Anda di halaman 1dari 19

OSMOREGULASI

Swastika Oktavia, S.Si., M.Sc.


Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Farmasi
Universitas Mathlaul Anwar Banten
2016

Pendahuluan
Komponen utama penyusun tubuh hewan adl air, yg

jmlnya 60-95% dr berat tubuh hewan.


Air ini tersebar dlm berbagai bagian tubuh, yaitu di
dalam sel (cairan intraseluler) dan di luar sel (cairan
ekstraseluler)
Dlm cairan ekstraseluler terlarut berbagai macam zat,
spt: ion, sari makanan, sisa obat, hormon, zat sisa
metabolisme, dll.
Konsentrasi setiap jenis zat dlm cairan tubuh dpt
berubah setiap saat.

Pengertian
Agar

dpt bertahan hidup, hewan harus melakukan


keseimbangan antara jml air dan zat terlarut di dalam
tubuhnya.

Osmoregulasi

:
mekanisme
pengaturan
keseimbangan jml air dan zat terlarut dlm tubuh hewan.

Inti dr osmoregulasi adl osmosis, yaitu pergerakan

molekul air dr konsentrasi rendah (encer) menuju


konsentrasi tinggi (pekat).
Contohnya pergerakan air dr larutan gula 5%
menuju larutan gula 15%. Pd kondisi tsb, osmosis
akan berhenti setelah kedua larutan mencapai
konsentrasi yg sama (isotonis), yaitu 10%.

Konsentrasi larutan: hipertonis, hipotonis, isotonis.

- Hipertonis: larutan yg konsentrasinya lbh tinggi


dr larutan yg lain. Cth: larutan gula 15%
- Hipotonis: larutan yg konsentrasinya lbh
rendah dibanding larutan yg lain. Cth: larutan gula
5%
- Isotonis: larutan yg konsentrasinya sama
dibanding larutan yg lain

Tekanan

osmotik:

- Hiperosmotik: larutan hipertonis mpy


tekanan osmotik tinggi
- Hipoosmotik: larutan hipotonis mpy
tekanan osmotik rendah
- Isoosmotik: tekanan osmotiknya sama

Arti Penting Osmoregulasi Bagi Hewan


Perubahan keseimbangan jml air dan zat terlarut dlm tubuh

hewan dpt mengakibatkan perubahan arah aliran air/zat


terlarut menuju arah yg tdk diharapkan.
Misalnya: air di dlm sel epitel tubulus ginjal seharusnya
bergerak dr sel tsb menuju ke pembuluh darah.
Tetapi, krn tekanan osmotik tdk dipertahankan, maka arah
aliran air bisa saja menuju ke lumen tubulus ginjal,
selanjutnya dikeluarkan dr ginjal.
Hal ini menyebabkan hewan akan kehilangan tll banyak air.

Tdk semua hewan dpt melakukan osmoregulasi.

Hewan yg dpt melakukan osmoregulasi dinamakan


osmoregulator.
Hewan yg tdk mampu melakukan osmoregulasi,
akan tp mampu beradaptasi dg lingk tempat
tinggalnya, maka hewan tsb dinamakan
osmokonformer.
Osmokonformer dpt bertahan hidup selagi
perubahan yg tjd di lingknya tdk terlalu besar dan
masih ada dlm kisaran toleransi yg dpt diterimanya.

Osmoregulasi Hewan pd Lingk Air Laut


Kebanyakan hewan invertebrata laut bersifat

osmokonformer, ditandai adanya konsentrasi osmotik


cairan tubuhnya yg sama dg lingk hidupnya (air laut).
Akan tp hewan ini tdk mpy keseimbangan ionik, shg ion
akan masuk k dlm tubuh hewan.
Hewan melakukan pengaturan konsentrasi ion dg cara
menyekresi atau menyerap ion scr aktif.
Pd ubur-ubur, ion SO42- (ion berat) akan dikeluarkan dr
dlm tubuh utk meningkatkan daya apung.

Pengeluaran

ion yg berlebihan melalui


organ-organ ekskresi, yaitu insang dan
ginjal.

Mamalia

laut (lumba-lumba dan paus),


menghadapi masalah pemasukan garam
yg berlebihan bersamaan dg makanannya.
Hal ini dpt d atasi dg adanya ginjal yg dpt
menghasilkan urin.

Osmoregulasi Hewan pd Lingk Air Tawar


Hewan

air tawar bersifat hiperosmotik,


berarti hewan tsb menghadapi 2 masalah,
yaitu kehilangan garam dan pemasukan air
yg berlebihan
Vertebrata dan invertebrata air tawar
membatasi pemasukan air dg cara
membentuk permukaan tubuh yg
impermeabel thd air.
Walaupun demikian, air dan ion tetap dpt
masuk melalui insang. Air yg berlebihan
akan dkeluarkan berupa urin.

Pengeluaran

urin jg menyebabkan
pengeluaran ion. Utk itu, hewan butuh
pemasukan ion dg cara transpor aktif.

Pd

Crustacea, transpor aktif ion melalui


insang.

Osmoregulasi Hewan pd Lingk Payau


Lingk

payau adl lingk akuatik d daerah


pantai, yg mrp tempat pertemuan antara air
sungai dan laut.

Larva

Aedes campestris bersifat


hiperosmotik thd mediumnya, tp dg kadar
garam yg tinggi, cairan tubuhnya bersifat
hipoosmotik.

Osmoregulasi Hewan pd Lingk Darat


Masalah

yg dihadapi oleh hewan terestrial


adl kehilangan banyak air.
Pd Insekta, utk mengatasi kehilangan air,
terdpt rangka luar yg dilapisi lilin yg disebut
kutikula.
Spirakel yg berfungsi sbg organ respirasi pd
insekta jg dpt menyebabkan pelepasan air.
Utk mengetasinya, maka insekta mengambil
oksigen dg laju kontinyu, artinya pada
insekta inspirasi tdk selalu diikuti oleh
ekspirasi.

Pd

vertebrata darat misalnya reptil, mpy


kulit kering dan bersisik.
Hal ini bertujuan agar tdk kehilangan air
dlm jml besar.
Selain itu, reptil jg menghasilkan feses yg
kering.

TERIMA KASIH