Anda di halaman 1dari 18

REFERAT

HORIZONTAL PHACO CHOP


Pembimbing:
dr. Henry Albar Wibowo, SpM

Disusun oleh:
Azando Rizki Putra 1102012038
Kharisma Alifah
1102011136

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. 1 RADEN SAID SUKANTO
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
2016

PENDAHULUAN
Teknik fakoemulsifikasi mengalami
perkembangan yang cepat memiliki banyak
keuntungan
Teknik untuk menghancurkan lensa telah
berkembang agar didapatkan proses
emulsifikasi yang aman
Tahun 1993, Kunihiro Nagahara dari Jepang
mengenalkan teknik Phaco chop
Terbagi menjadi horizontal chop & vertical
chop

Teknik Nukleofraksis
Teknik melakukan
fakoemulsifikasi
dimana nukleus
terlebih dahulu
telah dibelah
menjadi beberapa
bagian

Dilakukan dalam
kantung lensa,
karena lensa yang
utuh tidak bisa
dikeluarkan
melalui lubang
kapsuloreksis
yang diameternya
lebih kecil

Prinsip teknik nukleofraksis:


Kapsuloreksis
Hidrodiseksi
Sculpting

Klasifikasi
Divide
&
conqu
er

Trench
divide &
conquer
Crater
divide &
conquer

Phaco
chop

Stop and
chop
Phaco chop
/ horizontal
phaco chop
Phaco
quick
chop /
vertical
phaco chop

Phaco Chop (Horizontal Chop)

Merupakan teknik nukleufrasis dengan cara


memotong nukleus dengan arah horizontal yaitu
dari arah radial dan sentripetal

Teknik
1. Kapsuloreksis : CCC harus
sempurna, karena kalau tidak
sempurna akan berisiko tinggi
terjadi robekan kearah radial

2. Hidrodiseksi dan hidrodelineasi


Dilakukan sampai nukleus dapat
berputar dengan mudah di dalam
kantung lensa. Pada katarak yang
tidak terlalu keras, saat melakukan
hidrodelineasi akan tampak golden
ring yang merupakan batasan antara
nukleus dengan epinukleus. Tanda ini
sangat
bermanfaat
untuk
menempatkan chopper .

3. Oklusi
Tip fako emulsifikasi dibenamkan cukup dalam pada
nukleus (sampai terhambat oleh sleeve) sehingga ujung
tip berada dekat batas kapsuloreksi superior. Peganglah
nukleus (holding) dengan memanfaatkan vakum yang
tinggi dengan merubah pedal kaki dari posisi 3 keposisi 2.
Masukkan chopper melalui insisi second instrument, lalu
dengan posisi yang mendatar ujung chopper dimasukkan
melalui bagian antara kapsul anterior dengan epinukleus,
yaitu persis di bawah kapsuloreksis dan diarahkan menuju
ekuatorlensa. Setelah sampai ke ekuatorlensa,
arah
ujung chopper tersebut diputar sehingga menjadi tegak
lurus dengan nukleus.

4. Chop
Pegang nukleus dengan tip fako (ingatlah
bahwa posisi pedal kaki harus dalam posisi
2 terus - menerus), tarik chopper ke arah
tip fako. Nukleus akan terbelah
ketika
ujung chopper dan tip fako, lakukan
gerakan ke arah lateral, yaitu tip fako ke
arah kanan dan chopper ke arah kiri,
sehingga nukleus akan terbelah menjadi 2
segmen.

5. Segment removal
Nukleus yang telah diputar 180derajat.
Benamkan tip persis pada bagian
tengah
dinding
segmen
nukleus
tersebut, lalu setelah terjadi oklusi dan
terbentuk vakum, nukleus dapat
dipegang oleh tip fako. Lakukan
kembali chopping

Chopper memotong sesuai alur fikasasi


phaco tip (kiri). Instrument tip dipisahkan
untuk membelah nukleus menjadi dua
(kanan).

Setelah memutar nukleus 45 searah


jarum jam (kiri). Chopper tip didorong
kedalam untuk mengait nukleus
(kanan)

Phaco tip masuk dan memfiksasi


nukleus dengan vakum 320 mmHg
(kiri). Pemotongan kedua dilaukan
pada alur horizontal (kanan)

Pemisahan kedua instrument


menghancurkan lensa dan membuat
fragmen pertama

Keuntungan
Mengurangi hantaran panas dan
energi fako
Mengurangi trauma zonula dan
kapsul lensa
Emulsifikasi supracapsular
Mengurangi ketergantungan red
reflex

Komplikasi
Intraoperasi
Gerakan pasien & masalah
anestesi
Perdarahan retrobulbar
Insisi kurang dalam
Robekan membran
descement
Iris related
Pedarahan intraokular
Masalah kapsulektomi
Robekan kapsul posterior
Prolaps vitreous
Zonular dialysis
Dropped nucleous
Masalah IOL
Expulsive haemorrhage

Pasca operasi
Luka tidak menutup
sempurna
Edema korena
Inflamasi / uveitis
Atonic pupil
Pupillary capture
Masalah IOL
Kekeruhan kapsul posterior
TASS
CBDS
Sisa lensa/korteks
CME
Choroidal detachment
Abalsio rretina
Endoftalmitis

Daftar Pustaka
Soekardi I dan Hutauruk J.A. 2004. Transisi
Menuju Fakoemulsifikasi: langkah-langkah
menguasai teknik dan menghindari komplikasi,
edisi 1. Jakarta, Granit. Hal 154-169
David F. Chang. Phaco Chop Techniques
Comparing Horizontal vs. Vertical Chop. Diunduh
dari :
http://www.changcataract.com/pdfs/Horizontal_v_V
ertical_Chop_Highlights.pdf
David F. Chan, Michael Colvard, ect . Achiving
excellence in cataract surgery, chapter 5 : Phaco
Techniques. Diunduh dari : http://phaco.ascrs.org