Anda di halaman 1dari 15

BANJIR

Nama : Ervanda Rifqi F


No
: 12
Kelas : IX A

Tujuan dan Pembahasan


A. Tujuan

Latar Belakang Pemilihan


Judul
Disini saya berpidato dengan tema
BANJIR. MENGAPA saya memilih
tema banjir?
Ya, karena belakangan ini saya
melihat di sekitar kita banyak
wilayah yang terkena banjir. Dan
banjir seperti bencana alam tahunan,
yang setiap tahun datang melanda
kota besar di Indonesia.

Pengertian Banjir
Banjir adalah bencana alam yang terjadi secara
alami maupun oleh ulah manusia. Sekarang ini
banjir sering terjadi disebabkan ulah manusia
yang mulai tidak menghiraukan keseimbangan
alam Banjir merupakan peristiwa tergenang dan
terbenamnya daratan karena volume air yang
meningkat. Banjir juga dapat terjadi karena
peluapan air yang berlebihan di suatu tempat
akibat curah hujan yang tinggi, peluapan air
sungai, atau pecahnya bendungan sungai.

Jenis Jenis Banjir


Banjir air
Banjir yang satu ini adalah banjir yang sudah umum.
Penyebab banjir ini adalah meluapnya air sungai, danau, atau
selokan sehingga air akan meluber lalu menggenangi
daratan. Umumnya banjir seperti ini disebabkan oleh hujan
yang turun terus-menerus sehingga sungai atau danau tidak
mampu lagi menampung air.
Banjir Cileunang
Banjir cileunang ini disebakan oleh hujan yang sangat deras
dengan debit air yang sangat banyak. Banjir akhirnya terjadi
karena air-air hujan yang melimpah ini tidak bisa segera
mengalir melalui saluran atau selokan di sekitar rumah
warga. Jika banjir air dapat terjadi dalam waktu yang cukup
lama, maka banjir cileunang adalah banjir dadakan (langsung
terjadi saat hujan tiba).

Banjir bandang
Banjir bandang mampu menghanyutkan apapun, karena
itu daya rusaknya sangat tinggi. Banjir ini biasa terjadi di
area dekat pegunungan, dimana tanah pegunungan
seolah longsor karena air hujan lalu ikut terbawa air ke
daratan yang lebih rendah. Biasanya banjir bandang ini
akan menghanyutkan sejumlah pohon-pohon hutan atau
batu-batu berukuran besar. Material-material ini tentu
dapat merusak pemukiman warga yang berada di
wilayah sekitar pegunungan.
Banjir rob (laut pasang)
Banjir rob adalah banjir yang disebabkan oleh pasangnya
air laut. Banjir seperti ini kerap melanda kota Muara Baru
di Jakarta. Air laut yang pasang ini umumnya akan
menahan air sungan yang sudah menumpuk, akhirnya
mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.

Banjir lahar dingin


Salah satu dari macam-macam banjir adalah banjir lahar dingin.
Banjir jenis ini biasanya hanya terjadi ketika erupsi gunung
berapi. Erupsi ini kemudian mengeluarkan lahar dingin dari
puncak gunung dan mengalir ke daratan yang ada di bawahnya.
Lahar dingin ini mengakibatkan pendangkalan sungai, sehingga
air sungai akan mudah meluap dan dapat meluber ke
pemukiman warga.
Banjir lumpur
Banjir lumpur ini identik dengan peristiwa banjir Lapindo di
daerah Sidoarjo. Banjir ini mirip banjir bandang, tetapi lebih
disebabkan oleh keluarnya lumpur dari dalam bumi dan
menggenangi daratan. Lumpur yang keluar dari dalam bumi
bukan merupakan lumpur biasa, tetapi juga mengandung bahan
dan gas kimia tertentu yang berbahaya. Sampai saat ini,
peristiwa banjir lumpur panas di Sidoarjo belum dapat diatasi
dengan baik, malah semakin banyak titik-titik semburan baru di
sekitar titik semburan lumpur utama.

Penyebab Banjir
Curah hujan dalam jangka waktu panjang.
Erosi tanah menyisakan batuan, hingga tidak ada
resapan air.
Buruknya penanganan sampah, hingga sumber
saluran-saluran air tersumbat.
Pembangunan tempat permukiman dimana tanah
kosong diubah menjadi
jalan / tempat parkir, hingga daya serap air hujan
tidak ada.
Bendungan dan saluran air rusak.
Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal,
hingga tidak menyerap air.
Pembabatan hutan secara liar (Illegal logging).
Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang,

Akibat Banjir
Jaringan telepon dan internet terganggu.
Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga
padam.
Sejumlah akses dari daerah sekitar pun
terganggu.
Jalur kereta api lumpuh.
Kelangkaan hasil tani akibat gagal panen.
Penyebaran penyakit akibat banjir.
Mahalnya bahan pangan.
Kerugian hilangnya harta benda yang mencapai
puluhan juta.

Penanggulangan Saat
Banjir
Membuat lubang-lubang serapan air
Berkurangnya lahan resapan air dan penggunaan
air tanah yang sangat berlebihan menyebabkan
turunnya permukaan air tanah. Hal ini berakibat
pada semakin sulitnya untuk mendapatkan air
yang berkualitas. Kondisi ini diperparah dengan
semakin tergusurnya keberadaan pepohonan oleh
bangunan-bangunan sehingga daya serap tanah
terhadap air semakin berkurang.
Memperbanyak ruang terbuka hijau
Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 % dari
luas wilayah. Hampir disemua kota besar di
Indonesia, ruang terbuka hijau saat ini baru
mencapai 10% dari luas kota. Padahal ruang

Mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi


menjadikan sungai sebagai tempat sampah
raksasa
Partisipasi seluruh elemen masyarakat harus
dilakukan secara terorganisasi dan terkoordinasi
agar dapat terlaksana secara efektif. Sebuah
organisasi masyarakat sebaiknya dibentuk untuk
mengambil tindakan-tindakan awal dan mengatur
peran serta masyarakat dalam penanggulangan
banjir. Penanggulangan banjir dilakukan secara
bertahap, dari pencegahan sebelum banjir
penanganan saat banjir , dan pemulihan setelah
banjir

Cara Mencegah Banjir


Menyediakan sistem perparitan
Cara menghadapi bencana banjir yang
pertama adalah menyediakan parit atau
sungai kecil. Parit yang telah dangkal akibat
dari bahan-bahan sisa harus selalu
dibersihkan. Dengan ini air limpahan dan
hujan dapat dialirkan dengan baik.
Pengerukan sungai
Sungai yang dangkal bisa menyebabkan
bencana banjir. Ini disebabkan proses
pemendapan dan pembuangan bahan-bahan
buangan. Langkah untuk menangani masalah

Pemeliharaan hutan
Pembalakan hutan menyebabkan tanah
terhakis dan runtuh ke sungai. Karena itu
pemeliharaan hutan merupakan cara yang
baik untuk mengatasi masalah banjir.
Hutan dapat dijadikan kawasan tadahan
yang mampu menyerap air hujan dari
mengalir terus ke bumi.
Mengontrol aktivitas manusia
Banjir terjadi terutama di kota disebabkan
pembuangan sampah dan sisa industri ke
sungai dan parit. Untuk menangani
masalah banjir, kesadaran kepada
masyarakat perlu diungkapkan agar

Memfungsikan sungai dan selokan sebagaimana


mestinya.
Sungai dan selokan adalah tempat aliran air, jangan sampai
fungsinya berubah menjadi tempat sampah.
Larangan untuk membuat rumah di dekat sungai.
Biasanya, yang mendirikan rumah di dekat sungai adalah
para pendatang yang datang ke kota besar hanya dengan
modal nekat. Akibatnya, keberadaan mereka bukannya
membantu peningkatan perekonomian. Malah sebaliknya
merusak lingkungan.
Menanam pohon ( penghijauan )dan jangan menebangi
pohon pohon yang ada.
Pohon adalah salah satu penompang kehidupan di suatu
kota. Bayangkan saja jika ibukota Jakarta tanpa penghijauan.
Selain untuk penghijauan penanaman pohon berfungsi juga
untuk penanggulangan banjir dan pemroduksi oksigen.