Anda di halaman 1dari 30

PESERTA PELATIHAN

LEMBAGA
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT NAGARI
(LPMN) T.A

2016

I
S
G
N
U
F
N
A
D
N
A
PER
I
R
A
G
A
N
T
A
K
A
R
A
Y
S
A
M
N
A
A
Y
A
D
R
E
B
M
LEMBAGA PE
(LPMN)
4
1
0
2
N
U
H
A
T
6
R
O
M
O
N
A
S
E
D
U
U
N
A
K
R
A
S
BERDA
GAAN NAGAR
BA
M
LE
KE
AN
H
TI
LA
PE
N
TA
DISAMPAIKAN PADA KEGIA
ANG
KECAMATAN TILATANG KAM
16
TANGGAL, 8 DESEMBER 20

I KAPAU

Metode

Waktu

: 2 JP.
( 90 ) Menit

CERAMAH

TANYA JAWAB

DISKUSI

DASAR HUKUM
1.
2.

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA;


PASAL 94.
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN
KELEMBAGAAN MASYARAKAT.

SETELAH SESI INI


PESERTA DIHARAPKAN DAPAT:

1.
2.
3.
4.

MENGURAIKAN FAKTOR-FAKTOR
KETIDAKBERDAYAAN MASYARAKAT (SECARA
HISTORIS, KULTURAL, DAN STRUKTURAL);
MENJELASKAN HAKEKAT PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT;
MENYEBUTKAN CIRI-CIRI MASYARAKAT BERDAYA;
MENYEBUTKAN CONTOH-CONTOH CARA
MEMBANGUN KESADARAN KRITIS WARGA MENUJU
MASYARAKAT BERDAYA.

AZAS-AZAS PENGATURAN DESA


(PASAL 3 UU DESA)

1. Rekognisi
2. Subsidiaritas
3. Keberagaman
4. Kebersamaan
5. Kegotongroyongan
6. Kekeluargaan
7. Musyawarah
8. Demokrasi
9. Kemandirian
10.Partisipasi
11.Kesetaraan
12.Pemberdayaan
13.keberlanjutan

SUBSIDIARITA
S

REKOGNISI
PENGAKUAN
TERHADAP HAK ASALUSUL DESA

PENETAPAN KEWENANGAN
BERSKALA LOKAL DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
SECARA LOKAL UNTUK
KEPENTINGAN MASYARAKAT
DESA.

PENGATURAN DESA BERTUJUAN UNTUK


MEMBERIKAN PENGAKUAN DAN PENGHORMATAN ATAS DESA YANG SUDAH ADA
DENGAN KEBERAGAMANNYA SEBELUM DAN SESUDAH TERBENTUKNYA NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

SIMAK DENGAN BAIK PASAL 4 UU NO. 6/2014 TENTANG DESA

KOMPLEKSITAS SITUASI
KETIDAKBERDAYAAN MASYARAKAT
KENYATAAN
KEMISKINA
N
Tidak
punya

kuasa

Tidak punya

sumber daya

MASYARAKAT
TERPINGGIR

FAKTOR-FAKTOR KETIDAKBERDAYAAN MASYARAKAT

HISTORIS
Trauma pada kegagalan.

Pernah mengalami
eksploitasi/tekanan dari
kekuatan yang lebih
besar.

KULTURAL

STRUKTURA
L

Memandang kompetisi
sebagai tabu.

Eksploitasi pemilik modal

Menganggap keberanian
bernisiatif dan bertanya
sebagai tabu.

Kebijakan yang tidak


memihak kepentingan
masyarakat

Memandang pemimpin
sebagai sumber
kebenaran.

Intimidasi oleh aparatur


Negara/milisi private

Apa ARTI
PEMBERDAYAAN
PEMBERDAYAAN MAYARAKAT DESA ADALAH UPAYA
MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP,
KETERAMPILAN, PERILAKU, KEMAMPUAN, KESADARAN, SERTA
MEMANFAATKAN SUMBER DAYA MELALUI PENETAPAN KEBIJAKAN,
PROGRAM, KEGIATAN, DAN PENDAMPINGAN YANG SESUAI DENGAN
ESENSI MASALAH DAN PRIORITAS KEBUTUHAN MASYARAKAT DESA.
(UU NO. 6/2014 TENTANG DESA)

JAWABNYA JANGAT
KERAS - KERAS

Pembangunan tidak
hanya pada ekonomi,
politik, sosial, budaya
(Demokrasi, HAM)

Manusia
sebagai
subyek

Memampukan
manusia,
menggerakkan pembangunan yang berpusat pada
manusia.
PEMBERDAYAAN

CIRI-CIRI MASYARAKAT BERDAYA


KONDISI yang baik, dimana
seluruh anggota
masyarakat Desa makmur
secara ekonomi, sehat
jiwa-raga, dan damai.
KONDISI ketika Pemerintah
Desa dan masyarakat Desa
mampu melakukan suatu
kegiatan dalam rangka
memenuhi kebutuhan
dengan kemampuannya
sendiri.

SEJAHTER
A

MASYARAKAT
BERDAYA
MANDIRI

SEJAHTERA & MANDIRI MELALUI PENINGKATAN


KUALITAS SISI DASAR KEHIDUPAN
KOMPONEN

CIRI-CIRI

PENGETAHUAN

Memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas dan


mendalam, khususnya terkait
bidang utama yang
menentukan kehidupannya.

SIKAP

Mampu mengembangkan inisiatif, aktif sebagai warga


masyarakat, bertanggung jawab, dan melestarikan
solidaritas sosial.

KETERAMPILAN

Menguasai keterampilan teknis yang memadai untuk


menopang produktifitas dalam berbagai bidang kehidupan
masyarakat (ekonomi, politik, dan sosial).

PERILAKU

Kondusif bagi pengembangan perilaku yang sinkron dengan


hak dan kewajiban masyarakat.

KESADARAN

Memiliki kesadaran atas hak dan kewajiban sebagai warga


negara maupun sebagai warga masyarakat Desa.

CONTOH & LANGKAH MEMBANGUN KESADARAN


KRITIS
PENGORGANISASIAN
(COMMUNITY
ORGANIZING)

KADERISASI
Pembentukan
dan
pemeliharaan
kader sebagai
penggerak
pembangunan
dan
pemberdayaan
masyarakat

Pengorganisasi
an masyarakat
melalui
dinamisasi
organisasi lokal
desa dan antar
desa

PEMBELAJARAN
SOSIAL

Pelatihan
masyarakat
melalui learning
by capacity dan
learning by
doing

ARTI PENTING LEMBAGA KEMASYARAKATAN DALAM


MEMPERKUAT KEMANDIRIAN NAGARI

LATAR BELAKANG

PENJELASAN ATAS UU RI NO 6 TH 2014 POIN 11 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN


DESA, YAKNI:

1.

DI DESA DIBENTUK LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA, SEPERTI RUKUN TETANGGA,


RUKUN WARGA, PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA, KARANG TARUNA, DAN
LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ATAU YANG DISEBUT DENGAN NAMA LAIN

TUGAS & FUNGSI


TUGAS:
LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA BERTUGAS MEMBANTU PEMERINTAH DESA DAN
MERUPAKAN MITRA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA.
FUNGSI:
LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA BERFUNGSI SEBAGAI WADAH PARTISIPASI
MASYARAKAT DESA DALAM PEMBANGUNAN, PEMERINTAHAN, KEMASYARAKATAN, DAN
PEMBERDAYAAN YANG MENGARAH TERWUJUDNYA DEMOKRATISASI DAN
TRANSPARANSI DI TINGKAT MASYARAKAT SERTA MENCIPTAKAN AKSES AGAR
MASYARAKAT LEBIH BERPERAN AKTIF DALAM KEGIATAN PEMBANGUNAN.

URGENSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT DALAM


PEMBERDAYAAN

1)
2)
3)
4)
5)

MODAL MANUSIA (HUMAN RESOURCHES), YANG MELIPUTI JUMLAH PENDUDUK, SKALA RUMAH TANGGA,
KONDISI PENDIDIKAN DAN KEAHLIAN SERTA KONDISI KESEHATAN WARGA.
MODAL ALAM (NATURAL RESOURCHES), MELIPUTI SUMBER DAYA TANAH, AIR, HUTAN, TAMBANG,
SUMBERAYA HAYATI DAN SUMBER LINGKUNGAN HIDUP.
MODAL FINANSIAL (FINANCIAL RESOURCHES), MELIPUTI SUMBER-SUMBER KEUANGAN YANG ADA SEPERTI
TABUNGAN, PINJAMAN, SUBSIDI, DAN SEBAGAINYA.
MODAL FISIK (PHISICHAL RESOURCHES), MELIPUTI INFRASTRUKTUR DASAR YAITU TRANSPORTASI,
PERUMAHAN, AIR BERSIH, SUMBER ENERGI, KOMUNIKASI, PERALATAN PRODUKSI MAUPUN SARANA YANG
MEMBANTU MANUSIA UNTUK MEMPEROLEH MATA PENCAHARIAN.
MODAL SOCIAL (SOCIAL CAPITAL RESOURCHES), YAKNI JARINGAN KEKERABATAN DAN BUDAYA, SERTA
KEANGGOTAAN DALAM KELOMPOK, RASA SALING PERCAYA, LEMBAGA KEMASYARAKATAN, PRANATA SOSIAL
DAN TRADISI YANG MENDUKUNG, SERTA AKSES KEPADA KELEMBAGAAN SOSIAL YANG SIFATNYA LEBIH LUAS.

UPAYA PEMBERDAYAAN:

1)
2)
3)

ENABLING, YAKNI MEMBANTU MASYARAKAT DESA AGAR MAMPU MENGENAL


POTENSI DAN KEMAMPUAN YANG MEREKA MILIKI.
EMPOWERING, YAKNI MEMPERKUAT DAN DAYA YANG DIMILIKI OLEH
MASYARAKAT DESA DENGAN BERBAGAI MACAM MASUKAN (INPUT) MAUPUN
PEMBUKAAN AKSES MENUJU KE BERBAGAI PELUANG.
PROTECTING, YAKNI MENDORONG TERWUJUDNYA TATANAN STRUCTURAL YANG
MAMPU MELINDUNGI DAN MENCEGAH YANG LEMAH AGAR TIDAK SEMAKIN
LEMAH.

STRATEGI PENGUATAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN

1)
2)
3)
4)

PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF UEP


PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR TERUTAMA DI BIDANG PENDIDIKAN KUALITAS
SDM YANG PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING, KEBUTUHAN GIZI, MAUPUN SARANA
DAN PRASARANA FISIK SESUAI KEBUTUHAN,
PELESTARIAN PRANATA DAN KEARIFAN LOCAL
PARTISIPASI LEMBAGA KEMASYARAKATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PEMBANGUNAN.

KELEMBAGAAN KEMASYARAKATAN DALAM PEMENUHAN


KEBUTUHAN DASAR:

PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SECARA


MENDASAR TERKAIT DENGAN PENINGKATAN KUALITAS EKONOMI, PENDIDIKAN, DAN
KESEHATAN MAUPUN INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN, STRATEGI PENGELOLAAN
PEMBANGUNAN DI MASING-MASING DESA DIHARAPKAN MAMPU MENYENTUH
PRIORITAS-PRIORITAS PENTING PADA BIDANG-BIDANG POKOK DIATAS SESUAI
DENGAN KEBUTUHAN, PELUANG DAN KEMAMPUAN YANG ADA.

KELEMBAGAAN MASYARAKATAN DALAM PELESTARIAN TRADISI


DAN KEARIFAN LOKAL:
PENGUATAN KELEMBAGAAN:
MENGOPTIMALKAN FUNGSI LOKAL YANG BERFUNGSI SEBAGAI WADAH PENERAPAN,
PELESTARIAN, SEKALIGUS PENGEMBANGAN TRADISI YANG ADA.
NILAI KEARIFAN LOKAL:
DIBIDANG PENGEMBANGAN PARTISIPASI DAN KESWADAYAAN, PEMBANGUNAN YANG
BERWAWASAN KELESTARIAN LINGKUNGAN, PEMANFAATAN ASET ADAT-BUDAYA
SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN ADALAH
SERANGKAIAN TEMA-TEMA YANG MENUNJUKKAN OPTIMALITAS POLA PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DAN PENGELOLAAN PEMBANGUNAN YANG BERDASARKAN
PENGHORMATAN PADA TRADISI LOKAL.

TUGAS DAN FUNGSI


LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PENGERTIAN
LPM ADALAH:
LEMBAGA, ORGANISASI ATAU WADAH YANG DIBENTUK ATAS PRAKARSA
MASYARAKAT SEBAGAI MITRA PEMERINTAH NAGARI / KELURAHAN DALAM
MENAMPUNG DAN MEWUJUDKAN ASPIRASI DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT
DIBIDANG PEMBANGUNAN.

TUJUAN
UNTUK MENINGKATKAN PRAKARSA DAN SWADAYA MASYARAKAT DALAM
MENJALANKAN PROGRAM PEMBANGUNAN SECARA PARTISIPATIF.
PARTISIPASI
MASYARAKAT,
DIKEMBANGKAN
MELALUI
LEMBAGA
PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
MENCAKUP
AKTIVITAS
DALAM
MERENCANAKAN DAN MENGAWASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI NAGARI

TUGAS

1. Menyusun rencana
pembangunan yang
partisipatif
2. Menggerakkan Swadaya
Gotong Royong Masyarakat

3. Melaksanakan dan
mengendalikan pembangunan

FUNGSI
Penampung & Penyalur Aspirasi
Penanaman & Pemupukan Rasa Persatuan

Peningkatan & Percepatan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat


penyusunan rencana, pelaksanaan, pelestarian dan pengembangan hasil-hasil
pembangunan secara partisipatif

penumbuhkembangan dan penggerak prakarsa, partisipasi, serta swadaya


gotong royong masyarakat
penggali, pendayagunaan dan pengembangan potensi sumber daya alam sertam
keserasian lingkungan hidup.

KEPENGURUSAN
Pengurus terdiri dari: 1.Ketua; 2.sekretaris; 3.Bendahara;
4.Bidang-bidang sesuai kebutuhan.

Tidak boleh rangkap jabatan pada lembaga kemasyarakatan lain


dan bukan merupakan anggota salah satu partai politikMasa
bhakti kepengurusan selama 5 (lima) tahun

Masa bhakti kepengurusan selama 5 (lima) tahun

PESAN KUNCI
PENGUATAN DESA MENSYARATKAN ADANYA PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MASYARAKAT ITU SENDIRI DALAM MENGATASI MASALAH DAN
MENGELOLA SUMBERDAYA DI LINGKUNGANNYA.

TERIMA KASIH

SETIAP MANUSIA
YANG MASIH DIIJINKAN
HIDUP DI DUNIA
PASTI MENGEMBAN
TUGAS AGAR BERMANFAAT
BAGI ORANG LAIN

Anda mungkin juga menyukai