Anda di halaman 1dari 18

IBRAHIM

KESEHATAN dan
125100307111034
ERDIANSYAH PUTRA
KESELAMATAN
KERJA
125100307111022
YAYUK PUJI LESTARI
145100301111062
FENA RIA
145100301111064
ADAM SETIYA BUDI
145100301111078
Dosen Pengampu:
Mata Kuliah (K3) kelas I
FTP TIP UB 2016

ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN


DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN

Dewi, R. 2006. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan


Kerja (K3) Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT.
Ecogreen Oleochemical Medan Plant
Skripsi.
Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Ilfani, G. 2013. Analisis Pengaruh Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Study
Pada PT. APAC Inti Corpora Bawen Jaya Tengah Unit
Spining 2) Skripsi. Fakultas Ekonomi dan
Bisnis.
Universitas Diponegoro. Semarang.
Mukzam, M.D, Hamid, D dan Maulana, R. 2015. Pengaruh
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kepuasan
Kerja Karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). Vol 20 (1):
1-10.

LATAR BELAKANG
Setiap pekerjaan selalu mengandung potensi resiko
bahaya dalam bentuk kecelakaan dan penyakit kerja.
Terjadinya kecelakaan atau penyakit kerja dan dapat
berakibat kematian, atau karyawan bisa mengalami
cacat atau sakit untuk sementara dan tidak bisa bekerja,
maka karyawan yang bersangkutan tidak mampu lagi
bekerja dengan baik atau tingkat produktivitas kerjanya
akan mengalami penurunan dibanding waktu sehat.
Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
dijadikan sebagai aspek perlindungan tenaga kerja
sekaligus melindungi asset perusahaan yang bertujuan
sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi yang
aman dan sehat kepada setiap karyawan dan untuk
melindungi sumber daya manusia (SDM).

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana pengaruh keselamatan kerja terhadap kinerja


karyawan ?
Bagaimana pengaruh kesehatan kerja terhadap kinerja
karywan?
Bagaimana hubungan keselamatan dan kesehatan kerja
terhadap kinerja karyawan?

TUJUAN

Mengetahui pengaruh keselamatan kerja terhadap kinerja


karyawan.
Mengetahui pengaruh kesehatan kerja terhadap kinerja
karywan.
Mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja
terhadap kinerja karyawan.

KESELAMATAN KERJA
Menurut Mondy (2008), keselamatan kerja adalah suatu
perlindungan bagi karyawan yang dikaernakan oleh
kecelakaan yang berkaitan dengan dengan pekerjaan.
Menurut Sumamur (2001), keselamatan kerja adalah
keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat
kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat
kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan
pekerjaan.
Perlindungan tenaga kerja meliputi beberapa aspek dan
salah
satunya
yaitu
perlindungan
keselamatan,
perlindungan tersebut bermaksud agar tenaga kerja secara
aman
melakukan
kerjaannya
sehari-hari
untuk
meningkatkan produksi dan produktivitas.
Indikator - indikator keselamatan kerja meliputi tempat
kerja serta mesin dan peralatan.

KESELAMATAN KERJA

KESEHATAN KERJA

Menurut Mangkunegara (2009), kesehatan kerja merujuk


pada kondisi fisik, mental, dan stabilitas emosi secara
umum.
Menurut Dewi (2006), tujuan kesehatan kerja yaitu
meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan tenaga
kerja yang setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun
sosial.
Usaha-usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja seperti
mengatur
suhu,
kelembaban,
kebersihan
udara,
penggunaan warna ruangan kerja, penerangan yang cukup
terang dan menyejukkan, dan mencegah kebisingan

KESEHATAN KERJA

MANFAAT KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA
Perusahaan dapat terhindar dari resiko kecelakaan kerja
yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan
para pekerja .
Berkurangnya kecelakaan dan sakit karena kerja,
Mencegah hilangnya investasi fisik dan investasi SDM,
Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja yang
nyaman dan aman, selain itu juga karena motivasi kerja
yang meningkat.
Meningkatkan kepuasan kerja, kepuasan kerja tersebut
akan meningkatkan motivasi kerja
Meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja
Perusahaan akan merasa bangga bahwa telah ikut serta
dalam melaksanakan program pemerintah dan ikut serta
dalam
pembangunan
nasional
sehingga
nama
perusahaan terlihat baik.

KINERJA KARYAWAN
Menurut Rivai (2005) kinerja merupakan perilaku
nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi
kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan
perannya dalam perusahaan.
Kinerja dapat dikelompokkan melampaui target, sesuai
target atau dibawah target.
Tolak ukur kinerja disusun berdasarkan tiga kriteria
umum yaitu quantity, quality, dan cost.
Ketiga kriteria umum QCC dapat digunakan dalam
penetapan tolak ukur kinerja jabatan (job performance
standard) maupun tolak ukur unit kerja organisasi
(organizational unit performance standart)

FAKTOR YANG
MEMENGARUHI KINERJA
Menurut Mangkunegara (2005)
KARYAWAN
KINERJA

FAKTOR
INDIVIDUAL

FAKTOR
PSIKOLOGIS

Menurut Mangkunegara (2000


KINERJA

FAKTOR
ORGANISASI

FAKTOR INTERNAL
FAKTOR
EKSTERNAL

Faktor-faktor internal dan eksternal ini merupakan jenis-jenis


atribusi yang mempengaruhi kinerja seseorang

PEMBAHASAN

Keselamatan kerja adalah keadaan dimana


tenaga kerja merasa aman dan nyaman, dengan
perlakuan yang didapat dari lingkungan dan
berpengaruh pada kualitas bekerja.
KESELAMATAN
KERJA

KINERJA
KARYAWAN

PRODUKTIFAS
MENINGKAT

PEMBAHASAN

Kesehatan kerja adalah aturan-aturan dan


usaha-usaha untuk menjaga karyawaaan dari
kejadiaan atau keadaan perburuhan yang
merugikan kesehatan dan kesusilaan dalam
seseorang itu melakukan pekerjaan dalam suatu
hubungan kerja.
KESEHATAN
KERJA

KINERJA
KARYAWAN

PRODUKTIFAS
MENINGKAT

PEMBAHASAN

Banyaknya sumber daya manusia yang bekerja untuk


perusahaan, maka perlunya K3 (keselamatan dan
kesehatan
kerja)
dan
semangat
kerja
untuk
meningkatkan kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan,
bila adanya jaminan tersebut maka, karyawan akan lebih
meningkat kinerjanya.

PEMBAHASAN

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada karyawan tidak


hanya
sekadar
bertujuan
untuk
meraih
tingkat
keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi atau hanya
untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja
maupun penyakit akibat kerja. Akan tetapi, keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) pada karyawan memiliki visi dan misi
yang lebih jauh lagi yaitu mewujudkan tenaga kerja yang
sehat, selamat, produktif serta sejahtera sehingga
menghasilkan kinerja/prestasi karywan yang baik bagi
perusahaan.

KESIMPULAN
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan Hak
Asasi
Manusia
(HAM),
sehingga
kesadararan
mengenai pentingnya K3 harus selalu digugah.
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dijadikan
sebagai aspek perlindungan tenaga kerja sekaligus
melindungi asset perusahaan yang bertujuan
sedapat mungkin memberikan jaminan kondisi yang
aman dan sehat kepada setiap karyawan dan untuk
melindungi sumber daya manusia (SDM).
Dengan adanya keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) pada karyawan mewujudkan tenaga kerja yang
sehat, selamat, produktif serta sejahtera sehingga
menghasilkan kinerja/prestasi karywan yang baik
bagi perusahaan.

SARAN
Sebaiknya

perusahaan
senantiansa
menciptakan lingkungan kerja perusahaan
yang kondusif, agar karyawan merasa
nyaman dan bekerja lebih optimal.
Kualitas
K3 lebih ditingkatkan sesuai
kebutuhan perusahaan dan menimbulkan
rasa puas pada karyawan.
Sebaiknya perusahaan selalu merawat dan
memelihara alat-alat pelindung kerja agar
selalu siap pakai untuk mencegah dan
menghindari kelecakaan kerja.