Anda di halaman 1dari 37

GEMPABUMI

STRUKTUR DALAM BUMI


Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan telur.
Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan
cangkang telurnya adalah kerak.
Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer,
astenosfer, dan mesosfer.
1. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira 100 km)
dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer
memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas
misalkan gunungapi. Litosfer bersuhu dingin dan kaku.
2. Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat
astenosfer. Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan
karena itu bersifat seperti fluida. Astenosfer mengalir akibat
tekanan yang terjadi sepanjang waktu.
3. Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih
kental dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian
besar selubung hingga inti bumi

TEORI TEKTONIK LEMPENG


Menurut teori tektonik lempeng, permukaan bumi ini terbagi
atas kira-kira 20 pecahan besaryang disebut lempeng.
Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira
hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi
yang padat.
Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas. Lempengnya kaku
dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang
lebih cair.

Panah pada peta menunjukkan arah


pergerakan lempeng saat ini.

BATAS - BATAS LEMPENG


Daerah tempat lempeng-lempeng itu bertemu disebut batas
lempeng. Pada batas lempeng kita dapat mengetahui cara
bergerak lempeng-lempeng itu. Lempeng bisa saling menjauh,
saling bertumbukan, atau saling menggeser ke samping.

PENYEBAB GERAKAN LEMPENG


Arus konveksi memindahkan panas melalui zat
cair atau gas. Gambar poci kopi menunjukkan
dua arus konveksi dalam zat cair. Perhatikan, air
yang dekat dengan api akan naik, saat dingin
dipermukaan air kembali turun. Para ilmuwan
menduga arus konveksidalam selubung itulah
yang membuat lempeng-lempeng bergerak.
Karena suhu selubung amat panas, bagianbagian di selubung bisa mengalir seperti cairan
yang tipis. Lempeng-lempeng itu bergerak
seperti ban berjalan berukuran besar.

APAKAH GEMPA BUMI ITU


Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi .
Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh
tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunungapi
atau runtuhan batuan.
Kekuatan gempabumi akibat aktivitas gunungapi dan runtuhan
batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan
pada gempabumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan
patahan aktif.

Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng
lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan lapisan batuan.
Tiap tiap lapisan memiliki kekerasan dan massa jenis yang
berbeda satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut
mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang terjadi di
dalam bumi
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika
bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan
(subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu
akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung
bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan
energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zonazona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas
elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan
batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba.
Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang
disebut gelombang gempabumi

Gempa Vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa
gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang
disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi.
Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung
api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh
manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada.
Perkiraaan meletusnya gunung berapi salah satunya
ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa
vulkanik

Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi
yang terjadi karena adanya runtuhan tanah atau batuan.
Lereng gunung atau pantai yang curam memiliki energi
potensial yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan
tambang akibat runtuhnya dinding atau terowongan pada
tambang-tambang
bawah
tanah
sehingga
dapat
menimbulkan getaran di sekitar daerah runtuhan, namun
dampaknya tidak begitu membahayakan. Justru dampak
yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau
tanah longsor itu sendiri.

Gempa Jatuhan
Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam
susunan tata surya. Dalam tata surya kita terdapat ribuan
meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit
bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir
bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi.
Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika
massa meteor cukup besar. Getaran ini disebut gempa
jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi.

kawah terletak dekat Flagstaff, Arizona, sepanjang 1,13


km akibat kejatuhan meteorite 50.000 tahun yang lalu
dengan diameter 50 m

Gempa Buatan
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut
dapat menimbulkan getaran bumi yang dapat tercatat oleh
seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan
kekuatan ledakan, sedangkan ledakan dinamit di bawah
permukaan bumi juga dapat menimbulkan getaran namun efek
getarannya sangat lokal

Zona Gempa
Zona Gempa Dunia
Zona gempa dunia terbagi atas dua jalur, yaitu Jalur Circum Pasifik
dan Jalur Mediteranian.
Jalur Circum Pasifik adalah jalur wilayah dimana banyak terjadi
gempa-gempa dalam dan juga gempa- gempa besar yang dangkal.
Jalur ini terbentang mulai dari Sulawesi, Filipina , Jepang, dan
kepulauan Hawai
Jalur Mediteranian adalah jalur wilayah dimana banyak terjadi
gempa-gempa besar yang membentang dari benua Amerika,
Eropah ,Timur Tengah, India , Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara

DAMPAK GEMPA
Dampak Primer
Dampak primer yaitu getaran
gempa itu sendiri yang sampai ke
permukaan bumi dan kalau getarannya
cukup besar dapat merusak bangunan
dan infra struktur lainnya seperti jalan
dan jembatan , rel kereta api,
bendungan dan lain lain, sehingga
menimbulkan korban jiwa dan kerugian
harta benda

Dampak Skunder
Dampak sekunder yaitu terjadi tsunami, tanah yang menjadi
cairan kental (liquefaction), kebakaran , penyakit dan
sebagainya.
Contoh dampak sekunder dalam gambar

Hiposenter dan Episenter (Focus and Epicenter)


Titik dalam perut bumi yang merupakan sumber gempa
dinamakan hiposenter atau fokus. Proyeksi tegak lurus
hiposenter ini ke permukaan bumi dinamakan episenter.
Gelombang gempa merambat dari hiposenter ke patahan sesar
fault rupture. Bila kedalaman fokus dari permukaan adalah 0 70 km, terjadilah gempa dangkal (shallow earthquake),
sedangkan bila kedalamannya antara 70 - 700 km, terjadilah
gempa
dalam
(deep
earthquake).
Gempa
dangkal
menimbulkan efek goncangan yang lebih dahsyat dibanding
gempa dalam. Ini karena letak fokus lebih dekat ke permukaan,
dimana batu-batuan bersifat lebih keras sehingga melepaskan
lebih besar regangan (strain).

Mengukur Gempa
Mengukur kekuatan gempa dapat menggunakan Magnitudo
Skala Richter (SR). Magnitudo ini dikembangkan pertama kali
pada tahun 1935 oleh seorang seismologis Amerika, Charles
F. Richter, untuk mengukur kekuatan gempa di California.
Richter mengukur magnitudo gempa berdasarkan nilai
amplitudo maksimum gerakan tanah (gelombang) pada jarak
100 km dari episenter gempa. Besarnya gelombang ini tercatat
pada seismograf. Seismograf dapat mendeteksi gerakan tanah
mulai dari 0,00001 mm (1x10-5 mm) hingga 1 m. Untuk
menyederhanakan rentang angka yang terlalu besar dalam
skala ini, Richter menggunakan bilangan logaritma berbasis
10. Ini berarti setiap kenaikan 1 angka pada skala Richter
menunjukkan amplitudo 10 kali lebih besar.

LONGSOR /
GERAKAN TANAH

GERAKAN TANAH
Gerakan tanah atau mass wasting, yang dalam bahasa seharihari secara sederhana dikatakan longsor. Gerakan tanah
adalah bergeraknya massa regolith ketempat yang lebih
rendah akiba gaya tarik gravitasi tanpa bantuan medium
transpotasi, seperti air, es, atau angin. Yang terjadi sebenarnya
adalah hilangnya kesembingan awal, dan untuk mencapai
keseimbangan baru terjadilah longsor (gerakan tanah).
Pengaruh gaya gravitasi
Pada suatu batuan atau hancurannya yang terletak diatas
lereng, mengalami gaya tarik gravitasi kebawah (pusat bumi).
Gaya yang menarik turun lereng disebut shear stress. Faktor
lain yang mempengaruhi keseimbangan atau kesetabilan ini
adalah gaya gesek dalam. Gaya gesekan dan kohesi antar butir
dalam tubuh batuan atau regolith itu sendiri, yang dinamakan
shear strength.
Selama shear strength lebih besar dari shear stress maka
batuan atau runtuhannya (debris) tidak akan bergerak turun
lereng. Hubungan keduanya dinyatakan sebagai faktor
keamanan (safety factor, Fs) lereng.
Fs=shear strength / shear stess
Lereng dengan niali Fs kurang dari 1, rawan longsor

Nilai shear stress bertambah karena lereng menjadi lebih


curam, akiat erosi, adanya getaran gempa bumi dan
bertambahnya beban. Nilai shear strength berkurang akibat
pelapukan, berkurangnya pegangan akar tumbuhan dan
kejenuhan air
Pengaruh air
Meskipun longsor sering terjadi pada musim hujan, namun air
bukanlah faktor penyebab utama dan juga bukan sebagai
media transpotasi tetapi mempunyai peranan penting.
Tegangan permukaan air menarik butiran-butiran disekitar
batuan atau regolith sebagai daya tarik kapiler, sehingga
memperbesar daya kohesi. Pengaruh air pada gerakan tanah
adalah sebagai :
1. Penambahan beban (memperbesar gaya gravitasi).
2. Memperkecil daya kohesi, akibat tekanan air dan mungkin
juga melarutkan perekat antar bukit.
3. Tekanan keatas air akan mengurangi gaya gesek

Kegagalan lereng
Gaya gravitasi yang selalu menarik kebawah membuat lereng
bukit dan gawir pegunungan rawan untuk runtuh. Bila runtuh,
hancuran batuan dipindahkan kebawah dan terbentuklah
lereng baru yang stabil. Slump adalah keruntuhan lereng
dimana batuan atau regolith bergerak turun dan maju disertai
gerak rotasional yang berlawanan dengan arah massa yang
bergerak, melalui bidang lengkung dan cekung keatas. Slump
dapat terjadi sendiri-sendiri atau berkelompok. Dimensinya
dari pergeseran satu atau dua meter sampai kompleks slump
yang ratusan bahkan ribuan meter persegi luasnya, gerakan
perpindahan material tidak cepat dan tidak jauh

Falls dan Slides


Gerakan pecahan batuan besar atau kecil yang terlepas dari
batuan dasar dan jatuh bebas dinamakan rock falls. Biasanya
terjadi pada tebing-tebing yang terjal , dimana materialnya
lepas dan tidak dapat tetap ditempatnya, dapat langsung jatuh
atau membentur-bentur dinding tebing sebelum sampai
dibawah tebing. Bila materialnya yang bergerak masih agak
koheren dan bergerak diatas suatu permukaan bidang disebut
rock slides. Bidang luncurnya dapat berupa bidang rekahan,
kekar atau bidang perlapisan yang sejajar dengan lereng.
Sepintas rock slides sama dengan slump, tetapi berbeda pada
bidang luncurnya dan sifat gerakannya. Pada slump bentuknya
lengkung dan geraknya disertai rotasi, sedangkan pada rock
slides gerakannya meluncur lurus pada bidang relatif datar

Aliran (flow)
Aliran terjadi apabila material bergerak turun dari lereng
sebagai cairan kental dengan cepat. Biasanya materialnya
jenuh dengan air, dan yang sering terjadi adalah aliran lumpur
atau mud flow, aliran debris dengan banyak air dan utamanya
partikel halus. Tipe gerakan tanah ini umumnya terjadi
didaerah yang curah hujannya tinggi, seperti di Indonesia.
Kecepatan alirannya tidak hanya bergantung pada kecuraman
lereng tetapi juga kandungan air. Lahar, istilah yang dari
Indonesia yang sudah menjadi astilah geologi. Lahar
merupakan aliran piroklastik, berukuran dari debu volkanik
sampai bomb (bongkah) yang jenuh air kebawah lereng
dengan cepat menerjang segala yang menghalanginya.

Aliran tanah (earth flow)


Seperti mud flow, tipe ini melibatkan material yang jenuh air.
Umumnya terjadi pada lereng bukit, terutama didaerah
bercurah hujan tinggi. Regolith yang kaya akan lempung
dilereng bukit bila jenuh air akan terurai dan mengalir turun
pada jarak dekat. Kecepatannya dari beberapa meter/jam
sampai meter/menit. Dan umumnya berasosiasi dengan slump
besar

Rayapan (creep)
Tipe ini gerakannya sangat lambat sehingga tidak teramati,
yang terlihat hanya akibatnya, dinding rumah retak-retak,
akibat fondasinya perlahan-lahan bergeser, tiang-tiang dan
pepohonan tumbuhnya melekung. Rayapan melibatkan tubuh
tanah dan regolith, pada lereng yang landai, karena pemuaian
dan pengkerutan yang disebabkan pembekuan dan pencairan,
basah atau kering. Dapat juga karena tanah jenuh air, daya
kohesinya berkurang. Tanah menjadi mudah bergerak kebawah
lereng