Anda di halaman 1dari 52

Deteksi Dini

Komplikasi
Masa Nifas
dan Penanganannya

AYU NAVY FRANSISKA.,S.ST

uan Asuhan Masa Nifas


Menjaga kesehatan ibu dan bayinya,
baik fisik maupun psikologis.
Melaksanakan
skrinning
secara
komprehensif, deteksi dini, mengobati
atau merujuk bila terjadi komplikasi
pada ibu maupun bayi.
Memberikan pendidikan kesehatan
tentang perawatan kesehatan diri,
nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui,
pemberian imunisasi serta perawatan
bayi sehari-hari. Memberikan pelayanan
keluarga
berencana.Mendapatkan
kesehatan emosi.

9 Deteksi Dini Komplikasi pada Masa Nifas


A.Perdarahan Pervaginam
Perdarahan
pervaginam yang Beberapa
melebihi 500
masalah
ml setelah
bersalin
didefenisikan
sebagai
perdarahan
pasca
Penyebab:
persalinan.

Perkiraan kehilangan
darah biasanya tidak
sebanyak yang
sebenarnya
Volume darah yang
hilang juga bervariasi
Perdarahan dapat
terjadi dengan lambat
untuk jangka waktu
beberapa jam

Uterus atonik
Trauma genetalia
Koagulasi intravascular disetaminata.
Inversi uterus.

B.InfeksiMasaNifas
Infeksi alat
genital
merupakan
komplikasi
masanifas.

Beberapa bakteri
dapat menyebabkan
infeksi setelah
persalinan.

bakteri endogen
dan bakteri
eksogen

Gejala umum dan lokal infeksi


Suhu badan
panas
Malaise
Denyut nadi
cepat

Uterus lembek
Kemerahan
Rasa nyeri pada
payudara atau
adanya disuria.

Infeksi Alat Genital


Ibu beresiko terjadi
infeksi post partum
karena adanya luka pada
bekas pelepasan
plasenta, laserasi pada
saluran genital termasuk
episiotomi pada
perineum, dinding vagina
dan serviks, infeksi post
SC yang mungkin terjadi.

Lanjutan .
..

Faktor predisposisi :

nutrisi yang buruk, defisiensi


zat besi,persalinanlama,
ruptur membran,
episiotomi, SC

Gejala klinis :

endometritis tampak pada hari


ke 3 post partum disertai
dengan suhu yang mencapai
39 derajat celcius dan
takikardi, sakit kepala,
kadang juga terdapat uterus
Manajemen :
yang lembek.
ibu harus diisolasi

C. Sakit Kepala, Nyeri Epigastrik,


Penglihatan Kabur
Gejala-gejala ini
merupakan tandatanda terjadinya
Eklampsia post
partum, bila
disertai dengan
tekanan darah yang
tinggi.

Penanganan
Jika ibu sadar periksa nadi,
tekanan darah, pernafasan
Jika ibu tidak bernafas
periksa lakukan ventilasi
dengan masker dan balon.
Jika pasien tidak sadar/
koma bebaskan jalan nafas,
baringkan pada sisi kiri, ukur
suhu, periksa apakah ada kaku
tengkuk.

D. Pembengkakan di Wajah
atau
Ekstremitas.
Periksa adanya varises
Periksa kemerahan pada betis
Periksa apakah tulang kering,pergelangan
kaki, kaki oedema (perhatikan adanya
oedema pitting).

E. Demam, Muntah, Rasa Sakit


Waktu
Berkemih
Organisme
yang
Setelah melahirkan terutama
menyebabkan infeksi
saluran kemih berasal
dari flora normal
perineum.

Sensitivitas kandung
kemih terhadap
tegangan air kemih di
dalam vesika sering

saat infuse oksitosin


dihentikan terjadi diuresis
Overdistensi yang disertai
kateterisasi sering
menyebabkan infeksi saluran
kemih.

F. Payudara yang Berubah


Menjadi Merah, Panas, dan
Terasa Sakit.
o Payudara bengkak yang tidak disusu secara
adekuat dapat menyebabkan payudara
menjadi merah, panas, terasa sakit, akhirnya
terjadi mastitis.
o Puting lecet akan memudahkan masuknya
kuman dan terjadinya payudara bengkak.
o B.H yang terlalu ketat, mengakibatkan
segmental engorgement.

Lanjutan .....

Gejala
Bengkak, nyeri seluruh
payudara/ nyeri lokal.
Kemerahan pada seluruh
payudara atau hanya
lokal
Payudara keras dan
berbenjol-benjol
(merongkol)
Panas badan dan rasa
sakit umum.

Penatalaksanaan

Menyusui
diteruskan
Berilah kompres
panas
Ubahlah posisi
menyusui dari
waktu ke waktu
Pakailah baju B. H
yang longgar
Makanan yang
bergizi
Banyak minum

G. Kehilangan Nafsu Makan Dalam Waktu Yang


Lama

Kelelahan yang amat berat


setelah persalinan dapat
mengganggu nafsu
makan.
Hendaknya setelah
bersalin berikan ibu
minuman hangat,susu,kopi
atau teh yang bergula
Berikanlah makanan yang
sifatnya ringan

H. Rasa sakit,merah,lunak
dan pembengkakan di kaki
Selama masa nifas
dapat terbentuk
thrombus sementara
pada vena-vena
manapun di pelvis
yang mengalami
dilatasi dan mungkin
lebih sering
mengalaminya.

Faktor predisposisi :

Obesitas
Peningkatan umur
meternal dan tingginya
paritas
Riwayat sebelumnya
mendukung
Anestesi dan
pembedahan dengan
kemungkinan trauma
yang lama pada keadaan
pembuluh vena.

I. Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh


sendiri
bayinya dan dirinya sendiri
Pada minggu-minggu awal
setelah persalinan kurang lebih
1 tahun ibu post partum
cenderung akan mengalami
perasaan-perasaan yang tidak
pada umumnya seperti merasa
sedih, tidak mampu mengasuh
dirinya sendiri dan bayinya.

Faktor Penyebab
Dialami kebanyakan wanita
hamil dan melahirkan
Rasa nyeri pada awal
masanifas
Kelelahan akibat kurang tidur
selamapersalinandan setelah
melahirkan
Kecemasan akan kemampuannya
untuk merawat bayinya setelah
meninggalkan rumah sakit
Ketakutan akan menjadi tidak
menarik lagi

Infeksi Masa Nifas


Infeksi nifas adalah semua peradangan yang
disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam
organ genital pada saat persalinan dan masa
nifas.
Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada traktus
genitalia yang terjadi setelah melahirkan,
ditandai dengan kenaikan suhu sampai 38 derajat
Celsius atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari
pertama pasca persalinan, dengan
mengecualikan 24 jam pertama (Joint Committee
on Maternal Welfare, AS).

Etiologi
Infeksinifasdapat disebabkan oleh
masuknyakumankedalam organkandungan
maupunkumandari luar yang sering
menyebabkaninfeksi. Berdasarkan
masuknyakumankedalam organ
kandunganterbagi menjadi:
1.Ektogen (kumandatangdariluar)
2.Autogen (kumandaritempat lain)
3.Endogen (kumandarijalanlahirsendiri)

Tanda Bahaya Masa Nifas


Infeksi
Nifas
Kuman-kuman
yang sering
menyebabkan
infeksi antara
lain adalah:
Streptococcus
haemoliticus
aerobic
Staphylococcus
aureus
Escherichia coli
Clostridium
welchii

Manipulasi
Cara Terjadinya
Infeksi

penolong yang
tidak steril atau
pemeriksaan dalam
berulang-ulang.
Alat-alat tidak steril
Infeksi droplet, sarung
tangan dan alat-alat yang
terkontaminasi.
Infeksi nosokomial rumah
sakit.
Infeksi intrapartum.
Hubungan seksual akhir
kehamilan yang
menyebabkan ketuban

1.Streptococcus Haemolyticus Aerobic


Streptococcus Haemolyticus Aerobicmerupakan
penyebabinfeksiyang paling berat.Infeksiini bersifat
eksogen (misal dari penderita lain, alat yang tidak steril,
tangan penolong,infeksitenggorokan orang lain).
2.Staphylococcus Aerus
Cara masukStaphylococcus Aerussecara eksogen,
merupakan penyebabinfeksisedang. Sering ditemukan di
rumahsakitdan dalam tenggorokan orang-orang yang
nampak sehat.
3.Escheria Coli
Escheria Coliberasal
darikandungkemihataurektum.Escheria Coli dapat
menyebabkaninfeksi terbatas
padaperineum,vulvadanendometrium.
Kumanini merupakan penyebab dariinfeksitraktus urinarius.
4.Clostridium Welchii
Clostridium Welchiibersifat anaerob dan jarang ditemukan
akan tetapi sangat berbahaya.
Infeksiini lebih sering terjadi padaabortuskriminalis
danpersalinanditolong dukun.

Faktor Predisposisi Infeksi Nifas


Faktor predisposisi infeksi nifas antara lain:
Semua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh,
seperti perdarahan banyak, pre eklampsia, malnutrisi,
anemia, infeksi lain (pneumonia, penyakit jantung, dsb).
Persalinan dengan masalah seperti partus/persalinan lama
dengan ketuban pecah dini, korioamnionitis, persalinan
traumatik, proses pencegahan infeksi yang kurang baik dan
manipulasi yang berlebihan.
Tindakan obstetrik operatif baik per vaginam maupun per
abdominal.
Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan
darah dalam rongga rahim.
Episiotomi atau laserasi jalan lahir.

Menurut Saiffudin (2006) , dan Helen Varney (2008)


faktor predisposisi dari infeksi nifas, antara lain :

1.
2.
3.
4.
5.

Kurang gizi atau malnutrisi


Anemia
Higiene
Kelelahan
Proses persalinan bermasalah, yaitu :
a. Partus lama (macet)
b. Persalinan lama khususnya dengan pecah ketuban
c. Manipulasi intra uteri
d. Trauma jaringan yang luas seperti laserasi yang tidak diperbaiki
e. Hematoma
f. Hemoragi
g. Korioamnionitis
h. Persalinan traumatik
i.
Retensi sisa plasenta
j.
Teknik aseptik tidak sempurna

Tanda dan gejala infeksi


nifas
Infeksi lokal
Warna kulit berubah, timbul nanah, bengkak pada
luka, lokia bercampur nanah, mobilitas terbatas,
suhu badan meningkat.
Infeksi umum
Sakit dan lemah, suhu badan meningkat,
tekanan darah menurun, nadi meningkat,
pernafasan meningkat dan sesak, kesadaran
gelisah sampai menurun bahkan koma, gangguan
involusi uteri, lokia berbau, bernanah dan kotor.

Klasifikasi infeksi nifas


Penyebaran infeksi nifas terbagi menjadi 4
golongan yaitu:
Infeksi terbatas pada perineum, vulva,
vagina, serviks dan endometrium.
Infeksi yang penyebarannya melalui venavena (pembuluh darah).
Infeksi yang penyebarannya melalui limfe.
Infeksi yang penyebarannya melalui
permukaan endometrium.

Infeksi pada perineum, vulva, vagina,


serviks dan endometrium
Penyebaran infeksi nifas pada perineum, vulva,
vagina, serviks dan endometrium meliputi:
Vulvitis
Vaginitis
Servisitis
Endometritis

Vulvitis
Vulvitis adalah infeksi pada vulva. Vulvitis pada
ibu pasca melahirkan terjadi di bekas sayatan
episiotomi atau luka perineum. Tepi luka
berwarna merah dan bengkak, jahitan mudah
lepas, luka yang terbuka menjadi ulkus dan
mengeluarkan nanah.
Vaginitis
Vaginitis merupakan infeksi pada daerah vagina.
Vaginitis pada ibu pasca melahirkan terjadi
secara langsung pada luka vagina atau luka
perineum. Permukaan mukosa bengkak dan
kemerahan, terjadi ulkus dan getah mengandung
nanah dari daerah ulkus.

Servisitis
Infeksi yang sering terjadi pada daerah servik,
tapi tidak menimbulkan banyak gejala. Luka
serviks yang dalam dan meluas dan langsung ke
dasar ligamentum latum dapat menyebabkan
infeksi yang menjalar ke parametrium.

ENDOMETRITIS
Endometritis adalah infeksi pada
endometrium (lapisan dalam dari
rahim). (Manuaba, I.B. G., 1998).
Endometritis adalah suatu infeksi yag
terjadi di endometrium, merupakan
komplikasipascapartum, biasanya
terjadi 48 sampai 72 jam setelah
melahirkan.

Endometitris dibedakan menjadi


2, yaitu :
Endrometritis akut
Endometritis Kronik

ENDROMETRITIS AKUT
Pada endometritis akut biasanya
endometrium mengalami edema dan
hiperemi dan pada pemeriksaan
mikroskopik terdapat hiperemi, edema dan
infiltrasi leukosit berinti polimorf yang
banyak serta pendarahan interstitial.
Sebab yang paling penting adalah infeksi
gonorea dan infeksi pada abortus dan
partus.

Endometritis Kronik
biasa terjadi pada wanita yang masih
menstruasi. Dimana radang dapat terjadi
pada lapisan basalis yang tidak terbuang
pada waktu menstruasi.
Endometritis kronik primaria dapat terjadi
pada masa menopauese, dimana radang
tetap tinggal dan meluas sampai ke
bagian endometrium lain..
Gejala endometritis kronis berupa noda
darah yang kotor dan keluhan sakit perut
bagian bawah, leukorea.

Gejala

Terapi

Endometritis Akut

Gejalanya :
Demam
Lochea berbau : pada endometritis
post abortum kadang keluar
lochea purulent
Lochea lama berdarah malahan
terjai metrorrhagi
Kalau radang tidak menjalar ke
parametrium atau parametrium
tidak nyeri

Terapi :
Uterotonika
Istirahat, letak fowler
Antibiotika
Endometritis senilis perlu
dikuret untuk
menyampingkan corpus
carsinoma. Dapat diberi
estrogen.

Endometritis Kronik

Gejalanya :
Flour albus yang keluar dari
ostium
Kelainan haid seperti metrorrhagi
dan menorrhagi

Terapi :
Perlu dilakukan kuretase

Jenis Endometritis

Gejala dan Terapi

Infeksi nifas yang penyebaran melalui jalan limfe


Infeksi nifas yang penyebarannya melalui jalan limfe
antara lain peritonitis dan parametritis (Sellulitis
Pelvika).

PERITONITIS
Terjadinya radang pada peritonium.Infeksi nifas dapat menyebar
melalui pembuluh di dalam uterus langsung mencapai peritonium dan
menyebabkan peritonitis, atau melalui jaringan di antara kedua lembar
ligamentum latum yang menyebabkan parametritis.

Tanda-tanda peritonitis :
Peningkatan suhu tubuh,
Nadi cepat dan kecil,
Perut kembung dan nyeri, dan ada defense musculaire.
Muka yang semula kemerah-merahan menjadi pucat,
Mata cekung,
Kulit muka dingin,
Terdapat fasies hippocratica.
Pada peritonitis yang terbatas didaerah pelvis, gejala
tidak seberat peritonitis umum

Penanganan yang dapat dilakukan :


nasogastritik suction, berikan infus( Nacl atau
Ringer Laktat),
antiobiotik sehingga bebas panas selama 24
jam ( ampisilin 2 gr IV, kemudian 1 gr setiap 6
jam, ditambah gentamisin 5 mg/kg BB IV dosis
tunggal/hari dan metronidazole 500 mg IV
setiap 8 jam).
Laparatomi dilakukan pembersihan perut
(peritoneal lavage).

Parametritis (sellulitis pelvika)


Gejala klinik parametritis adalah: nyeri saaat
dilakukan periksa dalam, demam tinggi menetap,
nadi cepat, perut nyeri, sebelah/kedua belah
bagian bawah terjadi pembentukkan infiltrat yang
dapat teraba selama periksa dalam. Infiltrat
terkadang menjadi abses.

Infeksi nifas yang penyebarannya


melalui pembuluh darah
Infeksi nifas yang penyebarannya melalui
pembuluh darah adalah Septikemia, Piemia
dan Tromboflebitis pelvica. Infeksi ini
merupakan infeksi umum yang disebabkan
oleh kuman patogen Streptococcus
Hemolitikus Golongan A. Infeksi ini sangat
berbahaya dan merupakan 50% dari
semua kematian karena infeksi nifas.

Septikemia
Septikemia adalah keadaan dimana kumankuman atau toksinnya langsung masuk ke dalam
peredaran darah dan menyebabkan infeksi.
Gejala klinik septikemia lebih akut antara lain:
kelihatan sudah sakit dan lemah sejak awal;
keadaan umum jelek, menggigil, nadi cepat 140
160 x per menit atau lebih; suhu meningkat
antara 39-40 derajat Celcius; tekanan darah turun
, keadaan umum memburuk; sesak nafas,
kesadaran turun, gelisah.

Piemia
Piemia dimulai dengan tromflebitis venavena pada daerah perlukaan lalu lepas
menjadi embolus-embolus kecil yang
dibawa ke peredaran darah, kemudian
terjadi infeksi dan abses pada organ-organ
yang diserangnya.
Gejala klinik piemia antara lain: rasa sakit
pada daerah tromboflebitis, setelah ada
penyebaran trombus terjadi gejala umum
diatas; hasil laboratorium menunjukkan
leukositosis; lokia berbau, bernanah,
involusi jelek.

THROMBOPHLEBITIS
Penjalaran infeksi melalui vena. Sering terjadi dan
menyebabkan kematian. Dua golongan vena yg memegang
peranan yaitu:
Vena-vena dinding rahim lig. Latum (vena ovarica, vena

Tromboplebitis
pelvic
uterina,
dan venahipogastrika)
atau disebut tromboplebitis
pelvic
Yg paling sering meradang adalah vena ovarica, karena pd vena
ini mengalirkan
darah
dr luka
bekas plasenta.
Vena-vena
tungkai
(vena
femoralis,
poplitea, dan saphena)
atau
Penjalarannya
yaitu dr vena ovarica
kiri ke vena renalis, vena
disebut tromboplebitis
femoralis
ovarica kanan ke cava inferior
Ciri ciri dari pelviotromboflebitis, antara lain :
Nyeri terdapat pada perut bagian bawah dan atau perut bagian
samping
Timbul pada hari ke 2-3 masa nifas dengan atau tanpa panas.

Tromboplebitis femoralis
Daritrombophelebitis vena saphena magna atau
peradangan vena femoralis sndr
Penjalaranthrombophebitis vena terin
Akibat parametritis : thrombophlebitis pd vena femoralis
mgkn tjd krn alirandarah lambat didaerah lipat paha krn
vena tertekan lig.inguinale.
Thrombophlebitisfemoralis tjd oedem tungkai yg mulai pd
jari kaki dan naik ke kaki, betis, dan paha. Biasanya hanya 1
kaki yg bengkak tapi kadagn keduanya.
Penyakit ini dikenal dgn namaphlegmasia alba dolens
(radang yg putih & nyeri)
Ciri ciri dari tromboflebitis femoralis, antara lain :
Keadaan umum tetap baik
Suhu badan subfebris selama 7-10 hari
Suhu mendadak naik kira-kira pada hari 10-20 dan disertai
dengan menggigil dan nyeri sekali

Infeksi nifas yang penyebaran melalui


permukaan endometrium
Infeksi nifas yang penyebaran melalui
permukaan endometrium adalah salfingitis
dan ooforitis. Gejala salfingitis dan ooforitis
hampir sama dengan pelvio peritonitis.
Salfingitis ( Salfingo- ooforitis )
Salfingitis adalah peradangan dari adneksa. Terdiri
dari salfingitis akut dan kronik. Diagnosis dan gejala
klinis hampir sama dengan parametritis. Bila infeksi
berlanjut dapat terjadi piosalfing.

BENDUNGAN ASI
Adalah pembendungan ASI karena penyempitan
duktus laktiferi atau karena pengosongan yang
tidak sempurna atau karena kelainan putting.
(Mochtar, 1998).
3. Penyebab bendungan ASI
a.Bayi belum bisa menyusui sempurna/sedikit
b.Ibu tidak mau menyusui bayinya
c.Ibu tidak tahu perawatan payudara
Tanda tanda bendungan ASI
a.Payudara bengkak dan keras
b.Payudara terasa panas dan nyeri
c.Putting lebih datar
d.Kulit payudara merah mengkilat
e.Areola lebih menonjol
f.Ibu merasa tidak nyaman
Pencegahan dapat dilakukan dengancara :
1.Payudara sering disusukan
2.Gunakan BH yang menyangga
3.Kompres hangat / diperas seblm disusukan
4.Tehnik menyusui yang baik

Penatalaksanaan bendungan ASI


a.Bila ibu menyusui :
1)Susukan sesering mungkin ke2 payudara
2)Berikan tehnik menyusui yg benar
3)Untuk mengurangi rasa nyeri sebelum menyusui dikompres panas
dan dingin secarabergantian dan ASI diperas dulu serta membasahi
putting denganASI sebelum menyusui
4)Untuk mengurangi nyeri setelah menyusui :
gunakan BH yg menyangga
keluarkan sisa ASI
kompres dingin
berikan paracetamol 500mg s/ 4 jam
Lakukan evaluasi setelah 3 hari
b.Bila ibu tidak menyusui:
1)Sangga payudara dg BH ketat
2)Kompres dingin pd payudara
3)Hindari pijat dan kompres hangat
4)Berikan paracetamol 500mg
5)Berikan lynoral atau stilbistrol 3 x 1 selama 3 hari ( kalau perlu )

INFEKSI PAYUDARA
Dalam masa nifas dapat terjadi infeksi dan peradangan pada
mammae terutama pada primipara.Tanda-tanda adanya
infeksi adalah rasa panas dingin disertai dengan kenaikan
suhu, penderita merasa lesu dan tidak ada nafsu
makan.Penyebab infeksi adalah staphilococcus
aureus.Mamae membesar dan nyeri dan pada suatu tempat,
Berdasarkan tempatnya infeksi
kulit merah, membengkak sedikit, dan nyeri pada
dibedakan
menjadi :bisa terjadi abses.
perabaan.Jika
tidak ada pengobatan

a.Mastitis yang menyebabkan abses dibawah


areola mamae.
b.Mastitis ditengah-tengah mammae yang
menyebabkan abses ditempat itu.
c.Mastitis pada jaringan dibawah dorsal dari
kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses
antara mammae dan otot-otot dibawahnya.

Pencegahan
Perawatan putting susu pada laktasi merupakan usaha
penting untuk mencegah mastitis.Perawatan terdiri atas
membersihkan putting susu dengan minyak baby oil
sebelum dan sesudah menyusui untuk menghilangkan
kerak dan susu yang sudah mengering.Selain itu juga
memberi pertolongan kepada ibu menyusui bayinya harus
bebas infeksi dengan stafilococus.Bila ada luka atau retak
pada putting sebaiknya bayi jangan menyusu pada
mammae yang bersangkutan, dan air susu dapat
dikeluarkan dengan pijitan.

Pengobatan
Segera setelah mastitis ditemukan pemberian susu pada bayi
dihentikan dan diberikan pengobatan sebagai berikut :
Berikan kloksasilin 500 mg setiap 6 jam selama 10 hari.
Sangga payudara
Kompres dingin
Bila diperlukan berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4
jam.
Ikuti perkembangan 3 hari setelah pemberian pengobatan
Bila ada abses, nanah perlu dikeluarkan dengan sayatan sedikit
mungkin pada abses, dan nanah dikeluarkan sesudah itu
dipasang pipa ketengah abses, agar nanah bisa keluar.Untuk
mencegah kerusakan pada duktus laktiferus sayatan dibuat
sejajar dengan jalannya duktus-duktus. Atau jika terdapat masa
padat, mengeras dibawah kulit yang kemerahan :
Berikan antibiotik kloksasilin 500 mg per oral 4 kali sehari
selama 10 hari atau eritromisin 250 mg per oral 3 kali sehari
selama 10 hari

LUKA PERINEUM
Luka akan menjadi nyeri, merah dan bengkak
akhirnya luka terbuka dan mengeluarkan nanah.
Fase-fase penyembuhan luka menurut Smeltzer
(2002 : 490) adalah sebagai berikut:
Fase Inflamasi, berlangsung selama 1 sampai 4
hari.
FaseProliferatif, berlangsung 5 sampai 20 hari.
Fase Maturasi, berlangsung 21 hari sampai
sebulan atau bahkan tahunan.

Faktor yang mempengaruhi perawatan perineum


a.Gizi:faktor gizi terutama protein akan sangat
mempengaruhi terhadap proses penyembuhan luka pada
perineum karna penggantian jaringan sangat membutuhkan
protein.
b.Obat-obatan: Steroid: dapat menyamarkan adanya infeksi
dengan mengganggu respon inflamasi normal; antikoagulan:
dapat menyebabkan hemoragi, Antibiotik spektrum luas/spesifik:
efek bila diberikan segera sebelum pembedahan untuk patologi
spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika diberikan setelah luka
ditutup, tidak efektif karna koagulasi intrvaskular.
c.Keturunan:sifatgenetik seseorang akan mempengaruhi
kemampuan dirinya dalam penyembuhan luka. Salah satu sifat
genetik yang mempengaruhi penyembuhan luka adalah
kemampuan dalam sekresi insulin dapat dihambat, sehingga
menyebabkan glukosa darah meningkat. Dapat terjadi penipisan
protein-kalori.
d.Sarana prasarana: kemampuan ibu dalam menyediakan
sarana dan prasarana dalam perawatan perineum akan sangat
mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kemampuan
ibu dalam menyediakan antiseptik.
e.Budaya dan keyakinan: budaya dan keyakinan akan
mempengaruhi penyembuhan perineum, misalnya kebiasaan
terak telur, ikan dan daging ayam, akan mempengaruhi asupan
gizi ibu yang akan sangat mempengaruhi penyembuhan luka.
(Rukiyah & Yulianti, 2010; h. 362-363)

Pencegahan Infeksi Nifas


Masa kehamilan

Mengurangi atau
mencegah faktorfaktor predisposisi
seperti anemia,
malnutrisi dan
kelemahan, serta
mengobati
penyakit-penyakit
yang diderita oleh
ibu. Pemeriksaan

Masa
Hindari
pemeriksaan
persalinan

dalam berulang-ulang,
lakukan
bila
ada
indikasi
dengan
sterilitas yang baik,
apalagi bila ketuban
telah pecah.
Hindari partus terlalu
lama
dan
ketuban
pecah lama.

Jagalah
sterilitas
kamar bersalin dan

Selama nifas
Pencegahan infeksi selama nifas antara lain:
Perawatan luka post partum dengan teknik
aseptik.
Semua alat dan kain yang berhubungan dengan
daerah genital harus suci hama.
Penderita dengan infeksi nifas sebaiknya diisolasi
dalam ruangan khusus, tidak bercampur dengan
ibu nifas yang sehat.
Membatasi tamu yang berkunjung.
Mobilisasi dini.

Jadwal Kunjungan Rumah


Kunjungan 1
6-8 jam stlah persalinan
Tujuan :
Mencegah perdarahan masa nifas karena
atonia uteri
Mendeteksi & merawat penyebab lain
perdarahan : rujuk bila perdarahan
berlanjut
Memberikan konseling pd ibu/salah satu
anggota keluarga bagaimana mencegah
perdarahan masa nifas krn atonia uteri
Pemberian ASI awal

Melakukan hubungan antara ibu & BBL


Menjaga bayi tetap sehat dg cara
mencegah hipotermi
Jika petugas kesehatan menolong
persalinan, ia hrs tinggal dg ibu & BBL u/ 2
jam pertama stlh kelahiran,/ sampai ibu &
by dlm keadaan stabil.

6 hr stlh pers
Kunjungan 2
Tujuan :
Memastikan involusi uterus bjalan normal :
uterus bkontraksi, fundus d bawah umbilikus,
tdk ada pdarahan abnormal, tdk ada bau.
Menilai adanya tanda2 demam, infeksi atau
perdarahan abnormal
Memastikan ibu mendapat cukup makanan,
cairan & istirahat
Memastikan ibu menyusui dg baik & tak
mperlihatkan tanda2 penyulit
Mberikan konseling pd ibu mengenai asuhan
pd by, tl pst, menjaga by tetap hangat &
mrawat by sehari-hari

Kunjungan 3
2 mgg stlh pers
Tujuan : sama dg 6 hr stlh pers
Kunjungan 4
6 mgg stlh pers
Tujuan :
Menanyakan pd ibu ttg penyulit2 yg
ia/bayi alami
Mberikan konseling u/ KB scr dini
4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk
menilai status kesehatan ibu dan anak,
untuk mencegah, mendeteksi masalah yg
terjadi.

Selamat
Belajar.....