Anda di halaman 1dari 64

Komisi Irigasi

Peraturan Menteri nomor 17 tahun 2015

Kelompok 1
1. Insan Akhlaqul K.

(15813002)

2. Muhammad Perwira R. (15813006)


3. Febriani Anjelica N.
4. Revi Risanda

(15813016)
(15813024)

5. Rusydi Salim Furqon

(15813026)

6. Azmi Ghalib Austin

(15813038)

Pengertian
Komisi Irigasi (Komir) adalah organisasi yang dibentuk oleh
Pemerintah Daerah administrasi yang bersangkutan yang berfungsi
untuk mengkoordinasi dan membantu dalam merumuskan
kebijakan di bidang irigasi untuk Daerah Irigasi di wilayahnya.
Komir memiliki tugas utama membantu Pemerintah Daerah dalam
membuat kebijakan sesuai dengan kewenangannya yang meliputi :
a) Peningkatan jaringan irigasi; b) Pengelolaan jaringan irigasi; c)
Pengelolaan Aset Irigasi; d) Pengaturan air irigasi; e) Keberlanjutan
sistem irigasi; dan f) Pelaporan.

Ketentuan Umum
Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan
air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi
irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi
pompa, dan irigasi tambak.
Komisi irigasi provinsi adalah lembaga koordinasi dan
komunikasi antara wakil pemerintah daerah provinsi, wakil
perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi, wakil
pengguna jaringan irigasi pada provinsi, dan wakil komisi irigasi
kabupaten/kota yang terkait.
Komisi irigasi antarprovinsi adalah lembaga koordinasi dan
komunikasi antara wakil pemerintah daerah kabupaten/kota
yang terkait, wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil
perkumpulan petani pemakai air, dan wakil pengguna jaringan
irigasi di suatu daerah irigasi lintas provinsi.
Komisi irigasi kabupaten/kota adalah lembaga koordinasi dan
komunikasi antara wakil pemerintah daerah kabupaten/kota,
wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi,
dan wakil pengguna jaringan irigasi pada kabupaten/kota.

Ketentuan Umum
Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang
memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia
yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur
penyelenggara
Pemerintahan
Daerah
yang
memimpin
pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan
daerah otonom.
Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan
pemerintahan di bidang pengelolaan sumber daya air.

urusan

Ruang Lingkup Pengaturan


Ruang
lingkup
pengaturan
Peraturan Menteri ini meliputi:

dalam

1.kedudukan, wilayah kerja, tugas dan


fungsi komisi irigasi;
2.susunan organisasi, keanggotaan, dan
tata kerja komisi irigasi;
3.hubungan kerja antarkomisi irigasi; dan
4.pembiayaan.

Pembagian Komisi Irigasi Menurut Wilayah


Kerja
A. Komisi Irigasi Kabupaten/Kota

B. Komisi Irigasi Provinsi


C. Komisi Irigasi Antarprovinsi

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


A. Kedudukan
Komisi irigasi kabupaten/kota dibentuk
dengan keputusan bupati/walikota dan berada
di bawah serta bertanggung jawab langsung
kepada bupati/walikota.
Komisi irigasi sebagaimana dimaksud
berkedudukan di ibukota kabupaten/kota.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


B. Cakupan Daerah Irigasi yang
Dikelola

1. Daerah irigasi yang luasnya kurang dari 1000 ha.


2. Daerah irigasi ranah pemerintah daerah provinsi
yang meliputi luas 1000 ha sampai dengan 3000 ha
yang berada dalam satu kabupaten/kota yang
sudah ditugas-pembantuankan dari pemerintah
dareah provinsi kepada pemerintah daerah
kabupaten/kota.
3. Daerah irigasi ranah Pemerintah Pusat
yang
meliputi luas lebih dari 3000 ha dan daerah irigasi
strategis nasional yang berada dalam satu
kabupaten/kota,
baik
yang
sudah
ditugaspembantuankan maupun yang belum ditugaspembantuankan dari Pemerintah Pusat kepada
pemerintah daerah kabupaten/kota.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


C. Tugas
1. merumuskan rencana kebijakan untuk

Luas DI
kurang
dari
1000 ha

mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan


fungsi irigasi;
2. merumuskan rencana tahunan penyediaan,
pembagian, dan pemberian air irigasi yang efisien bagi
pertanian dan keperluan lain;
3. merekomendasikan prioritas alokasi dana pengelolaan
irigasi melalui forum musyawarah pembangunan;
4. memberikan pertimbangan mengenai izin alih fungsi
lahan beririgasi;
5. merumuskan rencana tata tanam yang telah disiapkan
oleh dinas instansi terkait dengan mempertimbangkan
data debit air yang tersedia pada setiap daerah irigasi,
pemberian air serentak atau golongan, kesesuaian
jenis tanaman, serta rencana pembagian dan
pemberian air;
6. merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


7. memberikan masukan dalam rangka evaluasi
pengelolaan aset irigasi;
8. memberikan pertimbangan dan masukan atas
pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan
daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi;
9. memberikan masukan atas penetapan hak guna pakai
air untuk irigasi dan hak guna usaha untuk irigasi
kepada badan usaha, badan sosial, ataupun
perseorangan;
10.membahas dan memberi pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam lain;
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam
proses penetapan peraturan daerah tentang irigasi;
12.memberikan masukan dan pertimbangan dalam
upaya menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem
irigasi;
13.melaporkan hasil kegiatan kepada bupati/walikota

C. Tugas

Luas DI
kurang
dari
1000 ha

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


C. Tugas
1. mengusulkan rumusan rencana kebijakan kepada

Luas DI
1000 ha
s/d
3000 ha

gubernur untuk mempertahankan dan meningkatkan


kondisi dan fungsi irigasi;
2. merumuskan rencana tahunan penyediaan, pembagian
dan pemberian air irigasi bagi pertanian dan keperluan
lainnya;
3. merekomendasikan prioritas alokasi dana pengelolaan
irigasi melalui forum musyawarah pembangunan untuk
diteruskan kepada gubernur;
4. merumuskan rencana tata tanam yang telah disiapkan
oleh dinas instansi terkait dengan mempertimbangkan
data debit air yang tersedia pada setiap daerah irigasi,
pemberian air serentak atau golongan, kesesuaian
jenis tanaman, rencana pembagian dan pemberian air
untuk diteruskan kepada gubernur;
5. merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi
jaringan irigasi yang meliputi prioritas penyediaan
dana, pemeliharaan, dan rehabilitasi untuk diteruskan

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


6. memberikan masukan dalam rangka evaluasi
pengelolaan aset irigasi untuk diteruskan kepada
gubernur;
7. memberikan pertimbangan dan masukan atas
pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan
daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi untuk diteruskan kepada gubernur;
8. memberikan masukan kepada bupati/walikota, atas
penetapan hak guna pakai air untuk irigasi dan hak
guna usaha air untuk irigasi kepada badan usaha,
badan sosial, ataupun perseorangan;
9. membahas dan memberikan pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam lain;
10.memberikan masukan dan pertimbangan dalam proses
penetapan peraturan daerah tentang irigasi;
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam upaya
menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem irigasi;
12.melaporkan hasil kegiatan kepada bupati/walikota,

C. Tugas

Luas DI
1000 ha
s/d
3000 ha

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


1. mengusulkan rumusan kebijakan untuk
mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan fungsi
irigasi kepada Menteri;
2. merumuskan rencana tahunan penyediaan, pembagian,
dan pemberian air irigasi bagi pertanian serta keperluan
lainnya;
3. merekomendasikan prioritas alokasi dana pengelolaan
irigasi melalui forum musyawarah pembangunan untuk
diteruskan kepada Menteri;
4. merumuskan rencana tata tanam yang telah disiapkan
oleh dinas instansi terkait dengan mempertimbangkan
data debit air yang tersedia pada setiap daerah irigasi,
pemberian air serentak atau golongan, kesesuaian jenis
tanaman, rencana pembagian dan pemberian air untuk
diteruskan kepada Menteri;
5. merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi
jaringan irigasi yang meliputi prioritas penyediaan dana,
pemeliharaan, dan rehabilitasi untuk diteruskan kepada
Menteri;

C. Tugas

Luas DI
lebih dari
3000 ha

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


7. memberikan pertimbangan dan masukan atas
C. Tugas

Luas DI
lebih dari
3000 ha

pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan


daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi untuk diteruskan kepada gubernur;
8. memberikan masukan kepada bupati/walikota, atas
penetapan hak guna pakai air untuk irigasi dan hak
guna usaha air untuk irigasi kepada badan usaha, badan
sosial, ataupun perseorangan;
9. membahas dan memberi pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam
lainnya;
10.memberikan masukan dan pertimbangan dalam proses
penetapan peraturan daerah tentang irigasi;
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam upaya
menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem irigasi;
12.melaporkan hasil kegiatan kepada bupati/walikota
mengenai program dan progres, masukan-masukan

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


7. memberikan pertimbangan dan masukan atas
C. Tugas

Luas DI
lebih dari
3000 ha

pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan


daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi untuk diteruskan kepada gubernur;
8. memberikan masukan kepada bupati/walikota, atas
penetapan hak guna pakai air untuk irigasi dan hak
guna usaha air untuk irigasi kepada badan usaha, badan
sosial, ataupun perseorangan;
9. membahas dan memberi pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam
lainnya;
10.memberikan masukan dan pertimbangan dalam proses
penetapan peraturan daerah tentang irigasi;
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam upaya
menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem irigasi;
12.melaporkan hasil kegiatan kepada bupati/walikota
mengenai program dan progres, masukan-masukan

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


D. Fungsi Koordinasi
Untuk melaksanakan tugasnya, komisi irigasi kabupaten/kota
menyelenggarakan fungsi koordinasi dan komunikasi antara
pemerintah daerah kabupaten/kota, perkumpulan petani
pemakai air tingkat daerah irigasi, dengan pengguna
jaringan irigasi untuk keperluan lainnya pada kabupaten/kota
yang bersangkutan.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


E. Susunan Organisasi
Ketua

Kepala badan perencanaan pembangunan


daerah kabupaten/kota

Ketua
Harian

Kepala dinas yang membidangi irigasi

Sekretari
s

Sekretaris 1 : kepala sub-dinas yang


membidangi pengembangan dan pengelolaan
irigasi
Sekretaris 2 : kepala sub-dinas atau kepala
seksi yang membidangi pemanfaatan air pada
dinas pertanian

Ketua
Bidang*

wakil perkumpulan petani pemakai air atau


pengguna jasa irigasi lain (non-pemerintah)

Anggota
* Bila diperlukan

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


E. Susunan Organisasi
Keanggotaan

Wakil pemerintah
daerah
kabupaten/kota

Wakil
perkumpulan
petani pemakai
air pada daerah
irigasi
kabupaten /kota*
Pergantian
selambatlambatnya 3 tahun
-

Diangkat oleh
gubernur

Wakil kelompok
pengguna
jaringan irigasi
lain*
Diangkat oleh
Gubernur

Wakil komisi
irigasi
kabupaten/kota
Diusulkan oleh
setiap komisi
irigasi
kabupaten/kota
dengan jumlah @ 2
orang (pemerintah
dan non
pemerintah)
Diangkat oleh
Gubernur

*dipilih secara proporsional dan dilakukan dengan prinsip keterwakilan dari daerah
irigasi yang berada di hulu, tengah, hilir, serta luas daerah irigasi dan dilakukan
berdasarkan tingkat jaringan irigasi teknis, semi teknis, dan sederhana.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


E. Susunan Organisasi

Wakil Pemerintah
Daerah
Kabupaten/Kota

Wakil sekretariat
daerah provinsi

Wakil dinas teknis


yang membidangi
irigasi

Wakil dinas teknis


yang membidangi
pertanian

Wakil
lembaga/badan
yang membidangi
perencanaan dan
pembangunan
daerah

Wakil dinas teknis


lainnya yang
berkaitan dengan
pengelolaan
irigasi

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


F. Hak
Mendapatkan informasi tentang masalahmasalah yang berhubungan dengan kegiatan
komisi irigasi dan informasi terkait lainnya;
Menyampaikan aspirasi dan pendapat;
Mempunyai hak memilih dan dipilih sebagai
anggota pengurus;
Ikut dalam proses pengambilan keputusan;
Mempunyai hak suara yang sama; dan
Dipilih sebagai wakil komisi irigasi dalam dewan
sumber daya air kabupaten/kota.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


G. Kewajiban
Mematuhi dan melaksanakan ketentuanketentuan yang berlaku;
Melaksanakan tugas yang menjadi tanggung
jawabnya;
Menghadiri rapat-rapat komisi irigasi dan
kegiatan lain;
Menaati semua kesepakatan yang telah
ditetapkan dan menjadi
Kebijakan komisi irigasi; dan
Menyampaikan aspirasi lembaga yang
diwakilinya.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


H. Sekretariat Komisi Irigasi
Kabupaten/Kota

Pelaksanaan tugas komisi irigasi difasilitasi oleh


sekretariat komisi irigasi yang dipimpin oleh kepala
sekretariat
Kepala sekretariat secara administrative
bertanggung jawab kepada sekretaris komisi irigasi.
Sekretariat komisi irigasi secara administratif berada
dibawah instansi yang membidangi irigasi
Pelaksanaan kegiatan sekretariat dilakukan di kantor
sekretariat yang berada di lingkungan kantor dinas
yang membidangi irigasi.
Ketua harian komisi irigasi menentukan susunan
organisasi dan juga uraian tugasnya.

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


H. Sekretariat Komisi Irigasi
Kabupaten/Kota
Tugas

mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi


komisi irigasi;
memfasilitasi penyediaan tenaga ahli / pakar
/ narasumber yang diperlukan oleh komisi
irigasi
menyelenggarakan administrasi
kesekretariatan dan administrasi keuangan

Komisi Irigasi Kabupaten/Kota


I. Tata Kerja Komisi Irigasi
Kabupaten/Kota

Melakukan sidang minimal 2 kali dalam 1 tahun


pada menjelang musim hujan dan kemarau,
dihadiri seluruh anggota komisi irigasi, dipimpin
oleh ketua komisi irigasi
Ketua komisi irigasi mengatur tata tertib dan
dapat mengundang narasumber

Komisi Irigasi Provinsi


A. Kedudukan
Komisi irigasi provinsi
ibukota provinsi.

berkedudukan

di

Komisi irigasi dibentuk dengan keputusan


gubernur dan berada di bawah serta
bertanggung
jawab
langsung
kepada
gubernur.

Komisi Irigasi Provinsi


B. Cakupan Daerah Irigasi yang
Dikelola

1. Daerah irigasi yang pengelolaannya menjadi


wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah
provinsi yang meliputi daerah irigasi yang luasnya
1000 ha sampai dengan 3000 ha atau pada daerah
irigasi yang bersifat lintas kabupaten/kota
2. daerah irigasi strategis nasional dan daerah irigasi
yang luasnya lebih dari 3000 ha yang bersifat
lintas kabupaten/kota, baik yang sudah ditugas
pembantuankan maupun yang belum ditugas
pembantuankan dari Pemerintah Pusat kepada
pemerintah daerah provinsi.

Komisi Irigasi Provinsi


C. Tugas

Luas DI
1000 ha
s/d
3000 ha

1. merumuskan rencana kebijakan untuk


mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan
fungsi irigasi;
2. merumuskan rencana tahunan penyediaan, pembagian
dan pemberian air irigasi bagi pertanian, dan
keperluan lainnya;
3. merekomendasikan prioritas alokasi dana pengelolaan
irigasi melalui forum musyawarah pembangunan;
4. merumuskan rencana tata tanam yang telah disiapkan
oleh dinas instansi terkait dengan mempertimbangkan
data debit air yang tersedia pada setiap daerah irigasi,
pemberian air serentak atau golongan, kesesuaian
jenis tanaman, rencana pembagian dan pemberian air;
5. merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi
jaringan irigasi yang meliputi prioritas penyediaan
dana, prioritas pemeliharaan, dan prioritas rehabilitasi;
6. memberikan masukan dalam rangka evaluasi

Komisi Irigasi Provinsi


7. memberikan pertimbangan dan masukan atas
C. Tugas

Luas DI
1000 ha
s/d
3000 ha

pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan


daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi;
8. memberikan masukan kepada gubernur mengenai
penetapan hak guna pakai air untuk irigasi dan hak
guna usaha air untuk irigasi kepada badan usaha,
badan sosial, ataupun perseorangan;
9. membahas dan memberikan pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam lain;
10.memberikan masukan dan pertimbangan dalam
proses penetapan peraturan daerah tentang irigasi;
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam
upaya menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem
irigasi; dan
12.melaporkan kepada gubernur hasil program dan
progres, masukan yang diperoleh, serta melaporkan

Komisi Irigasi Provinsi


1. mengusulkan rencana rumusan kebijakan kepada
Menteri untuk mempertahankan dan meningkatkan
kondisi dan fungsi irigasi;
2. merumuskan rencana tahunan penyediaan,
pembagian, dan pemberian air irigasi bagi pertanian
dan keperluan lain;
3. merekomendasikan usulan prioritas alokasi dana
pengelolaan irigasi melalui forum musyawarah
pembangunan untuk diteruskan kepada Menteri;
4. merumuskan rencana tata tanam yang telah disiapkan
oleh dinas instansi terkait dengan mempertimbangkan
data debit air yang tersedia pada setiap daerah irigasi,
pemberian air serentak atau golongan, kesesuaian
jenis tanaman, rencana pembagian dan pemberian air;
5. merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi
jaringan irigasi yang meliputi prioritas penyediaan
dana, pemeliharaan, dan rehabilitasi untuk diteruskan
kepada Menteri;
6. memberikan masukan dalam rangka evaluasi

C. Tugas

Luas DI
lebih dari
3000 ha

Komisi Irigasi Provinsi


7. memberikan pertimbangan dan masukan atas
C. Tugas

Luas DI
lebih dari
3000 ha

pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan


daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi;
8. memberikan masukan kepada gubernur atas penetapan
hak guna pakai air untuk irigasi dan hak guna usaha air
untuk irigasi kepada badan usaha, badan sosial,
ataupun perseorangan;
9. membahas dan memberi pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam lain;
10.memberikan masukan dan pertimbangan dalam proses
penetapan peraturan daerah tentang irigasi;
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam upaya
menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem irigasi;
dan
12.melaporkan hasil kegiatan kepada gubernur mengenai
program dan progres, masukan yang diperoleh, serta

Komisi Irigasi Provinsi


D. Fungsi Koordinasi
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana, komisi irigasi
provinsi menyelenggarakan fungsi koordinasi antara
pemerintah daerah provinsi, komisi irigasi kabupaten/kota
yang mempunyai daerah irigasi lintas kabupaten/kota,
perkumpulan petani pemakai air pada tingkat daerah irigasi
dengan pengguna jaringan irigasi untuk keperluan lain pada
provinsi yang bersangkutan.

Komisi Irigasi Provinsi


E. Susunan Organisasi
Ketua

Kepala badan perencanaan pembangunan


daerah provinsi

Ketua
Harian

Kepala dinas yang membidangi irigasi

Sekretari
s

Sekretaris 1 : kepala sub-dinas yang


membidangi pengembangandan pengelolaan
irigasi
Sekretaris 2 : kepala sub-dinas atau kepala
seksi yang membidangi pemanfaatan air pada
dinas pertanian

Ketua
Bidang*

wakil perkumpulan petani pemakai air atau


pengguna jasa irigasi lain (non-pemerintah)

Anggota
* Bila diperlukan

Komisi Irigasi Provinsi


E. Susunan Organisasi
Keanggotaan

Wakil Pemerintah
Daerah Provinsi

Wakil perkumpulan
petani pemakai air
pada daerah irigasi
lintas kabupaten
/kota*
Pergantian
selambatlambatnya 3 tahun
-

Diangkat oleh
gubernur

Wakil kelompok
pengguna jaringan
irigasi lain*
Diangkat oleh
Gubernur

Wakil komisi irigasi


kabupaten/kota yang
mempunyai daerah
irigasi lintas
kabupaten/kota
Diusulkan oleh
setiap komisi
irigasi
kabupaten/kota
dengan jumlah @ 2
orang (pemerintah
dan non
pemerintah)
Diangkat oleh
Gubernur

*dipilih secara proporsional dan dilakukan dengan prinsip keterwakilan dari daerah
irigasi yang berada di hulu, tengah, hilir, serta luas daerah irigasi dan dilakukan
berdasarkan tingkat jaringan irigasi teknis, semi teknis, dan sederhana.

Komisi Irigasi Provinsi


E. Susunan Organisasi

Wakil Pemerintah
Daerah Provinsi

Wakil sekretariat
daerah provinsi

Wakil dinas teknis


yang membidangi
irigasi

Wakil dinas teknis


yang membidangi
pertanian

Wakil
lembaga/badan
yang membidangi
perencanaan dan
pembangunan
daerha

Komisi Irigasi Provinsi


F. Hak
Mendapat informasi tentang masalah yang berhubungan
dengan kegiatan komisi irigasi dan informasi terkait
lainnya,
Mendapatkan informasi tentang masalah yang
berhubungan dengan ,
Kegiatan komisi irigasi dan informasi terkait lainnya;
Menyampaikan aspirasi dan pendapat,
Mempunyai hak memilih dan dipilih sebagai anggota
pengurus,
Ikut dalam proses pengambilan keputusan
Mempunyai hak suara yang sama, dan
Dipilih sebagai wakil komisi irigasi dalam dewan sumber
daya air provinsi.

Komisi Irigasi Provinsi


G. Kewajiban
Mematuhi dan melaksanakan ketentuan yang
berlaku
Melaksanakan tugas yang menjadi tanggung
jawabnya
Menghadiri rapat komisi irigasi dan kegiatan lain
Menaati semua kesepakatan yang telah
ditetapkan dan menjadi kebijakan komisi irigasi
Menyampaikan aspirasi lembaga yang
diwakilinya

Komisi Irigasi Provinsi


H. Sekretariat Komisi Irigasi Provinsi
Sekretariat komisi irigasi dipimpin oleh
kepala secretariat (bekerja secara penuh
waktu) yang bertanggung jawab kepada
ketua komisi irigasi melalui sekretaris irigasi.
Kepala Sekretariat ditetapkan oleh ketua
atas usulan ketua harian. Ketua harian juga
menentukan susunan organisasi sekretariat
komisi irigasi dan uraian tugasnya
Sekretariat berada dilingkungan kantor
dinas yang membidangi irigasi

Komisi Irigasi Provinsi


H. Sekretariat Komisi Irigasi Provinsi
Tugas

mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi


komisi irigasi;
memfasilitasi penyediaan tenaga ahli / pakar
/ narasumber yang diperlukan oleh komisi
irigasi
menyelenggarakan administrasi
kesekretariatan dan administrasi keuangan

Komisi Irigasi Provinsi


I. Tata Kerja Komisi Irigasi Provinsi
Melakukan siding minimal 2 kali dalam 1 tahun
pada menjelang musim hujan dan kemarau,
dihadiri seluruh anggota komisi irigasi, dipimpin
oleh ketua komisi irigasi
Ketua komisi irigasi mengatur tata tertib dan
dapat mengundang narasumber

Komisi Irigasi Antarprovinsi


A. Kedudukan
Komisi irigasi antarprovinsi apabila dipandang
perlu dapat dibentuk atas kesepakatan para
gubernur yang bersangkutan pada sistem
irigasi lintas provinsi.
Kesepakatan
dapat
Pemerintah Pusat.

difasilitasi

oleh

Komisi irigasi antarprovinsi berkedudukan di


salah satu ibukota provinsi yang disepakati
dengan tenggang waktu sekurang-kurangnya
1 (satu) tahun secara bergiliran.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


B. Cakupan Daerah Irigasi yang
Dikelola

1. Komisi irigasi antarprovinsi mempunyai wilayah


kerja pada daerah irigasi lintas provinsi, baik yang
sudah ditugas-pembantuankan maupun yang belum
ditugaspembantuankan kepada provinsi yang
bersangkutan.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


1. mengusulkan rencana rumusan kebijakan untuk
C. Tugas

DI lintas
provinsi

mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan


fungsi irigasi kepada Menteri;
2. merumuskan rencana tahunan penyediaan,
pembagian, dan pemberian air irigasi bagi pertanian
dan keperluan lain;
3. mengusulkan prioritas alokasi dana pengelolaan irigasi
melalui forum musyawarah pembangunan untuk
diteruskan kepada Menteri;
4. merumuskan rencana tata tanam yang telah disiapkan
oleh dinas instansi terkait dengan mempertimbangkan
data debit air yang tersedia pada setiap daerah irigasi,
pemberian air serentak atau golongan, kesesuaian
jenis tanaman, serta rencana pembagian dan
pemberian air untuk diteruskan kepada Menteri;
5. merumuskan rencana pemeliharaan dan rehabilitasi
jaringan irigasi yang meliputi prioritas penyediaan
dana, pemeliharaan dan rehabilitasi untuk diteruskan

Komisi Irigasi Antarprovinsi


C. Tugas
6. memberikan masukan dalam rangka evaluasi

DI lintas
provinsi

pengelolaan aset irigasi untuk diteruskan kepada


Menteri;
7. memberikan pertimbangan dan masukan atas
pemberian izin alokasi air untuk kegiatan perluasan
daerah layanan jaringan irigasi dan peningkatan
jaringan irigasi;
8. memberikan masukan kepada gubernur atas
penetapan hak guna pakai air untuk irigasi dan hak
guna usaha air untuk irigasi kepada badan usaha,
badan sosial, ataupun perseorangan;
9. membahas dan memberi pertimbangan dalam
mengatasi permasalahan daerah irigasi akibat
kekeringan, kebanjiran, dan akibat bencana alam lain;
10.memberikan masukan dan pertimbangan dalam
proses penetapan peraturan daerah tentang irigasi;

Komisi Irigasi Antarprovinsi


C. Tugas
11.memberikan masukan dan pertimbangan dalam
upaya menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem
irigasi; dan
12.melaporkan hasil kegiatan kepada para gubernur
yang bersangkutan mengenai program dan progres,
masukan yang diperoleh, serta melaporkan kegiatan
yang dilakukan selama 1 (satu) tahun.

DI lintas
provinsi

Komisi Irigasi Antarprovinsi


D. Fungsi Koordinasi
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, komisi
irigasi antarprovinsi menyelenggarakan fungsi koordinasi
antara pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait,
wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil perkumpulan
petani pemakai air tingkat daerah irigasi dengan wakil
pengguna jaringan irigasi untuk keperluan lain pada provinsi
yang bersangkutan.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


E. Susunan Organisasi

Komisi Irigasi
Antarprovinsi

Ketua

Ketua
Harian

Sekretari
s

Ketua
Bidang

Anggota

Komisi Irigasi Antarprovinsi


E. Susunan Organisasi

Anggota Komisi Irigasi


Antarprovinsi

Wakil
Pemerintah
Daerah
Kabupaten/K
ota Terkait

Wakil
Perkumpulan
Petani
Pemakai Air
pada Daerah
Irigasi Lintas
Provinsi

Wakil
Kelompok
Pengguna
Jaringan
Irigasi Lintas
Provinsi

Wakil Komisi
Irigasi
Provinsi
yang Terkait

Komisi Irigasi Antarprovinsi


E. Susunan Organisasi

Wakil Pemerintah
Daerah Provinsi

Wakil sekretariat
daerah provinsi

Wakil dinas teknis


yang membidangi
irigasi

Wakil dinas teknis


yang membidangi
pertanian

Wakil
lembaga/badan
yang membidangi
perencanaan dan
pembangunan
daerha

Komisi Irigasi Antarprovinsi


F. Hak
a. Mendapatkan informasi tentang masalah-masalah yang
berhubungan dengan kegiatan komisi irigasi dan
informasi terkait lainnya;
b. Menyampaikan aspirasi dan pendapat;
c. Mempunyai hak memilih dan dipilih sebagai anggota
pengurus;
d. Ikut dalam proses pengambilan keputusan;

Hak

e. Mempunyai hak suara yang sama; dan


f. Dipilih sebagai wakil komisi irigasi dalam dewan sumber
daya air antarprovinsi.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


G. Kewajiban
a. Mematuhi dan melaksanakan ketentuan-ketentuan yang
berlaku.
b. Melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
c. Menghadiri rapat-rapat komisi irigasi dan kegiatan lain.
d. Menaati semua kesepakatan yang telah ditetapkan dan
menjadi kebijakan komisi irigasi.

Kewaji
ban

f. Menyampaikan aspirasi lembaga yang diwakilinya.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


H. Sekretariat Komisi Irigasi
Antarprovinsi

Secara umum, sekretariat komisi irigasi yang


dipimpin oleh kepala sekretariat berkegiatan
memfasilitasi pelaksanaan tugas komisi irigasi.
Kepala sekretariat bertanggung jawab kepada
ketua komisi irigasi melalui sekretaris komisi
irigasi.
Susunan organisasi sekretariat komisi irigasi
ditetapkan oleh ketua harian komisi irigasi.
Staf sekretariat dapat terdiri atas pegawai yang
berasal dari dinas yang membidangi
pembangunan daerah, irigasi, dan/atau pertanian.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


H. Sekretariat Komisi Irigasi
Antarprovinsi
1. Mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi
komisi irigasi.
2. Memfasilitasi penyediaan tenaga

Tugas

ahli/pakar/narasumber yang diperlukan oleh


komisi irigasi.
3. Menyelenggarakan administrasi
kesekretariatan dan administrasi keuangan.

Komisi Irigasi Antarprovinsi


I. Tata Kerja Komisi Irigasi
Antarprovinsi

1. Komisi irigasi bersidang minimal 2 kali dalam 1 tahun


pada waktu menjelang musim hujan dan menjelang
musim kemarau. Ini harus dihadiri oleh seluruh anggota
komisi irigasi dan dipimpin oleh ketua komisi irigasi.
2. Tata tertib persidangan dan tata cara pengambilan
keputusan ditetapkan oleh ketua komisi irigasi.
3. Dalam melakukan persidangan, ketua komisi irigasi dapat
mengundang narasumber tertentu. Narasumber ini dapat
berasal dari pemerintah, unsur perguruan tinggi, lembaga
swadaya masyarakat, dan unsur masyarakat terkait.

PROSEDUR PEMILIHAN DAN


PENETAPAN KOMISI IRIGASI

Prosedur Pemilihan dan Penetapan Komisi Irigasi

1. Tahap Persiapan
a.Gubenur atau bupati/walikota membentuk
panitia pesiapan pembentukan komisi irigasi
provinsi atau kabupaten/kota terdiri atas:
i. Ketua merangkap anggota
ii. Sekertaris merangkap anggota
iii.Anggota minimal Perwakilan BPPD, dinas irigasi,
dan dinas pertanian.

b.Panitia persiapan yang telah terbentuk


membuat rencana kerja pembentukan komisi
irigasi dan pemilihan dilaksanakan maksimal 3
bulan setalah terpilih.

Prosedur Pemilihan dan Penetapan Komisi Irigasi


2. Tahap Penetapan Anggota Unsur Pemerintah
Penetapan anggota komisi irigasi dari unsur
pemerintah dilakukan melalui identifikasi
dinas/instansi terkait dengan pengelolaan
irigasi yang selanjutnya akan di
rekomendasikan ke kepala daerah terkait untuk
di tetapkan sebagai anggota komisi irigasi.

Prosedur Pemilihan dan Penetapan Komisi Irigasi

2. Tahap Penetapan Anggota Unsur


Pemerintah
a. Wakil Dinas Teknis Lainnya

Penetapan anggota komisi irigasi dari unsur


pemerintah untuk wakil dinas teknis lainnya
yang berkaitan dengan pengelolaan irigasi baik
di wilayah provinsi maupun kabupaten/kota
dilakukan melalui identifikasi dinas/instansi
terkait dengan pengelolaan irigasi yang
selanjutnya akan di rekomendasikan ke kepala
daerah terkait untuk di tetapkan sebagai
anggota komisi irigasi.

Prosedur Pemilihan dan Penetapan Komisi Irigasi

2. Tahap Penetapan Anggota Unsur


Pemerintah
b. Wakil Dinas Teknis bidang Irigasi dan
Pertanian

Penetapan anggota komisi irigasi dari unsur


pemerintah untuk bagian wakil dinas yang
membidangi irigasi dan yang membidangi pertanian
baik di wilayah provinsi maupun kabupaten/kota
dilakukan melalui:
i. Penetapan jumlah anggota komisi non pemerintahan
ii. Pemberitahuan (pedoman umum, tata cara, dan jumlah anggota)
kepada P3A dan wakil pengguna lain untuk mengadakan petemuan
utuk memilih calon anggota
iii.Pemilih dari unsur non pemerintah di fasilitasi dengan cara diadakan
penyelenggaraan pertemuan
iv. Membuat berita acara (identitas P3A dan pengguna lain yang
disepakati) dan ditandatangani peserta
v. Panitia menyampaikan rancangan penetapan komisi irigasi kepada
kepala daerah terkait

Prosedur Pemilihan dan Penetapan Komisi Irigasi

3. Tahap Pergantian
Anggota komisi irigasi dari unsur pemerintah
dan nonpemerintah dinyatakan berhenti
apabila:
i. mengundurkan diri;
ii. meninggal dunia; dan
iii. ditarik oleh organisasi yang diwakilinya.

Anggota komisi irigasi yang dinyatakan


berhenti sebagaimana dimaksud harus
diadakan penggantian antarwaktu.

Hubungan Antar Komisi

Hubungan kerja antarkomisi irigasi


kabupaten/kota dengan komisi irigasi
provinsi dan komisi irigasi antarprovinsi
bersifat konsultatif dan koordinatif.
Hubungan kerja antarkomisi irigasi
provinsi dan komisi irigasi
kabupaten/kota dengan dewan sumber
daya air provinsi, kabupaten/kota, dan
wilayah sungai bersifat konsultatif dan
koordinatif.

Pembiayaan
Seluruh biaya yang diperlukan untuk kegiatan komisi irigasi
dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah
provinsi dan kabupaten/kota yang bersangkutan pada
satuan kerja di tempat sekretariat komisi irigasi berada.
Sekretariat menyiapkan rencana kebutuhan biaya
operasional komisi irigasi untuk dibahas lebih lanjut sesuai
dengan mekanisme yang berlaku di daerah masing-masing.
Pertanggungjawaban penggunaan dana operasional komisi
irigasi dilakukan oleh sekretariat melalui satuan kerja di
tempat sekretariat komisi irigasi berada.

Terima Kasih