Anda di halaman 1dari 70

PEMERIKSAAN KLINIK TIROID

Oleh : Kelompok 2 (SI-VIIA)

Present by :

Seconds (2) group :


Ade Syafarullah
Aidil Fitri
Ayu Sukarni Putri
Eka Saputri
Dwi Kartika Sari
Frehmi Yulianti
Geby Orlance
Harry Hermawan
Jayanti Pratiwi
Melda Rahmatul K

Dr. Meiriza Djohari, M.Kes, Apt

Materi yang akan dibahas


Anatomi dan Fisiologi Tiroid
Proses Metabolisme Hormon Tiroid
Efek yang dihasilkan hormon tiroid
Mekanisme Kerja Hormon Tiroid
Mekanisme Umpan Balik Hormon
Tiroid
Gangguan Tiroid
Pemeriksaan Klinik Hormon Tiroid

ANATOMI HORMON TIROID

Kelenjar tiroid terletak di


leher bagian anterior
Pada
orang
dewasa
normal, kelenjar tiroid ini
memiliki 2 lobus yang
terletak di sebelah kanan
dan kiri trakea, dan diikat
bersama
oleh
secarik
jaringan
tiroid
yang
disebut ismus tiroid dan
yang
melintasi
trakea
disebelah
depannya
dengan berat sekitar 25g

Kelenjar tiroid
manusia
ANATOMI HORMON
TIROID

mulai
berkembang sekitar 4 minggu
setelah konsepsi dan bergerak
turun ke leher sejalan dengan
pembentukan
struktur
bilobular yang khas. Proses ini
selesai pada
trisemester
ketiga.
Kelenjar ini terdiri dari satu
juta kelompok sel, atau folikel.
StruktUr ini tersusun sferis dan
terdiri
dari
sel-sel
yang
mengililingi rongga sentral
yang mengandung zat seperti
jeli yang disebut koloid, yang
fungsinya
menyimpan
hormone
tiroid
sebelum

Efek pada
metabolism
e perantara

Efek
simpatomime
tik

Efek pada
pertumbuha
n

Efek
kalorigenik

Efek pada
laju
metabolism

Efek pada
sistem
kardiovaskule
r

FISIOLOGI
HORMON
TIROID

Efek pada
sistem saraf

HISTOLOGI KELENJAR TIROID


Kelenjar tiroid terdiri
atas dua lobus yang
dihubungkan
oleh
isthmus. Jaringan tiroid
terdiri atas folikel yang
berisi koloid. Kelenjar
dibungkus oleh simpai
jaringan ikat longgar
yang
menjulurkan
septa
ke
dalam
parenkim.

KELENJAR TIROID
Hormon tiroid diatur oleh sumbu hipotalamus-hipofisistiroid. Thyroid stimulating hormone (TSH), hormon tropic
tiroid dari hipofisis anterior, adalah regulator fisiologik
terpenting sekresi hormon tiroid.Hampir setiap tahap
dalam sintesis dan pelepasan hormon tiroid dirangsang
oleh TSH.

Selain meningkatkan sekresi hormon tiroid, TSH juga


mempertahankan integritas structural kelenjar tiroid

FUNGSI SEL SEL TIROID

Sel-sel ini
mengumpulkan
dan
memindahkan
iodium

Membentuk
tiroglobulin dan
mengeluarkanny
a ke dalam
koloid

Serta
mengeluarkan
hormon tiroid
dari tiroglobulin
dan
menyekresikann
ya ke dalam
sirkulasi

PERAN FISIOLOGIS KELENJAR TIROID

Hormon
utama
yang
di
sekskresikan
oleh
tiroid
adalah. Tiroksin (T4) dan
Triiodotironin
(T3).
Triiodotironin juga dibentuk di
jaringan
perifer
melalui
deionisasi tiroksin .

Hormon tiroid adalah penentu utama laju metabolik basal


dan juga memiliki efek lain. Dibandingkan dengan hormon
lain, kerja hormon tiroid relatif lamban.

Respons terhadap peningkatan


terdeteksi setelah beberapa jam ,
belum terlihat dalam beberapa hari.

hormon tiroid baru


dan respon maksimal

Durasi respon juga cukup lama, sebagian karena hormon


tiroid tidak cepat terurai tetapi juga karena respon
terhadap peningkatan sekresi terus terjadi selama
beberapa hari atau bahkan minggu setelah konsentrasi
hormon tiroid plasma kembali ke normal

SINTESIS HORMON TIROID

Laju sintesis hormon tiroid dikendalikan oleh kadar tirotropin


hipofisis (TSH) didalam darah. Tirotropin mengatur semua
langkah sintesis hormon tiroid. Efek TSH pada laju trapping
iodida oleh tiroid dianggap sebagai faktor utama dalam
menentukan laju sekresi hormon oleh kelenjar.
Setelah trapping, iodida dioksidasi menjadi yodium didalam sel
tiroid dan bergabung dengan molekul tirosin untuk membentuk
monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT), yang dihubungkan
dengan molekul tiroglobulin didalam koloid

Kombinasi ini kemudian dipasangkan secara enzimatis


membentuk tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3).

Metabolisme Hormon Tiroid Perifer


T4 dan T3 dipindahkan kedalam plasma yang
terikat dengan protein plasma thyroxine-binding
globulin (TBG) dan thyroxine-binding prealbumin
(TBPA).
Raiso T4:T3 total plasma adalah sekitar 40:1
karena afinitas pengikat protein pada T4 yang lebih
besar dan metabolisme T4 yang lebih lambat.
T4 diubah dalam jaringan perifer menjadi T3 yang
merukan hormon yang jauh lebih kuat. T4 memiliki
kemampuan independen, tetapi efek fisiologis
utama hormon tiroid mungkin diperantai oleh T3.

MEKANISME KERJA HORMON TIROID


Hormon
tiroid
masuk
kedalam
sel,
dan
triiodotironin berikatan dengan reseptor tiroid
(thyroid receptor,TR) di inti.
Kompleks hormon-reseptor kemudian berikatan
dengan
DNA
melalui
Zinc
fingers
dan
meningkatkan
atau,
pada
sebagian
kasus,
menurunkan ekspresi berbagai gen berbeda yang
mengode enzim yang mengatur fungsi sel.
Pada umumnya, Triiodotironin bekerja lebih cepat
dan tiga sampai lima kali lebih kuat daripada
tiroksin karena hormon ini terikat kurang erat
dengan protein plasma tetapi lebih erat dengan
reseptor hormon tiroid.RT3 bersifat inert

EFEK FISIOLOGIS HORMON TIROID


Jaringan sasaran
Jantung

Efek

Mekanisme

Konotropik

Meningkatkan jumlah dan afinitas reseptor

Inotropik

adrenergik-
Memperkuat

respon

terhadap

ketekolamin

darah
Meningkatkan proporsi rantai berat myosin
(dengan aktivitas ATPase yang lebih tinggi
Jaringan lemak

Katabolik

Merangsang lipolisis

Otot

Katabolik

Meningkatkan penguraian protein

Tulang

Perkembangan Mendorong

pertumbuhan

normal

dan

perkembangan tulang
Sistem saraf

Perkembangan Mendorong perkembangan otak normal

Saluran cerna

Metabolik

Meningkatkan laju penyerapan karbohidrat

Lipoprotein

metabolik

Merangsang pembentukan reseptor LDL

Lain-lain

Kalorigenik

Merangsang konsumsi oksigen oleh jaringan


yang aktif secara metabolik (kecuali : testis,
uterus, kelenjar limfe, limpa, hipofisis anterior)
Meningkatkan kecepatan metabolisme

MEKANISME UMPAN BALIK HORMON TIROID

TES FUNGSI TIROID

Tes TSH

Tiroksin
serum (T4)

Kadar TSH normal, fungsi kelenjar tiroid biasanya normal.


Kadar TSH yang tinggi menunjukkan bahwa kelenjar tiroid
fungsinya berkurang, keadaan ini
disebut hipotiroidism
primer.
kadar TSH menurun menunjukkan bahwa fungsi kelenjar
tiroid meningkat karena menghasilkan banyak hormon
tiroid, keadaan ini disebut hipertiroidism

Thyroxine (T4) adalah salah satu dari dua hormon utama


yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid
Sebagian besar T4 ditemukan dalam bentuk terikat dengan
protein di dalam darah. Sisanya dalam jumlah kecil tidak
terikat dengan protein yang disebut sebagai free T4, dan
merupakan bentuk aktif biologis dari hormon
Sirkulasi kadar T4>T3 , namun aktivitas biologik T4 < T3

TES FUNGSI TIROID


Triiodothyronine (T3) adalah salah satu dari dua
hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar
tiroid
Sebagian besar T3 ditemukan dalam bentuk
Triterikat dengan protein di dalam darah. Sisanya
iodotironin dalam jumlah kecil tidak terikat dengan protein
serum (T3) yang disebut sebagai free T3, dan merupakan
bentuk aktif biologis dari hormon

T4 bebas
(FT4)

Pemeriksaan free T4 (FT4) merupakan


pemeriksaan menggunakan sampel darah yang
diambil dari pembuluh darah vena di lengan
untuk mengukur konsentrasi thyroxine (T4)
dalam bentuk bebas (tidak terikat dengan
protein) dalam darah.

TES FUNGSI TIROID

T3 bebas
(FT3)

Pemeriksaan free T3 (FT3) merupakan


pemeriksaan menggunakan sampel darah
yang diambil dari pembuluh darah vena di
lengan
untuk
mengukur
konsentrasi
triiodothyronine (T3) dalam bentuk bebas
(tidak terikat dengan protein) dalam
darah.

GANGGUAN TIROID

GANGGUAN SEKRESI TIROID


1. Hipertiroidisme/ Tirotoksikosis
Hipertiroidisme
adalah
tiroroksikosis yang diiakibatkan oleh
kelenjar
tioid
yang
hiperaktif.
Apapun
sebabnya
manifestasi
kliniknya sama, karena efek ini
disebabkan
ikatan
T3
dengan
reseptor T3-inti yang makin penuh
>95% kasus hipertiroidisme
disebabkan oleh penyakit
graves,
suatu
penyakit
tiroid
autoimun
yang
antibodinya
merangsang
sel-sel untuk menghasilkan
hormon berlebihan.

GANGGUAN SEKRESI TIROID


Penyakit
hipertiroidisme
lain yang jarang selain
penyakit grave adalah:
1. Toksisitas pada struma
multinodular
2. Adenoma
folikular
fungsional,
atau
karsinoma (jarang)
3. Adenoma
hipofisis
penyakit
tirotropin
(hipertiroidisme
hipofisis)
4. Tumor sel benih, misal
kariokarsinoma
5. Tiroiditis

Gambaran Klinis :
Kecemasan, ansietas,
insomnia, dan tremor
halus
Penurunan berat
Intoleransi panas dan
banyak berkeringat
Palpitasi,
takikardia,
aritmia jantung, dan
gagal jantung yang
dapat
terjadi
efek
tiroksin pada sel sel
miokardium.
Amenorea
dan
infertilitas
Kelemahan otot
Osteoporosis
disertai

GANGGUAN SEKRESI TIROID


Diagnosis laboratorium Hipertiroid
Indeks
tiroksin
bebas
meningkat
pada
hipertiroidisme . Sekresi T4 berada dalam batas
normal, hipertiroidisme terjadi akibat peningkatan
T3 (disebut juga toksikosis T3 ) semua kondisi
yang berkaitan dengan hipertiroidisme ditandai
dengan peningkatan kadar hormon tiroid didalam
darah dan efek klinis hipertiroidisme.
Kadar TSH serum menurun pada semua kasus
hipertiroidisme
kecuali
pada
kasus-kasus
hipertiroidisme sekunder akibat adenoma tirotrof
pada hipofisis.

GANGGUAN SEKRESI TIROID


2. Hipotiroidisme
Hipotiroid merupakan keadaan dimana
efek hormone tiroid di jaringan berkurang.
Penurunan
sekresi
hormone
tiroid
mengakibatkan kretinisme dan jika terjadi
pada saat dewasa akan mengakibatkan
miksedema.

GANGGUAN SEKRESI TIROID


Hipotiroidisme Karena kerusakan
sentral
hipofisis/hipotalamus
Hipotiroidisme Apabila yang rusak
primer,
kelenjar tiroid
Catatan :
Yang paling banyak ditemukan adalah
hipotiroidisme primer. Oleh karena itu, umumnya
diagnosis ditegakkan berdasarkan atas TSH
meningkat dan FT4 menurun.

GANGGUAN SEKRESI TIROID


Hipotiroidisme lebih dominan pada wanita.
Dibedakan menjadi 2 yakni :
Hipotiroidisme klinik
ditandai dengan kadar TSH tinggi
dan kadar FT4 rendah.
Hipotiroidisme subklinik
ditandai dengan TSH tinggi dan FT4
normal.

Beberapa contoh penyakit hipertiroid

1. Kretinisme
Kretinisme
adalah
penyakit jarang terjadi
pada masa anak, tetapi
diagnosis
ini
penting
karena
pada
banyak
kasus pemberian tiroksin
segera
setelah
lahir
dapat mencegah akibat
yang berat.

Penyebab kretinisme :

Kegagalan
perkembangan
tiroid
(agenesis tiroid)

Kegagalan
sintesis
hormon
disebabkan
oleh defisiensi yodium
berat

Kegagalan
sintesis
hormon
disebabkan
oleh
adanya
bahan
makanan (goitrogen)

Kegagalan
sintesis
hormon
disebabakan
oleh defisiensi enzim
resesif
autosomal

Beberapa contoh penyakit hipertiroid

Patologi
Adanya
Kagagalan
sintesis hormon tiroid,
kelenjar
mengalami
pembesaran
dan
hiperplasia
akibat
peningkatan
sekresi
tirotropin
hipofisis
yang disebabkan oleh
menurunnya
penghambatan
umpan
balik
(kretinisme goiter).

Gambaran Klinis
Bayi
Kretinisme
menunjukkan
latergi,
somnolen, hipotermia,
gangguan makan, dan
ikterus
neonatus
persisten.
Jika
diagnosis
tidak
ditegakan sewaktu lahir,
terjadi
retardasi
pertumbuhan
(kegagalan
pertumbuhan,
tertundanya

Beberapa contoh penyakit hipertiroid


2. Miksedema
Penyebab Miksedema :
1. tiroiditis
autoimun
hashimoto
2. Kegagalan hipofisis
3. hipotiroidisme
Iatrogenik
4. Penyebab makanan

PENYAKIT AUTOIMUN

PENYAKIT
GRAVE

TIROIDITIS
AUTOIMU
N
HASHIMO
TO

TIROIDITIS
SUBAKUT

PENYAKIT GRAVE
Penyakit Grave adalah
penyakit autoimun yang
ditandai dengan adanya
autoantibodi kelas IgG di
dalam serum yang
dituukan dalam melawan
reseptor TSH pada sel
tiroid.

PATOLOGI
Kelenjar tiroid membesar
secara difus dan simetris
serta sangat vaskular.

GAMBARAN KLINIS
Kelenjar tiroid membesar
secara difus dan tampak
sebagai massa pada leher.
Pada kelenjar sering
terdengar bruit akibat
aliran darah yang sangat
meningkat.

TIROIDIS HASHIMOTO
Etiologi : reaksi hipersensitivitas yang
diperantarai sel T sitotoksik.
Di dalam serum sebagian besar pasien
penyakit Hashimoto terdapat bebera
autoantibodi IgG yang berbeda,
diantaranya : Antibodi antitiroglobulin,
Antibodi antimikrosomal, Antibodi yang
langsung melawan komponen koloid selain
tiroglobulin, Antibodi tehadap reeptor TSH
tiroid, termasuk TSI dan antibodi yang
merangsang pertumbuhan sel (thyroid
growth immunoglobulin, TGI).

GAMBARAN KLINIS
Sebagian besar pasien Tiroiditid Hashimoto
mengalami pembesaran tiroid secra
bertahap yang dapat meningkatkan
kecurigaan adanya neoplasma.

Patologi : Pada tahap-tahap awal, tiroid


membesar secara difus. Kelenjar teraba keras
dan liat, disertai gambaran nodular kasar
(bosselated). Sejalan dengan berkembangnta
penyakit, kelenjar menjadi elbih kecil, hasil
akhirnya adalah tiroid fibrosa yang nyata atrofik.

TIROIDITIS SUBAKUT
kondisi
peradangan
tiroid yang sering
disebabkan
oleh
virus. Penyakit ini
jarang
dijumpai,
dapat
mengenai
kedua jenis kelamin
dan semua usia.

GAMBARAN KLINIS
Awitan akut pembesaran tiroid
yang nyeri, sering berkaitan
dengan demam, malese, dan
nyeri otot.
Sebagian besar
pada pasien
eutiroid
Dapat sembuh sendiri dan tidak
menyebabkan hipotiroidisme.

PATOLOGI
Tiroid membesar secara difus, keras dan sering melekat
pada struktur disekelilingnya. Secara mikroskopis, terdapat
kerusakan yang luas dan fibrosis folikel tiroid dengan
pengumpulan makrofag serta sel-sel raksasa disekeliling
fragmen-fragmen koloid.

PEMERIKSAAN
KLINIK TIROID

PEMERI
KLINIK

KSAAN
TIROID

ECLIA
RIA
ELISA
IRMA
EIA

PEMERI
KLINIK

KSAAN
TIROID

RIA
ECLIA
ELISA
IRMA
EIA

RADIOIMMUNOASSAY
(RIA)
Ditemukan oleh yallow
and Berson pada akhir
tahun 1950.
Pada
metode
ini
menggunakan
radioaktif
sebagai
label,
seperti
131I, 125I, 3H.

PRINSIP

analit yg dideteksi
berkompetisi dgn
analit yg berlabel
radioaktif untuk
berikatan dg
antibody.

Immunoradiometric assay
(IRMA)

IRMA
ECLIA
ELISA
RIA
EIA

IMMUNORADIOMETRIC ASSAY
(IRMA)

PRINSIP

ikatan non-kovalen reversible antara antigen dan


antibodi spesifik yang dilabel dengan radioaktif.

PEMERI
KLINIK

KSAAN
TIROID

ECLIA
ELISA
IRMA
RIA
EIA

ELECTROCHEMILUMINESCENT ASSAY
(ECLIA)
Emisi cahaya akibat reaksi elektrokimia, biasanya reaksi redoks,
menghasilkan eksitasi molekul yang kembali ke ground state

Molekul yang sering digunakan sebagai chemiluminescense :


luminol, acridum esters, ruthenium derivatives dan nitrophenyl
oxalate.

Metode ini paling sensitif dibanding RIA dan EIA. Reagen stabil
dan non toksik.

ELECTROCHEMILUMINESCENT ASSAY
(ECLIA)
LANGKAH PEMERIKSAAN

GAMBAR ALAT ELECTROCHEMILUMINESCENT


ASSAY
(ECLIA)
LANGKAH PEMERIKSAAN

PEMERIKSAAN
T-4
Tentukan jumlah antibodi anti-T4 yg akan dilapiskan
pada fase padat.
Tambahkan serum penderita dan T4 berlabel enzim dg
horseradish peroxidase pada sumuran

Hasil : g/dl
Nilai rujukan :
5,0 13,0 g/dl

Lalu inkubasi selama 60 pada suhu ruang : T4 pada sampel


dan T4 yang berlabel enzim berkompetisi dalam mengikat
antibodi anti T4 pada fase padat.
sumuran dicuci 5x untuk menghilangkan T4 beralbel enzim
yg tidak terikat antibodi anti T4.
Tambahkan Larutan substrat chemiluminescence, stl
inkubasi relative light units (RLU) dibaca dg luminometer.
Intensitas cahaya yang berpendar setara dengan jumlah enzim yang ada dan berkorelasi
langsung dengan jumlah T4 pada sampel.

PEMERIKSAAN
FT-4
Pemeriksaan T4 bebas mengukur fraksi T4 yg tidak terikat thyroxine binding
proteins (TBP). Hampir semua T4 terikat TBG,0.03% sebagai T4 yg bebas
(fT4) hormon yang aktif.
REAKS I

Nilai rujukan : 0,8 2,0 ng/dl --- Sensitivitas : 0,05 ng/dl

Aktivitas enzim
pada
fraksi
ikatan antibodi
antigen berlabel
enzim
berbanding
terbalik dg kadar
antigen bebas.
Dengan
bbrp
serum referens
fT4 yg kadar nya
berbeda-beda

PEMERIKSAAN
T-3
Antibodi anti T3 dilapiskan pada sumuran dg jumlah tertentu.
Tambahkan serum penderita yg akan diukur T3 dan T3 berlabel enzim
peroksidase.
Inkubasi selama 60 pada suhu ruang : T3 dalam sampel dan T3 berlabel enzim
berkompetisi untuk mengikat antibodi anti T3 pada fase padat.
Sumuran dicuci 5x dg washing solution untuk melepaskan T3 berlabel enzim
yang tidak terikat.
Larutan chemiluminescence ditambahkan dan setelah inkubasi , relative light
units (RLU) dibaca dengan luminometer.

Nilai rujukan : 0,6 2,00 ng/ml

PEMERIKSAAN
FT-3
Antibodi terhadap T3 dilapiskan pada fase padat
T3 berlabel enzim dan antigen T3 bebas.
T3 berlabel enzim saat berikatan dg protein
serum(TBG dan albumin) seharusnya tidak terukur
Selama pencampuran, antibodi pada fase padat, T3
berlabel enzim dan serum yang mengandung antigen
T3 bebas, bereaksi kompetitif untuk berrikatan dg
antibodi pd fase padat.

Aktifitas enzim pada


fraksi
ikatan
antibodiantigen
berlabel
enzim
berbanding terbalik dg kadar
antigen bebas.
Dg menggunakan bbrp
serum referens fT3 yg kadar
nya berbeda-beda dibuat
kurva shg C antigen bebas
dapat diketahui.
Nilai rujukan 0,8 2,0 ng/dl
Sensitivitas 0,05 ng/dl

PEMERIKSAAN
TSH

Antibodi monoklonal
terhadap TSH dari tikus
pada fase padat (sumuran)
dan antibodi anti-TSH dari
domba berlabel enzim
peroksidase (antibodi
kedua).

TSH dalam sampel bereaksi


secara simultan dengan
kedua antibodi, molekul
TSH terikat diantara
antibodi fase padat dan
antibodi berlabel enzim
membentuk sandwich.

Hasil dinyatakan dalam IU/m.


Nilai rujukan : 0,4 7,0 IU/ml
Daya lacak minimal : 0,2 IU/ml

Setelah inkubasi selama 60


menit/suhu ruangan,
sumuran dicuci 5x dengan
larutan pencuci untuk
melepaskan TSH berlabel
enzim yang tidak terikat.

METODA

CHEMILUMINESC
ENCE

PEMERIKSAAN
ANTI TPO
Anti-TPO
autoantibodi klas
IgG yg patogenik
pada beberapa
penyakit tiroid.

C.antibodi anti-TPO
serum berhub dg
aktifitas dari
penyakit tiroiditis
autoimun kronis

Metode :
Chemiluminescence

Dijumpai pada
pasien dg tiroiditis
Hashimoto (95%),
myxedema idiopatik
(90%) dan penyakit
Graves .

Sensitifitas
Chemilunescence >
EIA, mendeteksi
kadar anti-TPO
subklinis.

PEMERIKSAAN
ANTI -TPO
PRINSIP REAKSI

Kompleks imun ini akan


terdeposit pada dinding
sumuran karena afinitas yg
tinggi antara sterptavidin
dan biotin

PEMERIKSAAN
ANTI -TPO
Setelah inkubasi, sumuran dicuci untuk
memisahkan komponen yang tidak terikat.
Enzyme linked species specific antibody (anti-h-IgG)
ditambahkan pada sumuran. Konjugat ini akan mengikat
imun kompleks yang sudah terbentuk.

Aktivitas enzim pada fraksi ini berkorelasi langsung dengan


C.antibodi pada spesimen. Dg menggunakan beberapa serum
referens dari aktivitas antibodi yang diketahui, kurva referensi dapat
dibuat dan dg menggunakan kurva ini kadar antibodi spesimen

PEMERI
KLINIK

KSAAN
TIROID

ELISA
ECLIA
IRMA
RIA
EIA

ENZYME-LINKED IMMUNOASSAY
(ELISA)
Prinsip : hampir sama dg metode Chemiluminescence

Substrat pada Elisa Tetramethyl benzidine (TMB) dan


H2O2 sementara pada Chemiluminescence Luminol dan
H2O2.

Setelah penambahan substrat & inkubasi ditambahkan


stop solution untuk menghentikan reaksi kimia.
Pembacaan hasil reaksi dengan spektrofotometer.

ENZYME-LINKED IMMUNOASSAY
(ELISA)
LANGKAH PEMERIKSAAN

PEMERIKSAAN
TSH
PRINSIP
Kadar Normal TSH :
0,46 6,0 IU/mL

Kadar TSH > 10 IU/mL : Hipotiroidisme primer


Kadar TSH rendah/tidak terdeteksi/normal : indicator hipotiroidisme sekunder
(kegagalan sekresi TSH atau TRH)
Kadar Rendah : Hipersekresi T3 dan T4 pada Graves disease atau tiroiditis
DD : memeriksa kadar TSH dan fT4 dalam serum secara simultan
Konsentrasi min yang terdeteksi : 0,2 IU/mL.

PEMERIKSAAN
TSH

PEMERI
KLINIK

KSAAN
TIROID

EIA
ECLIA
ELISA
IRMA
RIA

PEMERIKSAAN
T4

CATATAN !

PRINSIP

Kadar T4 normal
5,0-13,0
ng/mL

Sebaiknya setiap laboratorium menentukan kadarnya sendiri disesuaikan


dengan geografis dan populasi yang ada.
Konsentrasi minimal yang dapat terdeteksi adalah 0,4 ng/mL

PEMERIKSAAN
T4

PEMERIKSAAN
T3
PRINSIP

Range normal :
0,6-1,85
ng/mL

Kadar T3 total dalam serum parallel dengan TBG


Peningkatan kadar T3 dapat terjadi pada penderita hipotiroid yang sedang
mendapatkan terapi
Konsentrasi minimal yang dapat terdeteksi : 0,2 ng/mL

PEMERIKSAAN
T3

PEMERIKSAAN
FT-4
PRINSIP

fT4 normal : 0,8


2,0 ng/dL

Perubahan serum binding protein sehingga terjadi perubahan T4 total, namun


kadar fT4 tetap tidak berubah
fT4 dapat memberikan penilaian yang lebih akurat untu penilaian status tiroid
dari pada T4 total
fT4 meningkat : Hipertiroidisme, menurun : hipotiroidisme

PEMERIKSAAN
FT-4

ULTRASONOGRAFI
Dalam tiroidologi kegunaan utama ultrasonografi
adalah untuk menentukan volume, besar, dan ukuran
kelenjar, serta untuk membedakan apakah suatu nodul
kistik atau padat.
Suatu nodul yang secara klinis soliter, mungkin
ditemukan multiple pada ultrasonogram.
Dengan alat ultrasonografi generasi baru yaitu
mempunyai resolusi tinggi dan real-time maging,
dapat pula divisulisasikan aliran vascular ked an dari
kelenjar tiroid.
Melalui ultrasonografi tidak dapat dibedakan apa suatu
lesi tiroid ganas atau tidak

Gambar 16. Hasil pemeriksaan dengan alat ultrasonografi

CT-SCAN DAN MRI


Dengan resolusinya yang tinggi dapat membuat pencitraan dengan
potongan
sampai
setipis
2-4
mm
CT
scan
mampu
memvisualisasikan dengan baik hubungan kelenjar tiroid dengan
organ sekitarnya serta juga ekstensinya ke mediastinum.

CT scan juga mampu lebih tepat mengukur volume, ukuran kelenjar,


serta kepadatan jaringan kelenjar tiroid.

Manfaat MRI dalam tiroidologi hampir sama dengan CT scan; MRI


juga tidak dapat membedakan apakah suatu lesi ganas atau junak.

MTI dapat mendeteksi kekambuhan karsnoma dan membedakannya


dari fibrosis.

Gambar 18. Hasil CT scan kelenjar Tiroid

Gambar 19. Alat CT Scan

THA
NKS
FOR
YOU
R .. .