,6% dengan
pencapaian target 90%.

Program Pengendalian TB
kasus BTA positif terbanyak ditemukan di
Kelurahan Pasar Ambacang yaitu sebanyak 16
orang
yang paling sedikit ditemukan di Kelurahan
Anduring yaitu sebanyak 3 orang. Sementara,
penemuan BTA (+) yang paling besar adalah di
Kelurahan Lubuk Lintah, yaitu 10 orang dari 15
orang target (66.6%).

Program Kesehatan Olahraga


Seluruh klub olahraga yang ada di dalam wilayah
kerja puskesmas berjumlah 16 klub dengan
anggota sebanyak 495 orang. Penyuluhan
kesehatan olahraga telah dilakukan pada setiap
klub yang ada.

Program Kesehatan Lingkungan


sebagian besar program hampir mencapai target
dan persentase memenuhi syarat rata-rata sudah
diatas 50%.
Warga sudah banyak yang memiliki rumah
permanen, jamban leher angsa, serta untuk
pengolahan sampah dan juga pembuangan
limbah sudah banyak yang memenuhi syarat.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa program dari
puskesmas sudah berjalan efektif dan yang
diperlukan adalah mempertahankan dan juga
pemantauan secara terus menerus.

Surveilans

60

60

DBD

50

40

35

2014

30

2015

20
18

20

16
13

10

6
4

0
Ps.Ambacang

Lb.Lintah

anduring

Ampang

Puskesmas

Surveilans
Bahwa terjadi peningkatan kasus DBD sebanyak 60
kasus pada tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas
Ambacang jika dibandingkan dengan jumlah kasus
DBD pada tahun 2014 yang hanya sekitar 35 kasus.
Kasus DBD terbanyak terdapat pada Kelurahan Pasar
Ambacang yaitu 20 kasus dan yang paling sedikit
terjadi pada Kelurahan Ampang yaitu 9 kasus.

250

234

Pneumonia
200

150

119

100

66

62

50
50

43

30
17

18
2

Ps.Ambacang Lb.Lintah

61
anduring

Ampang

0
L.W

Puskesmas

2014
2015

Surveilans
Penyakit pneumonia sampai saat ini masih
menempati urutan tertinggi dalam 10 penyakit
terbanyak.
Penanganan kasus pneumonia di Puskesmas
Ambacang sudah sesuai dengan protap dan
pengobatan yang rasional.

600
536

500

Diare

422
400

2014
2015

300

200
154

128
102

117

100

33

151
Ps.Ambacang

104
Lb.Lintah

100
anduring

Ampang

29

L.W11

Puskesmas

Surveilans
kasus diare terbanyak terjadi di Kelurahan Pasar
Ambacang yaitu 151 kasus
yang terkecil terdapat pada Kelurahan Ampang
yaitu 33 kasus.
Jadi total kasus penderita diare pada tahun
2015adalah sebanyak 422 kasus.

35
35

29

30

25

20

18

15

14

15

Rabies

10
10

2014
2015

9
7

3
1

Ps.Ambacang Lb.Lintah

anduring

Ampang

L.W

Puskesmas

VAR

Surveilans
Berdasarkan grafik didapatkan kasus gigitan
hewan penular rabies pada tahun 2015 sebanyak
35 kasus
Terjadi peningkatan kasus dari tahun sebelumnya
2014 sebanyak 29 kasus.

14
14

12

Campa
k

10

6
6

2014
2015

4
4

Ps.Ambacang

Lb.Lintah

0
anduring

0 0
Ampang

L.W 0

Puskesmas

Surveilans
Dari grafik di atas dapat di lihat terjadinya
peningkatan kasus tahun 2015 yaitu 9 kasus jika
dibandingkan tahun 2014 sebanyak 6 kasus.

1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5

Malaria

0.4
0.3

2014
2015

0.2
0.1
0

0
Ps.Ambacang

0 0
Lb.Lintah

0 0
anduring

0 0
Ampang

0
L.W

Puskesmas

KIA IBU DAN KIA ANAK


Kelas ibu hamil
kelas ibu hamil yaitu dari target 75 %, dari
keempatkelurahan ternyata salah satu kecamatan
yaitu kecamatan anduring belum mencapai target
yaitu 13,55 % kasus di tahun 2015. Hal ini
menunjukkan bahwa target pada kelas ibu hamil
belum tercapai pada kelurahan ini.

KIA anak
Dari data yang didapatkan pada puskesmas ambacang
pada tahun 2015 didapatkan jumlah bayi kasus BBLR
sebanyak 13 orang,
pada R3R Anduring (Kelurahan Anduring)3 orang
sarang gagak(Kelurahan anduring) 2 orang
ketaping(Kelurahan Pasar Ambacang) 2 orang
jalan tunggang (Kelurahan Pasar Ambacang) 2 orang
SKT(Pasar Ambacang) 1 orang
kampung kelawi (Kelurahan Lubuk Lintah) 1 orang
Kebun Ketaping By pass 1 orang.

BAB 4
Pembahasan

Identifikasi Masalah

Penentuan prioritas masalah


(hanlon)

Analisis sebab masalah

Manusia
Kurangnya pengetahuan ibu mengenai ASI
eksklusif
Produksi ASI rendah
Kurangnya waktu ibu untuk pemberian ASI

Metode
Cara pemberian ASI salah
Belum menyeluruhnya program IMD

Material
Kurangnya ketersediaan media informasi
mengenai ASI eksklusif

Lingkungan
Kurangnya ketersediaan tempat menyusui di
tempat umum
Kurangnya dukungan keluarga bagi ibu untuk
memberikan ASI eksklusif

Diagram Ischikawa

Material
Kurang tersedianya media
pentingnya ASI Eksklusif

informasi

tentang

Alternatif pemecahan
masalah

Manusia
Penyuluhan secara berkala mengenai pentingnya
ASI eksklusif, faktor-faktor yang mempengaruhi
produksi ASI, serta tatacara penyimpanan ASI
yang baik.
Menyediakan leaflet mengenai pentingnya ASI
eksklusif di tempat pelayanan kesehatan ibu
hamil dan menyusui.
Menyediakan leaflet mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi produksi ASI di tempat pelayanan
kesehatan ibu hamil dan menyusui.

Manusia
Menyediakan leaflet mengenai tatacara
penyimpanan ASI yang baik di tempat pelayanan
kesehatan ibu hamil dan menyusui.
Memfasilitasi tenaga kesehatan tempat ibu hamil
melakukan kunjungan antenatal untuk dapat
memberikan konseling terkait pentingnya ASI dan
permasalahan seputar ASI kepada calon ibu.

Metode
Mensosialisasikan kepada tenaga kesehatan agar
dapat mengajarkan cara menyusui yang benar
pada ibu menyusui
Penyediaan leaflet tentang cara menyusui yang
benar pada klinik bersalin.
Memberikan penyegaran ilmu kepada tenaga
kesehatan agar dapat meningkatkan IMD pada
bayi baru lahir.

Material
leaflet disebarkan pada ibu hamil dan menyusui
yang melakukan kunjungan antenatal dan yang
mengikuti kelas ibu hamil di kelurahan Anduring.

lingkungan
Membentuk kelompok pendukung ASI yang sadar
akan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada
anak.
Pengadaan tempat menyusui di tempat-tempat
umum

Prioritas pemecahan masalah

BAB 5
RENCANA
PELAKSANAAN
PROGRAM

5.1 Tahap Persiapan (Plan)

Rapat internal antara pimpinan Puskesmas dengan


pemegang program ASI Eksklusif
Bahas: Permasalahan rendahnya angka pemberian ASI
eksklusif pada tahun 2015 dan awal tahun 2016 di
Kelurahan Anduring
Upaya: Meningkatkan kesadaran ibu tentang pemberian
ASI Eksklusif kepada bayinya.

5.2 Tahap Pelaksanaan (Do)


1. Pemberian Penyuluhan Kepada Ibu tentang ASI
Eksklusif

Petugas pemegang program bersama kader di Kelurahan Anduring.


Para ibu - pentingnya pemberian ASI Eklsusif kepada bayi dan cara
pemberian ASI Eksklusif yang benar.

2. Melakukan Pembinaan kepada Petugas dalam


Pencatatan Bayi yang diberi ASI Eksklusif

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam


menyebarluaskan pelaksanaan peningkatan ASI Eksklusif

3. Membuat sarana edukasi tentang ASI Eksklusif

Pemberian leaflet mengenai pentingnya ASI


Eksklusif kepada para ibu di kelurahan
Anduring

5.3 Tahap Evaluasi (Check)

Mengetahui kesuksesan jalan kegiatan dalam


pelaksanaan program kerja.
Lokakarya Mini: Pelaporan kinerja dan penilaian
koordinasi lintas program, yang dilakukan sekali
setiap bulan.
Dilakukan melalui pendataan dari program Gizi,
promkes, surveilans, dan KIA serta laporan kader,
dokter dan bidan praktek swasta.
Keberhasilan: Peningkatan angka pemberian ASI
Eksklusif
Evaluasi dilakukan setiap akhir bulan oleh poskekel,
lalu direkap satu tahun sekali - setiap bulan
dilaporkan ke Puskesmas Ambacang

5.4 Rencana Berkelanjutan


(Action)
Rencana berkelanjutan untuk meningkatkan
angka pemberian ASI Ekslusif kepada bayi:
Pembagian leaflet bagi peserta yang
menghadiri penyuluhan di Puskesmas
Ambacang terutama bagi ibu hamil dan ibu
menyusui.
Meletakkan leaflet pada mading kantong
persalinan agar mudah diambil oleh
masyarakat yang datang ke Poskeskel
Anduring.

5.5 Matriks Kegiatan


No

Kegiatan

Tujuan

Tangg
al

Tempat

Pelaksana/
PJ

Sasaran

Penyuluha
n,
pembagian
leaflet ASI
Ekslusif

MaretApril
2016

Poskesk
el kel.
Andurin
g

Panitia
penyuluhan
(dokter
muda)

Pelatihan
kader
Poskeskel
kelurahan
Anduring
dalam
pemberian
ASI
Eksklusif

Meningkatkan
pengetahuan
ibu tentang
pentingnya
pemberian ASI
Eksklusif dan
cara
pemberian
yang benar
Meningkatkan
pengetahuan
dan
ketrampilan
dalam
menyebarluas
kan
pelaksanaan
peningkatan
ASI Eksklusif

MaretApril
2016

Poskesk
el
kel.
Andurin
g

Panitia
Kader
penyuluhan poskeskel
(dokter
Anduring
muda)

Alat dan
Perlengkapan

Para ibu
Leaflet ASI
yang hamil Eksklusif
dan
menyusui
di
kelurahan
Anduring

Leaflet ASI
Eksklusif

No

Kegiatan

Tujuan

Tangg
al

Tempat

Pelaksana/
PJ

Sasaran

Alat dan
Perlengkapan

Promosi
program ASI
eksklusif
kepada ibuibu yang
sedang
persalinan
atau yang
datang untuk
imunisasi
bayi

Meningkatkan
pengetahuan ibu
tentang ASI
Eksklusif dan
mempersiapkan
ibu setelah
bersalin

MaretApril
2016

Poskeskel
kel.
Anduring

Kader
poskeskel
Anduring

Ibu-ibu yang
sedang dalam
persalinan
atau yang
datang untuk
imunisasi
bayi

Data ibu yang


sedang dalam
persalinan dan
yang datang
untuk imunisasi
bayi

Memberikan
penyuluhan
tentang cara
perawatan
payudara
yang benar

Mempersiapkan
Maretibu-ibu agar dapat April
memproduksikan 2016
dan memberikan
ASI Eksklusif
yang cukup
kepada bayi

Poskeskel
kel.
Anduring

Panitia
penyuluhan
(dokter muda)

Ibu-ibu yang
dalam
kehamilan 6
bulan dan ke
atas

Data ibu yang


dalam kehamilan
6 bulan dan ke
atas

No

Kegiatan

Tujuan

Tangg
al

Tempat

Pelaksana/
PJ
Panitia
penyuluhan
(dokter muda)

Membentuk
Kelompok
Pendukung
ASI

Meningkatkan
Maretpengetahuan ibu
April
tentang kelompok 2016
pendukung ASI

Poskeskel
kel.
Anduring

Evaluasi dan
penyusunan
laporan acara

Mengevaluasi
pencapaian dan
kendala dari
kegiatan
Mengevaluasi
angka pemberian
ASI Eksklusif
kepada bayi
setelah
penyuluhan.
Menyususn
laporan kegiatan

Puskesma Panitia
s
penyuluhan
Ambacang (dokter muda)

MaretApril
2016

Sasaran

Alat dan
Perlengkapan

Para ibu yang Data ibu yang


hamil dan
hamil dan
menyusui di menyusui
kelurahan
Anduring

Panitia
penyuluhan

Data ibu yang


memberikan ASI
Eksklusif pada
bayi di
kelurahan
Anduring.

terimakasih