Anda di halaman 1dari 10

KONSEP PENGENDALIAN HAMA TERPADU PADA

TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)


TUGAS

OLEH:
CALASIA MONICA MARBUN
150301224
DICKY OCNIEL P
150301236
BRITANDY DWIKA S
150301242
ADE LIA SARI
150301248
FUAD ALFATH SIAGIAN
150301249
KHORINTIA HUMAIRAH N
150301260

AGROEKOTEKNOLOGI V
KELOMPOK II

1. IDENTIFIKASI DAN ANALISIS STATUS


HAMA

a. Hama Utama

Penggerek Buah Kakao( Conopomorpha cramerella )


(Famili: Gracillariidae; Ordo:Lepidoptera) menyerang
tanaman kakao hampir diseluruh daerah utama penghasil
kakao di Indonesia. Hama ini menyerang buah yang masih
muda sampai dengan buah yang sudah masak

b. Hama Occasional
Kepik
Pengisap
Buah
(Helopeltis
spp.)
(Famili:Miridae; Ordo Hemiptera). Jenis Helopeltis yang
menyerang tanaman kakao diketahui lebih dari satu
spesies, yaitu H.antonii, H. theivora dan H. claviver.
Stadium yang merusak dari hama ini adalah nimfa
(serangga muda) dan imagonya.

2. KOMPONEN DAN SALING BERHUBUNGAN


DENGAN EKOSISTEM UTAMA

Inventarisasi Musuh Alami


Keberadaan

menyelimuti

semut hitam sebagai musuh alami yang


permukaan

buah

kakao

sehingga

menghalau keberadaan serangga PBK untuk hinggap


dalam aktivitas makan maupun meletakkan telur.
Penggunaan

sarang daun kelapa lebih disukai untuk

semut hitam dibanding sarang dari daun kakao dari


aspek kecepatannya untuk dihuni semut hitam,

3. DATA KERUSAKAN DAN POPULASI


HAMA
Hama Penggerek Buah Kakao dapat mengakibatkan:
menurunkan kualitas hasil panen
menurunnya mutu fisik biji
meningkatnya kandungan sampah dan kandungan
kulit ari
menurunnya rendemen dan berat jenis biji kakao
Analisis Biaya Kerusakan
Pada akhir tahun 2007, areal perkebunan kakao di
Sumatera Barat yang terserang hama PBK telah
mencapai 411 ha dengan nilai kerugian sebesar
Rp.853.999.200,

4. IDENTIFIKASI POSISI HAMA

Stadium yang menimbulkan kerusakan dari hama PBK


adalah berupa larva/ulat yang menyerang buah kakao
berukuran 3cm sampai menjelang masak.

Larva merusak buah dengan memakan daging buah,


membuat saluran ke biji menyebabkan :

biji saling melekat,

berwarna kehitaman,

ukuran mengecil

berukuran kecil sehingga kualitas biji menjadi rendah.

5. PENGEMBANGAN MODEL GEJOLAK POPULASI HAMA

Sebaran Hama
Penyebaran hama PBK pada tahun 1991 di Sulawesi
dimulai di Sulawesi Tengah menyebar ke seluruh areal
pertanaman kakao di Sulawesi.
Tahun 1995, hama ini mulai ditemukan di Sulawesi
Tenggara.
Interaksi komponen biotik dan abiotik terhadap hama
Serangga

sangat sensitif terhadap variasi lingkungan, dan

serangga dapat merubah kelakuan mereka dalam merespon


perubahan lingkungan. Serangga yang dapat terbang,
berpindah untuk menghindari naik turunnya temperatur,
kelembaban, zat kimia atau faktor abiotik lainnya untuk
menghindari kondisi yang merugikan.

6. PENGEMBANGAN STRATEGI
PENGENDALIAN

Pengendalian hama PBK dapat dilakukan dengan


beberapa cara antara lain dengan:

Sanitasi
dengan cara menimbun buahbuah terserang yang
baru dipanen ke dalam lobang tanah kemudian
ditutup tanah setebal 20 cm
Pemangkasan
Pemotongan cabang tanaman kakao dilakukan
terhadap cabang yang arahnya ke atas, diluar batas 34 m. Luka bekas potongan harus ditutupi dengan obat
penutup luka.

panen sering
Bertujuan untuk memutus siklus perkembangan hama
PBK. Panen dilakukan seminggu sekali terhadap buah
yang sudah masak baik masak sempurna maupun masak
awal kemudian segera dipecah atau diproses.
pemupukan dan penyungkupan
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan ketahanan
tanaman terhadap serangan PBK dengan jenis, dosis dan
waktu yang tepat.
Penyungkupan untuk mencegah serangan PBK, dengan
menggunakan kantong plastik yang dilobangi bagian
bawahnya kemudian disungkup buah kakao

pengendalian

secara biologi

Pengendalian secara biologi pada hama PBK


dilakukan dengan menggunakan:

predator: semut

Jamur: Beauveria bassiana

Parasitoid: telur Trichogrammatoidea spp.

THANK YOU