Anda di halaman 1dari 12

Acute

lymphoblastic
leukemia

K3LN

Kelompok 4

Kamelia
Ely fitriyatus S
Moh Yusron
Nanda Ayu S
Andrik Hermanto
Bekti Megapuri S
M Alfian Zein M

ETIOLOGI

Bahan kimia
Genetik
Infeksi
radiasi

FAKTOR RESIKO

Pajanan terhadap zat kimia tertentu : benzena,


formaldehida.
Kemoterapi : Pasien kanker jenis lain yang dapat kemoterapi
tertentu dapat menderita leukemia di tetap boleh diberikan
dengan pertimbangan rasio manfaat-risikonya.
Sindrom down : Sindrom down dan berbagai kelainan genetik
lainnya yang disebabkan oleh kelainan kromosom dapat
meningkatkan risiko kanker.
Human T-Cell Leukemia virus-1 (HTLV-1). Virus tersebut
menyebabkan leukemia T-Cell yang jarang ditemukan. Jenis
virus lainnya yang dapat menimbulkan leukemia adalah
retrovirus dan virus leukemia feline

EPIDEMIOLOGI

ALL adalah penyakit malignant yang paling


sering terjadi pada anak-anak sekitar 30% dari
seluruh kanker pada anak-anak.
80% kasus paling sering terjadi pada decade
pertama pada anak-anak.
ALL memiliki incidence paling tinggi antara
umur 1-5 tahun dan memuncak pada usia 3-4
tahun.
ALL lebih sering pada kulit putih.
(Stefan, 2010)

PATOFISIOLOGI

TANDA & GEJALA

Secara umum : kelelahan, nyeri dada dan


kurangnya toleransi latihan
Gejala : penurunan berat badan, malaise,
nyeri tulang, perdarahan vagina yang
berlebihan, dan sakit kepala serta kejang

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Hitung darah lengkap (pada kasus : leukosit


meningkat, anemia, trombositopenia, BSR
meningkat).
Aspirasi dan biopsy sumsum tulang : apus sumsum
tulang hiperseluler, limfoblast >>, Auers rod(-)
Sitokimia : Pewarnaan sudan black dan
myeloperoxidase (-).
Pemeriksaan imunofenotip dan monoclonal.
Sitogenetika : untuk mengetahui apakah terjadi
mutasi/tidak.

PENATALAKSANAAN

Transfusi darah
Biasanya diberikan jika kadar Hb kurang dari 69%
pada trombositopenia yang berat dan perdarahan
massif, dapat diberikan transfuse trombosit dan bila
terdapat tanda-tanda DIC dapat diberikan heparin.
Kortikosteroid (prednisone, kortison, deksametason).
Setelah dicapai remisi dosis dikurangi sedikit demi
sedikit dan akhirnya dihentikan
Infeksi sekunder dihindarkan (lebih baik pasien
dirawat dikamar yang suci hama).

PENCEGAHAN

Pencegahan kuratif : penanganan yang


bertujuan menyembuhkan seorang penderita,
ex : induksi remisi dan intensifikasi
Pencegahan suportif : pencegahan penyakit
lain yang menyertai, ex : transfusi darah,
pemberian antibiotik pada infeksi dan
pemberian obat anti jamur serta pemberian
nutrisi yang adekuat

KOMPLIKASI

Sepsis
Perdarahan
Gagal organ
Iron Deficience Anemia (IDA)
Kematian


ARIGATOU GOZAIMASU
KONICHIWA minasan......