Anda di halaman 1dari 16

SANITASI RUANG PRODUKSI

By: Asmaul Khusna S.Pt MM.

BANGUNAN DAN
Ruang produksi yang ideal adalah ruangan yang mempunyai
KONSTRUKSI
airbelt (pintu ganda) karena dapat meminimalkan
kontaminasi dari lingkungan luar
Ruang ganti pakaian, locker, toilet, dan ruangan pemrosesan
awal bahan baku sebaiknya dihubungkan dengan suatu
lorong yang dilalui oleh sinar UV agar relatif bersih
Pemeriksaan mikrobiologi kuman hendaknya dilangsungkan
secara rutin, minimal 3 bulan sekali, dan koloni mikroba
yang terhitung harus kurang dari 100 koloni/5 menit untuk
ruang kerja.
Meja-meja kerja harus dibuat dari bahan yang bisa
dibersihkan dengan desifektan, dan dibersihkan sebelum
dan setelah seluruh proses pekerjaan selesai.

Apabila terjadi kontaminasi maka


ruangan harus ditutup dan dibersihkan
dengan uap formalin selama 2 x 24
jam.
Pengawasan sampah dan limbah harus
selalu diawasi untuk mencegah
rekontaminasi, pada umumnya
penularan bakteri pantogen terjadi oleh
adanya unsur 4 F (food, finger, fly,
faeces).

SANITASI HIGIENE DAN SANITASI DI


PABRIK
KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Karyawan harus menjaga lantai agar tetap bersih dan bila perlu didesinfeksi,
karena debu dan tanah adalah sumber penularan mikroba beserta sporanya.
Dinding dan lantai harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan (dilap
maupun dipel dengan desinfektan)

LANTAI
Lantai di tempat-tempat basah seperti tempat penerimaan bahan baku dan
ruang penanganan (pengolahan) harus cukup kemiringannya dan terbuat
dari bahan yang kedap air, tahan lama dan mudah dibersihkan.
Lantai harus berbentuk sudut ditengah dan masing-masing ke bagian kiri
dan kanan dengan kemiringan 5o terhadap horizontal. kemiringan berakhir
pada selokan yang melintang dikedua sisi
Pertemuan antara lantai dan dinding harus melengkung dan kedap air,
sehingga kotoran yang berbentuk padat mudah dibersihkan dan menghindari
genangan air
Permukaan lantai harus halus, tidak berpori, serta tidak bergerigi

DINDING
Permukaan dinding bagian dalam dari ruangan yang sifatnya
untuk pekerjaan basah harus kedap air, permukaannya halus dan
rata serta berwarna terang
Bagian dinding sampai ketinggian 2 meter dari lantai harus dapat
dicuci dan tahan terhadap bahan kimia
Sudut antara dinding, dinding dan lantai dan antara dinding
dengan langit-langit harus tertutup rapat dan mudah dibersihkan
LANGIT-LANGIT
Harus dirancang untuk mencegah akumulasi kotoran dan
meminimalkan kondensasi serta mudah dibersihkan
Ruang pengolahan harus mempunyai langit-langit yang tidak
retak, tidak bercelah, tidak terdapat tonjolan dan sambungan
yang terbuka, kedap air dan berwarna terang
Tidak ada pipa-pipa yang terlihat
Tinggi langit-langit minimal 3 meter.

VENTILASI
Ventilasi harus cukup untuk mencegah panas yang berlebih,
kondensasiuap dan debu serta untuk membuang udara
terkontaminasi.
Arah aliran udara harus diatur dari daerah berudara bersih ke daerah
berudara kotor, jangan terbalik
Ventilasi harus dilengkapi dengan tabir atau alat pelindung lain yang
tidak korosif
Tabir harus mudah diangkat dan dibersihkan
PENERANGAN
Penerangan, baik yang berasal dari cahaya matahari maupun dari
lampu harus cukup menerangi semua ruangan pabrik
Intensitas harus tidak kurang dari:
540 Lux dalam kawasan inspeksi
220 Lux dalam kawasan kerja
110 Lux diruangan lain

PINTU DAN JENDELA


Permukaan pintu harus tahan karat, halus dan rata serta tahan air
dan mudah dibersihkan
Jendela harus tahan air, halus dan rata, mudah dibersihkan dan
apabila dibuka harus dapat menahan debu, kotoran atau serangga
(dilengkapi dengan tabir yang mudah dibersihkan)
Jendela harus sekecil mungkin dan tingginya dari langit dari lantai
1.5 meter.
SELOKAN DAN SALURAN PENCERNAAN
Selokan harus berukuran cukup, dapat mengalirkan air dan kotoran
dengan lancar, harus kedap air dan tahan lama, permukaannya halus
dan rata
Bagian-bagian selokan yang keluar melalui dinding ruangan
pengolahan harus dilengkapi dengan alat pelindung, misalnya jeruji
besi yang dapat diangkat sehingga mempermudah pembersihan dan
mencegah masuknya tikus dan binatang lainnya ke dalam ruangan
pengolahan

SARANA PENYIMPANAN LIMBAH


Ruangan pengolahan harus dilengkapi dengan sarana penyimpanan
limbah sementara, sebelum dibuang ke laur pabrik
Sarana ini harus dirancang dengan baik agar tidak merupakan
kontaminasi bagi bahan pangan, air minum, peralatan atau bangunan.
Limbah harus dibuang dari ruangan pengolahan sesering mungkin,
minimal sekali dalam sehari
Segera setelah pembuangan limbah, alat yang digunakann untuk
penyimpanan dan peralatan lain yang kontak dengan limbah harus
diibersihkan dan didesinfeksi
RUANG ISTIRAHAT
Harus disediakan ruang istirahat yang dilengkapi dengan tempat cuci
tangan (dengan kapasitas air yang memadai) dan tempat ganti
pakaian
Ruangan ini harus terpisah letaknya dari ruang pengolahan serta
cukup luas untuk jumlah pekerja, yaitu minimal 2m 2 per orang pekerja

RUANG MAKAN
Harus tersedia ruang makan yang bersih dan cukup luas
untuk semua karyawan, yaitu minimal 1 m 2 per orang.
Letak ruangan ini harus terpisah dari ruang pengolahan.
JAMBAN
Pabrik harus dilengkapi dengan jamban yang cukup, jumlah
jamban yang diharuskan adalah sebagai berikut:

Untuk 1-24 karyawan : 1 jamban dan 1 peturasan (urinoir)


Untuk 25-50 orang karyawan : 2 jamban dan 2 peturasan (urinoir)
Untuk 50-100 orang karyawan : 3 jamban dan 3 peturasan (urinoir)
Diatas 100 karyawan harus ditambahkan 1 jamban dan 1 peturasan setiap
pertambahan 50 orang karyawan.

Kamar jamban harus berventilasi cukup kearah gedung. dindingg


dan langit-langit terbuat dari bahan halus dan rata serta mudah
dibersihkan.
Konstruksi jamban sebaiknya tipe leher angsa.

Jamban harus dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan (air hangat, air
dingin, sabun dan alat pengering) yang ditempatkan pada daerah
yang akan dilalui apabila menuju ke ruangan pengolahan
Alat pengering bisa berupa serbet atau kertas tissue. apabila dipakai
kertas tissue, harus dilengkapi dengan tempat sampah bertutup, yang
diletakkan di dekat tempat cuci tangan.
Pengaturan aliran air pencuci harus dioperasikan tanpa menggunakan
tangan dengan tipe yang diinjak dengan kaki atau cara lain
Jamban tidak boleh berhubungan langsung dengan ruang pengolahan.
KAMAR MANDI
Untuk ruang pengolahan harus dilengkappi dengan kamar mandi
sistem pancuran (douche) dengan air yang cukup.
Jumlah douche minimal yang dibutuhkan adalah satu untuk setiap 5
orang karyawan
Kamar mandi wanita harus terpisah dari kamar mandi pria

TEMPAT CUCI TANGAN


Ruang pengolahan harus
dilengkapi dengan tempat
cuci tangan yang cukup,
minimal satu untuk 10
orang karyawan
Wastafel dilengkapi
dengan penyediaan air
panas dan dingin yang
cukup (dihubungkan
dengan mixing top),
sabun, kertas tissue,
larutan desinfektan untuk
membilas tangan serta
tempat sampah yang
bertutup.
Air pencuci tangan harus
mengalir dan tidak boleh
dipakai berulang

GUDANG PEMBEKU
Diperlukan suatu lapisan uap air (vapour seal) yang baik pada
permukaan luar gedung beku.
Gudang pembeku harus dilengkapi dengan suatu alat pencatat suhu
yang dapat dibaca dari luar, agar suhu dapat diperiksa setiap saat
Suhu gudang pembeku harus selalu dikontrol untuk mencegah
fluktuasi suhu. fluktuasi suhu yang lebih dari 2 oC harus dihindari.
Sebaiknya gudang pembeku dilengkapi dengan ruangan pemuatan
(loading bays) yang bersuhu rendah, dengan bagian penghubung
yang fleksibel sehingga bisa langsung dimuat kearah kendaraan
pengangkut.
Pemasukan udara luar ke dalam gudang pembeku harus dibatasi
sekecil mungkin. oleh karena itu, pintu gudang jangan terlalu sering
dibuka.
Gudang harus bebas dari bau dan harus dipelihara dalam kondisi
saniter dan hiegene yang baik.
Didalam satu gudang pembeku harus terdiri dari satu jenis produk,
apabila tidak memungkinkan harus ada sekat dan batas yang jelas
produk harus disusun dengan baik sehingga ada celah unntuk aliran
udara disela-sela bungkusan produk beku
Produk yang paling lama masuk harus didistribusikan terlebih
dahulu (FIFO) first in first out

TERIMAKASIH