Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK :

KINANTI DIPTA HAPSARI [1306380185]


KHUSNUL KHOTIMAH [1306395312]
SITI YANNA [1306378464]

Kasus CFC
(Controlled
Foreign
Corporation
)

1. Apa yang dimaksud dengan


Controlled Foreign Corporation?
PMK No
256/PMK.03/2008

Badan usaha diluar


negeri yang tidak
terdaftar di bursa
efek yang modalnya
minimal 50% dimiliki
oleh WPDN baik sendiri
maupun bersama
dengan WPDN lain

UU PPh Pasal 18 ayat


2

Wajib Pajak dalam negeri sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 1 adalah Wajib
Pajak dalam negeri yang:
memiliki penyertaan modal paling
rendah 50% (lima puluh persen) dari
jumlah saham yang disetor pada badan
usaha di luar negeri; atau
secara bersama-sama dengan Wajib
Pajak dalam negeri lainnya memiliki
penyertaan modal paling rendah 50%
(lima puluh persen) dari jumlah saham
yang disetor

2. Jelaskan apakah PT Bumiku Subur memiliki Controlled Foreign


Corporation
PT Bumiku
Subur

Happy Corp

PT Bumiku Subur dan


Briviland Inc = Bukan CFC
Alasan :

45%

Briviland
Inc

PT Bumiku Subur hanya


memiliki penyertaan modal
sebesar 45% pada Briviland
Inc

Happy Corp merupakan


perusahaan di China yang
bukan merupakan WPDN.

50%

2. Jelaskan apakah PT Bumiku Subur memiliki Controlled Foreign


Corporation
PT Bumiku
Subur

PT Bumiku Subur dan Happy Corp


= CFC
Alasan :
Happy Corp

Berdasarkan Pasal 2 huruf a pada


PMK No 256/PMK.03/2008, PT
Bumiku Subur memiliki persentase
kepemilikan sebesar 50% pada
Happy Corp yang merupakan badan
usaha luar negeri

Happy Corp tidak


memperdagangkan saham di bursa
efek

50%

2. Jelaskan apakah PT Bumiku Subur memiliki Controlled Foreign


Corporation
PT Bumiku
Subur

PT Grazie

PT Bumiku Subur dan Julietta Inc


= CFC
Alasan :

20%

Julietta Inc

Berdasarkan pasal 2 huruf b pada


PMK No 256/PMK.03/2008, PT
Bumiku Subur secara bersamasama dengan PT Grazie (WPDN)
memiliki penyertaan modal
sebesar 50% pada Julietta Inc

Julietta Inc tidak


memperdagangkan saham di
bursa efek

30%

3. Tentukan besarnya Penghasilan Kena


Pajak dan Pajak terhutang PT Bumiku Subur
tahun 2016
ASAL

BAGIAN

JUMLAH

KEPEMILIKA
N

1.

N
Domestik

PENGHASILAN
Rp 1.200 Juta

2.

Happy Corp

Rp 300 Juta

50%

Rp 150 Juta

3.

Julietta Inc

Rp 1.000 Juta

20%

Rp 200 Juta

NO PENGHASILA

TOTAL PENGHASILAN KENA PAJAK


PAJAK TERUTANG (25%)

PENGHASIL
AN
Rp 1.200 Juta

Rp 1.550Juta
Rp 387,5
Juta

4. Besarnya kredit pajak luar negeri (PPh


Pasal 24) PT Bumiku Subur tahun 2011

Tidak ada kredit pajak


PPh 24 bagi PT Bumiku
Subur. Hal ini
dikarenakan dividen
belum dibagikan oleh
Happy Corp dan Julietta
Inc, sehingga belum ada
ada pajak yang
dibayarkan.

PER-59/PJ/2010 Pasal 6:
Dalam hal belum ada pajak secara
nyata dibayar di luar negeri atas
dividen
yang
ditetapkan
saat
perolehannya, maka pajak atas
dividen
tersebut
tidak
boleh
diperhitungkan sebagai kredit pajak
luar negeri.

5. Jelaskan apakah jawaban Anda pada nomor 2


dan 4 di atas akan berbeda apabila diketahui
perusahaan tempat PT Bumiku Subur merupakan
perusahaan go public!
PMK No
256/PMK.03/2008 Pasal
1
Jika yang go public adalah PT Bumiku Subur sendiri,
maka jawaban nomor 2 dan 4 tidak berubah.
Namun, jika yang go public adalah perusahaan
tempat PT Bumiku Subur berinvestasi, maka
jawaban nomor 2 dan 4 akan berubah menjadi
bukan merupakan CFC

Kasus
Transfer
Pricing

Skema Transaksi

Mauritius (Tax
Haven Country)

Parent
Free Tax Co.

Kontrak
jasa
maklon

Harga
Jual
$100

Harga
Jual $18
Mark-up
20%
Subsidiary
PT. Bersatu
Indonesia
Indonesia

Independent
Retail Stores

Harga
Jual $150

Final
Consumer

Cost plus
10%

Independent
PT A

Independent
Pembeli jasa
maklon

Cost plus
14%

Independent
PT B

Metode Harga Wajar

Cost-Plus Method

Metode ini diterapkan untuk kondisi


seperti berikut:

barang yang diperjual-belikan oleh pihakpihak yang mempunyai hubungan


istimewa adalah barang setengah jadi
(semi-finished goods),

kegiatan pemberian jasa (intra group


services) jasa maklon

ketersediaan data dan keakuratan data

Jasa maklon: semua pemberian jasa


dalam rangka proses penyelesaian
suatu barang tertentu yang proses
pengerjaannya dilakukan oleh pihak
pemberi jasa, sedangkan spesifikasi,
bahan baku, barang setengah jadi,
bahan pembantu yang akan diproses
sebagian atau seluruhnya disediakan
oleh pengguna jasa dan kepemilikan
barang atas barang jadi berada pada
pengguna jasa.

Cost-Plus Method
Tested Party

X
Related
Party

Y
Independent
Party

Tested Party

Related Party

FAR sama, membandingkan gross margin X dengan gross margin Y

FAR sama, membandingkan gross margin A dengan gross margin B

Independent
Party

Independent
Party

Harga Transfer yang Wajar


(Berdasarkan CPM)
PT
Bersatu
Indonesia
hanya
melakukan
jasa
maklon, di mana risiko
yang ditanggungnya kecil.

PT Bersatu Indonesia 20%


PT A 10%
PT B 14%

Argumen
DJP
tentang
sepertiga proses produksi
ditanggung
oleh
PT
Bersatu Indonesia

Tarif tidak berbeda terlalu jauh,


justru
menyebabkan
penghasilan lebih besar di
Indonesia pada PT Bersatu
Indonesia

Harga Transfer yang


Wajar: 20%

Perhitungan Harga Wajar

Sales Mauritius
Cost Mauritius
Profit Mauritius

Saat ini

PT A

PT B

DJP

20%

10%

14%

Sales 40

100
18
82

100
16,5
83,5

100
17,1
82,9

100
40
60

16,5
15
1,5

17,1
15
2,1

40
15
25

85

85

85

0
0,375
0,375

0
0,525
0,525

0
6,25
6,25

Sales Indonesia
Cost Indonesia
Profit Indonesia

18
15
3

Total Profit

85

Tax Mauritius
Tax Indonesia
Total Tax

0
0,75
0,75

Terima kasih