Anda di halaman 1dari 21

PENDEKATAN SISTEM

DALAM MUTU
PELAYANAN KESEHATAN
BY :
Wayan Aryawati.SKM.MKes.

Pendahuluan
Sistem adalah suatu bentuk hubungan
antara unsur-unsur atau komponenkomponen yang saling bergantung, saling
membutuhkan, saling bereaksi. Dalam
sistem pelayanan kesehatan, banyak
komponen-komponen yang dimaksud
dalam berbagai aspek.

Pengaruh Lingkungan Dalam


Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh lingkungan dalam
arti luas :
1.
2.
3.
4.
5.

Lingkungan ideologi
Politik
Ekonomi
Sosial dan budaya
Lingkungan dan fisik dan biologik

Dalam
kesehatan
masyarakat,
Henrik
L.
Blum
mengemukakan bahwa derajat kesehatan, pengaruh
lingkungan adalah paling besar, diikuti oleh perilaku
masyarakat, pelayanan dan faktor keturunan.

Pengaruh Lingkungan Dalam


Pelayanan Kesehatan
Pengaruh lingkungan di dalam sistem organisasi
kesehatan itu sendiri akan mempengaruhi mutu
pelayanan kesehatan. Mengingat pentingnya
moral,
norma
dan
etika
yang
dapat
mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan,
khususnya dalam memberikan kepuasan pada
pasien, akan dikemukakan dalam bab tersendiri.

Organisasi Kesehatan Sebagai Sistem


Terbuka
Seperti diketahui, sangatlah jarang suatu sistem
adalah tertutup, di mana suatu sistem tidak
berhubungan sama sekali dengan dunia di luar
sistemnya sendiri. Sekecil apapun sistem
kesehatan akan memerlukan dan berhubungan
dengan sistem di luarnya, supra sistem maupun
subsistem lainnya.

Perihal Kotak Hitam dan Kotak Fungsi


Pelayanan Kesehatan
Organisasi Kesehatan dalam sistem pemberian
pelayanan dapat merupakan suatu Black Box
sistem. Analisis pelayanan kesehatan dalam
manajemennya dapat ditinjau dari pendekatan
kotak fungsi. Dengan pemikiran bahwa, apabila
input dan proses pelayanan kesehatannya
bermutu diharapkan hasil (output), outcome
maupun impact yang bermutu pula. Dimana
sistem tersebut dipengaruhi oleh lingkungan
internal yang langsung berhubungan dalam
proses pelayanan dan lingkungan eksternal
dalam arti luas seperti telah dikemukakan

Sistem Pelayanan Kesehatan


Sebagai Sistem umum
Kalau ditelaah sistem pelayanan kesehatan sebagai sistem
umum (generic system) pada umumnya adalah
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Interelated dan Interdepensi, banyak unsur-unsur


pelayanan kesehatan yang saling berhubungan dan
saling tergantung.
Holistik, artinya sistem pelayanan kesehatan menjadi
permasalahan kesehatan seutuhnya
Teleologic, sistem pelayanan kesehatan selalu
mengarah ke satu tujuan
Entropi, yang menggambarkan suatu sistem tertutup
supaya tidak terjadi kerusakan dan tetap survive.

Sistem Pelayanan Kesehatan


Sebagai Sistem umum
Demikianlah suatu sistem kesehatan selalu dalam
regulasi.
Hirarki, adapun kerusakan atau gangguan suatu sistem
secara beruntun unsur-unsur akan menyebar ke
subsistem dan suprasistem
Diferensiasi, perbedaan-perbedaan tugas dan fungsi
dalam mencakupi tujuan.
Ekufinalitas, keadaan keseimbangan yang dinamis
Fleksibel, mampu menysuaikan diri terhadap lingkungan.
Dinamis, setiap saat mampu membaca dan
memanfaatkan peluang yang menguntungkan dan
sistem pelayanan kesehatan harus memiliki sumber
daya yang diperlukan.

Fungsi-Fungsi Manajemen Mutu


Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan adalah suatu proses kegiatan
pemberian jasa atau pelayanan di bidang kesehatan,
yang hasilnya dapat berupa hasil pelayanan yang
bermutu, kurang bermutu atau tidak bermutu sama
sekali, tergantung proses pelaksanaan kegiatan
pelayanan itu sendiri, sumber daya yang berkaitan
dengan kegiatan pelayanan itu dan faktor lingkungan
yang mempengaruhi dan manajemen mutu pelayanan.
Kalau dilihat dari proses kegiatannya, maka mutu
pelayanan akan dipengaruhi oleh input dan proses
pelayanan untuk selanjutnya diperoleh hasil pelayanan
yang bermutu berikut dampaknya, jangka pendeka atau
dampak jangka panjang serta lingkungan dalam arti luas.

Perencanaan Mutu Pelayanan


Kesehatan
Agar hasil pelaksanaan kegiatan jasa pelayanan dapat
bermutu, sejak awal bentuk jasa pelayanan yang
diinginkan yang bermutu tadi perlu direncanakan
sebaiknya.
Agar dapat diperoleh hasil tersebut antara lain yang perlu
kita siapkan atau rencanakan adalah berkaitan dengan
input-input sumber daya yang bermutu pula :
1.
2.
3.
4.

Tenaga Medis, paramedis yang pintar.


Peralatan Kedokteran
Metode
Ruang Operasi yang memenuhi syarat.

Perencanaan Mutu Pelayanan


Kesehatan
5. Didukung dengan penyampaian atau
pemberian informasi sebelumnya
6. Pencatatan dan pelaporan medik yang memenuhi
syarat.
7. Memberikan informasi atau memberitahukan
sebelumnya hal-hal yang berkaitan dengan upaya
pertolongan atau tindakan medik yang akan
dilaksanakan tentu akan menyenangkan pasien.
Langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan pelayanan.
Setelah tersedia input sumber daya, kegiatan-kegiatan
yang dilaksanakan tentu perlu direncanakan pula.

Perencanaan Mutu Pelayanan


Kesehatan
Di dalam metode ke dalam telah secara rapi disusun
urutan kegiatan tersebut, khusus yang berkaitan dengan
pasien langsung yang dilayani yaitu kegiatan:
Anamnese
Pemeriksaan phisik
Pemeriksaan Laboratorium
Diagnosis
Terapi.
Kegiatan itu adalah dalam maksud mengenali keadaan dan
masalah yang ada dari rencana terapinya.

Pengorganisasian Pelayanan
Kesehatan
Pemberian pelayanan kesehatan adalah kerja
tim,bukan perorangan. Keberhasilan pelayanan
kesehatan adalah keberhasilan tim, karena
adanya kerja sama tim yang kompak,
terkoordinasi, sinkronisasi dan harmonis. Semua
anggota tim adalah penting apabila diinginkan
hasil pelayanan yang bermutu. Dan itu bisa
terjadi apabila telah ada kesepakatan semua
pihak, bahwa memperhatikan mutu pelayanan
kesehatan adalah sangat penting.

Penggerakan Pelaksanaan Pelayanan


Kesehatan yang Bermutu
Metode-metode pelayanan medis yang bagus dan
dapat dipertanggungjawabkan apabila tidak
sering dioperasionalkan mengakibatkan tenaga
medis melaksanakan tindakan hanya
berdasarkan kebiasaanya sendiri karena kurang
keyakinannya, kurang mampunya terhadap
metode, dapat menyebabkan hasil pekerjaan
yang kurang bermutu. Dengan demikian, supaya
diperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu,
perlu pula penggerakan terhadap petugas
kesehatan yang ada sesuai motivasi atau
memperhatikan kebutuhan mereka.

Penataan Staff Petugas Pelayanan


Kesehatan
Hasil kegiatan pelayanan kesehatan sangat
tergantung pada mutu dan jumlah petugas
pelayanan yang sesuai. Adalah seharusnya
bahwa petugas pelayanan kesehatan sejak awal
telah dipilih sesuai pendidikan pokok masingmasing, selanjutnya dilatih, dididik dan sambil
bekerja atau secara khusus dan senantiasa
menambah pengetahuan dan ketrampilannya.
Dalam pelayanan kesehatan yang bermutu
sangat penting the right man in the right place.

Pengawasan dan Pengendalian


Mutu Pelayanan Kesehatan
Pengendalian dan pengawasan mutu pelayanan
kesehatan dimulai sejak perencanaan (P1) mutu
dibuat. Pengawasan dan pengendalian terhadap
pelaksanaan (P2) pelayanan dan selanjutnya
juga dilakukan pengawasan dan pengendalian
(P3) itu sendiri yang dapat lebih dijelaskan
dalam siklus mutu P1 - P2 P3. Input
diperlukan agar menjamin bahwa input yang
disediakan benar-benar bermutu dari segala
aspek. Mutu harus direncanakan(P1). Dalam
kegiatan pelaksanaan(P2) pelayanan kesehatan
diperlukan pula pengawasan dan pengendalian.

Penganggaran Kegiatan Menjaga dan


Meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan
Jer Basuki Mawa Bea suatu ungkapan dalam bahasa
Jawa yang artinya untuk memperoleh keberhasilan
(mutu) diperlukan biaya atau pengorbanan dengan
asumsi bahwa anggaran untuk bukanlah suatu pos yang
merugikan, namun investasi untuk memperoleh
keuntungan. Untuk mutu pelayanan kesehatan
diperlukan anggaran untuk kegiatan perencanaan mutu,
pelaksanaan operasional pengadaan standar-standar
kegiatan menjaga mutu dan pengawasan pengendalian
mutu.

Pendekatan Deming Dalam Peningkatan


Mutu Pelayanan Kesehatan
Pendekatan deming diadopsi oleh Hospital
Corporation of America (HCA) sebagaimana
digambarkan dalam FOCUS-PDCA,dalam
bahasa yang mudah dipahami oleh petugas
dalam meningkatkan mutu berkelanjutan seperti
yang dimaksud oleh Deming maupun Shewart.
Dalam perkembangan dapat dicatat tentang
FOCUS-PCDA dar HCA quality Resources
Group. Naschville Tennese sebagai stategi
peningkatan sebagaimana disampaikan oleh
Nancy O. Graham.

Pendekatan Deming Dalam Peningkatan


Mutu Pelayanan Kesehatan
Nancy O. Graham, sebagaimana dalam
bukunya Quality in Health Care, 1995
sebagi berikut :
F ind a process improvement Opportunity
O rganize a team who understands the process
C larify the current knowledge of the process
U ncover the root cause of variation and poor quality
S tart the plan-do-check-act cycle

Pendekatan Deming Dalam Peningkatan


Mutu Pelayanan Kesehatan
P lan the process improvement
D o the improvement, data collection, and analysis
C heck the results and lessons learned
A ct by adapting, adjusting, or abonding the change

Jenis Pelayanan kesehatan


1. Private Good :
2. Public Good :

Kegiatan :
Dalam Gedung dan luar gedung Berupa
manajemen dan pelayanan
Di Puskesmas : Manajemen Puskesmas
(P1,P2,P3)
Dinas Kes : Manajemen, TQM, pelayanan