Anda di halaman 1dari 8

Oleh:

Ivana T. (21414xxx)
Andre J. (21414xxx)
Melinda S. (22414059)

ISU GENDER:
PERAN WANITA DALAM DUNIA KERJA

Fact
Keberadaan pekerja wanita di Indonesia

terus meningkat

Pemenuhan Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2000-2015 (BPS, 2016)
1,200,000
1,000,000
800,000
600,000
400,000
200,000
0
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006
Laki-Laki

2007

2008

Perempuan

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Problem (Fall)
Budaya patriarki di Indonesia (mengutamakan pria, meremehkan wanita)

Kej 4:1 (ESV) To the woman he said, "I will surely multiply your pain in
childbearing; in pain you shall bring forth children. Your desire shall be for your
husband, and he shall rule over you.
Pria tak lagi setara dengan wanita, namun mendominasi wanita
dalam berbagai aspek.

Truth (Creation)
Kejadian 2:18
TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang
diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang
sepadan dengan dia."
Laki-laki dan perempuan sepadan (=setara) karena sama-sama
diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27).
Wanita diciptakan sebagai penolong (=rekan sekerja) bagi lakilaki.
Laki-laki dan perempuan seharusnya saling melengkapi, bukan
salah satu berkuasa terhadap yang lainnya.

Truth (Creation)
Dalam pernikahan, perempuan wajib menuruti
suaminya, dan suami pun wajib mengasihi
istrinya (Efesus 5:22-25). Istri harus tunduk
kepada suaminya,tetapi bukan berarti suami
memegang kendali penuh terhadap istri. Tidak
ada larangan bagi istri atau wanita untuk
bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah.

Solution (Redemption)
Orang perlu melakukan pemerataan pendidikan, sehingga
dapat mengurangi kesenjangan sosial akibat keberadaan
oknum-oknum yang mengandalkan budaya patriarki di
Indonesia untuk mencapai keuntungan pribadi.
Cara pandang kelompok mayoritas yang mendiskriminasi
kelompok minoritas. Diskriminasi sosial tidak cukup diatasi
secara formal, misalnya reformasi hukum, tetapi
membutuhkan revolusi kebudayaan yang signifikan.
Harus ada pengakuan atas eksistensi perbedaan. Setiap orang
wajib mengakui perbedaan dan kekhasan masing-masing
kelompok masyarakat, kemudian memeperlakukan mereka
sesuai perbedaan dan kekhasan yang dimilikinya.

Conclusion
Wanita dan pria pada hakikatnya diciptakan setara, sebagai
rekan sekerja Allah. Oleh karena itu, sepatutnya wanita dan
pria diberi hak yang sama untuk dapat bekerja untuk
memperoleh penghidupan sekaligus memuliakan Allah lewat
pekerjaan yang ditekuni masing-masing.

Daftar Pustaka
www.gkj.or.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=797
https://www.academia.edu/25991285/KESETARAAN_GENDER_DALAM_PE
RSPEKTIF_KRISTEN
http://kompasiana.com/mchaelkatabana/menyoroti-diskriminasiterhadap-perempuan_552def4a6a834a4798b459e
http://www.medanbisnisdaily.com/news/arsip/read/2012/05/02/78694/pe
ndidikan-perempuan-terhambat-patriarki/
https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/984