Anda di halaman 1dari 34

MALROTASI USUS

Pembimbing :
dr.Lisa Irawati, Sp.Rad
Disusun oleh :
Adhitia Mahardika
406138097

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA
2015

Definisi
Malrotasi : anomali kongenital gagalnya suatu
rotasi/perputaran & fiksasi normal pada organ,
terutama usus selama perkembangan embriologik
Volvulus : Puntiran dari segmen usus terhadap usus
itu sendiri, mengelilingi mesenterium dari usus
tersebut, dimana mesenterium itu sebagai aksis
longitudinal obstruksi saluran cerna

Epidemiologi
Insiden malrotasi usus terdapat pada 1 dari 500 kelahiran hidup
60% 1 bulan kehidupan
20% 1 bulan sampai 1 tahun & sisanya muncul pada usia > 1
tahun
Volvulus banyak menyerang usia neonatus : 68-71%
Infant dengan malrotasi, sebanyak 40% bermanifestasi klinis
saat minggu pertama kelahiran, 50% pada bulan pertama &
sisanya bermanifestasi > 1 bulan

Etiologi
Volvulus midgut keadaan yang disebabkan oleh
kegagalan atau malrotasi intestinal loop saat masa
embriologi

Patofisiologi
Embriologi minggu ke 4-12 perkembangan intestinal
fetal pemanjangan & perkembangan tube serta rotasi
hingga 270
Loop duodenum pada sisi kanan abdomen & loop
sekokolik pada bagian kiri dari arteri mesenterika
superior non rotasi intestinal loop.

Patofisiologi
Malrotasi gangguan rotasi duodenal, yang
seharusnya lengkap 270 menjadi hanya 180 & loop
sekokolik kehilangan rotasi 180 dari rotasi normalnya
sekum terletak diatas (mid abdomen) atau letak
tinggi
Ladds Bands Jaringan fibrosis dari peritoneal yang
melekatkan sekum didinding abdomen obstruksi
pada duodenum khas malrotasi intestinal.

Manifestasi Klinis

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Radiologis

Pemeriksaan Laboratorium

Hemokonsentrasi
Leukositosis
Gangguan elektrolit
Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik

Pemeriksaan Radiologis

Foto polos abdomen


Ultrasonografi (USG)
Upper gastrointestinal (UGI) series
Barium Enema
CT scan abdomen

Gambar 5. Upper Gastrointestinal Series pada malrotasi midgut


Sumber: Evelyn Y. Anthony, MD and Michael Y. M. Chen, MD, The Vomiting Infant: Surgical Causes of Emesis, 2007

Figure 1: Axial contrast enhanced CT showing characteristic whirl like appearance of superior mesenteric vein (thin arrow)
wrapping around the superior mesenteric artery (thick arrow).

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis Banding
Obstruksi setinggi gaster
Volvulus gaster
Gastric outlet obstruction ( hypertropic pyloric stenosis,
atresia pylorus, bezoar)
Obstruksi setinggi duodenum
Intrinsik (Atresia duodenum, web, stenosis)
Ekstrinsik / kompresi eksternal (pankreas
preduodenal portal vein)
Stenosis duodenum
Volvulus midgut pada malrotasi

anulare,

Diagnosis Banding
Obstruksi setinggi jejenoileal
atresia jejuno-ileal
adhesi
mekonium ileus
intususepsi
komplikasi dari divertikel Meckel
Obstruksi setinggi kolon rektum
Hirschsprung
atresia kolon, rektum
malformasi anorektal
meconium plug syndrome
mekonium ileus
karsinoma kolorektal

Penatalaksanaan
Prosedur Ladd prosedur bedah distorsi volvulus
midgut, membebaskan pita peritoneal, vertikalisasi
duodenum, apendiktomi,
mengembalikan posisi
kolon & sekum pada tempatnya

Komplikasi
Perforasi usus, peritonitis, infeksi dari rongga perut,
syok septik
Komplikasi post-operasi sindrom usus yang pendek
short bowel syndrome (akibat pemotongan saat
operasi) dan radang pada peritoneum (peritonitis)

Prognosis
Volvulus midgut mortalitas 3 - 15 %
Bayi malrotasi usus & volvulus midgut setelah operasi
7 % bayi hampir gejalanya akan menghilang, 8%
bayi mengalami perbaikan gejala & 14% bayi gejalanya
tetap