Anda di halaman 1dari 24

INDIKATOR KINERJA LINGKUNGAN

KELOMPOK VII
Anggota

Aurelia Ivoni Bujak

(1333121003)

Ni Kadek Puspitasari

(1333121006)

Ni Ketut Arsini

(1333121011)

Ni Nyoman Indrawati Rahayu

(1333121012)

Dewa Ayu Putu Novianti Dewi

(1333121178)

Radhea Putra

(1333121252)

INDIKATOR KINERJA LINGKUNGAN

Pengukuran kinerja

merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan


didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa
indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.
digunkan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah
ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi.
dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan yang
dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja yang diperoleh
melalui data internal yang ditetapkan oleh instansi maupun data
eksternal yang berasal dari luar instansi.
mencakup kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian
target (rencana pencapaian) dari masing-masing kelompok
indikator kinerja kegiatan dan tngkat pencapaian sasaran instansi
pemerintah yang merupakan tingkat pencapaian target (rencana
tingkat pencapaian) dan masing-masing indikator sasaran yang
teelah ditetapkaan dalam dokumen rencana kerja.

Kinerja lingkungan adalah hasil dapat diukur dari sistem manajemen


lingkungan, yang terkait dengan kontrol aspek-aspek lingkungannya.
Kinerja lingkungan kuantitatif adalah hasil dapat diukur dari sistem
manajemen lingkungan yang terkait kontrol aspek lingkungan fisiknya.
kinerja lingkungan kualitatif adalah hasil dapat diukur dari hal-hal yang
terkait dengan ukuran aset non fisik, seperti prosedur, proses inovasi,
motivasi, dan semangat kerja yang dialami manusia pelaku kegiatan, dalam
mewujudkan kebijakan lingkungan organisasi, sasaran dan targetnya.
Indikator Kinerja adalah data teranalisa yang telah diberi perspektif
pengukuran untuk menunjukkan gejala perubahan, dengan dikaitkan isu-isu
tertentu.

JENIS INDIKATOR KINERJA LINGKUNGAN


Jenis ukuran indikator kinerja lingkungan secara umum terdiri dari 2 golongan yaitu
(GEMI, 1998, dalam Purwanto, 2000) :
1. Indikator lagging yaitu ukuran kinerja end-process, mengukur output hasil proses
seperti jumlah polutan dikeluarkan.
2. Indikator leading atau indikator in-process, adalah indikator yang
mengukur implementasi presedur yang dilakukan, atau mengukur faktor
apa yang diharapkan membawa pada perbaikan kinerja lingkungan.

Indikator lingkungan kuantitatif yang sering digunakan


perusahaan di Amerika

Indikator Kinerja Lingkungan

Evaluasi Kinerja Lingkungan

Proses / prosedur (kepemimpinan,


HRD, dst.)

Keinginan konsumen
lingkungan /
interested parties

EPE ISO - 14031

Lingkungan hasil dari proses

MENENTUKAN INDIKATOR KINERJA LINGKUNGAN KUANTITATIF


Secara
umum
untuk menentukan
kinerja lingkungan
menggunakan
Metoda
pendekatan
untukindikator
mendapatkan
indikatorkuantitatif
kinerja dapat
secara
umum
Selain pertimbangan sasaran yang ingin dicapai, penentuan indikator
metoda
Evaluasi Kinerja Lingkungan (Environtmental Performance Evaluation) ISO 14031.
telah digunakan
kinerja dilakukan dengan memperhatikan hal-hal:
Yang
berisi antara
lain pemilihan
kinerja kuantitatif
terkait 3dengan
konsumen yang
Christopher
(1993)
denganindikator
mengusulkan
pendekatan
langkah
1. Aspek non teknis. Pertimbangan selain yang tertulis seperti
kita
tuju dari pelaporan
lingkungan
kita.
pengukuran:
peta, kinerja
ukuran,
dan motivasi.
pernyataan kebijakan, visi dan misi lingkungan, sasaran dan target
Garis
besar tahap
metoda ini
menentukan
indikator
kinerja
lingkungan
sesuai kerangka
EPE ISO
1. Peta,
memetakan
proses
dan
menetapkan
batas-batas
lingkungan, karena kadang terdapat kebijakan tak tertulis, perlu juga
14031
langkah
langkahnya
adalah:diproduksi
kajian
untuk
hasil yang
mengadakan konsultasi dengan pihak manajemen.
2. Ukuran, kriteria
tahap ini
mengembangkan
ukuran
yang mendefinisikan
1.
kinerja
yang diinginkan
pelanggan
2. Mencari
Aspek teknis: sistem
manajemen,
pendukung
untuklingkungan
mendapat /
kinerja produktifitas
daningin
mutu
sehingga
sasaran
dapat kinerja
tercapai dan
interested
partiesberupa
yang
kita
tuju dalam
pelaporan
indikator kinerja,
ketersediaan
data penunjang
(seperti data
untuk menetapkan
umpan balik
pengendalian
dan lewat gambaran
lingkungan
Pemahaman
aspek
organisasional
penggunaankita.
energi
listrik, dst),
kemudahan
pengukuran
(peralatan
pengembangannya.
profil
organisasi,
kebijakan
lingkungan,
visi
dan
misi, lingkungan
sasaran, dan
dan metoda),
fisibilitas
secara
keuangan,
dan
aspek
3. target
Analisakinerja
aspek yang
dan dampak
lingkungan
signifikan
dengan pemilihan
diinginkan
manajemen,
serta criteria
signifikan
secara ekonomis.
menggunakan
antara
lain
metoda 6 langkah
pemetaan
proses
EPA
lainnya,
lewat input
dari
manajemen,
dapat sebagai
dasar
penentuan
(1999). kinerja lingkungan dan indikator terukurnya.
kriteria
2. Memasukkan pertimbangan kriteria kinerja terutama yang terkait
dengan aspek dan dampak lingkungan signifikan dalam pemetaan
proses.
3. Menentukan jenis indikator kinerja berdasarkan kriteria kinerja terpilih
sebelumnya.
4. Mengadakan program manajemen lingkungan pengumpulan data
indikator kinerja tersebut.

MENENTUKAN INDIKATOR KINERJA LINGKUNGAN


KUALITATIF

Indikator
kualitatif
adalah
ukuran
yang
didasarkan
pada
penilaian
Indikator
kuantitatif
tetap
punya
kelemahan
antara
lain
tidak
mampu
Beberapa
definisi metoda
yang
digunakan
untuk
menggunakan
metoda
ini
adalah
:
Beberapa
modifikasi
tersebut
yang
sesuai
dengan
penerapan
di
semantik,
pandangan,
persepsi
seseorang
berdasarkan
pengamatan
dan
menggambarkan
proses
yang adalah
sedang:terjadi secara lengkap. Indikator
bidang
pengukuran
lingkungan
1.
Mutu
adalah
kepuasan
konsumen
karena
terpenuhi harapannya.
penilaiannya
terhadap
sesuatu.
Indikator
ini lain
tetap
penting
karena
yang
sulit
dijabarkan
secara
kuantitatif
antara
yang
terkait
dengan
1.
Konsumen
jasa
lingkungan
perusahaan
adalah
pihak-pihak
yang
2. menjadi
Konsumenbagian
adalah pemakai
produk
atau
jasa
yang
dihasilkan.
Konsumen
dapat
proses
kegiatan
yang
berperan
mengukur
iklim berupa
dan
aspek
intangible
kualitatif,
seperti
persepsi
karyawan,
motivasi,
iklim
termasuk
pemegang
saham
perusahaan
/
interested
parties
(GEMI,
konsumen
internal
dan
eksternal.
pendorong
motivasi
karyawan,
untuk
mewujudkan
hasil
kinerja yang
inovasi.
Hal-hal
tersebut
lebih
tepat
diukur
dengan
pendekatan
1998)
yaitu
digolongkan
dalam
5
pihak:
karyawan,
pemilik
3. Produktifitas adalah efisiensi penggunaan
sumber daya, yang diukur sebagai/output
diharapkan.
kualitatif.
investor,
pelanggan,
pemerintah,
dan
masyarakat
sekitar.
dalam
hubungannya
dengan input
sumber daya
antara
lain orang/jam,
modal, material,
2.energi.
Penggunaan form peta proses sesuai dengan fasilitas yang
ditentukan
dalam
EMS
dalam
pemetaan
proses,
dan dalam
4. Input
adalah sumber
dayabatasan
(orang/jam
modal,
material,
energi) yang
digunakan
prioritas
konsumen
yang dituju.
Jadi
proses
produksi
untuk menghasilkan
produk
ataudapat
jasa. saja berfokus pada
karyawan
perusahaan,
masyarakat,
atau
pihak
konsumen
5. Output
adalah produk
atau jasa direksi,
yang memenuhi
persyaratan
mutu,
dihasilkan
melalui
lain.yang menggunakan sumberdaya dan dikirimkan kepada konsumen.
proses

STANDAR EVALUASI KINERJA LINGKUNGAN


ISO 14031
Model Evaluasi Kinerja Lingkungan (EPE) ISO-14031 menjadi acuan
metoda yang digunakan untuk mengukur, menganalisa, dan
menangani kinerja lingkungan perusahaan secara kuantitatif (Kuhre,
1995) dalam Purwanto (2003).
Evaluasi Kinerja Lingkungan (EPE) adalah pengukuran terusmenerus seberapa baik organisasi berproses dan berubah lebih
baik. ISO 14031 adalah standar internasional yang menjelaskan
proses mengukur kinerja lingkungan secara kuantitatif, namun
bukan untuk keperluan sertifikasi seperti halnya ISO 14001. Alat
EPE dirancang untuk menyediakan pada manajemen informasi yang
reliable dan dapat diverifikasi serta terus-menerus, mengenai
apakah kinerja lingkungan organisasi memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan sebelumnya atau tidak.

STANDAR EVALUASI KINERJA LINGKUNGAN


ISO 14031
Indikator kinerja lingkungan dibagi ke dalam tiga kategori
yaitu :
1. Indikator Kinerja Operasional (OPI); menyediakan pada
pihak manajemen informasi mengenai operasi terkait,
seperti input, disain dan operasi peralatan, dan output.
2. Indikator Kinerja Manajemen (MPI); menyediakan informasi
berdasarkan masalah manajemen, seperti pelatihan,
keperluan hukum, alokasi sumberdaya, pembelian,
pengembangan produk, dst.
3. Indikator Kondisi Lingkungan (ECI); menyediakan informasi
mengenai kondisi lingkungan lokal, regional, nasional,
maupun global (seperti ketebalan lapisan ozon,
temperatur global rata-rata, ukuran populasi ikan di
sumber air tertentu, dst.).

KEBUTUHAN UMUM UNTUK SISTEM


INDIKATOR
Indikator kinerja lingkungan (EPIs) memonitor efektivitas
perusahaan dan efisiensi dari manajemen sumber daya.
Penerapan ini sebagaian besar untuk sumber daya fisik
seperti bahan-bahan, tapi juga dapat dihubungkan terhadap
suber daya lainnya seperti personalia dan uang. Oleh
indikator akan bermanfaat dan penuh arti jika mereka :
1. Dimonitor sepanjang waktu
2. Diliputi dari dua variabel, satu ukuran mutlak dan satu
ukuran referensi
3. Dapat diperbandingkan silang perusahaan

SISTEM INDIKATOR UMUM


Sektor spesifik, indikator terperinci mungkin lebih bernilai, tapi
pengumpulan terhadap kategori umum harus menjadi mungkin.
Sistem indikator harus meliputi semua input dan output kategori
utama.
Absolut versus Relatif
Dari segi pandangan ekologis, indikator absolut adalah sesuatu yang
paling penting karena mereka mengukur jumlah konsusmsi dari
sumber daya dan emisi dari pollutants (misalnya, konsumsi dari
bahan pelengkap dalam kilogram atau kuantitas dari limbah air
dalam m3). indikator absolut menjelaskan jumlah beban lingkungan,
indikator relatif mengijinkan monitoring dari peningkatan efisiensi.
Indikator absolut dan relatif adalah dua sisi dari satu koin dan
keduanya adalah bermanfaat. Implikasi dari indikator relatif tidak
Sistem
dapat dinilai tanpa databaseBatas
absolut
dan bolak balik.
Indikator mungkin diperoleh dari data untuk perusahaan, situs
spesifik, departemen dan selanjutnya terhadap pusat biaya dan
proses produksi. Masing-masing pembuat keputusan memerlukan
informasi untuk batas sistem dari lingkup tanggungjawabnya.
Dengan demikian, perhatian harus diberikan terhadap pengumpulan
tanpa perhitungan ganda.

MASALAH DARI PENEMUAN DENOMINATOR


YANG BERARTI
Dimana output produksi menyeimbangkan arus bahan tidak
menyediakan satu indikator penuh arti atau adalah tidak tersedia,
atau sebagai tambahan terhadap denominator ini, variabel lain dapat
dipergunakan. Jumlah dari karyawan adalah satu referensi yang
sering digunakan khususnya pada sektor jasa.
Tugas penting dalam perolehan relatif indikator adalah pemilihan dari
unit referensi. Mereka secara tepat terdefinisi dan secara logika
berhubungan terhadap indikator dasar.
Dalam praktek, hal ini penting dalam dua cara :
Ini sering terjadi pada tahap awal dari penentuan kinerja
lingkungan, data berhubungan terhadap volume dan berat tidak
siap tersedia; departemen akuntansi, bagaimanapun, telah
memiliki data terkait pembelanjaan.
Satu keuntungan selanjutnya dari biaya terkait indikator kinerja
lingkungan adalah isu-isu lingkungan karena diterjemahkan ke
dalam biaya dan penghematan, misalnya bahasa manajemen.

MASALAH DARI PENEMUAN


DENOMINATOR YANG BERARTI

Ja

Si

Bi

ol

ar

ar

te

si

ar

at

er

bi

er

ja

pr

pr

ja

kt

at

si

er

si

er

te

gi

at
a
u
li
n
e

si

MASALAH DARI PENEMUAN DENOMINATOR


YANG BERARTI

Vo

kar

Ha

Ja

Bi

lu

ya

ri

ay

wa

ke

ke

rja

rj

pr

pr

od

uk

at

si

ks

Pe

rsi

te

at

au

lin

r
g
i

Transport

KONSUMSI SPESIFIK / ECO-INTENSITY


Eco-intensity didefinisikan sebagai input bahan dalam kilogram
(indicator absolut) dalam hubungannya terdapat output produk
dan / atau unit jasa dalm kilogram (hectoliter, berturut-turut),
misalnya input air per hectoliter dari penghasilan bir.
Indicator umum eco-intensity untuk kebanyakan sector :
Input bahan baku untuk ton / kuantitas produk dalam ton
Input energy dalam kWh / kuantitas produk dalam ton
Input air dalam m3 / kuantitas produk dalam ton
Emisi co2 dalam ton / kuantitas produk dalam ton
Emisi SO2 dalam ton / kuantitas produk dalam ton
Emisi NOx dalam ton / kuantitas produk dalam ton
Emisi VOC dalam ton / kuantitas produk dalam ton

PEMBAGIAN PRESENTASE
Pembagian presentase adalah rasio dari sub kelompok terhadap
penjumlahan. Satu cara umum dari penyajian indicator adalah
dalam kaitannya dengan satu garis dasar seperti pembagian dari
penuh resiko, municipal dan daur ulang limbah sebagai suatu
presentase dai total volume limbah.

PEMBAGIAN PERSENTASE DARI BIAYA LINGKUNGAN


Dari skema total biaya lingkungan, pembagian
dari biaya oleh media dan dengan item biaya
data dapat dihitung. U L L A K Bi R L

ai

ot

di

al

MEDIA LINGKUNGAN Biaya

is

ve

Lingkungan / Kategori pembelanjaan

rs

ya

it

si

la

li

ds

ca

pe

a
r
a
n

RASIO ECO-EFISIENSI
Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan
(WBCSD) mendefinisikan eco-efisiensi sebagai satu
indicator yang berhubungan dengan nilai produk atau
jasa dalam kaitan dengan turnover atau laba
pengaruh lingkungan dalam kaitan dengan energy,
bahan dan konsumsi air seperti sebaik limbah dan emisi
dalam
istilah
volume.
Indikator
yang terkait
yaitu
:

Turnov
er

Penjualan
bersih
Nilai tambah
Marjin
Kotor
EBIT
Laba Bersih

MENGIMPLEMENTASI DAN MENGEVALUASI


PROGRAM PENGUKURAN KINERJA
Terdapat sejumlah hal untuk dipertimbangkan ketika
merancang, mengimplementasikan, mengevaluasi, dan
memperbaiki program pengukuran. Yang paling penting
adalah menyadari bahwa tidak ada satu pendekatan yang
sesuai untuk setiap organisasi. Setiap organisasi mempunyai
produk dan jasanya sendiri, struktur organisasi, struktur
keuangan, hukum, dan keperluan peraturan, keinginan
pelanggan, pengumpulan dan pengelolaan sistem, dan
dampak lingkungan yang berbeda. Pendekatan terpilih
seharusnya responsif pada bermacam pemirsa potensial
seperti manajemen, karyawan, pemerintah, pemegang saham
dan setiap
masyarakat
(GEMI,
1998)dalam
Purwanto
(2003).
Dibalik
program
pengukuran
yang
sukses terdapat
konsep
Penyesuaian
Akuntabilitas
perbaikan terus-menerus

TREN PENGUKURAN KINERJA LINGKUNGAN


DI MASA DEPAN
Ekonomi hijau dan gaya hidup abad 21 mungkin telah
dikonseptualkan oleh pemikir lingkungan, namun pada
prakteknya hanya dapat diaktualisasikan oleh perusahaan
industri.
Pada kenyataanya perkembangan pada beberapa tahun
belakangan ini terdapat kecenderungan trend penggunaan
ukuran lingkungan di negara-negara maju (GEMI, 1998) :
1.
2. Globalisasi
4.
Peningkatan
Penekanan
metrik
pada
penekanan
integrasi
/ ukuran
pada
kinerja
lingkungan,
berkelanjutan
lingkungan
penyamaan
dalam
dengan
jenis
3. Peningkatan penggunaan EMS sebagai benchmark
ukuran
kontekslingkungan
kinerja
bisnis
lingkungan
dengan
di(efisiensi
suatu
tujuan
wilayah
mengurangi
penggunaan
/ kelompok
biaya
sumber
dan
kinerja lingkungan. Banyak perusahaanperusahaan
perusahaan
daya), dan
kerugian
material,
usaha
sejenis.
mengembangkan
dan
Pengukuran
memperbaiki
kinerja
ukuran
hasil,
lingkungan
pangsa pasar,
besar termasuk Fortune 500 telah memiliki EMS.
meningkat
berkelanjutan.
dan
profitabilitas.
menjadi fenomena global.

Q & A

Anda mungkin juga menyukai