Anda di halaman 1dari 20

TUGAS PENGEMBANGAN

PARAGRAF

Disusun Oleh:
Kelompok VIII

DONI ALFIZAH
150405006
ADI IQBAL SAYUTI
150405010
DELFA BAHARI SIANTURI 150405014
M. RAJA SIREGAR
150405032
M. ANWAR
150405046
M. TEJA HASMAR
150405066

PENGEMBANGAN PARAGRAF
1. Pengertian Paragraf
Paragraf merupakan suatu kesatuan bentuk pemakaian
bahasa yang mengungkapkan pikiran atau topik dan
berada di bawah tataran wacana. Paragraf memiliki
potensi terdiri atas beberapa kalimat. Paragraf yang hanya
terdiri atas satu kalimat tidak mengalami pengembangan.
Setiap paragraf berisi kesatuan topik, kesatuan pikiran
atau ide. Dengan demikian, setiap paragraf memiliki
potensi adanya satu kalimat topik atau kalimat utama dan
kalimat-kalimat penjelas.

2. Pengembangan Paragraf
Pengembangan paragraf yang dapat dilihat dari
sudut pandang teknik. Berdasarkan tekniknya
pengembangan paragraf dapat dikelompokkan
menjadi dua, yaitu pengembangan secara alamiah,
dan pengembangan secara logis.

2.1 Pengembangan Paragraf Secara Alamiah


a. Urutan waktu (kronologis)
Paragraf yang dikembangkan berdasarkan urutan
waktu
bersifat kronologis. Hal itu berarti kalimat
yang satu mengungkapkan waktu peristiwa terjadi,
dan
diikuti
oleh
kalimat-kalimat
yang
mengungkapkan waktu peristiwa terjadi. Pola
kronologis biasanya digunakan untuk memaparkan
sejarah, proses, asal-usul dan riwayat hidup. Pola
ini biasanya ditandai oleh kata-kata seperti sejak
itu, sekarang, sebelum, sementara, dewasa ini,
kemudian, mula-mula.

Contoh :
Ammonium Phospat yang berasal dari gudang penyimpanan
dicampurkan dengan air dan dilarutkan pada tangki pencampur. Pottasium
Phospat yang berasal dari gudang pemyimpanan juga dicampurkan dengan
air dan dilarutkan pada tangki pencampur. Kemudian larutan Ammonium
Phospat dipanaskan menggunan heater sehingga suhunya menjadi 800C.
Selanjutnya larutan Ammonium Phospat dan Pottasium Phospat
direaksikan didalam reactor pada suhu 210 oC selama 2 jam untuk
membentuk Pottasium Ammonium Pholiphospat. Ammonium Phospat
dibuat berlebih agar konversi reaksi 100%. Keluaran reakor berupa
Pottasium Phospat, Pottasium Ammonium Pholiphospat, dan air.
Selanjutmya hasil reaksi dialirkan kedalam evaporator untuk menguapkan
air pada suhu 100OC dimana efisiensi evaporator 90% sehingga masih ada
kandungan air didalam Pottasium Ammonium Pholiphospat. Air yang
diuapkan akan dibuang sedangkan larutan pekat Pottasium Ammonium
Pholiphospat dipompakan kedalam spray dryer untuk menguapkan sisa air
yang terkadung didalam produk. Kemudian produk yang dihasilkan berupa
bubuk diangkut menggunakan belt conveyor dan didinginkan hingga suhu
25OC untuk dikemas. Pengemasan produk dilakukan menggunakan karung
berukuran 30 Kg dan disimpan didalam gudang penyimpanan produk.

b. Urutan ruang (spasial)


Paragraf yang dikembangkan berdasarkan urutan
ruang atau tempat membawa pembaca dari satu titik ke
titik berikutnya dalam sebuah ruangan. Hal itu berarti
kalimat yang satu mengungkapkan suatu bagian
(gagasan) yang terdapat pada posisi tertentu, dan diikuti
oleh kalimat-kalimat lain yang mengungkapkan gagasan
yang berada pada posisi yang lain seperti di sini, di
situ, di samping, de tengah, kiri-kanan, atas-bawah,
depan-belakang, timur-barat, dekat-jauh.

Contoh :
Jika seseorang memasuki pekarangan bangunan
kuno itu, setelah seseorang melalui pintu gerbang kayu
penuh ukiran, ia akan berada pada jalan yang berlantai
tanah liat yang membelah lapangan rumput yang dihiasi
bunga-bunga dan pohon peneduh. Di kiri dan kanan
jalan terdapat lumbung padi. Terus kedalam seseorang
akan sampai pada bangunan rumah yang berdiri diatas
tiang yang sangat kuat dan terlindung oleh pohon
palem. Selanjutnya, seseorang dapat menaiki tangga
untuk memasuki ruangan besar yang banyak dihiasi
oleh lukisan kuno.

2.2 Pengembangan Paragaraf Secara Logis


a. Contoh
Sebuah gagasan dalam paragraf menjadi terang
benderang ketika diperkuat dengan beberapa contoh
atau ilustrasi. Contoh dapat diuraikan dalam bentuk
narasi atau deskripsi. Kata-kata yang sering
digunakan adalah seperti, misalnya, yakni/yaitu,
umpanyanya, contohnya.

Contoh :
Masih berkisar masalah kredit macet, seorang pengamat
ekonomi memberikan contoh tentang Kredit Macet Mahasiswa
Indonesia (KMI) yang diberikan oleh bank BNI di Indonesia.
Kemacetan pembayaran kembali kredit tersebut cenderung
disebabkan oleh faktor kurang adanya niat mahasiswa yang
bersangkutan untuk membayar kembali kreditnya setelah
mereka lulus atau bekerja. Selain itu, ada kecenderungan pula
setelah mahasiswa lulus dan bekerja, mereka tidak
menginformasikan alamat tempat bekerjanya. Dengan demikian,
bank menemui kesulitan untuk menghubungi mahasiswa yang
mengambil KMI. Padahal, pemberian KMI itu bertujuan untuk
membantu kelancaran studi mahasiwa. Apabila masalah ini
benar. Lain kali pihak bank harus lebih selektif dalam pemberian
kredir kepada mahasiswa.

b. Perbandingan dan Pertentangan


Perbandingan adalah upaya mengamati persamaan yang
dimiliki oleh dua benda atau lebih, sedangkan pertentangan
lebih banyak menonjolkan perbedaan yang ada pada dua
benda atau lebih. Kegiatan membandingkan atau
mempertentangkan tersebut berupa penyajian persamaan
dan perbedaan antara dua hal.
Pola pengembangan paragraf secara perbandingan
biasanya menggunakan kata seperti serupa dengan, seperti
halnya, sementara itu, demikian juga, sejalan dengan, ,
sama dengan. Sedangkan secara pertentangan bisanya
menggunakan kata berbeda dari, bertentangan dengan,
lain halnya dengan, akan tetapi,bertolak belakang dari.

Contoh :
Pemerintah telah menyediakan gas epigi 3kg dan
12 kg. Sama halnya dengan minyak tanah, gas elpigi
juga dapat digunakan untuk kegunaan rumah tangga
dengan harga yang murah. Pemerintah memandang
perlu untuk mengonversikan keterbutuhan minyak
tanah ke gas elpigi karena produksi minyak tanah saat
ini sangat mahal. Disamping itu, penggunaan gas
elpigi dianggap lebih praktis dan ekonomis

c. Analogi
Analogi adalah bentuk pengungkapan
suatu objek yang dijelaskan dengan objek
lain yang memiliki kesamaan atau
kemiripan. Kata yang sering digunakan
adalah ibaratanya, seperti, bagaikan.

Contoh :
Perkembangan teknologi dewasa ini sungguh
sangat
menakjubkan.
Kehebatannya
dapat
menandingi kesaktian para kesatria dan para dewa
dalam cerita wayang. Kereta-kereta dapat berjalan
tanpa ditarik oleh kuda, sapi, atau kerbau. JakartaYogyakarta dapat ditempuh dalam tempo satu malam,
bahkan dapat kurang dari itu. Dunia rasanya tidak
berjarak lagi karena telah dihilangkan dengan adanya
jaringan telepon. Kekuatan tidak lagi dimonopoli oleh
gajah dan badak, tetapi telah diganti oleh bendabenda kecil buatan manusia yeng memiliki kekuatan
yang hebat dan luar biasa.

d. Klasifikasi
Klasifikasi adalah usaha mengelompokkan berbagai
hal yang dianggap memiliki kesamaan ke dalam satu
kategori. Dengan demikian hubungan di antara berbagai
hal itu menjadi satu kesatuan yang utuh. Kata yang
sering digunakan adalah dibagi atas, digolongkan
menjadi, terbagi menjadi, mengklasifikasikan.

Contoh :
Pola interferensi dapat dibedakan menjaddi dua
bagian yaitu inteferensi saling menguatkan
(konstruktif) dan inteferensi saling melemahkan
(destruktif). Pada gambar 1.21, inteferensi konstruktif
ditandai dengan titik tebal, semetara inteferensi
denstruktif ditandai dengan lingkaran kecil.

e. Hubungan Sebab-Akibat
Dalam pola ini sebab bertindak sebagai gagasan
utama,
sedangkan
akibat sebagai
rincian
pengembangannya.
Namun
demikian,
susunan
tersebut biasanya juga terbalik. Akibat dapat berperan
sebagai gagasan utama, sedangkan sebab menjadi
rincian pengembangannya. Kata yang sering digunakan
adalah akibatnya, itu sebabnya, oleh karena itu.

Contoh :
Jalan Kebon Kacang akhir-akhir ini sering macet
dan semrawut. Lebih separuh jalan kendaraan tersita
oleh kegiatan perdagangan kaki lima. Untuk
mengatasinya, pemerintah akan memasang pagar
pemisah antara jalan kendaraan dan trotoar. Pagar ini
juga berfungsi sebagai batas pemasangan tenda
pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan
berdagang. Pemasangan pagar pembatas ini terpaksa
dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima
di lokasi itu sudah sangat keterlaluan.

f. Definisi
Paragraf ini menguraikan sebuah gagasan yang
abstrak atau istilah yang menimbulkan kontroversi yang
membutuhkan penjelasan. Kata yang sering digunakan
seperti adalah, ialah, merupakan.

Contoh :
Menurut Enre (1998:8) karangan yang baik adalah
karangan yang bermakna jelas, bulat dan utuh,
ekonomis dan memenuhi kaidah-kaidah gramatikal.
Akhidiah, dkk (1993:9) menjelaskan karangan yang
baik memiliki beberapa ciri, diantaranya : bermakna
jelas, merupakan kesatuan yang bulat, singkat dan
padat, memiliki kaidah kebahasaan dan komunikatif.
Selain itu, Darmadi (1996:24) mengungkapkan
bahwa beberapa ciri karangan yang baik adalah :
signifikan,
jelas,
memiliki
kesatuan
dan
mengorganisasikan yang baik ekonomis, mempunyai
pengembangan yang memadai, menggunakan bahasa
yang dapat diterima dan mempunyai kekuatan.

TERIMA KASIH

HORAS
THE END