Anda di halaman 1dari 8

KOMPLIKASI DIABETES

MELLITUS
UPTD PUSKESMAS SLAWI

KOMPLIKASI AKUT DM:


1. HIPOGLIKEMIA (gula darah rendah)
Terjadi jika kadar gula darah <60
mg/dl.
Gejala :
Lapar, gemetar, keringat berlebih,
berdebar- debar, pusing, cemas,
gelisah,
sakit
kepala,
lelah,
pandangan menjadi gelap, koma.

2. KETOASIDOSIS DIABETES

Terjadi karena kadar gula darah terlalu


tinggi >300 mg/ dl, sedangkan insulin
sedikit,
maka
tubuh
tidak
dapat
menggunakan glukosa sebagai sumber
energi. Sebagai gantinya tubuh akan
memecah lemak. Pemecahan lemak
menyebabkan benda keton (nafas bau
buah) dan darah menjadi bersifat asam.
Gejala : banyak minum, banyak BAK,
nafsu makan turun, mual, muntah, sakit
perut, nafas cepat dan dalam, kesadaran
menurun, koma.

3. SINDROM HIPERGLIKEMIK
HIPEROSMOLAR NON KETOTIK (HHNK) :

Kadar gula ekstrim tinggi >600


mg/ dl. Gejala lebih lambat
daripada KAD, namun lebih parah.
Kekurangan insulin efektif,
kehilangan cairan dan elektrolit.
Gejala : kurang cairan berat, nadi
cepat, kejang, koma.

KOMPLIKASI KRONIS DM :

KOMPLIKASI MAKROVASKULER
- Penyakit Jantung Koroner
Terjadi akibat pengerasan pembuluh
darah dan sumbatan lemak di
pembuluh darah jantung, sehingga
jantung kurang darah dan oksigen.
Gejala : nyeri dada, mual, muntah,
lemas, keringat dingin, tidak sadarkan
diri.
1.

-Stroke
Terjadi akibat sumbatan atau
pecahnya pembuluh darah di otak.
Gejala : wajah perot, bicara cadel,
lumpuh salah satu sisi tubuh,
afasia.
-Penyakit Pembuluh Darah Perifer
(Ujung)
Gangren (kaki luka sukar sembuh)

KOMPLIKASI MIKROVASKULER :
Terjadi karena penyumbatan pembuluh
darah kecil.
-Retinopati Diabetika (pecahnya pembuluh
darah di retina) menyebabkan kebutaan.
Gejala : pandangan mendadak buta.
-Nefropati Diabetika (nefron rusak), ginjal
tidak dapat menyaring darah secara optimal
sehingga protein dapat keluar lewat urin.
Dapat mengakibatkan gagal ginjal kronis,
sehingga perlu cuci darah seumur hidup.

KOMPLIKASI NEUROPATI :
Degenerasi (rusaknya) serabut
saraf. Berupa gangguan sensoris
(merasa), motoris (bergerak), dan
otonom (alat dalam tubuh).
Gejala : kesemutan, kaki tengan
kaku, nyeri kaki tangan, gangguan
pencernaan (BAB warna hitam),
gangguan mengontrol BAB dan
BAK.