Anda di halaman 1dari 8

ASIDOSIS METABOLIK

A. KONSEP
Asidosis metabolik (defisit bikarbonat HCOO 3
dicirikan dengan pH rendah (< 7,35) dan
bikarbonat (HCOO3 ) rendah (< 22 mEq/L).
Asidosis metabolik disebabkan oleh kelebihan
asam pada tubuh/kehilangan bikarbonat dari
tubuh.
ketika asidosis metabolik terjadi, sistem
pernapasan berusaha mengembalikan pH
menjadi normal dengan kenaikan frekuensi dan
kedalaman pernapasan.

B. ETIOLOGI
1.
2.
3.
4.

Diare berat
Diabetes melitus
Olahraga berat
Asidosis uremik

C. FAKTOR RESIKO

1.
2.
3.
4.

Asidosis metabolik yang jarang terjadi adalah gangguan


primer, asidosis metabolik biasanya terjadi selama
rangkaian penyakit lainnya:
Asidosis laktat akut biasanya disebabkan oleh hipoksia
jaringan akibat syok/ henti jantung
Pasien yg mengalami diabetes melitus tipe 1 berisiko
mengalami ketoasidosis diabetik
Gagal ginjal akut/ kronis mengganggu ekskresi asam
metabolik
Diare, pengisapan usus, atau fistul abdomen
meningkatkan resiko kehilangan bikarbonat yg berlebihan

D. PATOFISIOLOGI
Asidosis
Metabolik

Bikarbonat

Asam karbonat

Diare,
pengisapan
usus, drainase
ileostomi

Terjadi
kelaparan, DM,
dan gangguan
fungsi ginjal
Terjadi usaha
kompensasi

Ginjal:
-Menahan bikarbonat
Mengeluarkan ion

Paru-Paru:
-Meningkatkan
pengeluaran CO2

E. MANIFESTASI KLINIS
1. Kelemahan, keletihan, sakit kepala & malaise
umum
2. Fungsi gastrointestinal terpengaruh
3. Tingkat kedaran menurun
4. Distrimia jantung terjadi dan henti jantung
dapat terjadi
5. Kulit sering kemerahan dan hangat
6. Masalah skeletal dapat terjadi pd asidosis kronis
7. Manifestasi mekanisme kompensasi terlihat

ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Riwayat kesehatan
2. Pengkajian fisik
B. Diagnosa
Gangguan keseimbangan caiaran minus dari kebutuhan
tubuh b. d muntah yg berlebihan atau intake cairan
minus

C. Intervensi
1. Kaji tanda-tanda adanya dihidrasi
2. Kaji tanda-tanda vital
3. Berikan cairan parenteal: elektrolit,
glukosa dan vitamin sesuai program
4. Kaji adanya keton dalam urine
5. Lakukan kolaborasi dengan tim lain
untuk pemberian obat-obatan
antiemetik