Anda di halaman 1dari 28

EKONOMI TEKNIK

Depresiasi & Pajak

I KADEK JUNIA ANDIKA


1519151060
I PUTU DWI LESTARA
1519151061
IAN GEDE NANA SUARYAWAN
1519151062
PANDE KETUT ARDHA SUGANDA1519151077

DEPRESIASI & PAJAK


Depresiasi adalah penurunan nilai aset/properti karena
waktu dan pemakaian. Depresiasi dan pajak adalah dua
faktor yang sangat penting dipertimbangkan dalam
studi ekonomi teknik. Depresiasi bukan aliran kas,
namun besar dan waktunya akan mempengaruhi pajak
yang akan ditanggung perusahaan. Pajak adalah aliran
kas, oleh karenanya
pajak harus dipertimbangkan
seperti halnya ongkos-ongkos peralatan, bahan, energi,
tenaga kerja dll.

Depresiasi biasanya disebabkan karena satu


atau lebih faktor-faktor :
1. Kerusakan fisik karena pemakaian.
2.Kebutuhan produksi/jasa yang lebih baru dan lebih
besar.
3. Penurunan kebutuhan produksi.
4.Properti/aset menjadi usang karena perkembangan
teknologi.
5. Penemuan alt baru yang menghasilkan produk
lebih baik dengan ongkos yang lebih rendah dan
tingkat keselamatan yang lebih memadai.

Besarnya depresiasi tahunan yang dikenakan pada


suatu aset/properti tergantung pada beberapa hal :
- Ongkos investasi dari asset
- Tanggal pemakaian awal
- Estimasi masa pakainya.
- Nilai sisayang ditetapkan
-Metode depresiasi yang digunakan.
Besarnya depresiasi diatur sedemikian rupa sehingga
perusahaan bisa menekan jumlah pajak yang harus
dibayar.Karena pertimbangan nilai waktu dari uang

Tidak semua asset bisa didepresiasi ada syarat yang harus


dipenuhi :
1. Harus dipergunakan untuk keperluan bisnis atau
memperoleh penghasilan.
2. Umur ekonomisnya bisa dihitung.
3. Umur ekonomisnya lebih dari satu tahun.
4. Harus merupakan sesuatu yang digunakan, menjadi usang,
atau sesuatu yang nilainya menurun karena sebab-sebab
alamiah
Untuk melakukan depresiasi pada suatu properti diperlukan
data-data seperti ongkos awal,umur ekonomis,dan nilai sisa
dari properti tersebut.

Metode-metode
Depresiasi.

1.Metode garis lurus (Straight Line atau SL)


2.Metode jumlah digit tahun (Sum Of Years Digit
atau SOYD)
3.Metode kesehimbangan menurun(Declining
Balance atau DB)
4.Metode dana sinking (Sinking Fund atau SF)
5.Metode unit produksi (Production Unit atau UP)

1. Metode Garis Lurus (SL)

Metode garis lurus didasarkan atas asumsi bahwa


berkurangnya nilai suatu asset berlangsung secara
linier (proporsional) terhadap waktu atau umur dari
asset tersebut. Metode ini cukup banyak dipakai karena
perhitungannya sangat sederhana Besarnya depresiasi
tiap tahun dengan metode SL dihitung berdasarkan :
BVt = P t Dt
P(
Dt
P
S
N

=
=
=
=

P S
)t
N

besarnya depresiasi pada tahun ke t


ongkos awal dari asset yang bersangkutan.
nilai sisa dari asset tersebut.
masa pakai (umumur) dari asset tersebut dalm tahun.

Tingkat
depresiasi
(rate
of
depreciation),d,adalah bagian dari O S
yang didepresiasi tiap tahun. Untuk metode
SL,tingkat depresiasinya adalah :
1
d
N

Contoh
Misal sebuah perusahaan membeli alt transportasi dengan
harga Rp 38 jt biaya pengiriman dan uji coba Rp 1 jt.Masa
pakai ekonomis dari alt ini adalah 6 th dengan perkiraan nilai
sisa Rp 3 jt.Gunakanlah metode depresiasi garis lurus untuk
menghitung :
a. Nilai awal dari alat tersebut
b. Besarnya depresiasi tiap tahun
c. Nilai buku alat tersebut pada akhir tahun kedua dan akhir
tahun ke lima
d. Buat tabel jadual depresiasi dan nilai buku selama masa
pakainya
e. Plot nilai buku terhadap umur dari alat tersebut

Penyelesaian
a. Nilai awal dari alat tersebut adalah harga ditambah harga
pengiriman dan uji coba :
P = 38.000.000 + 1.000.000 = Rp 39.000.000
b. Besarnya depresiasi tiap tahun
Dt

P S
N

39.000.000 - 3.000.000
6
Rp 6.000.000

Penyelesaian
c. - Nilai buku pada akhir th ke 2
BVt= P t Dt
BV2
= 39.000.000 2 * 6.000.000
= Rp 27.000.000
-

Nilai buku pada akhir th ke 5


BV5
= 39.000.000 5 * 6.000.000
= Rp 9.000.000

Penyelesaian
d. Tabel jadual depresiasi :

Penyelesaian
e. Gambar grafik yang menunjukkan hubungan anatara nilai
buku terhadap waktu (umur alat)

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


SOYD adalah satu metode yang dirancang untuk
membebankan depresiasi lebih besar pada tahuntahun awal dan semakin kecil untuk tahun-tahun
berikutnya. Ini berarti metode SOYD membebankan
depresiasi yang lebih cepat dari metode
SL.
Depresiasi yang dipercepat ini erat kaitannya
dengan perhitungan pajak pendapatan.

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Cara perhitungan depresiasi dengan metode
SOYD dimulai dengan jumlah digit tahun dari 1 s/d
N. Angka yang diperoleh dinamakan jumlah digit
tahun (SOYD).Besarnya depresiasi tiap tahun
diperoleh
dengan
mengalikan
ongkos
awal
dikurangi nilai sisa (P S ) dari aset disebut dengan
rasio antara jumlah tahun sisa umur asset terhadap
nilai SOYD. SisaSecara
umur asset matematis tiap tahun dapat
Dt
(ongkos awal nilai sisa)
SOYD
ditulis :

N t 1
(P S), (t 1,2,3.....N)
SOYD

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Dimana :
Dt = beban depresiasi pada tahun ke t
SOYD = jumlah digit tahun dari 1 sampai N.
Besarnya SOYD dari suatu asset yang umurnya N th
adalah :
SOYD = 1+2+3+.+(N-1)+N
Misalnya sebuah asset memiliki umur ekonomis 6 tahun maka
jumlah digit tahunnya adalah 1+2+3+4+5+6 = 21 atau 6 x
7/2 = 21.
Besarnya nilai buku suatu saat bisa diperoleh tanpa harus
menghitung depresiasi
t(N t/2 pada
0,5) tahuntahun sebelumnya.Rumus
BVt P
(P S)
yang dipakai untuk SOYD
menghitung nilai buku adalah :

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Tingkat depresiasi akan menurun tiap tahun.Tingkat depresiasi
yang terjadi pada tahun ke-t,dt , dihitung dari rumus :
dt

N t 1
SOYD

Dimana nilai ini adalah faktor pengali dari (P - S) untuk


mendapatkan besarnya depresiasi pada suatu saat. Semakin
besar
t maka dt
akan semakin kecil sehingga beban
depresiasi juga semakin menurun dengan bertambahnya
umur aset. Bila suatu aset berumur 6 th maka tingkat
depfesiasi selama umurnya ditunjukkan pada tabel berikut
t

dt

6/21

5/21

4/21

3/21

2/21

1/21

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Contoh
Misal sebuah perusahaan membeli alt transportasi dengan
harga Rp 38 jt biaya pengiriman dan uji coba Rp 1 jt. Masa
pakai ekonomis dari alt ini adalah 6 th dengan perkiraan nilai
sisa Rp 3 jt. Gunakanlah metode depresiasi SOYD untuk
menghitung besarnya depresiasi dan nilai buku tiap tahun.
Plot juga besarnya nilai buku terhadap umur peralatan
tersebut.
Penyelesaian

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Penyelesaian
a) Jumlah digit tahun = 1+2+3++6 = 2
Besarnya depresiasi pada tahun pertama, kedua dan ketiga :
N t 1
(P S)
SOYD
6 1 1
D1
(39.000.000 3.000.000)
21
Dt

6/21(36.000.000)
Rp 10.286.000

6 2 1
(36.000.000)
21
Rp 8.571.000

D2

D 3 4/21x36.000.000

Rp 6.857.000

Perhitungan selanjutnya sampai D6 dapat dilihat dalam tabel

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Penyelesaian
Akhir
tahun

Depresiasi th
(Rp)

Nilai buku akhir th


(Rp)

0
1
2
3
4
5
6

0
6/21
5/21
4/21
3/21
2/21
1/21

39,000 jt
28,714 jt
20,714 jt
13,286 jt
8,143 jt
4,714 jt
3,000 jt

x
x
x
x
x
x

36,00jt =
36,00 jt =
36,00jt =
36,00 jt =
36,00jt =
36,00 jt =

10,286 jt
8,571 jt
6,857 jt
5,143 jt
3,429 jt
1,714 jt

2. Metode Jumlah Digit Tahun (SOYD)


Penyelesaian
Bila diplot dalam grafik maka hubungan antara umur aset
dengan nilai buku.

3. Metode Keseimbangan Menurun (DB)


Seperti halnya metode jumlah digit tahun,metode keseimbangan
menurun juga menyusutkan nilai suatu aset lebih cepat pada tahuntahun awal selanjutnya secara progresif menurun pada tahun-tahun
selanjutnya. Metode ini bisa dipakai bila umur aset lebih dari 3
tahun.
Dengan demikian maka besarnya beban depresiasi pada tahun ke t
adalah :
Dt = dBV t-1 (3.1)
Dimana :
d
= tingkat depresiasi yang ditetapkan.
BVt-1 = nilai buku aset pada akhir tahun sebelumnya (t-1).

Nilai buku pada akhir tahun ke-t akan menjadi :


BVt = BVt-1 Dt
(3.2)
Dengan mensubstitusikan persamaan (3.1)ke persamaan (3.2) maka
akan diperoleh :

3. Metode Keseimbangan Menurun (DB)


Dengan mensubstitusikan persamaan (3.1)ke persamaan (3.2)
maka akan diperoleh :
BVt
= BVt-1 d BVt-1
= BVt-1 (1-d)

4. Metode Depresiasi Sinking Fund (SF)

Asumsi dasar yang digunakan pada metode


depresiasi sinking fund adalah penurunan nilai
suatu asset semakin cepat dari suatu saat
berikutnya. Peningkatan ini disebabkan karena
disertakannya konsep nilai waktu dari uang
sehingga besarnya depresiasi akan meningkat
sehirama dengan tingkat bunga yang berlaku.
Metode ini sangat jarang digunakan karena
depresiasi akan lebih kecil pada tahun-tahun awal
periode depresiasi. Dengan sifat yang demikian
maka pemakaian metode depresiasi sinking fund tidak akan menguntungkan bila ditinjau dari sudut

4. Metode Depresiasi Sinking Fund (SF)

Besarnya nilai patokan depresiasi tiap tahun dihitung dari


konversi nilai yang akan didepresiasi ( P S ) selama N
periode ke nilai seragam tahunan dengan bunga sebesar i %
A = ( P S ) ( A/F , i % , N )
Nilai buku periode t adalah nilai aset tersebut setelah
dikurangi akumulasi nilai patokan depresisasi maupun bunga
yang terjadi sampai saat itu.
B Vt = P A ( F/A , i % , t )
Dimana :
A = nilai patokan depresiasi dengan nilai bunga yang dihasilkan
BVt
= nilai buku aset pada periode tahun ke t.
t
= tahun

4. Metode Depresiasi Sinking Fund (SF)

Contoh
Suatu Perusahaan membeli 1 unit Alat, termasuk biaya pemasangan
dengan harga Rp 400.000.000 ,- dimana umur Alat tersebut diasumsi 20
thn. ( suku bunga 12 % ). Hitunglah besar depresiasi pada tahun
pertama dan kedua dengan menggunakan Metode SINKING FUND
Penyelesaian
Depresiasi pada tahuan pertama
A= D1 = ( P S ) ( A/F , i % , N )
= Rp(400.000.000 0 ) ( A/F , 12 % , 20 )
= Rp(400.000.000)* 0.0139
= Rp 5.551.000
Nilai buku alat pada akhir tahun pertama
BV1
= Rp(400.000.000 Rp 5.551.512 )
= Rp394.448.000

4. Metode Depresiasi Sinking Fund (SF)


Penyelesaian
Depresiasi pada tahuan kedua
D2 = BV1 ( A/F , i % , N-1 )
= Rp 394.448.000 * 0.0158
= Rp 6.217.000

Nilai buku alat pada akhir tahun kedua


BV2
= Rp 394.448.000 Rp6.217.000
= Rp 388.230.795

TERIMAKASIH