Anda di halaman 1dari 37

LOGO

SWAMEDIKASI
www.themegallery.com

PSPA FF UNJANI ANGKATAN XXII


TA 2016/2017

SWAMEDIKASI di Indonesia
Lebih dari 60 % masyarakat memprakte kkan
self-medication
lebih dari 80 % di antara mereka mengandalkan
obat modern (Flora, 1991).

Apabila dilakukan dengan benar, maka selfmedication merupakan sumbangan yang


sangat besar bagi pemerintah, terutama dalam
pemeliharaan kesehatan secara nasional.

Untuk melakukan self-medication secara benar,


masyarakat mutlak memerlukan informasi yang
jelas dan dapat dipercaya, dengan demikian
penentuan jenis dan jumlah obat yang
diperlukan harus berdasarkan kerasionalan.

LOGO

PMK No.35/2014 ttg Standar


Pelayanan Kefarmasian di Apotek
Apoteker di Apotek juga dapat melayani
Obat non Resep atau pelayanan
swamedikasi.
Apoteker harus memberikan edukasi
kepada pasien yang memerlukan Obat
non Resep untuk penyakit ringan dengan
memilihkan Obat bebas atau bebas
terbatas yang sesuai.

LOGO

LOGO

Konsep Self Care dan


Self Medication
atau
SWAMEDIKASI

Definisi

LOGO

Self Care:
Tindakan individu untuk menjaga dirinya
dan
keluarganya agar tetap sehat dan
mampu mengatasi kondisi
sakitnya, baik
ringan maupun kronis berdasarkan
pengetahuan dan informasi yang
tersedia.
Bila perlu berkonsultasi dengan tenaga
kesehatan.
23 Februari 2005

LOGO
SELF CARE AS A PHARMACEUTICAL
PRACTICE
Self-care : pemberian obat2an non resep
dan berperan serta dlm
menemukan,memikirkan dan
merencanakan dalam pengobatan pasien.
Contoh kasus:
Obat apa yg diperlukan utk gatal2 karena
digigit serangga?
Obat yang diberikan pada anak < 2 thn
karena keluhan hidung tersumbat
Seharian ini,dada saya merasa sakit,jenis
antasida apakah yang cocok untuk saya?

Definisi

LOGO

Self Medication:
penggunaan obat-obatan non resep
(tanpa supervisi medis) oleh
masyarakat atas inisiatif mereka sendiri
untuk mengatasi penyakit-penyakit
ringan.

Self Care Self Medication

23 Februari 2005

LOGO

Mengapa self medication


penting?
Menghemat biaya kesehatan:
mengurangi jumlah kunjungan dokter
Mengurangi biaya yang terkait dengan memburuknya
suatu penyakit yang dapat dicegah dengan penggunaan
obat non resep.

23 Februari 2005

Alasan melakukan self medication

LOGO

Lebih mudah
Menghemat waktu dan biaya
Merasa belum perlu berkonsultasi dengan
dokter
Tidak ada pilihan lain

23 Februari 2005

Kategori kondisi untuk Self


medication

Batuk
Demam
Dermatitis/ eksim
Diare
Flu
Infeksi bakteri topikal
Insomnia
Jerawat
Konjungtivitis

23 Februari 2005

LOGO

Konstipasi
Nyeri-nyeri
Nyeri artritis
Panas dalam
Penanganan
kegemukan
Penurun kolesterol
Sakit kepala
Sariawan
Wasir

Sumber: World Self Medication Industry

10

Produk untuk
self medication
Obat bebas dan bebas terbatas (over the

LOGO

counter)
Food/ dietary supplements
DOWA 1,2,3

23 Februari 2005

11

Tentang dietary supplements

LOGO

60% wanita dan 46% pria telah


mengkonsumsi dietary supplement.
The top selling herbal supplements di AS
thn. 2000 adalah 3G, yaitu garlic, ginkgo
biloba, and glucosamine.
Jumlah pelaporan ADR per tahun yang
melibatkan dietary supplements ke FDA
meningkat dua kali lipat sejak 1999 to 2002.
Mulai dijumpai interaksi yang potensial
terjadi antara obat kimiawi dan dietary
supplement.

23 Februari 2005

12

Definisi dietary supplement

LOGO

Makanan dalam bentuk sediaan tablet,


kapsul dan eliksir untuk melengkapi pola
makan (diet).
Berisi gizi makanan untuk perkembangan
sel, tulang, otot dan mengganti koenzim.
Digunakan untuk menjaga kondisi tubuh
agar tetap sehat.
23 Februari 2005

13

Dietary product/food supplement

LOGO

Informasi

Ginkgo Biloba

LOGO

sedang

minum obat lain?


hamil atau menyusui?
sakit kepala?
perut tidak nyaman?
akan menjalani operasi?

23 Februari 2005

15

LOGO

16

LOGO

Bagaimana menyediakan layanan self


medication ?

23 Februari 2005

17

Layanan Swamedikasi

Analgetik Antipiretik - Antirematik


Antasida
Obat Cacing
Obat Batuk, Asma, Alergi
Kontrasepsi
Vitamin, Suplemen
DOWA
Self diagnostic kit (alat kesehatan untuk diagnosa diri)
Food supplement
Gol.Obat bebas dan obat bebas terbatas lainnya

LOGO

ASPEK PENDUKUNG

LOGO

Responsible Self Medication


Responding to symptoms
Tampilan Fisik Apotik

23 Februari 2005

19

Tampilan Fisik Apotik

LOGO

Menggambarkan suatu apotik yang


profesional

Quiet area

20

LOGO

disease
perception

access
advertising
Dr Phobic

confidence

habit

Determinants of medicine purchase?


experience

professional
support

skills
family
support
resources

23 Februari 2005

peer support

priority
status

knowledge
&
awareness
21

Responsible self medication

LOGO

Pasien menggunakan obat (non resep)


dengan bertanggung jawab.
Pasien perlu mendapat informasi yang
benar tentang produk obat yang mereka
gunakan.
Sumber utama informasi: label dan iklan.
Peran farmasis menjadi penting dalam
memberikan professional advice.
22

LOGO

23

Risiko self medication

LOGO

Sepertiga warga Amerika minum obat lebih


dari dosis OTC yang direkomendasikan
Dua per tiga (69%) minum obat sekaligus
dengan jumlah lebih dari yang dianjurkan.
Tiga per lima (63%) minum dosis berikutnya
terlalu dini daripada yang dianjurkan pada
etiket obat.
Dua per lima (44%) minum obat dengan
dosis/ hari lebih banyak daripada yang
dianjurkan pada etiket.

24

Responding to Symptoms

LOGO

W W HAM
(Who; What; How long; Action; Medication)

Dirujuk
Rekomendasi Produk

25

LOGO

Kelompok Pasien perlu Perhatian


Khusus
Lanjut Usia (menderita beberapa macam

penyakit, Polifarmasi, perubahan fungsi tubuh,


tekanan sosial)
Anak-anak (tidak banyak obat yang dilisensikan
untuk anak, sulit untuk mewawancarai, sulit
patuh, gejala ringan bisa serius)
Ibu Hamil (efek obat ke janin, trimester-I resiko
kecacatan, trimester II-III resiko gangguan
kembang & tumbuh, pilih obat yang sudah
diketahui aman)
Ibu Menyusui (sedapat mungkin hindari
penggunaan obat, menyusui sesaat sebelum
menyusui, baca brosur obat yang ekskresi melalui
asi)

Gejala yang Harus diwaspadai

LOGO

Hilangnya Nafsu Makan, shg pasien tidak makan


Turunnya Berat Badan tanpa beberapa alasan
Pendarahan melalui Hidung, Anus, Telinga dan Mulut
Sesak Nafas, Batuk dgn Sputum Berwarna Hijau/kuning
Semua masalah dgn menstruasi
Kesulitan menelan
Bengkak dgn berbagai ukuran, termasuk di persendian
Rasa sakit yg hebat di dada, kepala dan perut
Suhu Badan tinggi dlm waktu lama &, berulang
Hilangnya Kesadaran

2.Komunikasi pelayanan non resep


(swamedikasi)

LOGO

Ada 3 metoda untuk menanggapi gejala


penyakit:
1.AS METTHOD
2.WWHAM
3.ENCORE

2.WWHAM
(metode yang lebih sederhana dan yang
dianjurkan)
sangat
W : Who is it for? Untuk siapa?
W : What are the symptoms? Apa gejalanya
H : How long have the symptoms persitted?
Sudah berapa lama gejala berlangsung?
A : Action taken,what medicine have been

taken? Obat apa yang sudah diminum?


M : Medicine being taken for other problem?
Obat apa yang sedang diminum untuk
masalah lain?
Informasi yang dibutuhkan sebelum apoteker
memberikan pengobatan yang tepat.

LOGO

KONSELING PASIEN APOTEKER LOGO


di FARMASI KOMUNITAS
Terima kasih atas pelayanan anda:
Pada suatu sore di sebuah apotek di pinggiran kota,
Terry sebagai apoteker berusaha membantu seorang
pasien yang sedang membutuhkan produk OTC:
Terry : Selamat sore,pak! Ada yang bisa saya bantu
Pasien : Saya sedang kurang enak badan
Terry : Apakah yang bapak rasakan ? (Who)
Pasien : Saya agak batuk dan hidung agak basah,sepertinya
mau flu.
Terry : [ mungkin ada gejala lainnya]
Apakah ada gejala lain yang bapak rasakan? (What)
Pasien : mata rasanya gatal
Company Logo

www.themegallery.com

LOGO

Terry : Sudah berapa lama gejala ini bapak rasakan ? (How Long)
Pasien : kurang lebih 3 (tiga ) hari
Terry : Apakah rasa gatal di mata sebelum gejala flu timbul?
Pasien : Ya...saya kira begitu
Terry : [ saya sudah mendapatkan indikasinya!]
Bisa bapak gambarkan tentang lingkungan kerjanya?
Pasien : Saya seorang polisi dan saya sedang kerja lembur mengawasi
pembangunan sebuah gedung dengan segala keributan suara
mesin serta debu berterbangan. Saya bersyukur , karena saya
tidak menjadi tuli
Terry : [ banyak alergen di udara]
Apa yang bapak laukan,bila debu berterbangan di udara?
Pasien : Saya mengatur lalu lintas di jalan,karena bila mereka sedang
membuat lubang untuk pondasi bangunan,debu banyak berterbangan dan sangat mengganggu batas pandang bagi pengguna jalan sehingga saya mengatur agar pengguna jalan
menjauh dari pusat debu tersebut.
Company Logo

www.themegallery.com

LOGO
Terry : Apakah diantara anggota keluarga ada yang pernah kena
riwayat alergi?
Pasien: Anak saya pernah disuntik karena alergi
Terry : [yah....ini dia]
Kalau begitu, bapak bukan kena flu tapi bapak kena alergi
dari debu yang berterbangan dan masuk ke mata lalu tubuh
bereaksi untuk melawan benda asing dengan mengeluarkan
cairan sehingga hidung nya basah (meler)
Apakah bapak sudah minum obat untuk gejala tsb? (Action)
Pasien: belum ada
Terry : [ Moga-moga obat ini bisa menolong]
Saya akan memberikan antihistamin dan diminum untuk
menghilangkan gejala yang ada, tapi bila dalam beberapa
hari gejala tidak berkurang,saya sangat menganjurkan untuk
konsultasi ke dokter.
Pasien : Terima kasih anda sudah melayani saya dengan baik.

Company Logo

www.themegallery.com

LOGO

PEMBAHASAN
1. Perlu keahlian berkomunikasi untuk identifikasi keluhan pasien

agar apoteker dapat memberikan solusi atas pengobatan pasien


2. Apoteker menggunakan very highly open question agar dapat
memutuskan dengan gejala yang sama tapi penyakit berbeda
3. Apoteker harus menjadi pendengar yang baik dan punya rasa empati
agar tidak salah dalam mengambil keputusan
4.Bila dalam kasus ini, apoteker hanya menggunakan open ended
Question,maka apoteker akan memberikan obat flu akan
terjadi kesalahan

Company Logo

www.themegallery.com

Kesimpulan

LOGO

Self care dan self medication mempunyai peran


yang cukup penting dalam penyelenggaraan
sistem kesehatan
Farmasis mempunyai peranan dalam
menyediakan informasi yang benar tentang
obat-obatan non resep sehingga pasien
menggunakan obat dengan tepat, aman, efektif
dan ekonomis (responsible self medication)

23 Februari 2005

34

Joint Statement between


LOGO
The International Pharmaceutical Federation (FIP)
and the International Federation of Pharmaceutical Manufacturers
Associations (IFPMA)
ENSURING QUALITY AND SAFETY OF MEDICINAL PRODUCTS TO
PROTECT THE PATIENT
FIP and IFPMA give priority to the need for effective regulatory
safeguards to ensure
that the patient is protected from the hazard to health of poor
quality, substandard and counterfeit medicines.
Governments have an obligation to protect their citizens and
therefore must ensure
that medicinal products, whether manufactured locally or imported,
meet recognised
international standards of quality, safety, bioavailability and
efficacy. The same
principles for standards must be applied by Governments for both
branded and
generic products and for both the private and public sectors.
Achievement of high

LOGO
DAFTAR PUSTAKA
1.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.35 tahun 2104 tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek
2 Direktorat Bina Penggunaan Obat rasional.2008. Materi Pelatihan Peningkatan
Pengetahuan dan Ketrerampilan memilih Obat bagi Kader. Direktorat Jenderal Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia
3. Rovers, J.P.,Currie J.D.,Hagel,H.P.,Mc.Dounough,R.P. and Sobotka J.L.,2003. A Practical Guide to
Pharmaceutical Care, Second Edition,Washington,D.C.,American Pharmaceutical Association

LOGO

4 LISTENING