Anda di halaman 1dari 20

SEMINAR PKL BBPOM 2015

Pembimbing : Dr.
Hasri, M.Si

Rana Mirnah
(1213141008)
Niluh Devi Yulyantari
(1213141015)
Ofi Sasmita
(1213141019)
Fransiska N.S Datu
(1213141020)
Prodi Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar

BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang
Persyaratan menyelesaikan Studi Strata 1
prodi Kimia Murni.
Menambah pengalaman dengan
mengenal bagaimana dunia kerja
Penerapan teori yang diperoleh di
bangku kuliah.

Tujuan
Tujuan diadakannya kegiatan praktek kerja lapangan
(PKL)
ini
yaitu
untuk
mengembangkan
dan
meningkatkan
keahlian,
kemampuan
maupun
keterampilan mahasiswa di dalam mengaplikasikan
disiplin ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam
dunia kerja nyata.

Manfaat
Adapun manfaat dari kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan)
yaitu diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan yang belum diperoleh para mahasiswa yang
melaksanakan PKL pada khususnya dan mahasiswa pada
umumnya, dan dapat menjadi sumber pengetahuan yang
baru bagi mahasiswa tersebut.

BAB II TINJAUAN UMUM BBPOM


a. Latar Belakang Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM)
Kemajuan
Teknologi
Konsumsi
Masyarakat
meningkat

Bahaya Terhadap
Kesehatan

b. Tugas Pokok

Penyusunan rencana dan program pengawasan obat dan


makanan.
Pelaksaanan pengujian dan penilaian mutu produk terapeutik,
narkotika, phisikotropika, dan zat adiktif lain, obat tradisional,
kosmetik, produk komplemen, pangan, dan bahan berbahaya.
Pelaksaanaa pengujian laboratorium dan penilaian mutu
produk secara mukrobiologi.
Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh, dan
pemeriksaan sarana produksi dan distribusi.
Pelasaanaan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus
pelanggaran hukum.
Pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi.
Pelaksanaan kegiatan pelayanan informasi konsumen
Evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat dan
makanan.
Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumah tanggaan.
Pelaksaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala, sesuai
dengan bidan tugasnya

BAB III
METODOLOGI

a. Waktu dan Tempat


Pelaksanaan
Waktu Pelaksanaan : 2 November
2 Desember 2015
Tempat Pelaksanaan :
Laboratorium Pangan dan Bahan
Berbahaya Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM) Kota
Makassar Sulawesi Selatan

B. Pengujian Pangan dan Bahan


Berbahaya
1. Identifikasi Pewarna dalam Minuman dan
Permen
2. Penentuan pH pada AMDK
3. Identifikasi Nitrit pada AMDK
4. Uji Zat Terlarut pada AMDK
5. Uji Penentuan Kadar Aflatokin M1 dalam Susu
secara KCKT
6. Uji Pemanis Siklamat dalam Makanan
7. Identifikasi Formaldehida pada Makanan
8. Identifikasi Formaldehida pada Ikan Asin secara
KIT
9. Penentuan Kadar Pemanis Simultan
10. Uji Ocratoksin pada Produk Kopi
11. Identifikasi Pemanis pada Sampel Permen dan
Madu

Identifikasi Pewarna dalam


Minuman dan Permen
SNI 01-6993-2004
Prinsip
Kromatografi adalah suatu proses migrasi
diferensial
dimana
komponen-komponen
sampel ditahan secara selektif oleh fase diam.
Fase diam dalam kromatografi lapis tipis
berupa silika gel.
Metode : Kromatografi Lapis Tipis
Cara kerja :
cara kerja identifikasi pewarna dalam
minuman dan permen meliputi preparasi
sampel, pembuatan baku, ekstraksi cair-cair,
dan KLT.

Penentuan pH pada
AMDK

SNI 01-3554-2006
Prinsip
Pengukuran aktivitas ion Hidrogen
dalam air minum yang diukur
menggunakan alat pH Meter
Metode : pH meter
Cara Kerja :
Kalibrasi pH meter, Pengukuran Sampel.

Identifikasi Nitrit pada AMDK


SNI 01-3554-2006
Prinsip
Identifikasi nitrit berdasarkan pembentukan
warna kemerah-merahan yang terjadi bila
mereaksikan nitrit dengan asam sulfanilat dan
N-(1-naftil etilendiamin dihidroklorida)
Metode : Uji pereaksi
Cara Kerja
Penambahan pereaksi asam sulfanilat,
diamkan pada tempat gelap, Penambahan
pereaksi naftil etilendiamin dihidroklorida,
diamkan pada tempat gelap dan amati.

Uji Zat Terlarut pada AMDK


SNI 01-3554-2006
Prinsip
Sampel yang telah disiapkan, diuapkan,
ditimbang, dan dikeringkan sampai
bobot tetap dalam oven pada suhu
103oC-105oC. Penambhan bobot dalam
pinggan menunjukkan jumlah zat yang
terlarut.
Metode : Gravimetri
Cara Kerja
Persiapan alat dan bahan, pemanasan
air (Sampel), pengovenan dan

Uji Penentuan Kadar Aflatokin


M1 dalam Susu secara KCKT
SNI 7389-2009
Prinsip
HPLC (Hight Performance Liquid
Chromatography) adalah suatu jenis
kromatografi yang dipercepat engan tekanan
tinggi. Kromatografi ini adalah kromatografi
padatan-cairan dimana fase yang diam disusun
dalam suatu kolom yang kecil, jadi untuk
menggerakan fase gerak (pelarut) digunakan
tekanan tinggi yang dihasilkan oleh suatu pompa
Metode : HPLC
Cara Kerja
Preparasi Sampel, Ekstraksi, Penyaringan, dan
uji HPLC

Uji Pemanis Siklamat dalam


Makanan
Peraturan kepala BPOM No. 4 tahun 2014
Prinsip
HPLC (Hight Performance Liquid
Chromatography) adalah suatu jenis
kromatografi yang dipercepat engan tekanan
tinggi. Kromatografi ini adalah kromatografi
padatan-cairan dimana fase yang diam
disusun dalam suatu kolom yang kecil, jadi
untuk menggerakan fase gerak (pelarut)
digunakan tekanan tinggi yang dihasilkan oleh
suatu pompa.
Metode : HPLC
Cara Kerja
Preparasi Sampel, Ekstraksi Cair, Pemisahan, uji
HPLC

Identifikasi Formaldehida pada


Makanan
Prinsip
Identifikasi formaldehida secara kualitatif
yaitu reaksi warna didestilasi uap dari cuplikan
sedangkan cara kuntitatif dengan metode
spektrofotometer.
Metode : Reaksi Warna
Cara Kerja
Preparasi Sampel, Destilasi, Identifikasi

Identifikasi Formaldehida pada


Ikan Asin secara KIT
Prinsip
Pembentukan senyawa kompleks
berwarna merah ungu dari pereaksi
antara formaldehid dengan 4-amino-3hidroksino-5-marcapto-1,2,4-triazole.
Metode : Uji Pereaksi
Cara Kerja :
Perendaman sampel, Penambhan
pereaksi, Mengamati.

Penentuan Kadar Pemanis


Simultan

Peraturan kepala BPOM No. 4 tahun 2014


Prinsip
HPLC ( High Performance Liquid
Chromatography) adalah suatu jenis
kromatografi yang dipercepat dengan tekanan
yang tinggi. Kromatografi ini adalah
kromatografi padatan-cairan dimana fasa yang
diam disusun dalam suatu kolom yang kecil,
jadi untuk menggerakkan fasa gerak (pelarut)
digunakan tekanan tinggi yang dihasilkan oleh
suatu pompa
Metode : HPLC
Cara Kerja :
Pembuatan Larutan Baku Induk, Baku antara.

Uji Ocratoksin pada Produk


Kopi

Peraturan Kepala BPOM RI No.


HK.00.06.1.52.4011.Tahun 2009
Prinsip
HPLC ( High Performance Liquid
Chromatography) adalah suatu jenis
kromatografi yang dipercepat dengan tekanan
yang tinggi. Kromatografi ini adalah
kromatografi padatan-cairan dimana fasa yang
diam disusun dalam suatu kolom yang kecil, jadi
untuk menggerakkan fasa gerak (pelarut)
digunakan tekanan tinggi yang dihasilkan oleh
suatu pompa.
Metode : HPLC
Cara Kerja
Preparasi Sampel, Ekstraksi, Penyaringan, dan

Identifikasi Pemanis pada Sampel


Permen dan Madu
SNI 01-6993-2004
Prinsip
Kromatografi adalah suatu proses
migrasi diferensial dimana komponenkomponen sampel ditahan secara selektif
oleh fase diam. Fase diam dalam
kromatografi lapis tipis berupa silika gel.
Metode : KLT
Cara Kerja
Penyiapan sampel, Ekstraksi, Pemisahan,
Penotolan, Perambatan dan Identifikasi

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktek kerja lapangan yang
telah kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya dapat
melakukan uji pewarna,pemanis, identifikasi formalin,
identifikasi nitri pada AMDK, uji pH pada AMDK, uji zat
terlarut pada AMDK, Penentuan kadar alfatoksin dan
okratoksin, serta penentuan kadar pemanis (sakarin,
aspartam, dan asesulfam).
Hasil pengujian beberapa parameter uji diatas terhadap
sampel, didapatkan ada beberapa sampel yang tidak
layak untuk dikonsumsi.
Hasil pengujian beberapa parameter uji diatas terhadap
sampel, didapatkan beberapa sampel layak untuk
dikonsumsi karena memenuhi syarat untuk dikonsumsi
karena masuk dalam batas persyaratan dari SNI dan
dari Balai Besar POM yang diperbolehkan.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

MAKASSAR, DESEMBER 2015