Anda di halaman 1dari 43

ESEHATAN

REPRODUKSI
SIS
N
A
R
F
Y
AV
N
U
AY

T
S
.
S
,
KA.

APA
APAITU
ITU
KESEHATAN
KESEHATAN
REPRODUKSI?
REPRODUKSI?

Kesehatan Reproduk
i
s
k
u
d
o
r
p
e
r
si
Kesehatan
a
d
alah keadaan
n
a
a
d
a
e
k
h
adala
k
e
,
sejahteraan fsik,
ik
s
f
n
a
a
r
e
t
h
ja
e
kes
yang
l
mental, dan social
ia
c
o
s
n
a
d
l,
a
t
n
e
m
nya
a
h
yang utuh bukan han
n
a
k
u
b
n
a
d
h
tu
u
y
a
it
k
a
y
n
bebas dari penyakit
tidak adanya pe
m
la
a
d
n
a
h
a
m
atau kecatatan dalam
le
e
k
da n
segala aspek yang
segala hal yang
gan
n
e
d
n
a
g
n
u
b
u
rh
berhubungan dengan
e
b
i da n
system reproduks
system reproduksi,
fungsi-fungsi serta
fungsi, serta prosesn
.
P
D
ya
(IC
proses-prosesnya
(WHO).
)
4
9
9
Cairo, 1

tujuannya

1.Tujuan Umum
APA
Meningkatnya
kemandirian
TUJUANNYA??
dalam mengatur fungsi dan
proses produksinya ,
termasuk kehidupan
seksualitasnya sehingga hakhak reproduksi dapat
terpenuhi.

2. Tujuan Khusus
Meningkatnya kemandirian wanita
dalam memutuskan peran dan fungsi
reproduksinya.
Meningkatnya hak dan tanggung
jawab sosial wanita dalam
menentukan kapan hamil, jumlah dan
jarak antara kelahiran.
Meningkatkan peran dan tanggung
jawab sosial laki-laki terhadap akibat
dari perilaku seksnya.
Dukungan yang menunjang wanita
untuk membuat keputusan yang
berikatan dengan proses
reproduksinya.

SASARANNYA
Remaja (Pubertas)
Wanita:
- Wus (Wanita Usia Subur)
- Pus ( pasangan usia
subur)
lansia

Berbagai aspek kesehatan reproduksi lain 8


misalnya kanker serviks, mutilasi
genetalia, fstula.
Kanker pada usia lanjut dan osteoporosis
Kesehatan Reproduksi Remaja
Pencegahan dan penanggulangan
komplikasi aborsi
Pencegahan dan penanggulangan Infeksi
Saluran Reproduksi (ISR)
Keluarga Berencana
Pencegahan dan penanggulangan
Infertilitas
Kesehatan ibu dan bayi baru lahir

7
6
5
4
3
2
1

Ruang Lingkup

Pendekatan Siklus
Hidup
Anak Usia sekolah
Usia Remaja
3

2
2
Anak & Balita

Usia SUbur
4

2
Bayi
Usia Lanjut
5

2
Bayi Menyusui,Asi Ekslusif
Dan Ibu menyusi
2
BBL (dan BULIN )
1
Konsepsi
( Ibu Hamil & janin )

Bayi
Bayi lahir
cukup
bulan

Pembentukan
Genetalia interna
sudah selesai

Tuba, uterus, vagina dan


genitalia eksternal sudah
terbentuk, labia mayora
menutupi labia minora

folikel
primordial
dalam kedua
ovarium
telah
lengkap
sebanyak
750.000
butir

Anak-Anak
perangsangan
oleh hormon
kelamin sangat
kecil

kadar hormon
estrogen dan
gonadotropin
sangat
rendah

alat-alat genital pada


masa ini tidak
memperlihatkan
pertumbuhan yang
berarti samapi
permulaan pubertas

Pubertas
Pubertas merupakan masa peralih antara masa

kanak-kanak dan masa dewasa.


diawali dengan berfungsinya ovarium
berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi
dengan mantap dan teratur
Secara Klinis pubertas mulai dengan timbulnya
ciri-ciri kelamin sekunder dan berakhir kalau
sudah ada kemampuan reproduksi

a. Pertumbuhan badan yang cepat


b. Tumbuhnya ciri-ciri kelamin sekunder, menarche
dan perubahan psikis.
c. Ovarium mulai berfungsi dibawah pengaruh
hormon gonadotropin dan hipofsis
d. Dalam ovarium, folikel mulai tumbuh walaupun
tidak sampai matang
e. korteks kalenjar suprarena mulai membentuk
androgen, dan hormon ini memegang peranan
dalam pertumbuhan badan.

Kejadian Penting dalam Pubertas

Reproduksi
Masa ini merupakan masa terpenting bagi
wanita dan berlangsung kira-kira 33 tahun.
Pada masa ini terjadi ovulasi kurang lebih 450
kali, dan selama ini wanita berdarah selama 1800
hari.

Klimakterium
klimakterium mulai kira-kira 6 tahun sebelum

menopouse, berdasarkan keadaan endrokinologik


(kadar estrogen mulai menurun dan kadar hormon
gonadotropin naik), dan jika ada gejala-gejala
klinis
berakhir 6-7 tahun sesudah menopouse
Pada klimakterium terdapat penurunan produksi
estrogen dan kenaikan hormon gonadotropin

Menopause
Menopouse

adalah haid terakhir, atau saat


terjadinya haid terakhir
Diagnosis dibuat setelah terdapat amenorhoe
sekurang-kurangnya satu tahun.
Umur waktu terjadinya menopouse dipengaruhi
oleh keturunan, kesehatan umum dan pola
kehidupan
Terjadinya menopouse ada hubungan dengan
menarche. Semakin Dini menarche terjadi, makin
lambat menopouse timbul.

Senium
Tercapai keadaan keseimbangan hormonal yang
baru, sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif
maupun psikis.
Terjadi
kemunduran
alat-alat
tubuh
dan
kemampuan fsik, sebagai proses menjadi tua.
Dalam masa senium terjadi pula osteoporosis
dengan intesitas berbeda pada masing-masing
wanita. Walaupun sebab-sebabnya belum jelas
betul, namun berkurangnya pengaruh hormon
steroid memegang peranan dalam hal ini.

Faktor yang Mempengaruhi


Kesehatan Reproduksi

SECARA GARIS BESAR


Faktor sosial-ekonomi dan demograf
Faktor budaya dan lingkungan
Faktor psikologis
Faktor biologis

Secara khusus:

Status Kesehatan
Tingkat Pendidikan
Prakterk budaya
Sarana dan prasarana kesehatan
Pelayanan Kesehatan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Siklus Kesehatan Wanita
A. Masa Konsepsi
Keturunan
Fertilitas
Kecukupan gizi
Kondisi sperma dan ovum
Faktor hormonal
Faktor psikologis

B. Masa Bayi
1.
2.
3.
4.
5.

Lingkungan
Kondisi ibu
Sikap Orang tua
Aspek Psikologi pada masa bayi
Sistem Reproduksi

C. Masa Anak-anak
1. Faktor Dalam
a. Hal-hal
yang

diwariskan dari orangtua,


misalnya bentuk tubuh.
b. Kemampuan Intelektual
c. Keadaan Hormonal tubuh
d. Emosi dan Sifat
2. Faktor Luar
a. Keluarga
b. Gizi
c. Budaya Setempat
d. Kebiasaan anak dalam Personal Hygiene

D. Masa Pubertas
1. Masalah Gizi
a. Anemia dan Kurang Gizi Kronis
b. Pertumbuhan yang terhambat pada remaja

putri.
2. Masalah Pendidikan
a. Buta Huruf
b. Pendidikan rendah
3. Masalah Lingkungan dan Pekerjaan
a. Lingkungan
dan
suasana
yang
kurang
memperhatikan kesehatan remaja dan bekerja
yang
akan
mengganggu
Kesehatan
Reproduksi.
b. Lingkungan sosial yang kurang sehat dapat
menghambat bahkan merusak kesehatan fsik,

4. Masalah Seks dan Seksualitas


a. Pengetahuan
b.
c.
d.
e.

yang tidak lengkap tentang


masalah seksualitas
Kurangnya bimbingan untuk bersikap positif
dalam hal yang berkaitan dengan seksualitas.
Penyalahgunaan seksual
Kehamilan Remaja
Kehamilan Pra-Nikah atau diluar ikatan
Pernikahan.

5. Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja


a. Ketidakmatangan secara fsik dan mental.
b. Risiko komplikasi dan kematian ibu dan janin

lebih besar.
c. Kehilangan kesempatan untuk pengembangan
diri.
d. Risiko bertambah untuk melakukan aborsi yang
tidak aman.

E. Masa Dewasa
. Perkembangan organ reproduksi
. Tanggapan Seksual
. Kedewasaan Psikologis

F. Masa Lanjut Usia


1. Faktor Hormonal
2. Kejiwaan
3. Lingkungan
4. Pola Makan
5. Aktiftas Fisik

Indikator Kesehatan Reproduksi di Indonesia

Angka kematian ibu (AKI)


Tingkat aborsi
Anemia kehamilan
Infertility
Kematian neonatal
Penyakit hubungan seksual (PHS)

Sejarah Kesehatan Reproduksi


di Indonesia
Pada awal abad 21 pemerintah telah
mencanangkan , bahwa:
Pada tahun 2000 penurunan AKI sebanyak
50% dan AKP 45% dari angka tahun 1990,
yang besarnya masing masing 420 per
100.000 kelahiran hidup dari 75 per 1000
kelahiran.
dengan peningkatan profesionalisme
petugas medis dan perbaikan kondisi
soksesbud masyarakat.

Hak yang Terkait dengan


Kesehatan Reproduksi
B. Hak Reproduksi (HAM
Internasional);

Hak dasar pasangan dan individu


untuk menentukan secara bebas dan
tanggung jawab atas jumlah dan jarak
kelahiran, mendapatkan informasi
serta cara-cara untuk melaksanakan
hal tersebut.
Hak untuk mencapai standar tertinggi

Hak yang Terkait dengan


Kesehatan Reproduksi
B. Hak-hak Reproduksi

Hak mendapatkan informasi dan pendidikan


kesehatan reproduksi
Hak mendapatkan pelayanan kesehatan seksual dan
kesehatan reproduksi yang berkualitas
Hak untuk bebas membuat keputusan tentang hal
yang bekaitan dengan kesehatan reproduksi tanpa
paksaan diskriminasi serta kekerasan
Hak kebebasan dan tanggung jawab dalam
menentukan jumlah dan jarak waktu untuk memiliki
anak
Hak untuk hidup (hak untuk dilindungi dari kematian
karena kehamilan dan proses melahirkan)
Dan sebagainya.

Pengakuan
INTERNASIONAL

Oleh:

UNITED
NATION

Disusunlah
MDGs

What is
that???

merupakan komitmen
global untuk mencapai
kehidupan yang lebih
baik serta kerangka
pijakan yang digunakan
untuk mencapai targettarget pembangunan
pada tahun 2015
mendatang.

Apa targetnya?

Jangan tanya saya


kasian, meong Meong
meong..

Targe
t MDGs
Penghapusan kemiskinan
Pencapaian pendidikan dasar untuk semua
anak laki-laki dan perempuan
Kesetaraan gender dan pemberdayaan
perempuan
Penurunan angka kematian anak
Meningkatkan kesehatan ibu
Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit
menular lainnya
Menjamin kelestarian lingkungan
berkelanjutan
Serta membangun kemitraan global untuk
pembangunan (AMPL, 2009: 3)

LALU APA
HUBUNGANNYA???
Meningkatka
n kesehatan
ibu

Seksualitas
Kontrasepsi
Akses kepada aborsi legal & aman
Diagnosis Infeksi Menular Seksual (IMS) dan
HIV/AIDS
Kepedulian
Serta dukungan bagi korban kekerasan
seksual.
Kesehatan IBU berkaitan erat dengan
masalah kesehatan reproduksi yang
mencakup informasi dan edukasi yang
komprehensif mengenai:

Masalah KesPro (Aspek Biologi)

Masalah KesPro (Aspek Sosial)


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Kekerasan (fsik, seksual, emosional, ekonomi)


Pelecehan seksual/perkosaan
Perkawinan usia muda
Wanita ditempat kerja
Incest
Homeless
Wanita pekerja seksual
Drugs abuse

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi buruk


terhadap derajat Kespro Perorangan
1.
2.
3.
4.

Kemiskinan sekitar 40 % berakibat kesakitan


kecacatan dan kematian
Kedudukan perempuan dalam keluarga masalnya
keadaan sosioekonomi, budaya dan nilai-nilai yang
berlaku dimasyarakat
Akses ke fasilitas kesehatan yang memberikan
kespro belum memadai (jarak, jauh, kurang
informasi, keterbatasan biaya, tradisi)
Kualitas pelayanan kespro (pelayanan kes kurang
memperhatikan klien, kemampuan fasilitas
kesehatan yang kurang memadai)

Prilaku diskriminatif terhadap perempuan


1. Perempuan di nomor duakan dalam aspek
kehidupan (makan sehari-hari, pendidikan,
kerja dan kedudukan)
2. Perempuan terpaksa nikah di usia muda
karena tekanan ekonomi ortu
3. Keterbatasan perempuan dalam
mengambil keputusan untuk kepentingan
dirinya
4. Tingkat pendidikan perempuan yang
belum merata dan masih rendah
menyebabkan informasi yang diterima
tentang kespro terbatas.

SEKIAN
T

RI

H..

A KASI